Maureen Raynza Gabriela, gadis cantik yang sudah lama menutup hatinya kepada semua lelaki. Karena penghianat yang dilakukan mantan pacarnya beberapa tahun lalu.
Sampai akhirnya orang tua gadis itu memberitahukan tentang perjodohan dengan anak sahabatnya dulu yang sudah pindah ke luar negri.
Karena tidak dapat menolak perjodohan itu membuat gadis cantik yang sering disapa Maureen memberikan persyaratan konyol kepada calon suami nya.
****
Rafael Demian Smith. Pria yang dijodohkan dengan Maureen yang ternyata diam diam sudah menyukainya dari kecil.
Tetapi cintanya bertepuk sebelah tangan setelah mengetahui wanita yang ia cintai sudah memiliki pria lain disampingnya.
Membuat Rafael pergi meninggalkan gadis impiannya sejak kecil ke luar negeri untuk menghilangkan perasaannya.
bagaimana cerita perjodohan Maureen dan perjalanan cinta Rafael terhadap gadis impiannya. .....???
ikuti ceritanya guyssss..??
ingat cerita ini hanya haluan author aja 🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mella Flowers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penentuan hari pernikahan
Waktu sudah menunjukan pukul 12.00 siang semua pekerjaan belum juga selesai semua orang yang datang sudah mulai mengeluh.
"Ah bosen gue kenapa banyak banget sih". keluh Gibran.
"ia pegel tangan gue". sambung Felicia melempar buket yang ia pegang.
"Kalau nggak karena gratisan gak bakal kaya gini gue". ucap Wildan.
Suasana di ruang tengah keluarga Grizele sudah berantakan dimana mana. Semua art Maureen juga kerahkan untuk membantu tetapi buket uang yang belum diberesin masih banyak.
Maureen juga memesan banyak makanan dari restoran biar bibi tidak usah repot-repot masak buat makan siang.
Setelah makan siang Maureen memutuskan untuk tidak melanjutkannya karena sebagian orang juga harus pergi ke kantor dan Maureen juga ada kuliah sore.
"Bibi minta tolong beresin barang barang ini ke kamar tamu ya saya mau siap siap mau ada kuliah". ucap Maureen kepada para ART dirumahnya.
"Baik non".
Sebelum pergi ke kamar Maureen memberikan beberapa lembar uang kepada para ART pertanda ucapan terima kasih karena sudah membantu membereskan hadiah Maureen.
Gak lama kemudian Maureen menuruni tangga yang sudah berganti pakaian dan mendapati abangnya bersama Rafael di ruang keluarga.
"Kamu mau kemana??". tanya bang Kelvian.
"aku ada kuliah sore. . kok tumben Abang udah pulang jam segini??".
"Abang habis meeting langsung pulang". ujar bang Kelvian.
"ya udah reen berangkat dulu takut telat ". pamit Maureen mencium punggung tangan abangnya diikuti Rafael.
Maureen pergi diantar Rafael ke kampus. Dipalkiran Mauren sudah ada sahabatnya yang nungguin. saat mau keluar mobil Maureen di cegah oleh Rafael.
"kuliah kamu lama??". tanya Rafael membuat Maureen melirik ke arah suara.
"ah. . nggak paling 1 - 2 jam doang". ujar Maureen kaget dengan pertanyaan Rafael.
"ya udah aku tunggu kamu di caffe candy sana ya". ucap Rafael menunjuk caffe dekat kampus.
"Gak usah kamu langsung pulang aja. nanti aku bisa minta antar Naura pulangnya". ucap Maureen gak enak.
"Gak papa". ucap Rafael sambil tersenyum.
"Ya udah terserah kamu. . aku pergi dulu??". pamit Maureen.
"baiklah yang rajin belajarnya".
Maureen keluar dari mobil Rafael dan langsung dapat pertanyaan beruntun dari para sahabatnya karena lama.
"Dah lah terserah kalian". ujar Maureen nyelonong meninggalkan mereka semua.
"Sialan Lo ditungguin malah ninggalin". ucap Naura mengikuti Maureen masuk ke kampus.
diluar dari ekspetasi ternyata mata kuliah sore ini sampai 3 jam. Maureen cek handphone tidak ada pesan apapun dari Rafael.
"Ra gue nebeng ke caffe depan". ucap Maureen saat di palkiran.
"Lo gak pulang udah mau gelap". ujar Naura.
Dipalkiran cuma ada Naura dan Maureen doang yang lain sudah pada pulang.
Sesampainya di caffe Maureen langsung masuk dan mencari keberadaan Rafael. karena takut Rafael udah pulang makanya Naura ikut sama Maureen masuk.
"Udah pulang kali". ujar Naura mencari kesana kemari.
Maureen langsung mendekati seseorang yang ia kenali dan menghiraukan ucapan Naura.
"Maaf ya lama. . soalnya gak tau kalau ada tugas mendadak". ujar Maureen merasa bersalah.
Maureen duduk berhadapan dengan Rafael dan disusul oleh Naura.
"iya gak papa sekarang kamu udah selesai kan??". tanya Rafael.
"udah".
"Yuk langsung pergi ada yang nungguin soalnya". ujar Rafael.
Maureen dan Rafael pergi menghiraukan Naura yang ada disampingnya.
"Dih udah ketemu aja gue dicuekin. . dasar kampret Lo". ucap Naura dengan kesal.
Maureen berbalik menatap Naura." hahaha sorry gue lupa kalau ada Lo".
"HM. ya ya ya dunia milik berdua".
giliran Naura yang pergi duluan karena merasa kesal diabaikan oleh sahabatnya itu.
Gak lama Maureen dikagetkan dengan tempat yang Rafael kunjungi malam ini. Rafael membawa Maureen ke hotel bintang lima. ia tau itu hotel milik keluarga Smith tapi kenapa harus pergi kesana.
"Kenapa aku dibawa kesini??". ucap Maureen kaget.
"udah ikut aja". ujar Rafael.
Rafael keluar duluan dan membukakan pintu mobil untuk Maureen turun. ia hanya berjalan ke dalam mengikuti Rafael.
"Gue tau bentar lagi gue bakal nikah sama dia tapi kan gak kesini juga kali. . ah mami". batin Maureen takut.
Mereka pergi ke restoran yang ada di hotel itu dan dikagetkan dengan adanya orang tua mereka masing masing.
"Malam mommy, Daddy,, mami, papi" sapa Rafael mencium tangan mereka masing masing.
"malam sayang udah datang". ujar mommy.
"Ia mom maaf lama soalnya Maureen ada jam tambahan katanya". lanjut Rafael lagi.
"Mami papi kok disini katanya keluar kota". tanya Maureen heran setelah mencium tangan bergantian.
"nggak jadi sayang.". ucap mami sambil tersenyum.
"Ya sudah karena mereka sudah datang kita makan malam dulu sebelum ngobrol panjang". saran Daddy Samuel kepada semuanya.
Mereka semua menikmati makanan yang sudah disiapkan sama pelayan khusus disediakan untuk pemilik hotel tersebut.
Selesai makan malam barulah mereka melanjutkan obrolan yang tadi.
"Langsung ke intinya saja.. Kami sepakat bahwa pernikahan kalian akan di percepat". ujar Daddy Samuel.
"hah kok dipercepat sih". ucap Maureen kaget.
"Apa kelamaan reen". ucap mami menggoda anak gadisnya.
"ih mami.. bukan kelamaan tapi kecepatan". keluh Maureen.
"emang kapan pernikahannya??" tanya Maureen.
"3 hari lagi. . hari Kamis". jawab mommy Adel.
"Kamis Minggu ini". ujar Maureen mendapat anggukan kepala dari semuanya.
"ia sayang soalnya mommy kamu sangat kesepian selalu ditinggal Daddy sama Rafael. . kalau ada cucu kan mommy gak akan kesepian lagi". ujar Daddy Samuel.
"ya nanti anak reen malah dibawa ke London lagi sama mommy". keluh Maureen.
"yah gak papa sayang nanti kita susul kesana. . kalau bisa pindah juga ke London". sahut mami Ella.
"Dih mami. . reen dulu pengen tinggal disana juga gak diizinin". ujar Maureen agak kesal.
"beda lagi ceritanya sayang".
"Gimana El kamu setuju kan". tanya mommy Adel pada putranya.
"terserah aja El mah".
Maureen pun setuju dengan keputusan itu setelah mendengar cerita mommy Adel membuat Maureen merasa tidak enak untuk menolaknya.
"baiklah semua urusan serahkan pada mami sama mommy Adel kamu tinggal duduk manis terima beres". ucap mami Ella.
"siap mami".
"Mau disiapin honeymoon kemana??". celetuk papi Ray membuat Maureen yang sedang minum keselak.
uhuk. . . uhuk. . uhuk. .
Rafael membantu Maureen yang keselak minuman dengan mengusap punggungnya.
"ih papiiii". rengek Maureen membuat semua orang ketawa kecuali dirinya yang cemberut dengan godaan papinya.
"reen ke toilet dulu". pamit Maureen.
Baju Maureen yang ia kenakan semuanya kotor dengan minuman cappucino. ia membersihkannya di toilet restoran.
"ya kan basah ini gimana dong gue keluar malu dong udah mah bagian sini lagi. . nanti gue dikira kencing di celana sama orang orang". keluh Maureen.
Maureen keluar dari toilet mendapati Rafael yang sedang menunggunya di luar toilet.
"kok disini??". tanya Maureen.
"hmm. . nungguin kamu lagian mommy Daddy mami papi udah pamit pulang duluan". ucap Rafael.
"ya udah kita pulang". ujar Maureen tetapi dicegah oleh Rafael.
"ganti dulu pakaian kamu basah".ujar Rafael memberikan paper bag.
Maureen menyetujuinya karena memang celananya lumayan basah dan ia juga malu kalau keluar dengan keadaan kaya gitu.
gak lama Maureen keluar yang sudah ganti baju dengan dress yang Rafael berikan.
Mereka berdua keluar dari hotel bintang lima itu tanpa mereka tau ternyata ada yang ngikutin dan memphoto mereka berdua secara diam diam.
Sesampainya di rumah Maureen langsung pergi ke kamar dan istirahat karena besok dia ada kuliah pagi.
...****************...
...****************...
...****************...
Tunggu cerita selanjutnya. .
...Happy reading guys 😊.. ....
masyaa allah karya nya luar biasa kak.. semoga Kka sehat selalu dan di berikan kelancaran dalam berkarya.. semoga bisa menjadi penulis terkenal di kemudian hari..
tetap semangat Kka..
baarakallahu fii kum..
salam kenal author 💜💜💜