NovelToon NovelToon
Istri Pilihan Kakek

Istri Pilihan Kakek

Status: tamat
Genre:Fantasi / Patahhati / Perjodohan / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:133.3k
Nilai: 5
Nama Author: Duri manis

Bagaimana perasaan mu, ketika kau di jual oleh keluarga mu demi beberapa lembar uang?. Bahkan ketika kau tak memiliki siapapun, selain mereka. Sakit bukan?

Itulah yang di alami Rachel, gadis yang dari kecil di adopsi oleh keluarga Darwin dari panti asuhan.

Mereka membesarkan gadis itu di bawah tekanan, dan berbagai macam penderitaan. Yang ada dalam benak mereka, hanyalah kebahagiaan Carene. Gadis yang lahir tak lama setelah Rachel di adopsi.

Keluarga Darwin bahkan tega menjual anak angkatnya itu kepada keluarga Kim James. Demi menutupi skandal yang dibuat oleh Carene dan putra tunggal Kim James.

Di keluarga Kim, Rachel mengalami berbagai macam siksaan dan penderitaan. Bahkan gadis itu hampir meregang nyawa di tangan Ayud Jonathan, laki-laki yang telah menghamili Carene.

Akan kah pada akhirnya Rachel berhasil menemukan kebahagiaan nya?
Atau dia memilih menyerah dan selamanya menjadi orang yang kalah?

Novel ini menceritakan tentang perjuangan berat yang harus dilalui oleh Rachel untuk menemukan kebahagiaan nya.
Beberapa adegan di dalamnya, sukses membuat hati tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duri manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IPK BAB XXXI - Tempat Berlabuh -

💕Jika ini cinta, berikanlah tanda. Agar hati yang gelisah segera mendapat jawab nya💕

Sebuah mobil sedan mewah di parkir dengan sangat cantik di sebuah kafe terbesar di kota itu. Pemiliknya tampak keluar dengan gayanya yang sangat gagah. Ia bersama seorang wanita, yang terlihat sangat manis.

Siapapun yang melihatnya, pasti langsung tahu bahwa laki-laki ini bukan orang sembarangan.

Siang itu sepulang dari makam, Ayud mengajak Rachel pergi ke kafe langganan nya. Gadis itu ingin menolak, namun Ayud memaksa.

Ditengah keramaian kafe itu, Ayud memberikan kepada gadis itu sebuah cincin permata yang kelihatan nya sangat mahal. Ia berjongkok di depan sang gadis. Pengunjung yang datang semuanya melihat ke arah mereka.

"Rachel, menikah lah dengan ku".

Rachel terkesiap lalu segera bangkit, meninggalkan laki-laki itu.

"Maaf, saya tidak bisa. Ini terlalu mendadak, saya belum siap".

Ia kemudian berlari meninggalkan kafe itu tanpa berniat menoleh ke belakang sedikit pun. Laki-laki itu mematung disana. Beberapa pengunjung kafe yang melihat nya berbisik-bisik. Rasa malu dan sakit, bercampur menjadi satu.

...Rachel POV...

Begitu banyak kenyataan yang harus aku terima dengan sangat susah payah. Kematian kakek Liam, perusahaan baru di tambah lagi laki-laki itu. Laki-laki yang paling ingin ku hindari seumur hidup ku.

Bagaimana bisa dia memberikan cincin itu dan mengajak ku menikah?. Apakah dia lupa bagaimana dulu ia memperlakukan ku?. Untuk jatuh kembali di lubang yang sama kedua kalinya, aku benar-benar tak bersedia.

Laki-laki itu terlalu angkuh, bahkan untuk minta maaf dengan cara yang benar saja tak mampu untuk dia lakukan. Bagaimana mungkin dia mau mengajak ku terlibat hubungan yang jauh, lebih dalam dari sekedar majikan dan karyawan?

Bagaimana trauma nya aku dengan sikapnya dulu. Bahkan dia hampir saja membunuhku dengan sangat kejam. Bagaimana bisa dia melupakan semua itu?

Bagaimana aku bisa melihat wajahnya besok di kantor?. Ah, mengapa semuanya terasa sangat membebani pikiran ku. Tidakkah aku bisa bernafas dengan lega tanpa memikirkan masalah?. Aku benar-benar lelah.

...Rachel POV End...

Gadis itu baru saja ingin memejamkan matanya, ketika tiba-tiba HP miliknya berbunyi menandakan ada pesan masuk. Cepat di ambilnya benda mungil itu, dan mengecek siapa yang mengiriminya pesan.

'Albert".

Gumamnya. Tak lama kemudian, benda itu berdering dan gadis itu memencet tombol jawab. Terdengar suara berat di seberang sana,

"Selamat malam, mantan sekretaris ku. Apa kabar".

Rachel terkekeh mendengar sapaan yang tak biasa itu. Ia pun membalasnya dengan tak kalah sengit.

"Selamat malam mantan bos ku, saya baik".

Keduanya kemudian terlibat percakapan yang di selingi canda tawa hingga tak terasa jam menunjukkan pukul 1 malam. Rachel segera menyudahi percakapan mereka, dan berjanji untuk bertemu pada keesokan harinya.

Gadis itu masih melamun beberapa saat, sebelum akhirnya terlelap di alam mimpi.

Sore harinya sepulang dari kantor, Rachel di jemput oleh mantan bos nya. mereka terlihat bahagia, dan saling melemparkan senyuman.

Dari kejauhan, Ayud melihat kedua pasangan itu dengan tatapan sedih yang sulit untuk di jelaskan. Tak terasa, dua butir airmata jatuh dari wajah tampan nya itu. Ia tersenyum getir.

Ternyata, itu alasan gadis nya itu menolak lamaran nya. Di hati gadis itu, sudah ada orang lain. Laki-laki itu mendesah,

"Apakah aku telah gagal kek?. Maaf, sepertinya aku memang telah gagal membuat Rachel kembali bersama ku seperti harapan mu kek. Maafkan aku".

Ditempat lain, di sebuah rumah makan langganan

Albert. Tampak Rachel dan mantan bos nya itu sedang asyik menikmati makanan mereka. Sesekali Albert menggoda gadis itu, yang sukses membuat pipinya merona.

Sudah sebulan lebih, sejak gadis itu bekerja di Liam's Group. Sejak saat itu pula, mereka tak pernah bertemu. Tentu rasa rindu di hati keduanya semakin membuncah.

Sore itu mereka menghabiskan waktu bersama-sama sampai jam menunjukkan pukul 10 malam. Keduanya kemudian kembali ke rumah dengan perasaan bahagia di hati masing-masing.

Keesokan harinya, Rachel melangkah dengan gontai menuju kantor barunya. Beberapa karyawan laki-laki menatapnya dengan tatapan seolah ingin memakan nya.

Rachel tidak memperdulikan hal itu, ia memilih fokus kepada pekerjaan nya. Memang, sejak ia menjadi karyawan baru di perusahaan ini sudah begitu banyak laki-laki yang menyukai nya.

Namun, ia menolak mereka semua dengan halus, Hatinya benar-benar belum siap untuk sebuah hubungan baru. Erin yang baru saja keluar dari ruangan sang majikan mendekati Rachel.

Ia menepuk pundak gadis itu pelan,

"Dipanggil pak Ayud ke ruangan nya".

Rachel menoleh,

"Sekarang?".

Erin tersenyum mengejek,

"Iya, kalau mau tahun depan juga bisa Ra. Tapi, resikonya kamu bakal di kena ocehan pedas seumur hidup".

Erin tergelak dan melanjutkan pekerjaannya. Rachel menggeleng,

"Dasar".

Gadis itu membuka pintu ruangan bosnya dengan hati-hati. Tampak laki-laki itu sedang berdiri menghadap jendela besar, yang langsung menunjukkan pemandangan indah kota Seoul. Rachel mengetuk pintu dan membungkuk hormat,

"Ada apa anda memanggil saya?".

Ayud menoleh,

"Duduk".

Rachel mengikuti instruksi sang majikan. Dan sesaat kemudian, Ayud juga melakukan hal yang sama.

"Maaf mengganggu pekerjaan mu. Ada hal yang mau saya tanyakan langsung padamu".

Ia menarik nafas dalam-dalam,

"Benar kamu menyukai Albert?".

Rachel tersentak

"Maksud anda pak?".

Laki-laki itu menatap dengan serius ke arah wanita yang kini ada di depannya.

"Dengar, itu hak mu untuk menyukai siapapun. Namun, aku hanya sedikit menyesal telah gagal membuat mu menyukai ku. Tapi, sebagai laki-laki tentu aku harus berjiwa besar menerima kekalahan ku".

Ayud mengusap dagunya, lalu tersenyum getir.

"Kakek menginginkan hubungan kita kembali baik seperti seharusnya. Aku terlanjur menjanjikan sesuatu kepada beliau, hal yang tak bisa ku lakukan dengan baik. Aku sadar, aku terlalu memaksa mu".

Laki-laki itu terdiam. Ia menatap foto mendiang kakek di atas meja kerjanya.

"Aku telah gagal membuat mu kembali padaku. Aku bahkan telah kalah telak dari Albert. Ini memang pahit, tapi aku harus menerima nya.

Ayud mendesah, wajah laki-laki itu tampak memerah.

"Sekarang begini saja, kamu bisa pergi kemana pun kamu mau. Aku tidak akan melarang mu lagi. Tapi tolong jawab dengan jujur pertanyaan ku, benar kamu menyukai Albert?".

Rachel kaget mendengar pertanyaan itu. Ia benar-benar tak menyangka hal seperti ini akan terjadi. Ia menatap wajah laki-laki di depannya itu, mencari ketulusan disana.

"Ay bukan ini yang aku mau sebenarnya. Kamu tidak pernah bertanya padaku bagaimana perasaan aku ke kamu. Kamu tidak pernah mencoba meminta maaf atas semua yang dulu pernah kamu lakukan kepada ku".

Rachel menyeka air mata yang jatuh di pipinya,

"Kamu bahkan tak ada keinginan untuk memberikan rasa nyaman padaku. Jujur saja, sampai detik ini aku masih trauma padamu. Mengingat bagaimana dulu kamu memperlakukan ku".

Gadis itu terisak, hatinya seperti di sayat-sayat oleh benda tajam.

"Kamu bahkan memintaku untuk menikah semata-mata karena keinginan kakek kan?. Apa kamu pernah mencintai ku seperti aku yang mati-matian mencintai mu?. Aku bahkan menolak semua laki-laki demi kamu".

Gadis itu bangkit berdiri, tubuhnya bergetar.

"Ketahuilah seumur hidup saya, saya tidak pernah menyukai laki-laki lain seperti saya menyukai anda. Saya permisi".

Rachel menunduk dengan hormat dan meninggalkan ruangan laki-laki itu dengan perasaan yang sangat sedih. Ayud mematung disana, tak tahu harus berkata apa.

...Rachel POV...

Aku benci laki-laki itu. Bisa-bisanya, dia memutuskan secara sepihak tentang apa yang kurasa. Memangnya dia tahu bagaimana perasaan ku?. Dan Albert?. Aku tak pernah mencintai nya seperti aku mencintai mu b*doh.

Ah, mengapa laki-laki itu begitu egois. Minta maaf saja tak mampu untuk dia lakukan dengan benar. Aku ingin menghindari nya seumur hidup ku kalau bisa, tapi takdir berkali-kali mempertemukan aku lagi dan lagi dengan nya.

Tak tahu sejak kapan pastinya, aku menyukai laki-laki itu. Dia sombong, dia juga angkuh, tapi aku menyukai dia yang seperti itu. Bukan karena permintaan kakek Liam atau karena perjodohan kami, bukan bukan sama sekali.

Permintaan bodoh nya itu benar-benar membuat hatiku sakit. Bagaimana mungkin dia meminta ku untuk pergi, sementara aku dengan sukarela mau tinggal di sampingnya. Laki-laki itu benar-benar b*doh.

Aku terus mengumpat sambil membereskan barang-barang ku. Aku harus pulang untuk menenangkan diriku. Saat ini penampilan ku pasti sangat berantakan. Airmata s*alan ini tak kunjung berhenti mengalir.

...Rachel POV End...

Semoga suatu saat, kedua insan itu segera menyadari perasaan nya masing-masing. Dan tak lagi larut dalam ketidak jelasan ini.

❤️❤️❤️❤️

Jangan lupa tinggalkan jejak reader ku yang terhormat 😘😘😘

1
Ros Konggoasa
Tuan muda yg kejam nisteri yg bodoh n penakut benar2 apes
Ros Konggoasa
Perempuan bofoh npenakut lawan dong
Puang Tau
nopel yg g seru hrusny lanjut ..kita blum tau nasib ayub skran.pokonya nopel yg mengecewakan.
marsya
dah pergi baru sadar dasar laki laki egois
marsya
ohh aku tau knp novel ini kurang peminatnya maaf ya Thor bukan kritik biasanya yg baca suka karakter yg tangguh ga lemah jadi ga slalu di tindas
marsya
karakter cewek nya terlalu lemah
marsya
cerita nya bagus tapi knp sedikit yg baca
marsya
lanjut thor
marsya
semoga cerita nya bagus ya Thor
Ulhysulyati Dachlan Mei
heran dek ank yg d adopsi ko jadi anak tiri🤔🤔🤔
Des Wati
o z*p RT
Susilawati
lanjut dong jangan putus putus ..penasaran jadi y
Susilawati
lanjut dong
nn
kapan bahagianya Rachel, masalah sama penderitaan setia sekali menemaninya.
Dewi Citra
kasian rachel masalah terus blom ama suamibya siayud yg lemah udah suruh cerei aja deh siayud ama rachel
Dewi Citra
ini cowoknya gregetan ga tegas loyo
Yus Rita
kenapa ceritanya kok seponggol" jadi kurang seru gitulah
Susi Lawati
lanjut dong kenapa berhenti LG ..penasaran nih
but
lemah banget jdi laki. kalau cuma nyakitin hati istri ga usah dibawa pulang. sok2n ngmg cinta tp disuruh nikah mau juga. udh nikah juga pasti mentingin nafsu lahm munafik alih2 demi perusahaan.
Susila Wati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!