NovelToon NovelToon
Cea Milik Keluarga Weysa

Cea Milik Keluarga Weysa

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Misteri / Mafia / Bullying dan Balas Dendam / Cinta pada Pandangan Pertama / Beda Usia / CEO / Percintaan Konglomerat
Popularitas:24.3k
Nilai: 5
Nama Author: Tatafisa

Bagaimana bisa seorang laki-laki dewasa menyukai gadis remaja? Apakah itu bisa di sebut sebagai cinta?

Hanzel seorang pria yang umurnya sudah matang jatuh cinta kepada gadis remaja yang bernama Glancea, gadis yatim piatu yang hidup sendiri.

Hanzel yang notabenya seorang yang berkecimpung di dunia bawah bertemu dengan Cea, gadis remaja yang hidupnya penuh misteri.

Apa kah mereka bisa bersama? Dan apa tanggapan Cea terhadap cinta dari pria yang jauh lebih dewasa darinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tatafisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Peneror Itu?

Darlen mengikuti dokter dan mereka berdua berbicara lumayan jauh dari ruangan dimana Bulan di rawat.

"Begini, pasien terkena serbuk berbahaya dan itu dengan dosis yang tinggi. Sayang sekali saya harus menyampaikan jika butanya permanen namun tenang saja jika ada yang bisa mendonorkan matanya akan tetap bisa karena tidak mengenai syarafnya. "

"Baik dok terimakasih penjelasannya. "

Darlen terdiam lama setelah dokter pergi, ia bingung harus menjelaskan bagaimana kepada Widi. Darlen tidak ingin langsung mengatakan kepada Bulan karena itu bisa mengganggu psikisnya.

"Gimana Arr? " tanya Widi yang ternyata menyusul Darlen.

"Wid, Bulan buta permanen. Ga bisa sembuh kecuali ada pendonornya. " ucap Darlen memperhatikan ekspresi wajah Widi.

"Apa? Lo ga bercanda kan Arr. " ucap Widi dengan lirih.

"Lo harus bicarain sama Bulan sesegera mungkin, jangan sampe dia tau dari orang lain. " saran Darlen.

"Gue ga tega Ar. "

"Gue pulang dulu ya, papa sama mama gue udah telfon in dari tadi. " pamit Darlen.

"Lo harus kuat, gue yakin lo bisa lewatin semuanya. " lanjutnya.

"Iya, thanks. "

Darlen yang berjalan ingin pergi dari ruangan Bulan melihat seseorang yang mencurigakan dari kejauhan. Dengan langkah cepat Darlen memperbesar jalannya dan memegang bahu itu.

"Ngapain lo? " tanya Darlen.

Sosok bermasker dan tertutup hodie itu seerti kaget dan langsung kabur dari hadapan Darlen.

"Woi berhenti! " teriak Darlen.

Mereka berdua berlarian dari lorong ke lorong hingga sosok itu berhasil keluar dari rumah sakit dan Darlen kehilangan jejaknya.

"Hah... hosh..."

Darlen berusaha mengatur nafasnya, ia masih berdiri di taman yang minim pencahayaan.

"Siapa orang itu, kenapa langsung lari waktu gue tanya? "

Darlen berpikir mungkin saja sosok itu adalah peneror selama ini? Yap benar, bukan hanya Bulan saja tapi sebenarnya Darlen juga mendapat sebuah teror sedari lama.

"Sial, gue kalah cepet. "

"Woi Arr ngapain lo. " ucap Andra.

Darlen langsung melihat ke arah laki-laki yang merupakan temannya itu.

"Andra. " gumam Darlen.

"Lo ngapain di sini? " tanya Andra.

"Ga ngapa-ngapain, lo sendiri kenapa bisa di sini? " tanya balik Darlen.

"Ah? Gue kebetulan lewat aja sih, mau jenguk Bulan katanya dia di rumah sakit ya. " ucap Andra.

"Lo tau darimana? " tanya Darlen menyipitkan matanya curiga.

"Ehh bentar, ponsel gue bunyi. " ucap Andra.

Darlen memperhatikan Andra dengan tatapan curiga, ia melihat punggung yang jauh darinya itu. Tapi sekali lagi Darlen mengusir pikiran buruknya.

"Ar gue ga jadi liat Bulan, nyokap telfon suruh balik. Gue titip salam aja ya. " ucap Andra dan buru-buru pergi dari situ.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Kembali ke SMA Bakti Husada, sekolah swasta yang terkenal elite di kalangan kelas atas.

Seorang gadis cantik sedang mengerjakan ujiannya dengan serius, beberapa minggu lagi adalah kelulusannya dan Cea harus memberikan hasil yang maksimal.

"Baik anak-anak waktu sudah habis, silahkan kalian kumpulkan sekarang. "

Cea yang sudah sangat yakin dengan jawabannya maju kedepan dan mengumpulkan kertas ujiannya, ia tersenyum lebar karena materi yang di pelajarinya malam tadi semuanya masuk kedalam ujian hari ini.

"Kantin ah. "

Suasana sekolah yang sepi membuat Cea merasa aneh, tidak ada Darlen dan teman-temannya lagi yang mengganggu dirinya.

"Tumben ya? " tanya Cea kepada dirinya sendiri.

Namun Cea memilih acuh dan lebih menikmati makanan di hadapannya ini, hari ini Cea sedang berselera memakan ayam geprek. Rasa dan tekstur ayam bagian paha atas tidak perlu di ragukan lagi, Cea yang memang pecinta paha atas sampai tidak bisa berkata-kata lagi, sangat juicy.

"Eh kalian udah denger belum kalo Bulan masuk rumah sakit. "

"Hah masa sih? Emang sakit apa? "

"Kurang tau sih, tapi tadi Widi ngasih surat ke guru bilangnya cuman sakit aja gitu. "

"Pantesan tukang bullying ga ada. "

"Hustt jangan ngomong sembarangan ah. "

Cea yang mendengar percakapan dari meja sebelahnya terdiam, jadi alasan kenapa suasana hari ini agak berbeda itu. Kenapa ya Bulan masuk rumah sakit pikir Cea.

"Hallo Cea, gue boleh duduk di sini? " tanya Zura.

"Owh? Silahkan aja aku udah selesai juga. " ucap Cea dengan senyum.

"Yah, padahal niatnya mau makan bareng. " ucap Zura, wajahnya seketika menjadi muram.

"Maaf aku mau pergi ke kelas, persiapan buat ujian kedua. " pamit Cea.

"Ya udah deh. " pasrah Zura.

Setelah menyelesaikan ujian terakhirnya Cea bergegas ingin mencari tau keadaan Bulan, namun sebelum itu Cea akan pergi menemui Alan.

Yap, Cea sudah bisa bertemu Alan saat ini. Hal itu karena beberapa hari ini Cea berusaha mencari tau, untung saja Alan juga cukup percaya dengan Cea.

"Maaf nunggu lama ya. " ucap Cea ketika baru saja tiba.

Di meja itu sudah ada sosok laki-laki yang memakai masker dan hodie beserta tudungnya.

"Engga kok, gue juga baru sampe. " jawab Alan.

"Aku sempet denger dari yang lain, katanya Sis-ehmm pacar kamu di rumah sakit ya. "

Cea hampir saja terceplos, padahal saat ini ia sedang berpura-pura untuk tidak mengenal.

Alan yang tau kegugupan Cea tertawa pelan.

"Santai aja gue tau lo udah ngelihat cewe gue kan. " ucap Alan.

"Hah? " Cea melongo dengan pernyataan itu.

"Santai lah. "

"K-kkamu tau darimana? " tanya Cea dengan gagap.

Cea seperti maling yang tertangkap basah!

"Lo mau tau hal apa dari gue? " ucap Alan, suaranya menjadi dingin.

"Selama ini aku di tuduh penyebab dari teror yang di dapat sama Bulan. " gumam Cea dengan pelan namun Alan mendengarnya.

"Teror? "

"Iya, aku ga bermaksud nuduh kamu tapi apa kamu yang lakuin itu? " tanya Cea to the point.

"Maksudnya lo nuduh gue gitu? " tanya balik Alan terkekeh.

Cea sebenarnya takut, Alan seperti seseorang yang pikirannya tidak bisa dia tebak.

"Engga engga maksudnya bukan gitu. " gelagap Cea panik.

"Terus? "

"Selama ini aku tau Bulan yang udah buat Siska masuk rumah sakit, dari kejadian itu aku berpikir kalo kamu yang ngelakuin semua itu karena balas dendam. " jelas Cea dengan cepat.

"Owh engga. " jawab Alan dengan santai.

"Serius? " tanya Cea lagi.

"Buat apa gue bohong, lagian teror bukan gue banget. Gue lebih suka bales secara fisik. " seringai Alan terlihat menyeramkan.

"Kalo gitu siapa? " tanya Cea kepada dirinya sendiri.

"Mungkin musuhnya yang lain. " jawab Alan dengan acuh.

"Aku ngerasa di rugiin karena tuduhan mereka. " ucap Cea.

"Gue ga perduli. " ucap Alan membalas.

"Tapi Alan aku tau kamu orang baik. "

"Gue bukan orang baik. "

"Kamu sayang sama Siska tulus banget, menurut aku itu bisa buktiin kalo kamu orang baik. "

"Gue bukan orang baik Cea. "

1
Neneng Dwi Nurhayati
mafia bodoh, pemimpin perusahaan dan mafia kok lemah & gak tegas/plin-plan,
kasian cea, pergi jauh cea,biar tau hazel gmna
Neneng Dwi Nurhayati
bener2 laki laki, gak ada hati dan pendirian
cuma mau enaknya aja, ngapain kalo takut kehilangannya ailura nikahin cea coba,
kak buat cea tau dan pergi dari keluarga hazel kak
Mommy Su
jadi cea yang kedua ya thorr, kasian sekalii
Mommy Su
siapa LG ini thor?
Mommy Su
hanzel terlalu tua wkwk
Mommy Su
bener bgt, perempuan suka pujian/Joyful/
Neneng Dwi Nurhayati
kak cepat biar cea tau kalau hazel punya istri sebelum nikahin cea
kasian cea
Neneng Dwi Nurhayati: sebelum nikah sama cea,udah nikah duluan hazel kak.
maksudnya cepet biar cea tau hazel udah nikah duluan sebelum nikahin cea kak,kasian cea
total 2 replies
I am Ready
loh? Jd Hanzel udh nikah?
Neneng Dwi Nurhayati
doubel up kak
Neneng Dwi Nurhayati
gmna hanzel, nikah sama 2 perempuan sekaligus,
kasian cea kalo tau lagi hamil
I am Ready
lanjut kk/Drool/
Kia Shoji
Lanjut kaa
I am Ready
Daddy Dami ngapain/Sob/
Kia Shoji
Lanjut kaa ❤️
Peri Kecil
thor ak bacanya ember hhh (tempat penampung air)
Mommy Su
wahh wahh?
I am Ready
baper thor/Frown/
I am Ready
doa baik2 ini mah
I am Ready
d gantunggg
I am Ready
thor ak kira papa damian suka sm cea/Grin/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!