Devano William seorang cowok yang mempunyai sifat dingin suatu hari karena sebuah kejadian dia bertemu dengan aluna khaina yang mempunyai sifat ceria, dan bawel .Mampukah Aluna mencairkan sifat dingin Devano?
Ini hanyalah sebuah cerita dengan konflik yang ringan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RJ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
-31- Martabak manis
Saat sudah sampai di rumah aluna, devano membangunkan aluna, tapi aluna tidak bangun bangun dia masih asik dengan mimpinya yang membuat devano terpaksa menggendong aluna menuju kamarnya. Sesampainya di kamar devano langsung membaringkan aluna di tempat tidurnya.
"Lo cantik hari ini" bisik devano ke aluna yang masih tertidur
Cup..
Devano mencium kening aluna
Dan tak lupa pula dengan martabak manis aluna devano menyimpan martabak manis itu samping tempat tidur aluna. Setelah itu devano langsung pamit pulang ke orang tua aluna yang ternyata sudah duluan sampai, padahal mereka duluan yang pulang.
Rumah devano
"Devano, kamu tadi nganter aluna?" tanya zaskia saat devano barusan sampai
"Iya mah, kenapa?"
"Kok kamu lama ngantar aluna dan kenapa kamu barusan sampai, seharusnya kamu yang duluan sampai dibanding kita, kamu ada pergi kemana selesai nganter aluna?" omel zaskia panjang lebar
"Nggak kemana mana" ucap devano dengan nada yang khas yaitu nada dinginnya
"Lalu kenapa bisa lama?" tanya rin
"Beli martabak manis" jawab devano
"Mana martabak manis nya?" tanya rin dengan semangat saat mendengar kata 'martabak manis'
"Nggak ada" jawab devano dengan muka datar
"Abang bilang, abang beli martabak manis kok nggak ada?" tanya rin dengan ekspresi kebingungan
"Untuk aluna, dia minta dibeliin makanya tadi singgah dulu" jelas devano
"Ya ampun anak mama udah besar ya, jagain tuh aluna jangan sampai kamu keduluan dengan yang lain" goda zaskia dan brian hanya menghela napas melihat kelakuan istrinya yang sedang menggoda anak laki lakinya
"Oh ya, kalau kamu mau pacaran dengan aluna kita ngerestuin kok, apa lagi kalau kamu nikah, nenek kamu aja udah ngasih restu jadi kamu tenang aja" sambung zaskia mengingat kejadian tadi saat dia bertemu dengan mertuanya
Flashback on
"Zaskia, brian" teriak nenek devano atau lebih tepatnya mama brian
"Iya mah, kenapa?" tanya zaskia sambil mencium tangan mertuanya
"Kalian udah mau pulang? dimana rin?" tanya mama devano
"Itu rin mah, rin sini" ucap zaskia sambil memanggil rin dan
Rin langsung menghampiri nenek dan kakenya tak lupa rin mencium tangan kakek dan neneknya.
"Tadi mama ketemu devano dia pulang duluan dengan aluna?"
"Dengan aluna nek?" tanya rin tak percaya
"Iya" jawab neneknya
"Pantasan tadi aluna dengan bang vano nggak ada berduan rupanya" ucap rin walaupun tadi tidak ada yang terlalu peduli dengan aluna dan devano sebab mereka tau pasti aluna dan devano bisa pulang sendiri
"Aluna itu sahabat kamu kan rin?"
"Iya nek"
"Nenek tadi sempat berbicara dengan aluna, aluna itu anaknya cantik, ramah,udah itu sopan lagi, dan aluna itu anaknya asik dia itu orangnya menurut nenek mudah ngambil hati orang karena saat nenek berbicara dengan dia bawaannya pasti nyambung, kalau semisalnya devano dan aluna nikah nenek bakalan kasih restu" puji mama brian ke aluna
"Benaran mah?" tanya brian tak percaya karena mamanya ini sangat pemilih dan suka mengkritik orang saat pertama kali bertemu tapi berbeda dengan aluna mamanya ini hanya memberi pujian tidak ada kritikan sama sekali
"Iya, lain kali kalau kalian ke tempat mama jangan lupa ajak aluna, karena mama mau berbicara banyak hal dengan aluna, jadi nanti selain rin mama punya teman berbicara baru" ucap mama brian
Flashback off