Ecla Chasa Vanny adalah seorang gadis yang berusia 18 tahun. Seorang gadis malang yang melakukan bunuh diri setelah dijual kepada seorang rentenir oleh paman nya sendiri.
"Tuhan mendengarkan doa yang kau panjatkan dengan rasa putus asa......"
Reyhans De' Etrama seorang Ceo dari perusahaan ZR Group yang merupakan perusahaan terbesar dinegara S dan H. Memiliki wajah tampan dengan bentuk tubuh yang sempurna.
"Pertemuan yang seperti nya sudah ditakdirkan oleh Tuhan...."
"Tuhan memberimu kesempatan untuk me-RESET hidup mu....
Apakah kau akan memperoleh kebahagian di kehidupan mu yang baru........"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 31
...****************...
Keesokan harinya, seperti biasa Vanny bangun terlebih dahulu sebelum Rey bangun. Vanny langsung membersihkan dirinya, lalu pergi menuju kedapur untuk menyiapkan sarapan untuk Rey dan dirinya.
Karena hari ini hari pertama menjalani kehidupan kuliahnya, Vanny pun berniat untuk berangkat lebih awal. Vanny pun memakan sarapannya terlebih dahulu tanpa menunggu Rey yang masih tertidur itu.
Setelah selesai sarapan dia kembali masuk kekamar mengambil tas dan ponselnya yang ada disana.
“Rey, ayo bangun! Sarapan sudah siap dimeja makan, aku akan pergi kekampus dulu.” ujar Vanny berusaha membangunkan Rey. Karena tidak ada jawaban, akhirnya dia pergi begitu saja.
Sebenarnya Rey sudah bangun sebelum Vanny masuk kekamar untuk mengambil tasnya, namun Rey malah berpura-pura masih tidur untuk menghindarinya.
Entah apa yang membuat Rey selalu ingin menghindari dan menjaga jaraknya dengan Vanny.
Daripada memikirkan hal yang membuatnya merasa frustasi, Rey lebih memilih membersihkan dirinya bersiap untuk kekantor setelah memakan sarapannya yang sudah disediakan oleh istri mungilnya itu.
“Hey …. Van, gimana? Kita jadi ‘kan jalan-jalan ke mallnya?” tanya Eka yang langsung merangkul Vanny dari belakang disusul oleh Ira yang berjalan disampingnya.
“Jadi dong! Aku sudah kangen banget pergi bareng kalian lagi!” jawab Vanny dengan senangnya, sebuah senyuman terus saja terukir diwajah cantiknya.
“Lebih baik kita masuk kelas dulu. Entar telat loh, aku nggak mau dimarahi dosen seperti saat di sekolah dulu.” ujar Ira mengingatkan masa lalu mereka yang indah.
“Hahaha…kau masih mengingat dengan baik ‘yah, Ir?” sahut Eka seraya tertawa saat teringat masa lalu mereka itu.
“Sudahlah, Ek! Ayo masuk sekarang!” ajak Vanny pada kedua sahabatnya itu.
Mereka masuk kekelas dengan berjalan beriringan disertai canda tawa seperti biasanya. Mereka bertiga memang terlihat sangat serius saat sedang mengikuti kelas, tetapi sangat berbeda ketika dosen sudah keluar dari ruang kelas.
Mereka akan langsung ribut dan heboh sendiri, mungkin sampai orang-orang disekitar mereka merasa terganggu.
...****************...
Setelah selesai kelas mereka langsung menuju kesalah satu supermall terbesar dikota itu yaitu Supermall NG.
“Kita mau jalan kemana dulu, nih?” tanya Eka pada kedua sahabatnya itu.
“Gimana kalau kita pergi nonton dulu, yuk?” ajak Ira mengusulkan sebuah ide cemerlang.
“Okay …. aku setuju!” sahut Vanny dengan semangat.
“Kalau begitu, ayo kebioskop!” seru Eka menarik kedua sahabatnya agar mempercepat jalan mereka.
“Gimana kalau kita beli minum sama popcorn dulu?” saran Vanny pada sahabatnya itu.
“Kalau begitu aku yang akan membeli tiketnya. Kau dan Ira yang membeli minum dan popcornnya, gimana?” ujar Eka yang membagi tugas.
“Okay …. itu ide bagus! Ayo, Van!” sahut Ira yang langsung menarik Vanny pergi.
Mereka pun segera melaksanakan tugasnya masing-masing. Namun saat Vanny dan Ira sedang berjalan untuk kembali ketempat Eka yang sedang menunggu, mereka tidak sengaja disenggol oleh seorang pria tampan sampai membuat popcorn dan minuman yang mereka bawa jatuh berantakan dilantai.
Brukk…byurr…
Semua popcron dan minuman yang dibawa Ira dan Vanny melayang diudara, sedetik kemudian berhamburan dilantai layaknya musin gugur.
“Akhh … kalau jalan liat-liat dong!? Apa kau tidak punya mata, Hah?” teriak Ira mengumpat pada pria yang baru saja menabrak mereka berdua .
Suara Ira yang keras sontak menarik perhatian dan membuat orang-orang melihat kearahnya.
“Maafkan saya, Nona! Saya sedang terburu-buru soalnya!” ucap pria itu dengan tulus sembari menundukan kepalanya.
“Tidak apa-apa, Tuan! Lain kali hati-hati kalau jalan, yah!” ucap Vanny berusaha menyudahi situasinya agar tidak semakin memburuk.
Karena saat ini dirinya sadar sedang menjadi pusat perhatian orang-orang.
“Terima kasih, Nona! Sekali lagi saya minta maaf. Kalau begitu saya permisi dulu!” ucap pria itu hendak meninggalkan Vanny dan Ira.
Namun Ira masih tidak terima dengan sikap pria itu yang tidak mau bertanggung jawab atas popcron dan minumannya yang sudah tumpah dilantai.
“Yakhh….. memang dengan minta maaf popcorn dan minuman kami yang kau tumpahkan akan kembali begitu saja, Hah!” seru Ira yang saat ini sudah mengeluarkan jurus jutek andalannya.
“Maafkan saya! Karena saat saya sedang tidak mempunyai uang cash. Hubungi saja nomor ini, nanti akan saya transfer kerugian kalian.” ujar pria itu sembari memberikan sebuah kartu namanya pada Vanny, lalu pergi begitu saja meninggalkan Ira yang masih mengumpat tidak jelas.
“Yakkh …. dasar pria brengsek tidak bertanggung jawab!” teriak Ira yang masih terus mengumpat walaupun pria itu sudah pergi.
“Ada apa, Ir?” tanya Eka yang kini sudah menghampiri Ira dan Vanny karena mendengar ada keributan.
“Tadi ada yang menabrak kita sampai popcorn dan minumannya terjatuh.” jelas Vanny pada Eka yang terlihat sangat penasaran seraya menunjuk pada popcron dan minuman yang masih berserakan dilantai.
“Iya, tuh! Sudah pergi gitu aja, nggak mau ganti rugi minuman kita lagi,” sahut Ira yang masih kesal seraya menunjuk pada pria brengsek yang menabraknya itu pergi.
“Siapa, sih?” tanya Eka lagi melihat ke arah yang ditunjuk Ira untuk mencari orang yang dimaksud.
“Nih, ada kartu namanya. Hubungi aja nomornya untuk minta ganti rugi!” ujar Vanny menyerahkan kartu nama itu pada Ira yang masih saja mengomel minta ganti rugi pada pria yang menabraknya, namun Eka langsung meraihnya dengan cepat.
“Aiden alvaro, bukankah ini Ceo supermall NG?” ujar Eka yang mengambil dan membaca kartu nama itu.
Sehingga membuat Ira langsung tersentak dan meraih kartu nama itu dari tangan Eka untuk melihatnya sendiri.
“Coba aku lihat!” ujar Ira yang langsung merebut kartu nama itu dari tangan Eka.
“Supermall NG, bukankah mall ini?” tanya Eka memastikan, menatap tidak percaya pada Vanny dan Ira secara bergantian.
“Woww daebakk?!…kau benar, Ek!” sahut Ira antusias yang sangat terkejut sekaligus kagum.
“Sudahlah, Ir! Lebih baik kita lupakan saja masalah ini. Jangan sampai terlibat dengan orang-orang seperti itu!” saran Vanny kepda kedua sahabatnya itu yang masih terkagum-kagum.
“Cieeee… yang sudah punya Tuan muda Reyhans, tentu saja tidak tertarik lagi pada pria lain!”
Bukannya mencerna perkataan Vanny, Ira malah menggodanya dengan membawa nama Rey.
“Apaan sih, Ir! Aku serius tahu!” sanggah Vanny dengan cepat.
“Kau benar, Van!” sahut Eka menyetujui perkataan Vanny.
“Hah, Malang sekali mall ini mempunyai pemimpin yang tidak bertanggung jawab sepertinya. Baiklah kita biarkan saja sampai disini. Lebih baik kita beli lagi saja!” ujar Ira yang sudah tidak merasa kesal lagi setelah mendengakan saran dari kedua sahabatnya itu.
Mereka bertiga akhirnya membeli popcorn dan minuman yang baru. Lalu masuk kebioskop untuk menonton film yang sudah dipesan Eka sebelumnya.
sekali lagi maaf ya. 🤭