NovelToon NovelToon
Ketulusan Cinta Istri Pertama

Ketulusan Cinta Istri Pertama

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:461.3k
Nilai: 5
Nama Author: munasih

Ini kisah berbagi cinta.

Amira menjatuhkan cintanya pada Gilwang seorang pria yang baru di pertemukannya saat hari pernikahannya. Tidak dengan Gilwang, tak menjatuhkan cintanya pada Amira, karena Gilwang sudah mempunyai kekasih yang berjanji akan menikahinya yaitu Anita.

Karena Gilwang orang yang pertama bisa membuatnya jatuh cinta, Amira akan tetap mempertahankan cintanya dan pernikahannya, meski Gilwang tak mencintainya. Bahkan Amira rela Gilwang menikah dengan kekasihnya asal tidak di ceraikan.

Apakah Amira akan tetap bertahan dengan pernikahannya setelah kehadiran Anita istri kedua yang ingin menjadi istri Gilwang satu-satunya?

Ikuti kisahnya hingga bab akhir. Jadikan cerita ini favorit.

kasih like dan votenya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon munasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Jadi Bucin

Setelah menikmati sarapan pagi bersama dengan keluarganya, Amira pamit untuk pulang, karena suaminya harus masuk ke kantor.

Hadi dan Widya tidak bisa mencegah lagi Amira dan Gilwang untuk pulang meski masih ingin bercengkerama dengan mereka.

"Ayah, Ibu Amira pamit pulang dulu, nanti kalau ada waktu luang aku akan datang kesini lagi," ucap Amira mencium punggung tangan Ayahnya bergantian tangan ibunya.

Hadi dan Widya hanya bisa menghela nafas berat, merasa berat di tinggal Amira lagi.

Di ikuti Gilwang juga pamit dan bersalaman dengan kedua mertuanya.

"Gilwang, jaga Amira dan buat dia bahagia," pesan Hadi sembari menepuk pundak Gilwang.

"Aku akan menjaga dan membuat Amira bahagia Ayah," ucap Gilwang menyanggupinya.

Amira dan Gilwang melambaikan tangannya yang sudah berada didalam mobil.

Mobil pun berlalu meninggalkan rumah Amira.

Setelah hampir tiga puluh menit sampailah di rumah Gilwang. Amira turun bersamaan dengan Gilwang. Mereka memasuki rumah berjalan gontai sembari bergandengan mesra.

Hari ini Gilwang akan masuk kerja setelah kemarin libur.

Banyak pesan yang masuk dari sekertarisnya untuk menandatangini berkas yang sudah menumpuk di mejanya.

Dan ada banyak panggilan dari Anita, dan juga pesan kemarahannya yang bertubi-tubi di tulisan pesannya.

Berat rasanya hati Gilwang meninggalkan Amira. Dia masih ingin bercengkerama dengannya di rumah ini di rumah sendiri. Karena pekerjaan dia harus menunda kebersamaannya dengan Amira.

Setelah sampai di kamarnya Gilwang mengambil tas kerjanya dan akan pamit sama Amira yang sudah berada di kamarnya.

Amira sedang membuka jendela kamarnya. Gilwang mendekatinya.

"Sayang!" Panggil Gilwang sembari memeluknya dari belakang.

"Ada apa sayang!"

"Sebenarnya aku tidak ingin jauh darimu, tapi hari ini aku harus bekerja. Aku ingin kamu memberi semangat untukku," bisik Gilwang sembari mengecup pipi Amira.

Amira memberi kecupan pada Gilwang berlanjut memeluknya. Gilwang pun mempererat pelukan Amira. Hasrat Gilwang hampir membuncah lagi namun dia segera melepas pelukannya dan pamit akan berangkat ke kantor.

Amira mengantarkan Gilwang sampai kedepan, mereka berjalan bergandengan mesra sembari keduanya tiada henti mengulas senyum. Mereka benar-benar terbuai cinta.

Gilwang sudah masuk kedalam mobil, mesin sudah dinyalakan. Tangan Amira melambai pada Gilwang yang siap berangkat dengan mobilnya. Tiba-tiba saja Gilwang turun dari mobilnya lagi dan berjalan mendekati Amira yang masih berdiri menyaksikannya.

"Kok turun lagi?" Tanya Amira bingung.

"Ada yang ketinggalan," ucap Gilwang saat di hadapan Amira.

Reflek Gilwang mencium bibir Amira cukup lama. Setelah puas Gilwang mengatakan.

"Ini adalah bekal yang akan membuatku semangat bekerja."

Gilwang kembali masuk mobilnya, melambaikan tangan pada Amira dan mulai melajukan mobilnya.

Amira hanya bisa tertawa kecil melihat sikap Gilwang yang bucin dengannya.

Amira tiada menyangka, sekarang suaminya jadi bucin padanya.

Karena pekerjaan di kantor menumpuk Gilwang langsung saja menuju ke kantor. Gilwang tidak memedulikan pesan Anita yang memintanya untuk segera datang. Gilwang akan datang setelah pekerjaan kantornya selesai.

Dan benar saat Gilwang memasuki ruangannya sang sekertaris menunjukkan setumpuk berkas yang harus di periksa dan di tanda tangani. Setelah itu Gilwang harus mereviuw para pegawai baru yang sudah mengantri sejak kemarin. Karena Gilwang baru saja mendirikan perusahaan baru.

"Banyak banget pekerjaanku hari ini, padahal aku ingin pulang cepet. Suasana tidak bersahabat denganku. Nggak tau apa kalau aku lagi kasmaran dengan istriku," gerutu Gilwang sembari jarinya sibuk mencoret setiap berkas.

Anita di ruangannya tiada henti mengomel lagi. Anita berharap Gilwang datang sebelum berangkat ke kantor, kenyataannya di tunggu-tunggu nggak datang juga. Sungguh kesal berlipat-lipat hati Anita yang saat ini sendirian tidak ada yang menemaninya di rumah sakit.

Prabowo pulang pagi ini karena harus ke kantor. Sedangkan Neni di suruh bergantian menunggu putrinya malah merasa males nggak mau nungguin. Karena masih kesal dengan sikap Anita.

Amira di rumahnya sembari mengerjakan pekerjaan rumah, sesekali dia teringat kejadian semalam di rumah orang tuanya.

Amira jadi merindukan sentuhan-sentuhan Gilwang saat ini.

"Mas Gilwang benar-benar suami yang aku idamkan. Sentuhannya membuatku ingin merasakannya lagi meski harus melewati rasa sakit di bagian tubuhku."

"Mas Gilwang, kamu cepat pulang ya, aku sudah kangen ni sama kamu." Amira mengirim pesan pada Gilwang.

Gilwang segera membalas pesan dari istri tercintanya.

"Sama aku juga sudah kangen sama kamu. Tunggu kepulanganku."

Gilwang harus cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya, supaya bisa cepat pulang.

Baru di tinggal beberapa jam saja Amira sudah kangen berat sama Gilwang suaminya. Gilwang pun merasakan hal yang sama.

Hari sudah menunjukkan pukul lima sore, sudah banyak para pegawai pulang. Namun tidak dengan Gilwang dan sekertarisnya. Masih sibuk dengan pekerjaannya.

Tak terasa sudah jam tujuh malam Gilwang baru menyelesaikan pekerjaannya.

Gilwang segera beranjak pulang. Gilwang akan pulang ke rumahnya.

Yang tersemat di benak Gilwang kini hanya ada Amira yang tiada henti wajahnya terbayang di sela kerjanya. Gilwang sudah melupakan Anita yang sedang di rumah sakit tengah menunggu kedatangannya yang sudah dijanjikannya tadi.

Gilwang melajukan mobilnya menuju ke rumahnya. Tak sabar Gilwang ingin cepat sampai di rumah dan menuntaskan rasa kangennya dengan Amira istri tercintanya.

Anita yang saat ini di temani ibunya yang tadi terpaksa datang karena permintaan Anita yang tak bisa di tolerir, menangis histeris di telfon membuat Neni sebagai ibu tersentuh hati nuraninya meski masih kesal dengannya.

Sudah malam namun Gilwang tak kunjung datang ke rumah sakit untuk menemaninya. Anita meminta ibunya untuk menghubungi Gilwang suaminya.

Gilwang yang dalam perjalanannya sudah hampir sampai di rumahnya, dia harus putar balik menuju rumah sakit setelah mendapat telfon dari Neni ibu mertuanya.

Dengan hati yang sedikit kesal, Gilwang baru teringat dengan janjinya kalau akan datang ke rumah sakit setelah pulang kantor. Meski menggerutu kesal, janji harus di tepati.

Sudah sampai di rumah sakit di hari yang sudah pukul delapan malam.

Gilwang mulai masuk ke dalam rumah sakit dengan berjalan lunglai. Seperti suasana hatinya saat ini Gilwang malas menemui Anita. Gilwang sudah berpaling dari Anita karena mendapatkan cinta Amira. Cinta yang sesungguhnya ia dambakan sedari kecil.

Sudah sampai di ruangan Anita, Gilwang langsung di serbu berbagai pertanyaan oleh Anita.

Anita mempertanyakan kenapa tidak datang kemarin dan sekarang juga kalau tidak diingatkan tidak datang. "Ada apa gerangan?"

Gilwang hanya mengatakan kalau dia sibuk dengan pekerjaannya.

Anita tidak begitu percaya dengan jawaban Gilwang. Anita mengatakan yang tidak-tidak tentang Gilwang saat dirinya tidak ada bersamanya.

Gilwang terus menegaskan pada Anita kalau dirinya benar-benar sibuk dengan pekerjaannya.

Gilwang dan Anita masih saling bertikai. Neni mencoba menengahinya. Neni menegaskan pada Anita untuk percaya dengan apa yang dikatakan suaminya. Tidak usah ngeyel.

Jangan lupa jadijan cerita ini favorit, dan klik lovenya.

1
Cis Siu
yey
Sri Puryani
kenapa amira gk kapok" ya klo dibohongi dgn kt" manis aja sdh luluh....
Jue
Sungguh Amira wanita yang lemah dan cepat luluh dengan janji palsu .
Cinta Suci
petgi amira
Cinta Suci
knp amira di buat thor
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
lanjut
Puspa Trimulyani
ular menghampiri pukulan
Puspa Trimulyani
pucuk dicinta ulam tiba..... ternyata dunia ini sempit....yg selingkuh dg Anita adalah suami sahabat nya gilwang sekali tepuk dua lalat busuk mati
Puspa Trimulyani
asal tidak bermaksiat saja sdh untung,si Anita ini mana takut sama dosa
Puspa Trimulyani
nyebelin banget sih Amira itu ya....baik sih baik. tapi jgn bego
Puspa Trimulyani
Amira mah bukan polos, tapi bego...
Puspa Trimulyani
betul gilwang,Anita merencanakan sesuatu,kamu harus waspada
Puspa Trimulyani
bukannya dirimu yg pake topeng utk menjerak gilwang dan menghabiskan hartanya
Puspa Trimulyani
laki laki kok lemah,kenapa ke Amira tega dan merasa enak enak saja kalau berbuat kasar,ke Anita banyak menenggang rasa segitu sdh tahu Anita jahat juga,lelaki kok begitu 😡😡
Puspa Trimulyani
lah talakmu sdh jatuh tuh gilwang,karena kata cerai sdh kamu ungkapkan.
Puspa Trimulyani
itu namanya jodoh,jgn kau lepaskan Amira mu,kalau kamu tidak ingin menyesal nanti
Puspa Trimulyani
pasti mau lah wanita matre, kalau wanita baik,dia akan bertanya tanya ada apa ini disuruh berlibur sendirian ga ditemani....sebab dia matre...yg penting uangnya saja,ga peduli berlibur nya sendiri juga yg penting uangnya diberi banyak
Puspa Trimulyani
wanita model begini biasanya hanya memanfaatkan uang cowoknya doang, tidak tulus mencintai,dia hanya menganggap pasangan nya ATM berjalannya.
Aniani Har
hi Pleng emosi Thor knp hati Amira selembut itu.. ih darting saja
Renita 85
pemeran utamanya dungu biar apa sih biar pada, baca ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!