NovelToon NovelToon
One Night Tragedy

One Night Tragedy

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: NuKha

Dipusingkan oleh pekerjaan, membuat Dakota Cynthia Higgins melampiaskan rasa lelah dengan bersenang-senang di club malam bersama teman. Dia yang sedang mabuk pun ditantang untuk menggoda seorang pria yang tak lain adalah Brennus Finlay Dominique.

Dalam kondisi terpengaruh alkohol, mabuk berat hingga kehilangan akal sehat, Dakota sungguh merayu Brennus hingga terjadi satu malam penuh tragedi. Padahal sebelumnya tak pernah melakukan hal segila itu dengan pria manapun.

Ketika sadar, Dakota benar-benar menyesal. Bukan akibat kehilangan mahkota yang selama ini dijaga, tapi karena pria itu adalah Brennus, salah satu keturunan Dominique. Di matanya, keluarga itu memiliki sifat menyebalkan.

Brennus berusaha untuk menerima segala konsekuensi atas apa yang terjadi malam itu, tapi ternyata Dakota tidak menginginkan hal serupa. Wanita itu sudah anti dengan keluarga Dominique.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 22

Obrolan tiga pria itu terjeda karena waktunya makan malam. Dariush sampai izin pada istri untuk pulang terlambat karena seru juga berbincang dengan keponakan yang sedang banyak pikiran.

Brennus berusaha tidak memperlihatkan raut menyedihkan di depan mommynya, supaya tak mencuri perhatian wanita itu. Dia tidak ingin menambah beban sosok yang kini sedang dalam masa penyembuhan.

“Bagaimana pekerjaanmu, Bre?” tanya Amartha. Mau ditutupi bagaimanapun, namanya seorang ibu, dia masih bisa melihat ada guratan pusing di mimik sang putra.

“Oh ... lancar,” jawab Brennus diakhiri senyum meyakinkan.

“Yakin?” Amartha tidak langsung menerima begitu saja.

“Ya. Baru menang tender di proyek Lotus. Nominalnya lumayan,” beri tahu Brennus.

“Percintaanmu lancar juga?”

Tangannya berhenti menyendok. Merasa bahwa sejak tadi sedang diinterogasi. Mungkin wajahnya kurang meyakinkan. “Mommy tenang saja, putramu yang satu ini bukan biang masalah.”

Delavar dan Dariush menahan tawa karena mereka sudah tahu ceritanya.

Brennus melirik dua manusia. Satu di sampingnya, satu lagi di paling ujung. Memang dasar bapak-bapak tidak bisa diajak kompromi.

“Kalian kenapa? Tersedak?” Perhatian Amartha kini teralihkan pada suami dan iparnya. “Minum dulu.”

“Kesedak lebah,” sahut Brennus asal. Kesal sekali jika bercerita dengan dua manusia itu. Menyesal, tapi ketagihan untuk mengungkap segala keluh kesah, seakan sedikit hilang saja beban hidupnya.

Selepas makan malam, mommynya juga telah tidur, Brennus menghabiskan waktu dengan duduk di taman belakang. Menikmati secangkir kopi dan sebatang nikotin. Sendirian, menikmati indahnya bintang di langit yang tak mungkin digapai seperti Dakota.

Ah ... lagi-lagi wanita itu yang dipikirkan. Mau bagaimana, Brennus sulit melupakan pesona si ketus yang selalu memintanya menjauh.

“Banyak berpikir kau itu. Masalahmu mudah sekali untuk diselesaikan.” Dariush tiba-tiba bergabung dan merebut rokok keponakannya. Bukan untuk ia sesap, tapi jatuhkan ke bawah dan diinjak.

Brennus berdecak. “Gampang kepalamu! Ini lebih memusingkan daripada menghadapi klien.”

“Kau saja yang membuat pusing. Dakota ‘kan tidak menuntut apa pun denganmu, padahal dia yang dirugikan. Lantas, kenapa kau masih saja berpikir sampai kusut begitu wajahnya?” Dariush menunjuk muka keponakan yang berantakan, rambut acak-acakan menandakan terus diusap kasar beberapa kali.

“Nah, kau lanjutkan saja hidup bersama Laura. Beres,” tambah Delavar yang ikut menyusul juga setelah menemani istri sampai terlelap.

“Kalian ini tidak tahu apa yang ku rasakan,” keluh Brennus. Menyangga kepala yang terasa berat.

“Memangnya apa yang kau rasakan?” tanya Delavar dan Dariush bersamaan.

Brennus menggerakkan jari supaya dua pria itu mendekatkan kepala padanya. “Ini bukan sekadar rasa bersalah. Tapi, aku juga ... ketagihan,” bisiknya.

Dua toyoran mendarat di kening Brennus.

“Sial! Ku pikir alasan apa sampai kau pusing begitu. Ternyata sudah keenakan dengan yang virgin,” sahut Dariush.

Brennus meringis dan dua alis disentakkan ke atas. “Ya ... begitulah. Maka dari itu, aku ingin bersama Dakota saja. Daripada dengan Laura tapi pikiranku untuk wanita lain? Bukankah kasian dia?”

Delavar dan Dariush mengangguk. “Ya, ya. Setuju.”

Layar ponsel berukuran enam koma tujuh inch yang ada di atas meja pun menyala, menampilkan nama Laura di sana. Brennus hanya melirik tanpa berniat untuk mengangkat.

“Kenapa didiamkan saja?” Dariush yang gemas dan merasa dering terlalu berisik pun menunjuk ponsel keponakannya.

“Malas, pasti dia tidak mau ku putuskan. Kemarin sudah ku coba untuk mengakhiri semuanya. Dan sampai sekarang balasannya belum ku baca.”

“Angkatlah, kau harus menyelesaikan urusanmu dengan Laura dulu. Baru mendekati Dakota. Kalau menghindari kekasihmu terus, sama saja urusan tak kunjung usai.” Tanpa persetujuan, Delavar sudah menyentuh logo bulat berwarna hijau.

1
mamaqe
asik
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lah udah tamat aja thor...🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
akhirnya sah juga, babby nya sudah ngerjain ortunya tuh pengen tau kali masih lanjut apa batal nikahnya kalau dia tes.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
wooyy halalin dulu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
wkwkwkk baru sebentar di cuekin saja sudah hampir nyerah apa kabar dengan Brennus yg lebih lama berjuang buat kamu Dakota
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sekarang berbalik arah jadi kamu yg harus ngebujuk Brennis, Dakota jadi tau kan rasanya di cuekin dan ngebujuk itu kayak gimana.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudah terbukti kan kalau Brennus prioritain kamu jadi nunggu apa lagi Dakota.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
oowhh punya trauma dari keluarganya toh makanya susah percaya pada orang lain trs gimana tuh ortuny Dakota apa ga nyoba cari anaknya ya, kenapa sih mesti ada perbedaan gender hanya untuk mendapatkan kasih sayang dari ortu sendiri padahal yg melahirkan sosok laki² juga kan seorang perempuan kenapa mesti pilih² anak perempuan di abaikan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kegedean gengsi kamu Dakota tar giliran Brennusnya ngilang kamu yg nyesel juga.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmmm Brunnes ga bisa tegas sama Laura jadinya nambah masalah lg
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
coba tuh cara om mu Brennus siapa tau manjur.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hebat perjuangan Brennus pantang menyerah, kayaknya babby'nya ga mau jauh tuh dari daddy nya makanya muntah² trs kalau berjauhan dan giliran nempel sama daddy nya nyaman kan makanya jangan ngeyelan Dakota.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
bener kan hamil, udahlah Dakota terima takdirmu harus masuk ke keluarga Dominiqeu lagian ngatain mereka keluarga pongah tapi kamu sendiri sama lebih pongahnya berasa serba bisa sendiri padahal hidup itu juga butuh orang lain.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
manut bae lah Dakota ga usah banyak nolak.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Dakota keras kepala ga mau denger omongan orang lain berasa paling bener sendiri saja...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudahlah Dakota nurut saja sama Brennus ke rs buat diperiksa biar tau kondisimu benar ga nya hamil baru putusin lagi gimnanya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmmmm tanda² Brennus junior hadir nih jadi kesempatan Brennus menikahi Dakota.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
waduuhhh jadi curiga apa Dakota hamil ya.🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
gkgkgkk moduuss kamu Brennus, pangku² jadi berakhir lebih dari sekedar duduk doang.🫣🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
siap² gumoh kamu di ganggu sama Brennus Dakota.🤣🤣
gass lah Brennus maju yrs jangan mundur takut nabrak.🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!