>Ini novel pertama autor yang bertema religi maaf kalau masih banyak kekurangannya.
Aleena Humairoh seorang guru sekolah dasar disebuah sekolah swasta dikota A memutuskan menutup auratnya dan bangkit dari traumanya setelah mengalami sebuah peristiwa pahit dimasalalu yang membuatnya harus kehilangan mahkota berharganya sebagai seorang perempuan.
Bertemu dengan seorang Abimanyu duda muda ayah dari murid Aleena yang juga pernah mengalami hal menyakitkan dengan perempuan dimasalalu.
Dua orang yang sama sama punya masalalu pahit akankah mereka bisa berjodoh dengan putri kecil Abimanyu sebagai perantara.
Ataukah malah saling membenci karena sebuah hubungan luka dimasalalu mereka yang diakibatkan oleh orang yang sama.
Penasaran silahkan baca kelanjutannya 😊😊.
Budayakan meninggalkan like dan komen sebagai dukungannya reader.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31.
Abimanyu tersenyum bahagia melihat Aleena dan Aliyah putrinya tertawa lepas, penuh kebahagiaan.Sepanjang dia ajak pergi jalan jalan ketaman hiburan terbesar dikota Jakarta itu.
Sebenarnya dia ingin mengajak Aleena untuk pergi bulan madu keluar negeri, ketempat yang indah dan romantis seperti layaknya pasangan pengantin baru pada umumnya.
Tapi karena pernikahan mereka ini dilakukan sangat mendadak, jadi dia belum bisa melakukannya. Sebab dia masih punya banyak pekerjaan dikantor yang tidak bisa dia tinggalkan begitu saja. Disaat begini Abimanyu sangat berharap kalau adik laki lakinya Alvian bisa membantu dia di perusahaan mereka.
Tapi....itu tidak mungkin,bukan hanya karena kondisi Alvian yang sekarang sudah tidak normal lagi akibat kecelakaan fatal yang pernah menimpa adiknya itu.
Tapi juga karena sejak awal, saat Alvian masih dalam kondisi normal, pria itu tidak punya niat sedikitpun untuk masuk kedalam perusahaan keluarga mereka. Dibanding belajar bisnis seperti seharusnya Alvian lebih suka hanya meminta uang saja padanya. Dan kalau dia menolak memberi sebab adiknya itu terlalu berlebihan memintanya. Alvian selalu merengek pada ibunya serta...Hah!
Tanpa sadar Abimanyu menghela nafas keras , saat bayangan mantan istrinya yang sudah meninggal akibat kecelakaan fatal bersama Alvian adiknya, terlintas lagi dibenaknya.
Kejadian itu sudah terjadi bertahun tahun lalu, tapi sampai detik ini dia masih sulit untuk melupakannya.
Bahkan setiap kali melihat sosok Alvian, bayangan ketika dia memergoki adik dan istrinya sedang bercinta teringat lagi.
Karena itu, sulit baginya untuk bersikap layaknya saudara dengan pria itu meski dia tidak pernah keberatan memberikan sokongan dana buat pengobatan Alvian selama ini.
Membantu Alvian adalah kewajibannya sebagai seorang kakak, tapi memaafkan perbuatan pria itu padanya...hal yang sangat berbeda.
Karena itu tanpa sadar Abimanyu sebisa mungkin menghindari pertemuannya dengan Alvian juga ibunya.
Dia melakukan hal itu, untuk membuat dirinya tidak terus terpuruk oleh sakit hati atas pengkhianatan yang dilakukan adik dan istrinya dulu.
Dretttt....drettt...
Abimanyu sedikit terjengkit, waktu mendengar ponselnya tiba tiba berdering keras.
Dia sempat berpikir itu telpon dari asisten pribadinya dikantor untuk hal mendadak, meski tadi sebelum akan pergi mengajak Aleena dan Aliyah jalan jalan. Dia sudah mengatakan pada Anton Asisten pribadinya agar hati ini menghandle semua pekerjaan dikantor dan jangan menghubungi dia kecuali sangat urgent.
Tapi waktu dia mengambil ponselnya dari saku, dahinya langsung mengeryit dalam saat melihat nomor ibunya yang menghubungi dia.
" Mama!" Celetuk nya heran tapi tetap menjawab panggilan itu dengan suara berusaha terdengar sebisa mungkin, meski kalau boleh jujur saat itu dia sangat enggan berbicara dengan perempuan yang sudah melahirkan dia dan Alvian itu.
Karena.... Abimanyu tau kalau ibunya menghubungi dia lebih dulu begini, itu pasti demi Alvian. Bukan karena...dia juga putranya.
Meski sudah bukan remaja puber lagi, tapi pembelaan terus menerus yang diberikan oleh ibunya, setiap kali Alvian melakukan kesalahan padanya dengan alasan dia lebih tua, jadi harus memaklumi sikap adik semata wayangnya tersebut.Membuat Abimanyu perlahan semakin enggan bicara juga bertemu perempuan itu.
Tapi tidak sanggup mengabaikan perkataan merengek ibunya, sebab bagaimana pun sebagai seorang anak Abimanyu tetap mencintai ibunya.
" Halo,Assalamualaikum Ma...."
" Waalaikumsalam...Abi, dimana kamu sekarang?" Perempuan itu bertanya dengan suara terdengar cemas ditelinga Abimanyu hingga langsung membuat perasaan pria itu jadi ikut gelisah. Khawatir sudah terjadi sesuatu yang buruk di rumah ibunya berkaitan dengan adiknya Alvian.
" Sedang diluar Ma. Ada apa?" Abimanyu bertanya dengan suara khawatir.
" Itu.... Alvian...."
" Alvian?! Apa yang terjadi dengannya, ma?! Jangan bilang dia melakukan hal nekat tidak jelas lagi!" Abimanyu tidak perduli, kalau perkataan nya saat itu didengar oleh orang lain, yang kebetulan dekat dengan tempat dia berdiri menunggu Aleena dan Aliyah yang sedang antri beli souvenir taman bermain yang mereka kunjungi.
" Mama nggak tau Abi. Tapi sejak tadi malam...Alvian tidak keluar dari kamar meski sudah mama ketuk berkali kali."
" Sial!" Tanpa sadar Abimanyu memaki geram, mendengar aduan ibunya soal adik semata wayangnya itu.
Ini bukan pertama kalinya Alvian melakukan hal seperti itu, sudah berkali kali. Dengan mengurung diri dan bersikap seperti tidak ingin hidup lagi didepan ibunya yang begitu mencintai dia menjadi sebuah senjata andalan Alvian saat dia menginginkan sesuatu.
Abimanyu hapal betul bagaimana tabiat adiknya ini, tapi tetap saja dia tidak bisa mengabaikannya, karena bisa berdampak buruk untuk kesehatan ibunya nanti yang sudah tidak muda lagi sekarang
" Abi...bisa kamu datang kesini sekarang. Tolong mama untuk membujuk Alvian supaya bersedia keluar dari kamar nya."
Ingin sekali Abimanyu berteriak keras bilang tidak mau. Tapi...sekali lagi tidak bisa dia lakukan, karena yang memohon saat itu adalah ibunya Perempuan yang sudah membuat dia terlahir ke dunia ini.
" Aku sekarang sedang diluar bersama Aliyah dan...." Abimanyu terdiam sebentar saat akan menyebutkan nam Aleena. Sebab dia ingat kalau dia sama sekali belum mengatakan bahwa dia sudah menikah lagi saat ini.
Jadi,dia sedikit bingung apakah harus mengatakan mengenai Aleena pada ibunya dalam kondisi perempuan itu sedang panik begini akibat ulah Alvian atau...
" Aku akan menyuruh orang untuk membantu mama membuka paksa pintu kamar Alvian Karena sekarang aku sedang punya urusan penting diluar yang nggak bisa aku tinggalkan Ma." Ucap Abimanyu setelah berpikir beberapa saat.
Dia tidak ingin menyembunyikan Aleena dari ibunya atau Alvian adiknya. Tapi tidak mungkin juga mengatakan mengenai keberadaan perempuan itu yang merupakan istri barunya, dalam kondisi ibunya yang sedang panik begini.
Nanti saja,batin Abimanyu.Saat kondisi ibunya dan Alvian sudah baik baik saja.Dia akan mengajak Aleena berkunjung secara pribadi kerumah orangnya dan mengenalkannya sebagai istri barunya.
" Jangan Abi! Tolong jangan menggunakan kekerasan pada Alvian!" Tolak ibunya yang membuat Abimanyu terlihat kesal.
" Ma. Aku cuma akan menyuruh...."
" Tidak perlu Abi,jangan kirim siapapun juga kemari.Ibu tidak mau,ibu tidak ingin ada orang asing yang datang kerumah."Apa barusan dia seolah berniat mengirim seorang preman untuk menghajar Alvian, Dimata ibunya.Padahal dia hanya akan meminta satu atau dua orang pegawai keamanannya dikantor, untuk datang kerumah ibunya guna mendobrak pintu kamar Alvian yang terkunci dari dalam.Agar tau bagaimana kondisi adiknya itu.
" Kalau mama tidak mau aku mengirim siapa siapa untuk membuat mama tau bagaimana kondisi Alvian didalam kamarnya, lalu aku harus bagaimana, Ma?!"
Nada suara Abimanyu terdengar sedikit sarkas pada ibunya, sebab jujur saja dia mulai kehabisan kesabaran miliknya yang hanya setipis tisu saat ini kalau berhadapan dengan Alvian dan ibunya begini.