NovelToon NovelToon
Tertolak Rindu

Tertolak Rindu

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:20.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Perhatian Kian Sakala selalu tercuri pada teman perempuan SMAnya, Wanda Safia yang selalu diperlakukan seperti babu oleh Aditama Hasta.

Wajah lelah dan tertekannya selalu mengusik hati manusiawinya Kian. Tapi sepertinya pertolongannya terhadalp Wanda malah selalu berbuah pahit untuk temannya itu

Semoga suka, ya♡♡♡
Spin off Pesona Cassanova. Tapi bisa dibaca terpisah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diselesaikan dengan mudah?

Kian hampir saja terjatuh, dia maju beberapa langkah untuk menyeimbangkan tubuhnya dan Wanda yang ada dipelukannya.

Azka tau, dengan posisi begini Kian agak sulit menundukkan Aditama lebih cepat, walaupun si lemah itu sudah beberapa kali terkena tendangannya.

Reyhan dan yang lainnya pun belum bisa membantu karena menghadapi keroyokan teman teman Aditama. Dia dan kerabatnya butuh sedikit waktu lagi membuat mereka tepar bergelimpangan hingga tak mampu bangun lagi.

Hingga mereka mendengar banyaknya suara deruman mobil dan motor serta suara klakson yang membuat perkelahian itu bubar seketika.

"Papa ....." Kian menatap Azka, kemudian Aditama dengan tatapan menuduh.

"Bukan aku," sanggah Aditama seakan mengerti arti tatapan mengejek Kian dan Azka.

Dia sendiri terkejut melihat kehadiran papanya, juga papa teman temannya yang sudah ada di samping kendaraan masing masing. Kecemasan dan ketegangan terlihat jelas pada wajah papa papa mereka

Aditama teringat supirnya yang dia usir dari mobil tadi di parkiran sekolah.

Jangan jangan dia yang lapor papa, batinnya geram. Padahal hari ini mereka akan bisa menang karena timnya lebih banyak. Kian saja sekarang bisa sia buat kerepotan karena menggendong Wanda. Biasanya dialah yang jadi bulan bulanan Kian.

Hampir saja dia menghentakkan kaki karena kesal. Baru kali ini timnya bisa mengalahkan tim Kian. Biasanya merekalah yang dibuat bergelimpangan.

"Dad, aku jelaskan nanti. Aku harus bawa Wanda ke rumah sakit." Suara keras Kian menyadarkan Aditama.

"Aku yang akan membawanya."

Lagi lagi Azka menghalanginya mendekati Kian yang menoleh saja enggak padanya. Aditama menggeram marah. Dia menatap papanya agar memberikan perintah pada Kian untuk menyerahkan Wanda padanya.

Tapi papanya malah membiarkan Kian melewatinya.

"Panji, aku akan ke rumah sakit dulu. Anakmu juga butuh perawatan," tukas Dewa yang langsung mengikuti langkah Kian.

"Ya." Panji menjawab datar.

"Pa!" kaget Aditama ketika papanya seolah mengalah dan tidak berani menentang papanya Dewa.

Panji menghela nafas. Dia teringat ancaman Dewa.

"Kita ke rumah sakit. Kamu harus diobati."

"Aku ngga apa apa, pa. Aku mau Wanda," ngeyel Aditama dengan suara keras.

Perhatian sempat terfokus pada Aditama. Tapi Kian tetap cuek. Dia ikut masuk ke dalam mobil daddynya dengan Wanda yang berada di pangkuannya.

Hati Aditama tambah panas.

"Buat kamu siksa?" ejek Alen menyela ketika berjalan melewatinya bersama sepupu dan kerabatnya yang lain.

Mata Aditama melotot. Sekarang setiap orang menghampiri papanya masing masing. Termasuk teman temannya. Ngga terdengar suara marah dari papa papa mereka, hingga kerumunan itu ngga lama kemudian membubarkan diri.

Satu persatu motor dan mobil mulai pergi. Begitu saja. Mereka tidak membantah dan ngeyel seperti dirinya.

"Pa," protes Aditama lagi, masih dengan tuntutan agar papanya melakukan sesuatu sebelum mobil yang membawa Wanda pergi.

Yang makin membuatnya menahan ledakan marah karena tangannya masih dipegang papanya.

Panji memutuskan tatapannya dari Dewa dan menunjuk pengawalnya agar mendekat.

"Urus mobil ini." Dia kemudian menoleh pada anaknya yang masih melayangkan tatapan protesnya. Tangannya terulur.

"Mana kunci mobilnya?"

Aditama mendengus.

"Di dalam mobil."

Pengawalnya pun langsung pergi ke arah mobil yang ringsek itu.

Panji menarik tangan putranya ke arah mobil mereka dan membuka pintu mobilnya.

"Kita ke rumah sakit."

Dengan penuh rasa dongkol, Aditama terpaksa menurut.

Sementara Dewa menatap Azka yang ada di dekatnya bersama yang lainnya.

"Kalian juga ke rumah sakit," titahnya

"Iya, dad."

Azka dan kerabatnya hanya mengalami sedikit aja memar, lebih banyak dibandingkan dengan Aditama dan teman temannya.

"Nanti ganti pakaian. Biar mami ngga tau kalian abis berantem," kekeh Quin. Dia ikut datang bersama Theo-kembarannya.

Naresh dan Denish hanya nyengir. Omnya berkata benar karena kalo maminya tau, mereka bakal dicerewetin sampai lebih dari satu jam. Dan akan diungkit terus di setiap kesempatan.

Khalid juga menepuk nepuk bahu Dylan sambil.menggelengkan kepalanya.

Mereka melihat satu per satu musuh bebuyutan anak anak mereka pergi. Tapi karena masih rekan bisnis, beberapa diantaranya sempat melakukan jabat tangan lebih dulu sebelum pergi.

Perhatian mereka teralihkan oleh kedatangan sebuah motor yang menepi ke arah mereka. Saat helm fullfacenya dibuka, tawa mengejek terdengar.

"Telat banget datangnya, om," sarkas Alen.

Ezra yang disindir bahkan sampai diketawain begitu rupa, hanya memasang wajah cueknya.

"Udah selesai? Ngga ada korban, kan?"

*

*

*

Kening Wanda dililit perban. Untung lukanya tidak parah akibat tubrukan mobil dengan pohon tadi.

Wanda agak bingung ketika matanya sudah terbuka. Matanya menatap langit langit kamar yang pasti bukan kamarnya, karena warna catnya juga beda. Selain itu kamar ini lebih luas dan langit langitnya lebih tinggi dari pada kamarnya. Dia memejankan mata berusaha mengingat yang sudah dia alami.

Dia tadi di mobil, kan, bersama Aditama?

Dimana dia?

Kepalanya berdenyut pelan.

"Hai ...., kamu sudah sadar?"

DEG

Jantung Wanda mendadak berdebar kencang.

Kian.

Dia ngga salah dengar, kan?

Matanya terbuka lagi dan menatap Kian yang sudah ada di sampingnya.

Sejak kapan?

Kok, dia ngga tau cowo ini ada di dekatnya?

Rona merah mewarnai wajahnya ketika menyadari kalo cowo itu sedari tadi berada di sampingnya.

"Aku ...." Tangannya meraih lilitan perban di keningnya.

Pantas saja ada yang aneh di kepalanya.

"Ada luka sobek, tapi ngga apa apa, kok. Udah diobati. Masih terasa pusing, ya?" tanya Kian dengan wajah khawatir.

Wanda agak meringis.

"Sedikit." Debaran aneh makin terasa di dadanya.

Kian di sini? Aditama ngga ada? Jadi sekarang dia sudah bebas dari Aditama? Batinnya penuh dengan banyak tanya. Ada perasaan lega yang muncul tiba tiba, membuatnya merasa nyaman dan aman.

Tuhan, semoga memang ini yang terjadi, batinnya penuh harap.

Kian, cowo yang dilihatnya saat pertama kali masuk sekolah. Waktu itu mereka saling bertatapan ketika dia baru keluar saja dari dalam mobil Aditama dengan tas ounggung berat dna kedua tangannya penuh dengan tentengan goodie bag.

Keningnya berkerut waktu itu. Wanda malu saat itu karena Kian pasti melihat perlakuan Aditama. Untungnya mereka ngga sekelas.

Tapi selanjutnya mereka beberapa kali bertemu karena Kian selalu menolongnya dari kekasaran Aditama. Walaupun untuk itu dia harus mendapatkan dobel penyiksaan. Dari Aditama dan juga mamanya.

Wanda menghembuskan nafas perlahan.

"Mau duduk?" Tanpa menunggu jawaban Wanda, Kian menaikkan sedikit posisi ranjang Wanda hingga cewe itu bisa duduk bersandar dengan nyaman.

Kian menuangkan teh panas dari dalam termos kecil ke dalam gelas.

"Minum dulu." Kian mengulurkannya pada Wanda.

"Terimakasih." Dengan canggung Wanda menerimanya. Kian selalu mentreatnya dengan sangat baik, padahal dia hanya pembantu Aditama.

"Kamu selalu berterimakasih," senyum Kian membuatnya semakin tampan di mata Wanda.

Wanda pura pura menatap teh panasnya yang ada di tangannya. Meminumnya lagi untuk meredakan kegugupannya.

"Pelan pelan aja minumnya," goda Kian yang menyadari Wanda salah tingkah.

Ya, jangan diliatin, kilah Wanda masih ngga mau menatap Kian.

1
Pujierde
aiiish gak malu gitu hidup jadi benalu gak punya harga diri donk gw klo jadi wanda ogah punya suami jadi benalu pada orang tuanya wlo hartanya berjibun
Pujierde
sepertinya perkiraan kamu salah deh soalnya para sepupu yang tengil" itu sudah memicu amarah aditama
Pujierde
ya ampun ngebet banget mw nikah siiiiih kamu masih muda kiaaaaan belum waktunya nikah kamu mw ngasih apa sama istrimu masa jadi benalu orang tua siiiih malu tau sama daddy kamu yg kerja dan mapan dulu baru menikah
Rahmawati
penasaran nanti gimana sikap tama kl tahu Wanda saudaranya
Bunda Keisha
Nasibnya Wanda hampir sama dengan Emely, cuma Emily disayang Papa dan saudara tirinya.. ❤
Pujierde: betul banget bun bedanya saudara tirinya yang sudah jadi istri aaron (klo gak salah) sudah tau dari mereka masih kecil dan papanya emily gak selingkah tapi di jebak sama rekan bisnisnya
total 3 replies
Khey Rachmat
jgn sampe menyesal km panji trs2 belain si anak cengeng... mending jujur aja sihhh
🟡MENTARY
om Erza mempet bu guru
anggita
iklan☝☝like👍
Rahmawati
ternyata daadyy dewa gk sembarangan ngasih ijin nikah, di gembleng dulu biar siap jd kepala keluarga
NurKasih
Jodoh mahesa apakah dlm circle kian cs😄
NurKasih
Moga aja nanti bila tama tahu wanda adik nya tidak membenci wanda lagi dan akan merasa menyesal kerna perlakuan nya yg terlalu jahat, udahlah panji jika isteri mu masih x memaafkan kisah lalu mu tinggalkan saja, lagian sekarang isteri mu selingkuh atas dasar ingin balas dendam..cari la wanita yg bisa menerima masa lalu mu.. Moga tama punya hati baik seperti mu bkn seperti ibunya yg pendendam
falea sezi
nenek nya goblok🤣 si tua bego😒
🟡MENTARY
Keren
🟡MENTARY
Untung Ada Keyra
Susma Wati
pelan -pelan rahasia tentang wanda terbongkar dan aditama mengetahuinya, akan sehancur apakah aditama mengetahuinya rahasia tentang wanda, dan rahasia tentang papa dan mamanya yang ternyata saling selingkuh, tapi kalau mamanya wanda beda ya dia korban dari panji yang memaksa nya memuaskan hasrat bejat nya, kalau merelin mah memang sengaja niat selingkuh, alasan nya mau balas panji, tapi dengan kelakuan merelin apakah aditama akan memaklumi kelakuan ibunya!
Rahmawati
daripada terus ditutupi mending kasih tu aja sih, sudah resikomu panji dibenci sama anakmu sendiri
Lusi Hariyani
semoga aditama th klo wanda adik y
Pujierde
aditama itu dan dia bakalan cari tau siapa wanda semoga aditama tidak semakin membenci wanda ketika mengetahui kebenarannya
Pujierde
kenakan lo klo kamu menghormati nenek sebagai tangan kanan kakek dan nenek kamu tama setidaknya kamu menganggap wanda teman kamu
Pujierde
mantaaaaap 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!