NovelToon NovelToon
Perbedaan 18 Tahun

Perbedaan 18 Tahun

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Poligami / Patahhati / Contest / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

Kisah pilu dari seorang gadis yang mengalami korban pelecehan seksual dari pamannya sendiri. Laila ayyatul Husna 16 tahun kelas 1 SMA yang harus berhenti sekolah karena kejadian memilukan tersebut, dia di siksa agar di sebuah saung di tengah-tengah kebun oleh pamannya sendiri, berhubungan dia bisa selamat dan kesucian nya masih selamat berkat seorang pria yaitu Yusuf Nur Syaikh 34 tahun yang sudah memiliki istri yaitu Siti Maryam

Akankah Laila bisa keluar dari rasa trauma dan syok atas kejadian tersebut, atau malah dia melakukan hal nekad karena malu. Yuk simak ceritanya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Asila setuju

Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan untuk Laila, dimana dia mendapatkan kabar dari temannya, Asila. Bahwa Asila sudah bertemu dengan pemuda yang mendatangi orang tuanya dengan baik-baik dan dengan maksud baik, dan Asila pun setuju. Setelah pertemuan di hari pertama, keesokan harinya adalah hari dimana Asila dikhitbah oleh pemuda tersebut. Dan pernikahan akan berlangsung setelah lebaran.

Hari ini juga Laila bahagia karena kedatangan orang tuanya, sampai-sampai Laila bisa merasakan berbuka puasa dengan kedua orang sekaligus suaminya. Pak Abdul dan Yusuf tengah pergi ke masjid. Laila dan ibunya sedang duduk bersama dan mengobrol.

” Neng, kenapa ibu Maryam semakin dingin sama kamu. Neng, kenapa? neng bikin salah sama ibu Maryam?” lirih Bu Jamilah dan Laila menatap ibunya lekat, dia sampai berhenti menikmati keripik pisang yang dibawa ibunya.

” Ibu mikir seperti itu tentang Laila? tidak ada yang mengenali Laila sebaik ibu dan bapak." Lirih Laila menjawab, bibirnya tersenyum kecut mendengar ucapan ibunya. Apa kedudukannya sebagai seorang istri muda, kedua. Dipandang buruk juga oleh ibunya sendiri? seolah-olah dia akan selalu berulah dan menganggu istri pertama. Jujur, Laila sakit hati dan berusaha mengubur rasa sakitnya. Dia tidak mau durhaka kepada orang tuanya.

” Ibu khawatir neng”

” Iya, Laila tahu.”

” Neng jaga sikap ya disini, apapun yang mereka katakan selama ustadz Yusuf bersikap baik sama Laila. Jangan mengkhawatirkan apapun” ucap Bu Jamilah seraya membelai wajah putrinya yang cantik jelita itu sudah dirusak oleh Sanusi. Laila hanya mengangguk, mengiyakan. Tidak berani lagi menimpali ibunya.

Malam semakin larut, orang tua Laila pulang jam 8 malam. Kepergian orang tuanya membuat Laila sedih, dan sekarang suaminya yang akan pergi. Meninggalkannya dan pergi ke istri pertama.

” Umi sahur jangan kesiangan lagi ya" ucap Yusuf dan Laila mengangguk. Laila menarik-narik kain sorban suaminya, tak sanggup dia melepas kepergian suaminya untuk kesekian kalinya.

” Abi pergi, kunci pintu. Jangan tidur terlalu malam” Yusuf tersenyum dan menekan dagu istrinya, lalu dia kecup mesra kening dan pipi istrinya.

” Abi, apa Abi bisa memeluk Laila terlebih dahulu sebelum Abi pergi” pinta Laila dan Yusuf terdiam, Yusuf mengangguk lalu memeluk istri kecilnya. Laila tersenyum dan membalas pelukan suaminya. Laila menutup matanya, merasakan aroma tubuh suaminya yang begitu wangi dan memanjakan bulu-bulu hidungnya.

” Sudah?" Yusuf melonggarkan pelukannya dan Laila mengangguk.

” Abi, mau cium” pinta Laila dan terus mengulur waktu.

” Umi gak boleh begitu, Abi harus pergi karena memang sudah waktunya Abi bersama ibu Maryam” tegur Yusuf yang paham apa yang dipikirkan Laila, tak segan dia menegur istri kecilnya seperti dia menegur Maryam. Laila mengangguk pelan.

” Laila minta maaf Abi”

” Janji, tidak akan mengulangi?”

” Iya Laila janji”

” Dukung Abi supaya bisa berlaku adil, umi mau kan mendukung Abi?"

” Iya Abi, maaf” Laila tersenyum dan memeluk suaminya sekilas. Yusuf mencium istrinya sekilas dan mengelus pucuk kepala dan pipi merah merona Laila.

” Abi pergi, langsung kunci pintu. Assalamu'alaikum”

” Wa'alaikumus Salaam”

Yusuf diam menunggu sampai Laila menutup pintu, terdengar suara pintu dikunci. Yusuf pun melangkah pergi meninggalkan kediaman istri kecilnya.

Sesampainya di rumah Maryam, Yusuf masuk ke dalam kamar dan melihat istrinya sedang sholat. Maryam sedang melaksanakan sholat isya, Yusuf merebahkan tubuhnya perlahan-lahan. Tidak lama kedua matanya terpejam dan Maryam selesai, Maryam melipat mukena dan sajadah nya, lalu dia naik ke atas ranjang tanpa mendekati suaminya.

” Abi akhirnya merasakan jatuh cinta itu seperti apa? indah, seperti dulu waktu aku jatuh cinta kepada ayah mertua. Bapak Zainul Hasan.” Lirih Maryam dan seketika Yusuf membuka matanya.

” Ayah ku sudah tiada, tidak benar dan tidak baik membawa-bawa nama seseorang yang sudah meninggal untuk hal seperti itu” suara Yusuf memang rendah, tapi terdengar betapa tegasnya karena tidak suka dengan ucapan Maryam.

” Aku juga merasakan jatuh cinta lagi, setelah aku melihat Abi waktu itu. Bukannya aneh, aku mencintai dan jatuh cinta kepada ayah dan anaknya”

” Maryam!” suara Yusuf bergetar dan menoleh menatap Maryam tajam.

” Abi tidak pernah mencintaiku, tidak pernah jatuh cinta padaku. Aku tahu dan melihatnya jelas, kenapa Abi bisa cinta sama Laila dan kepadaku tidak?” Maryam juga menoleh dan menatap suaminya.

” Sudah 8 tahun kita menikah, apa ibu tidak pernah menghargai apapun yang aku lakukan?” Yusuf merasa kecewa.

” Ibu meragukan ku selama bertahun-tahun?”

” Abi menyayangiku karena itu permintaan mertuaku, Abi diminta untuk menyayangiku, menjagaku. Setelah ayah mertua setuju untuk melamar ku atas Abi Yusuf” Maryam meneteskan air matanya setelah meluapkan apa yang dia pendam selama ini.

” Cukup!” tegas Yusuf.

” Awal-awal kita menikah Abi bahkan sangat membenciku, karena aku hadir di antara ayah dan ibu. Tidak ada yang salah dalam jatuh cinta, begitu juga dengan apa yang Abi rasakan atas Laila” tangisan Maryam semakin menjadi-jadi, dengan suara yang berat dan bergetar.

” Jika kehadiran gadis polos seperti Laila membuat ibu sampai berani seperti ini hanya karena cemburu, bagaimana jika aku menuruti untuk menikahi gadis dengan kriteria yang sudah ibu tentukan. Hargai aku sedikit saja, aku suamimu, aku memang lebih muda, tapi yang lebih tua seperti ibu harus menghormati ku. Karena aku suamimu” lirih Yusuf yang sudah tidak mau lagi membahas masa lalu tapi Maryam malah memancingnya.

” Abi salah karena memilih Laila, Laila bahkan menjalin hubungan dengan santri dan sering berkirim surat. Tapi Abi jatuh cinta padanya? Abi jatuh cinta kepada gadis seperti itu?” tegas Maryam dengan suara tinggi dan Yusuf terkejut mendengarnya, mendengar ucapan yang entah benar atau tidak.

” Ibu jangan bicara sembarangan” lirih Yusuf.

Maryam turun dari ranjang dan menarik laci, dia ambil surat dari Iqbal untuk Laila lalu memberikannya kepada Yusuf.

” Baca ini, Laila memang sudah menjadi seorang istri. Tapi dia adalah gadis remaja seperti yang lainnya, dalam masa pubertas dan sudah pasti memiliki ketertarikan kepada lawan jenisnya. Istri seperti apa sampai berkirim pesan dengan laki-laki lain, dilihat dari segi umur Abi akan kalah dengan remaja-remaja muda sebaya Laila. Laila tidak sebaik itu sampai Abi mengesampingkan aku” Maryam benar-benar tersulut emosi dan mengatakan semuanya.

Yusuf menyimpan kertas di bawah bantal dan dia saat ini harus menenangkan Maryam, bahaya jika ibunya mendengar, akan banyak bertanya dan masa lalu akan terus disebut-sebut di rumah itu.

” Duduk, aku yakin ini salah paham. Sekelas Raihan saja memiliki tatapan dalam untuk Laila, lalu apa salah Laila. Dia sudah menjalankan tugasnya sebagai seorang muslimah dan istri yang baik. Menutup auratnya dengan sempurna dan menjaga jarak dengan pemuda manapun kecuali suaminya, ibu jangan begini”

” Terus saja bela, memang aku yang selalu terlihat salah" Maryam terus menangis dan dia memilih keluar pergi meninggalkan kamar, Yusuf mengusap wajahnya kasar dan membuang nafas kasar. Bentuk frustasinya atas apa yang dia dengar saat ini.

*****

Keesokan harinya, Laila dan teman-temannya sedang belajar memanah. Setelah itu semuanya melangkah bersama menuju kembali ke pesantren.

” Teh Asila bakal keluar dong dari pesantren?" tanya Husna, sedikit rasa lega ketika mendengar Asila menerima lamaran pemuda lain dan Husna berharap Rizky adalah pemuda yang ditakdirkan hanya untuknya.

” Iya, aku harus ikut suami aku ke kota" dengan ekspresi malu-malu Asila menjawab.

” Ciye calon manten” goda Aam dan Asila semakin malu.

Laila menoleh dan melihat suaminya sedang bersama seorang santri, Laila tersenyum tapi Yusuf sama sekali tidak membalas senyumannya dan pergi ke arah lain.

” Abi kenapa? kenapa wajahnya seperti itu?” gumam Laila.

” Seperti apa calon suami teh Asila itu? aku jadi penasaran" Aam menyenggol lengan Asila dan Asila tersenyum.

” Tubuhnya tinggi, kurus, suaranya bagus dan yang jelas dia pintar mengaji. Do'ain ya, semoga semuanya lancar" Asila begitu antusias menceritakan calon suaminya, dan semuanya pun bahagia. Husna menyenggol lengan Laila, karena terlihat jelas bahwa Laila sedang melamun.

” Umi kenapa?” tanya Husna dan semuanya pun menoleh kepada Laila.

” Enggak apa-apa, ayo" ajak Laila dan melangkah lalu teman-temannya mengikuti. Laila benar-benar ingin menyusul suaminya, memeluknya, menciumnya karena melihat wajah suaminya yang terlihat kesal padanya, mungkin dia salah berucap, mungkin dia juga salah berprilaku. Laila akan minta maaf, tapi rasanya tidak mungkin untuk sekarang karena suaminya juga terlihat sedang serius dengan kedua santri tadi.

1
Dysha♡💕
luar biasa
Dysha♡💕
aduh ga di jelasin ya Thor malam pertamanya,,,
Fatma Juniansyah
sudah berapa kali baca.dan saya juga kasih tau ke teman kalau ada bacaan yang bagus.saat ini mau kasih tau ke anak gadis supaya baca mana tau bisa contoh lailanya aa Yusup.aamiin
Nur Maryam
aku jadi gimana gitu y orang2 di komen menghina Maryam soalnya nama aq juga Maryam🥲
tp y di novel ini memang yg salah si karakter Maryam ini
Lina Herlina
baca yang ke 5 kali nya gak pernah bosan😊
Zahro Mbk Jr.
Bagus banget aku bolak balik baca gak bosenin banyak hikmah sekaligus ilmu yang dapat kita ambil di cerita ini love sekebon untuk author yng sudah membuat novel ini
Qudsiyah Agus
aku sudah membayangkan suaranya
Ka Za
untuk kesekian kalinya kembali ke Novel favorit ku ini, Selalu semangat berkarya kak Mela 😊😍
MelMel
sula banget sama ceritanya, ga pernah bosen buat baca ulang
Ai Ai
tebel bener tu muka,👿
Ai Ai
Ada. ya orang jahat kaya gitu, pantes sering sakit dan sulit punya keturunan, hatinya kotor👿
Ai Ai
jadi orang ngarep boleh, tapi jangan malu maluin🤣🤣🤣
Rizqinur Hayati
bagus alur ceritanya dan dapat menambah ilmu
Rizqinur Hayati
alur ceritanya bagus dan dapat menambah ilmu
nisutt
Seru banget ceritanya, walaupun udah baca berulang kali tapi ga ngebosenin.
Lilisdayanti
sok siah ngomong ken Batur,eta biwir bisa jontor gera sok,,pamali ualah sok nga gosip 🤭
Lilisdayanti
hadir siapa tau lucu,, karena aqu lagi bosan sama yg mehek mehek 🤭siapa tau ceritanya sama kaya Sagara dan king,,
Nurjanna Nhanna Jhe
luarbiasa
padahal bacanya dah berkali-kali masih ajha 😘😘😘😘
Deistya Nur
masyaallah bagus bnggt
Alis
ceritanya bgus dan banyak sisi positif yg bisa diambil dri cerita in
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!