NovelToon NovelToon
Sistem : Menjadi Yang Terkuat

Sistem : Menjadi Yang Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / System / Sistem
Popularitas:215.7k
Nilai: 5
Nama Author: Deva Pratama

DING!!!

Tiba-tiba sebuah panel mengambang muncul di depan mataku. Awalnya aku tak tahu, apakah ini mimpi atau kematian. Setelah aku mencari tahu, layar apa yang berada di hadapanku ini.

Ternyata itu adalah Sistem, sama seperti cerita komik. Aku diberikan Sistem ntah siapa yang memberikan sistem ini. Namun, aku diajari untuk menjadi petarung yang hebat. Seiring berjalannya waktu, aku diajari cara bertahan hidup di jalanan.

Tak hanya itu saja, setiap aku melihat seseorang yang memakai bela diri. Aku dengan mudah mengikuti bela diri yang dipakai oleh orang itu. Seperti aku memiliki bakat peniru bela diri.

Namun itu semua malah mengundang diriku ke dunia perkelahian. Yang dimana aku harus berkelahi dengan para gangster dan berusaha untuk mendamaikan kotaku.

Meski aku adalah seorang pecundang, aku akan selalu berusaha berlatih dan menjadi yang terkuat. Karena aku adalah "PETARUNG TUNGGAL".

~~~~~

Langsung dibaca ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deva Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31 - Solo Fighter

Episode 31 - Dafa Setyawan (Bagian 3)

Sehari setelah kejadian yang dialami Dafa dan Ayahnya. Dafa diantar sekolah dengan ayahnya bersama dengan Angelina yang memang satu sekolah dengan Dafa.

Sesampainya di sekolah, Dafa dan Angelina mencium tangan ayahnya lalu melambaikan tangan dan masuk ke dalam sekolah. Dafa disambut hangat dengan teman baiknya yaitu Galang.

Saat mereka berdua berpapasan, mereka melakukan salam sahabat yang cukup merumitkan jika dicoba dengan orang lain. Dafa dan Galang lalu berjalan melewati koridor sekolah dan masuk kelas dengan tenang.

Pelajaran pun dimulai, seluruh siswa mengeluarkan buku pelajarannya masing-masing dan mulai mendengarkan apa yang dijelaskan guru materi.

Selang beberapa waktu, bel istirahat pun berbunyi. Para siswa mulai keluar dari kelas untuk menuju ke kantin. Begitu juga dengan Dafa dan Galang. Mereka akan menuju ke kantin dan hari ini adalah hari dimana Galang yang akan mentraktir Dafa. Karena setiap hari mereka berdua selalu bergantian untuk membeli makanan.

Dafa dan Galang mengambil bangku yang berada di dekat tiang. Dafa dan Galang membeli dua porsi bakso dan dua gelas es jeruk peras. Mereka pun memakan makanan mereka hingga habis.

"Eh Lang, aku ke WC dulu ya. Mau buang air kecil," ucap Dafa lalu meninggalkan Galang sendirian di kantin.

Selang beberapa waktu setelah Dafa meninggalkan Galang, ada beberapa anak kelas 6 yang menghampiri Galang. Mereka adalah para berandalan yang suka memeras uang jajan murid lain. Mereka sering disebut dengan kelompok Bayu, karena orang yang memimpin mereka adalah anak yang bernama Bayu. Bayu sendiri adalah anak kelas 6 yang sering mendapat teguran dari guru perihal pelanggarannya di sekolah.

"Wah … ada Galang nih, temannya si anak kaya itu," ucap anak yang bernama Bayu.

Galang merinding karena takut dengan mereka. Karena Galang menjadi salah satu korban yang diperas dengan mereka. Jika ia tak memberikan uang, ia akan dipukuli oleh mereka hingga mereka puas.

"Emm … maaf, aku adanya segini." Galang mengeluarkan uang senilai sepuluh ribu yang tadinya ingin ia gunakan untuk membeli buku tulis.

Bayu segera merampas uang itu dari Galang lalu meninggalkannya dengan tertawa dan mengibaskan uang ke wajah Galang.

Di lain sisi, Dafa melihat kejadian yang dialami oleh Galang. Dafa sudah mengetahui hal itu sejak lama, itulah mengapa Dafa memilih untuk berteman dengan Galang. Karena jika berteman dengan yang lain, Galang akan dikucilkan dan juga akan merasa terasingkan di sekolahnya.

Dafa perlahan berjalan menuju Galang sembari mengeluarkan uang sepuluh ribu di sakunya.

"Nih," ucap Dafa yang memberikan uang itu ke Galang.

Galang melihat uang itu kemudian menatap ke wajah Dafa. "Tidak usah repot-repot," tukas Galang.

"Uang tadi mau kamu belikan buku, kan. Ini buat beli buku," ucap Dafa lalu memberikan uang itu ke Galang dengan paksaan.

Mau tak mau Galang menerima uang itu dan berterima kasih kepada Dafa.

...~~...

Hari demi hari telah mereka lewati. Galang selalu mengalami hal yang sama, tetapi itu tidak berlaku dengan Dafa. Karena dari awal Dafa disegani dengan anak-anak sekolahnya. Bukan karena kekayaannya, melainkan ayah Dafa yang tampak seram di mata mereka.

Berbeda dengan Galang, ia memang memiliki orang tua. Namun kedua orang tuanya sering pergi ke luar negeri untuk bekerja. Dan ia hanya tinggal bersama dengan pengasuh yang disewa dengan Ibunya.

Dafa yang selalu melihat Galang yang sering dipalak dengan anak-anak nakal tersebut. Ia memutuskan untuk ikut campur ke dalam urusan Galang. Sebelumnya ia pernah ikut campur di dalam urusan Galang, namun karena mereka tak ingin membuat ayah Dafa marah. Mereka membiarkan Dafa untuk tidak mengganggu mereka lagi dan memberi peringatan, jika tetap ikut campur maka mereka juga akan memperlibatkan Dafa.

Hingga akhirnya tiba di saat waktu yang Dafa tunggu. Sepulang sekolah, Dafa dan Galang pulang bersama melewati sebuah gang. Namun di setiap pertengahan jalan, Galang selalu beralasan jika ada sesuatu yang ketinggalan dan menyuruh Dafa untuk pulang terlebih dahulu.

Tapi karena Dafa memiliki rasa penasaran, ia pernah mengikuti Galang hingga ke tempat dimana para anak-anak nakal berkumpul. Tak hanya anak SD, ada juga anak SMP yang berkumpul disana. Bahkan mereka sampai merokok, padahal belum memasuki umur yang cukup. Dafa segera pergi dari sana karena memang ia hanya berniat untuk mengetahui alasan Galang.

Kembali lagi ke sisi dimana Dafa berjalan di gang yang mengarah menuju rumah mereka. Galang lalu beralasan untuk mengambil sesuatu yang ketinggalan di sekolah. Dafa hanya mengiyakan lalu berpura-pura untuk jalan pulang.

Saat Galang tak terlihat lagi dari pandangannya. Dafa segera pergi ke tempat itu sembari membawa tongkat baseball yang akan ia pergunakan untuk melawan mereka.

Saat sampai disana, ternyata Galang dijadikan tempat sebagai asbak sekaligus tempat duduk bagi seorang anak SMP yang mungkin dia adalah pemimpinnya.

Dafa segera masuk kesana sambil menenteng tongkat baseball lalu mengarahkan ke mereka semua.

"Hei para anak nakal. Lepaskan temanku yang malang itu," ucap Dafa yang memang ia masih polos.

Anak yang menduduki Galang melirik ke arah Dafa. "Hah?! Siapa yang memanggil an**ng kesini?" ucapnya lalu berdiri.

"Aku bukan hewan, tapi aku manusia. Maju kalian, akan ku hadapi sendiri!" seru Dafa dengan semangat.

Galang yang melihat Dafa tak ada keraguan bahkan ketakutan, ia jadi iri dengan Dafa. Namun ia bisa apa dihadapan mereka, dan juga ia mempunyai rasa khawatir terhadap Dafa jika terjadi apa-apa dengannya.

Namun tiba-tiba Dafa tergeletak di samping Galang dengan pakaiannya yang telah kotor dan tubuh tak berdaya. Nampaknya Dafa tak bisa memenangkan pertandingan, jangankan memenangkan pertandingan, memukul lawan saja masih gemetaran.

"Katanya mau menghadapi kami seorang diri dan menyelamatkan temannya. Tapi kok udah pingsan aja," ucap Bayu lalu menertawakan Dafa.

"Gapapa nih kita mukulin anak om itu?" tanya anak bawahan Bayu.

"Ngapain juga takut. Orang dia sendiri yang pengen ngelawan kita dengan sendiri," jawab Bayu lalu duduk di kursi yang sudah rusak.

Anak-anak SMP yang awalnya ingin ikut memukul Dafa jadi tak kebagian, karena hanya anak SD yang memukuli Dafa. Dan anak yang menjadi pemimpin kelompok mereka kembali duduk di punggung Galang kemudian menyalakan rokoknya kembali.

"Huft … kenapa ada para pecundang yang ingin sok jadi pahlawan sih. Apa mereka habis baca komik tentang anak culun yang mengalahkan para berandalan lalu terinspirasi dan ingin mengalahkan anak-anak nakal di sekolahnya?" ucap anak itu sembari memandangi Dafa.

Tiba-tiba tangan Dafa bergerak dan ia bangkit dari tanah dengan kornea mata yang terlihat biru cerah dan bersinar. Seorang anak mencoba mendekati Dafa dan tiba-tiba Dafa memukul anak itu hingga terpental.

"Apa yang ingin dia lakukan?" gumam Bayu lalu menyuruh bawahannya menyerang Dafa.

...#### Solo Fighter ####...

1
dhani satria
hmmmmm
One Tea
Biasa
dhani satria
ini
tolol dan betol2 bodoh author yabg bikin cite ni. memang mak bapak dia aje yang baca jangan di masuki kat noveltoood ni tolol..
Andrew Tito Ramos: crita sampah ..gt aja
total 2 replies
Febrianto Kaharu
Luar biasa
Jeck Pram
kasus nya sama kayak aku dulu waktu SMP sering di bully tp aku menguasai beladiri taekwondo sampe rasa sabar ku hilang dan akhirnya semua yg membuly ku aku hajar sampe masuk rumah sakit dan aku di skors 1 Minggu ga boleh sekolah
Jeck Pram
MC nya oon
Gatot Suharyono
kisah adik Dafa bawa/terima paket gak ke cerita lagi !?
Gatot Suharyono
kok jadi konyol ceritanya !?
Gatot Suharyono
MC nya terlalu tel-mi & kepo banget !?
roxy nik
jir, jadi PHS
Gatot Suharyono
awalnya ceritanya cukup menarik, tambah lama kok sekarang jadi gak karuan karena MC nya dibuat blo'on oleh Author nya !?
Gatot Suharyono
Author kok bikin MC nya tambah blo'on gini !?
Gatot Suharyono
MC nya jangan dibikin terlalu blo'on lah, yang agak masuk akal sedikit lah !
Gatot Suharyono
seharusnya jangan pakai latar lokasi +62 !
Muryanto Yanto
ceritanya muter-muter ... tidak jelas alur ceritanya...
dhani satria: twist-mya bagus ko
total 1 replies
Xmolt
kok jd teringat temanku y, d sekolah padahal suka di bully, padahal aslinya dia bisa beladiri, dan parahnya anak d kelasnya g ada yg tau. Malah ak yg tau, tapi gk mau kubocorkan, kali aj dia ad alasan knp diam aj🤣🤣
Don T
mulai aneh.....
Rizky_gendutz82
jangan bilang itu ilhae
Rizky_gendutz82
wait..... topeng kelinci, dan seorang laki-laki berkacamata yang menjual tahanan hmmmm........ don't say ini satu univers ama looskim
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!