Sebuah keluarga yang begitu kejam, mengadopsi seorang anak perempuan untuk mengantikan putri tunggal mereka yang di ramal oleh peramal jahat akan mati pada umur nya yang ke delapan belas tahun.
Untuk menghindari kutukan tersebut mereka pun mengadopsi seorang anak perempuan yang lahir di tahun yang sama bulan yang sama dan tanggal yang sama agar putri mereka bisa menghindari kutukan tersebut sesuai ucapan sang peramal.
"Ayah aku mohon, jangan kirim kan aku ke tempat itu,aku takut,aku mohon ayah."Ucap Selina sambil menangis memegang erat kaki sang ayah.
"Menyingkir lah dari kaki ayah ku!"Ucap wanita cantik dengan pakaian yang sangat mewah mendorong Selina untuk menjauh dari kaki peria yang mereka pangil ayah itu.
Buat yang penasaran sama ceritanya Ayuk ikuti terus setiap episode dari kisah "Kesayangan Tuan Muda Kejam."
Terima kasih banyak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode #31
Sampai di toilet Selina pun membuka gaun yang dia kenakan dan menggantinya dengan pakaian biasa dan memakai syal dan juga topeng yang sebenarnya sudah di siapkan oleh anak buah Denis saat Selina meminta bantuan sebelum mereka pergi ke acara itu.
Selang dua puluh menit kemudian Selina kembali keluar dari toilet dengan pakaian berbeda dan memakai topeng, sehingga staf tadi mengira itu adalah orang lain dan bukan Selina.
Staf itu masih tetap menunggu santai di luar aula toilet yang berjejer.
Sementara itu di dalam ruangan penilaian final lomba melukis.
Dua lukisan pun sudah di pilih oleh para juri ya itu lukisan milik Milan dan lukisan milik Selina.
"Salah satu dari dua lukisan ini nantinya akan menjadi terobosan baru dalam dunia lukisan, tingal satu langkah lagi untuk memutuskan siapa yang akan menjadi pemenang di lomba melukis ini,kalau begitu kita panggil dua pelukis ini untuk naik ke panggung untuk menjelaskan lukisan mereka dari sudut pandang nya, langsung saja kita panggil pelukis bunga mawar yang indah bernama nona Milan."Ucap MC di sertai tepuk tangan yang meriah dari para penonton.
Milan pun berjalan naik ke atas panggung dengan bangga nya.
"Wah ternyata lukisan bunga mawar yang indah itu adalah lukisan nona Milan yang kita semua tau ya, multitalenta sekali nona."Ucap MC menyambut Milan.
"Tidak juga, melukis itu hanya hobi ku saja."Jawab Milan.
"Kalau begitu anda memiliki bakat di bidang ini ya lomba melukis bukan lah hal yang mudah untuk di lakukan."Ucap MC tersebut.
"Terima kasih pujian nya."Jawab Milan berusaha merendahkan diri.
Milan berusaha menarik perhatian Melvin namun mata Melvin tetap tertuju pada lukisan hutan salju itu.
"Baik lah, sekarang kita panggil pelukis yang satu lagi untuk naik ke atas panggung, pelukis dari lukisan hutan salju bernama sate ayam."Ucap MC sedikit bingung dengan nama pelukis ini yang begitu aneh dan tidak masuk akal.
"Lah mengapa nama nya aneh sekali?"Tanya para penonton kebingungan.
Jelas saja aneh karena yang di gunakan Selina adalah kartu identitas palsu.
"Nona sate ayam,apa ada? Nona sate ayam!"Pangil MC itu beberapa kali.
"Bagaimana ini, mengapa orang nya tidak ada?"Tanya para juri.
"Pasti dia takut dengan situasi ini,jadi dia tidak berani untuk maju ke depan."Batin Milan.
"Aku di sini."Ucap Selina yang berjalan menuju panggung.
"Apa-apaan itu?"Batin Milan.
"Nona, apa anda yang bernama sate ayam?"Tanya MC itu kepada Selina yang kini telah tiba di panggung.
"Iya."Jawab Selina singkat.
"Mengapa anda memakai topeng?"Tanya MC itu.
"Apa ada masalah? Kalian ingin menilai lukisan nya bukan orang nya kan?"Tanya Selina lagi.
Sementara itu Melvin terus menatap nya dari kursi.
"Semoga saja dia tidak bisa mengenali aku."Batin Selina menunduk kan kepala nya.
"Baik lah kalau begitu,nona ini mungkin tidak ingin menujukkan wajah aslinya."Jawab MC tidak masalah.
"Hih,dia pasti jelek, karena itu dia tidak ingin menujukkan wajah nya ke publik."Batin Milan nyinyir.
"Nona Milan,bisa cerita kan apa yang membuat anda melukis lukisan ini?"Tanya MC memulai penilaian.
"Dengan lukisan ini saya ingin mempresentasikan situasi anak muda sekarang,ada orang yang bilang kita ini generasi yang buruk jadi aku ingin membuktikan untuk diri sendiri kita adalah bungga mawar merah yang selalu tampak cantik namun tidak mudah untuk di pegang karena dilindungi oleh duri nya."Jelas Milan dengan bangga.
Semua orang pun bertepuk tangan dengan sedikit pidato yang Milan berikan atau motivasi.
"Ini adalah pesan yang benar-benar fosesif sekali nona Kepada nona pelukis hutan salju giliran anda."Ucap MC kepada Selina.
"Singkat saja, karena aku mau menang."Jawab Selina santai.
"Melucu saja orang ini."Batin Milan terkekeh.
"Baik lah, kepada para juri apakah sudah bisa di tentukan pemenang nya?"Tanya MC kepada para juri.
"Lukisan mu itu punya ciri khas dari nenek Julia, apakah ada hubungan mu dengan nenek Julia?"Tanya salah satu juri kepada Selina.
"Nenek Julia adalah guru saya."Jawab Selina Tampa ragu.
"Apa?"Batin Milan kaget.
"Nenek Julia sekarang di mana? Bisa kah dia datang untuk bertemu?"Tanya juri lain.
"Dia sekarang berada di tempat yang cukup jauh,dia juga berharap orang-orang untuk tidak mengingat nya lagi."Jawab Selina dengan nada suara yang tenang.
Semua juri pun mengangguk mengerti.
"Milan kau sebaiknya turun saja nak, dia bukan tandingan mu,dia di ajar kan oleh nenek Julia, lukisan mu tidak bisa di sanding kan dengan lukisan nya."Ucap papa Hartono yang tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya.
"Iya,aku mana mungkin bisa di banding kan dengan murid nenek Julia, lagi pula kan perlombaan ini memang di adakan untuk nenek Julia, pasti lukisan murid nenek Julia akan di jadikan pemenang lomba ini."Ucap Milan berusaha menyembunyikan harapan nya untuk menang.
"Nona Milan katanya bisa melukis tapi sepertinya tidak mengerti apa-apa ya?"Ucap Selina menyindir.
"Apa maksud mu? Aku memang bukan berasal dari keluarga pelukis,tapi emang nya murid dari nenek Julia boleh merendahkan orang lain seperti itu?"Jawab Milan mulai panas.
"Lukisan nona itu punya ciri khas dari nenek Julia,tapi ini bukan benar-benar mirip,ada sedikit khas dari nenek Julia tapi lukisan ini mempunyai khas nya sendiri juga."Jawab para juri.
"Nona Milan benar-benar tidak mengerti tentang lukisan ya, seperti itu saja tidak bisa melihat, nenek Julia mengajarkan aku melukis dan aku berterima kasih kepada nya,tapi aku berani membawa lukisan ku untuk lomba, otomatis aku mau menang sebagai hasil dari kerja keras ku."Ucap Selina menyindir Milan yang membawa lukisan yang bukan miliknya.
"Aku ... "Jawab Milan kehabisan kata-kata untuk melawan.
"Aku ingin memberikan satu pertanyaan lagi kepada murid nenek Julia, apakah lukisan ini memiliki arti yang menyedihkan?"Tanya juri perempuan berdiri dari tempat duduknya.
"Menurut mu seperti apa?"Tanya Selina kepada juri tersebut.
"Dih, arogan sekali orang ini, bicara seperti itu kepada juri."Batin Milan.
"Menurut ku adalah darah seorang gadis muda di atas salju putih, salju hanya menutupi badan nya dan cuma meninggal kan bekas darah nya saja, begitu kan?"Tanya juri tersebut.
"Benar,tapi kalau anda tanya,saya ada lagi."Jawab Selina.
"Ada arti apa lagi?"Tanya juri tersebut kebingungan.
"Kebebasan."Jawab Melvin yang membuat semua mata menatap ke arah nya.
Bersambung ....
selamat sell dede debay ny pasti tampan ke ayhnya 🤗😍
makasih Thor ceritanya bagus 👍👌🙏