NovelToon NovelToon
Zizi

Zizi

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cinta Beda Dunia / Pusaka Ajaib / Fantasi Wanita / Mata Batin / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: cilamici

Zizi adalah seorang gadis yang memiliki kekuatan supranatural karena darah para leluhurnya.

Bukan hanya menjadi pewaris pusaka sang leluhur, namun nyatanya takdir cinta Zizi juga mengikuti jejak para leluhurnya yang harus bertemu dengan mahluk yang berbeda.

Akankah Zizi bisa menjadi pewaris yang baik dari leluhurnya?

Dan akankah Zizi bisa benar-benar bersama sosok yang ia cintai meski mereka berbeda?

yuk ndongeng...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Cinta Dari Mahluk Berbeda

Hantu Maria melayang ke ruang makan di mana Zizi sedang menikmati makanannya.

Maria terlihat melongo melihat porsi makan Zizi kali ini, yang bukan hanya banyak tapi sangat banyak.

"Zi kamu makan apa mau bikin ususmu jebol?"

Tanya Maria pada Zizi.

"Haiiish, Aunty mah ngga capek, Zizi nih yang ciat-ciat sendirian."

Ujar Zizi.

"Lha salah siapa aku dilempar pulang."

Maria cekikikan sambil naik ke meja dan duduk di sana.

"Kapan pulang ke Indonesia?"

Tanya Maria.

Zizi menghela nafas, ia mencomot satu potong udang tepung dengan sumpit lalu melahapnya. Udang tepung ke sembilan belas potong yang Zizi makan.

"Besok apa lusa ya, entahlah, memangnya Ali bagaimana tadi?"

Tanya Zizi.

"Ali pingsan, tapi tadi sih pas Nyonya Aisyah dan Mama Zia mau ke Rumah Sakit, Tuan Dave kasih kabar kalau Tuan Muda Ali sudah siuman."

Kata Maria.

Zizi mengangguk.

"Syukurlah."

Maria menatap Zizi yang kini meneguk satu gelas jus jeruk dengan nikmat.

"Zizi habis ini mau mandi dulu, trus tidur sampe capeknya bubar."

Ujar Zizi lalu mengambil udang tepung lagi yang kedua puluh.

"Kak Seng ke mana?"

Zizi celingak-celinguk.

"Pacarmu masuk kamar, paling tidur juga."

Sahut Maria.

Zizi mantuk-mantuk lalu berdiri.

Rasanya begah perutnya sudah, menghabiskan empat mangkuk nasi, tiga gelas jus jeruk, satu gelas air putih dingin, satu piring udang tepung isi dua puluh potong, tiga potong ayak goreng, dan beberapa sayur bening entah apa saja yang disajikan pelayan.

Zizi menggeliatkan tubuhnya sejenak.

"Ingat Zi, kita harus ke Merapi."

Maria mengingatkan.

"Iya Zizi ingat."

Zizi melangkah keluar ruang makan, lalu melintasi taman kecil di mana ada pohon Sakura tumbuh.

Angin bertiup menerbangkan kelopak-kelopak bunga sakura yang kemudian berjatuhan ke atas tanah berumput.

"Aunty..."

Tiba-tiba Zizi menghentikan langkahnya, saat ia menatap kelopak bunga sakura yang berjatuhan terkena angin.

Ada yang sepertinya ia ingat.

Ya... Sebuah part film Rurouni Kenshin, di mana Kenshin saat masih menjadi pembantai tengah membunuhi orang di malam hari dengan samurainya.

"Menurut Aunty, apa Zizi lama-lama akan bisa menjadi pembantai?"

Tanya Zizi pada Maria.

Maria menatap Zizi gusar.

"Kenapa tiba-tiba tanya seperti itu?"

Tanya Maria heran.

"Entahlah, ada perasaan aneh belakangan ini, otak Zizi kadang berpikir tentang membantai dan semacamnya."

Lirih Zizi, lalu...

Tampak Zizi menghela nafas.

"Balasanggeni, Nenek menyebut nama Balasanggeni, siapa dia Aunty?"

Tanya Zizi.

Maria terdiam sejenak, ia sepertinya pernah dengar.

Ah...

"Kayaknya dia mantan Mama kamu."

Kata Maria.

"Hah?"

Zizi melongo.

"Namanya jelek banget mantan Mama, kayak nama kakek-kakek."

Gumam Zizi.

"Ya mungkin selera Mama kamu namanya begitu."

Ujar Maria.

"Hih..."

Zizi bergidik.

Zizi kemudian berjalan menuju kamarnya.

"Sepi, Eva kayaknya pulang ke Malaysia dengan Paman Ziyan ya Aunty?"

Tanya Zizi.

"Ya, dia sudah tidak ada di jepang saat aku baru pulang. Papa kamu juga."

"Papa memangnya kapan bisa menetap lama di satu tempat? Dia akan selalu sibuk, semut saja kalah."

Kata Zizi.

"Sudah sana katanya mau mandi, ngomong aja, aku mau nyari mbak pocong, tadi dia ke gudang lagi, katanya tadi dia lihat sesuatu di gudang."

"Sesuatu apa?"

Tanya Zizi penasaran.

"Entahlah, makanya aku mau cari dia."

Kata Maria.

"Hmm ya udah, Zizi mau mandi dulu, udah gerah."

Zizi masuk ke dalam kamarnya dan Maria melayang menembus dinding untuk kembali ke Gudang di mana mbak pocong merasa sempat melihat sesuatu.

Zizi di kamar masuk ke dalam kamar mandi, membuka air keran mengisi bathub lalu tampak mulai menggulung rambutnya ke atas.

Zizi berdiri menghadap cermin di kamar mandi, menatap pantulan bayangannya yang tiba-tiba menyeringai sendiri dengan mata menyala merah.

Zizi menatapnya tajam.

"Kamu siapa?"

Tanya Zizi.

"Aku adalah kau."

Ujar pantulan bayangan Zizi.

"Jangan ngaku-ngaku, aku ngga punya KW."

Tegas Zizi.

Lalu tiba-tiba pantulan bayangan Zizi di dalam cermin jadi bertambah, bukan hanya satu, tapi ada empat.

"Kau tahu Zizi? Kita terlahir ke dunia bersama empat saudara yang lain, dan saudaramu adalah kami semua, kami adalah bagian dari dirimu yang seringkali kau tak akui."

Zizi mengerutkan kening.

Pantulan bayangan-bayangan Zizi itu ada yang sangat mirip dengan Zizi, ada yang wajahnya sangat hitam, ada yang sangat pucat, dan ada seperti monster.

"Kau tak akan bisa terpisah dari kami Zizi, kami adalah bagian dari kamu, dan kamu juga adalah bagian dari kami."

Ujar bayangan yang paling depan, yang wajahnya paling mirip dengan Zizi namun seringainya menakutkan.

Energi gelap dan jahat menyelimuti mereka berempat, hitam pekat sebagaimana langit yang akan ada badai.

"Tidak, kalian bukan aku!! Energi kalian sangat jahat dan gelap!!"

Kata Zizi.

"Hahahahaha..."

"Hahahahaha..."

"Hahahahaha..."

"Hahahahaha..."

Mereka tertawa bersama, saling menyahut laksana lolongan serigala siluman di malam bulan purnama.

Zizi yang kesal menatap mereka yang semakin keras tertawa.

"Kau juga ditakdirkan jahat Zizi, kau adalah bagian dari kami Zizi... Hahahhahaa..."

"Hahahaha..."

"Hahahahaha..."

Semua tertawa.

Mereka seolah menertawakan Zizi.

Zizi yang sangat kesal melihat mereka tampak mengepalkan tangannya, ia bersiap mengayunkan tangannya untuk menghantam cermin itu.

"Diam kalian!!'

Teriak Zizi.

Tapi bukannya mereka diam, mereka malah semakin menjadi tawanya.

Tawa yang mengejek, tawa yang mencemooh.

Zizi tak sabar lagi, ia mengangkat tangannya dan mengayunkannya untuk menghantam cermin itu dengan keras, namun...

Brak!!

Tiba-tiba pintu kamar mandi kamar Zizi terbuka, tampak Shane berdiri di sana dan cepat menghambur ke arah Zizi lalu menghantam cermin di kamar mandi Zizi itu hingga pecah berserakan.

Zizi menatap Shane yang kemudian menatapnya juga.

"Anda baik-baik saja Nona?"

Tanya Shane pada Zizi yang masih membeku untuk sekian detik.

"Nona?"

Shane meraih kedua bahu Zizi dan membuat Zizi akhirnya terkesiap.

"Kak Seng?"

Shane tersenyum.

"Saya mendengar mereka, saya menghawatirkan anda sejak anda tadi berhadapan dengan Shilba Dolores."

Ujar Shane.

Zizi mengangguk.

"Ada yang tak beres denganku Kak Seng."

Lirih Zizi.

"Jayapada, pedang itu penuh kutukan Nona, sebaiknya kita segera berangkat ke Merapi agar energi hitam dalam pusaka yang diwariskan leluhur anda itu tak sampai mengendalikan anda."

Kata Shane.

Zizi menghela nafas.

Dadanya terasa panas, sama seperti darahnya yang mengalir ke seluruh tubuhnya.

Zizi menatap Shane.

"Jika sampai ia menguasai Zizi, apakah Zizi akan jahat Kak Seng? Seperti yang Nenek Retnoasih bilang?"

Tanya Zizi yang tiba-tiba takut nantinya ia akan jadi seorang pembantai.

Shane mengusap kepala Zizi.

"Saya akan menjaga anda, dan tak akan membiarkan anda seperti itu."

Kata Shane.

**-------------**

**----------**

1
therez
sukasukasuka
Lisa Yacoub
ceritanya bener² bagus, thor...nggak bosen bacanya,
aku sdh berapa kali ngulang baca, dari "Zia" sampe " putri vampir terkhir"...
kapan lanjutannya, thor?.
sehat selalu yaa..
Cila Mici: hehehe maturnuwun... belum tau mau dilanjut kapan, tapi inshaAllah nnti kalo ada banyak waktu aku lanjut ya...
total 1 replies
Satri Eka Yandri
Luar biasa
Satri Eka Yandri
Lumayan
Jeissi
lah...zizi malah protes 🤣
Suharnani
Itu lah kenapa aku tidak pernah pajang lukisan atau foto f
di dinding. buat tempat para jin
Foto aku simpen album saja
momi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣dasar zizi
momi
Luar biasa
Wini Hilal
gesrek nih cerita gak ada serem seremnya wlw penuh tokoh makhluk halus
Niswah
toooooop
🥀princes_novel❤️🥀
saya mantan anggota jaranan kepang tapi saya hanya menari tidak ada minat untuk menjadi sintren sprti ibu saya pda jaman a😊😊suami saya juga anggota jaranan kami penari jaranan... kami masih menjalankan budaya dan mmprkenalkn budaya pda anak2 dan slalu mncintai budaya kita...
Mearly Early Mey
keren ceritanya
Bobi Kampus
Mantap sekali thor cerita ini, sdh lama sekali aku baca novel bisa tertawa sendiri. Aku suka sekali dgn karya2mu thor. Alur cerita menarik dan penuh humor. Sukses selalu dgn karya2 lainnya.
Cila Mici: aamiin... maturnuwun maturnuwun hehe
total 1 replies
panji_anom
seharusnya bisa diperluas deskripsinya karena nenek Retnoasih masih didalam dunia peri penyrlamatkan Zizi dari energi negatif tapi tiba tiba sudah menemui Zia, padahal itu bisa menjadi adegan atau dialog yg lebih panjang menambah alur cerita
Cila Mici: iya aku jg merasa harusnya begitu, sori kurang memuaskan jadinya 🙏
total 1 replies
ic
ada yg merah gak.. wkwkwkwkw
Cila Mici: wkwkkwkw
total 1 replies
ic
shamponya pake apa..? shampoo mobil..? 😀😃😄😁😆😅😅😂
Cila Mici: wkwkwkk... sampo kucing
total 1 replies
ic
lah pengawal apa gitu aja lngsng pingsan
ic
santui..
ic
gas trus.. rem blong.. ttp okehh..
ic
sama aja..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!