NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Kedua Ayah Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Ayah Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

Bandung tidak pernah ramah bagi kantong seorang perantau. Di usianya yang menginjak 23 tahun, Yasita Humaira harus memutar otak setiap akhir bulan. Demi mengirimkan rupiah untuk Ayah dan Ibunya di kampung, dia rela menahan lapar dan berhemat sedemikian rupa. Yasita sadar diri; dia bukan wanita sholeha, bukan pula muslimah taat yang rajin beribadah. Shalatnya masih bolong-bolong, penampilannya biasa saja. Jauh dari kata sempurna.

​Beruntung, di kota ini dia memiliki Zulaikha—sahabat dekat seumuran yang bak langit dan bumi dengannya. Zulaikha adalah definisi wanita idaman: keturunan Arab-Indonesia dengan mata tajam yang indah, selalu anggun dengan gamis dan hijab lebar yang menjuntai. Tak hanya cantik, Zulaikha adalah putri dari pemilik Mandra Bros J, raksasa industri pakaian muslimah dan perhiasan emas tempat Yasita mengadu nasib. Namun persahabatan itu putus ketika sebuah Tawaran Dari Umi laila Ibu Zulaikha memintanya menjadi istri kedua Ayah Zulaikha yaitu Jalal Ash-Siddiq....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Aku berusaha mengatur napas yang rasanya masih sedikit berat dan tersengal. Sesaat kemudian, aku merasakan gerakan perlahan dari Jalal yang mulai bangkit untuk menarik dirinya dari tubuhku. Pria itu kemudian menunduk, mengecup bibirku dengan begitu lembut sebelum akhirnya menarik tubuhku kembali, membawaku masuk semakin erat ke dalam dekapan dada bidangnya.

​Malam itu, kami tidur bersama di balik selimut tebal yang terasa sangat lembut. Kain itu membungkus erat tubuh polos kami berdua, melindungi kulit dari tusukan dinginnya embusan angin malam yang menerobos celah dinding papan. Tak butuh waktu lama bagi diriku yang sudah didera rasa lelah yang teramat sangat, untuk perlahan-lahan memejamkan mata dan tenggelam ke dalam tidur yang lelap.

​Sayup-sayup, aku terbangun dari tidur ketika telingaku menangkap suara lantunan ayat suci dari seseorang yang sedang menunaikan ibadah salat. Perlahan aku mengerjapkan kedua mataku, berusaha mengumpulkan kesadaran yang masih tersisa.

​Di dalam keremangan kamar, aku melihat bayangan suamiku sedang berdiri dengan khusyuk di atas sajadah, menunaikan salat Subuh. Aku bergerak pelan meraih ponsel di atas nakas untuk memeriksa waktu. Layar benda pipih itu menyala, menunjukkan angka pukul 04.45 WITA.

​Saat aku terus berbaring sembari memperhatikannya dari balik kelambu, sejujurnya ada riak rindu di dalam hati. Ingin rasanya aku langsung bangkit, mengambil wudu, lalu berdiri tepat di belakang punggung tegapnya untuk menjadi makmumnya malam ini. Namun, kuurungkan niat itu karena kondisi tubuhku yang belum mandi wajib. Nanti sajalah, pikirku dalam hati.

​Tak berselang lama, lamat-lamat aku mendengarnya mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri, menandakan salatnya telah usai. Jalal kemudian melanjutkan aktivitasnya dengan berzikir dan memanjatkan doa yang cukup panjang. Setelah itu, dia meraih gawainya, membuka sebuah aplikasi, lalu mulai mengaji melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an lewat ponselnya.

​Dari tempatku berbaring, aku bisa mendengar nada suaranya yang sesekali terdengar sedikit serak dan berat, seolah rasa kantuk sebenarnya kembali menyerang pria itu. Namun, dengan sekuat tenaga dia tampak menahannya hingga selesai mengaji.

​Begitu menyelesaikan tadarusnya, Jalal lekas melipat sajadah dan melepas pakaian salatnya. Saat itulah, sepasang netranya tidak sengaja menangkap sosokku yang ternyata sudah terjaga dan sedang balas menatap ke arahnya dari atas ranjang.

​"Yang!" panggilnya dengan suara serak khas bangun tidur.

​"Iye, Pak," jawabku lembut.

​"Saya kira kamu belum bangun," katanya pelan sembari melangkah mendekati ranjang.

​"Bapak kenapa tidak bangunkan saya dari tadi?" tanyaku heran saat tubuh besarnya mulai merangkak masuk kembali ke dalam kurungan kelambu.

​"Maaf, ya... Tadi saya lihat kamu tidurnya enak banget, kelihatan lelap sekali. Saya tidak tega mengusikmu," ucapnya teramat lembut. Pria itu kemudian mencondongkan wajahnya, mendaratkan kecupan sayang di pucuk kepalaku berkali-kali hingga membuat hatiku menghangat.

​"Sebentar agak siangan, saya mau pergi mengecek lokasi tanah yang rencananya mau dibangun rumah penangkaran walet... Kamu mau ikut?" tanyanya menawarkan sembari mengelus rambutku.

​Aku mengerjapkan mata, mencoba mencerna ucapannya. "Memang lokasinya ada di bagian mana saja, Pak?" tanyaku penasaran.

​"Saya sendiri belum tahu pasti di mana letak persisnya. Yang tahu jalurnya itu Rudi... Nanti kita perginya sama-sama dengan Rudi," jawab Jalal pelan menjelaskan.

​Aku menganggukkan kepala tanda mengerti. Alih-alih bermalas-malasan lebih lama di atas kasur, aku memutuskan untuk segera bangkit berdiri. Aku meraih dasterku yang tergeletak di lantai, memakainya dengan cepat, lalu berjalan setengah berlari menuju ke kamar mandi di bagian belakang rumah.

​Begitu langkahku melewati area dapur, mataku langsung menangkap sosok Mama yang rupanya sudah sibuk di depan kompor. Beliau sedang memasak air panas dan menggoreng beberapa macam camilan gorengan untuk sarapan pagi.

​"Eh Yas! Sudah bangun ko?" tanya Mama tiba-tiba membalikkan badan, menyapaku dengan seulas senyuman lebar yang sarat akan makna penuh arti.

​Wajahku seketika terasa memanas. Aku hanya bisa melemparkan senyuman canggung menahan malu, tanpa berani membalas tatapan menggoda milik ibuku sendiri. Tanpa membuang waktu lagi, aku langsung mengambil langkah seribu, berlari cepat masuk ke dalam kamar mandi demi menghindari interogasi dari Mama.

1
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😍 kereen 😍 terimakasih 😘
Fitria Syafei
semangat kk cantik 👌 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 🥰
Fitria Syafei
cepat sehat yaa KK cantik 😍 KK cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Ummi Sulastri Berliana Tobing
cepat pulih y Thor 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!