Seorang laki-laki tampan yang banyak digilai para kaum hawa namun sayang sikapnya begitu dingin , tetapi berbeda jika berhadapan dengan Naura, ia menjadi lebih hangat berbanding terbalik 360° , dan Naura tidak menyangka jika lelaki itu menjadi cinta sejatinya. Banyak rintangan yang mereka lalui namun tetap selalu bersama.
Sebelum membaca disarankan terlebih dahulu membaca Anak Genius : Ayah Lihatlah Aku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Hardianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta Monyet ?
Azka mempersilahkan Naura berjalan mengendarai motor vespa maticnya lebih dulu , dan ia mengikuti dari belakang dengan menggunakan mobil AUDI R8 yang keluaran terbaru berwarna hitam.
Azka kali ini tidak bisa fokus mengemudi karna pikirannya tertuju pada Naura yang tepat berada didepannya , sejak kecil Azka memang selalu ingin berdekatan dengan Naura entah kenapa ia pun tak tahu alasannya .
# Flashback on
Ketika Naura tidak mau sekolah di TK dan malah memilih ingin langsung sekolah ditingkat SD , Azka pun ikut-ikutan ingin mengikuti langkah Naura , ia menjadi lebih giat belajar agar langsung naik ke sekolah dasar bersama Naura , belum sampai disitu , ketika di sekolah dasar ternyata Naura bisa meloncati kelas nya , Azka tak mau kalah ia harus bisa seperti Naura dan berharap bisa satu kelas sama Naura , Azka dengan kerja kerasnya ia terus belajar , belanjar dan belajar sampai akhirnya ia bisa meloncati kelasnya , Namun tiba-tiba ia mendapat kabar kalau Naura harus pindah ke ibu kota ikut dengan keluarga Ayah nya , disana Azka benar-benar merasa kehilangan dan ia menjadi pribadi yang cuek dan dingin apalagi ke lawan jenis.
Walau disekolah Azka tak begitu dekat dengan Naura , namun ia sering bermain jika sudah berada dirumahnya dan ia terbilang cukup dekat dengan Naura makanya ia begitu merasa kehilangan.
Dan tak begitu lama dari kepindahan Naura ke ibu kota ternyata Azka pun harus pindah ke luar negri karna urusan bisnis ayahnya .
Azka sama sekali tidak pernah dekat dengan seorang perempuan atau menjalin suatu hubungan dengan lawan jenis , ia menutup hatinya rapat-rapat .
Azka tidak tahu apa yang dirasakan hatinya , atau kah ini yang dinamkana cinta monyet ? , tapi yang jelas Azka tidak bisa melupakan Naura begitu saja .
Banyak perempuan yang mendekati Azka bahkan ada yang terang-terangan bilang suka sama Azka tapi Azka tak pernah menanggapinya , dihati dan pikirannya sudah terisi oleh Naura teman masa kecilnya.
Namun walau begitu Azka tak pernah kehilangan semangatnya untuk belajar , disaat ia selalu ingat dengan Naura maka Azka akan bertambah semangat untuk belajar karna mengingat sosok Naura yang begitu pintar Azka pun harus bisa pintar seperti Naura.
Azka selalu berdoa agar ia bisa dipertemukan kembali dengan Naura , dan ternyata doanya selama ini terkabul , disaat Ayahnya memberitahu akan kembali ke tanah Air dan akan tinggal diibu kota Azka begitu senang seperti mendapat hadiah. Dan ketika sudah sampai diibu kota Azka langsung menyuruh orang kepercayaannya untuk melacak keberadaan Naura.
Kali ini keberuntungan berpihak pada Azka , ternyata tempat tinggal pilihan Ayahnya tak jauh dengan tempat tinggal Naura , sehingga orang kepercayaan Azka dengan mudah menemukan keberadaan Naura dan tahu dimana ia sekolah sekarang sampai akhirnya Azka pun ikut bersekolah dikampus yang sama , namun karna terlanjur Azka sudah kuliah difakultas bisnis akhirnya ia meneruskan fakultas pilihan pertamanya yang terpenting ia bisa ketemu kembali dengan Naura.
# Flashback Off.
" Ra apakah ini yang dinamakan cinta monyet ? , mengingat umur kita yang masih belasan tahun namun entah kenapa Azka selalu ingin dekat dengan kamu , Azka ingin selalu melindungi kamu " Gumam Azka sambil melihat ke arah Naura , kali ini fokusnya terbagi dua yaitu harus fokus mengemudi dan fokus merhatikan Naura ditambah jalanan kali ini sedikit macet.
" Azka begitu senang bisa kembali bertemu dengan kamu ra dan ternyata kamu tumbuh menjadi anak remaja yang begitu dewasa dan sangat menyayangi anak kecil , Azka berkali-kali tambah mengagumi sosok kamu Ra " Gumam Azka lagi sambil pikirannya membayangkan ketika Naura yang begitu dekat dengan anak-anak panti dan ia tidak risih dengan Aira yang selalu menempel dengan dirinya.
Azka tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara dering ponsel disaku celananya pertanda ada telpon masuk. Beruntung jalanan sedang macet jadi Azka bisa sambil mengangkat telpon masuk yang ternyata nama Temmy yang tertera dilayar ponselnya.
" Assalamu'alaikum ka , lu masih dimana ?'' ucap Salam temmy sekaligus bertanya dari sebrang sana.
" Walaikum salam , Azka masih dijalan , kenapa ?'' jawab Azka sekaligus bertanya.
" Lu sama Naura gak ? , soalnya kita hubungin no nya gak diangkat terus " Tanya Temmy lagi.
" Iya Azka sama Naura tapi kita bawa kendaraan masing -masing " Jawab Azka sambil matanya tak luput merhatikan Naura.
" Kita gak jadi kumpul dicaffe biasa , kita mau nyobain Caffe yang selalu rame dan tempat nya yang estetis untuk difoto" Ujar Temmy lagi disebrang sana.
"Dicaffe mana itu kak ?'' tanya Azka.
" DiCaffe Zana " Jawab temmy.
"Caffe Zana" Gumam Azka mengulangi perkataan temmy.
"Iya Caffe Zana , lu tahu gak alamatnya dimana ?" timpal Temmy sekaligus bertanya.
"Oke Azka tahu kok alamatnya , bentaran lagi Azka sama Naura nyusul ke sana" Jawab Azka , dan setelah Temmy mengiyakan perkataan Azka , ia pun langsung menutup sambungan telponnya.
Jalanan semakin macet dan kendaraan hanya maju sedikit demi sedikit. Azka tak habis akal untuk memberitahu Naura yang berada didepan sana .
Azka mengambil bolpoin dan kertas yang berada didasboard mobilnya , lalu iya menulis sesuatu yang tak lain memberitahu Naura kalau Caffe yang jadi tujuan mereka berpindah ke Caffe Zana , Azka mlipat kertas yang sudah ia tulis menjadi berbentuk peesegi kecil.
Azka menurunkan kaca mobilnya , lalu ia menyusur seseorang pengendara motor disampingnya untuk memberi lipatan kertas itu pada Naura , jarak Naura dan dirinya hanya terhalangi dua pengendara motor .
" Mas maaf boleh minta tolong kasih lipatan kertas ini ke pengendara yang menggunakan motor vespa metic yang berada didepan " Ucap Azka sopan sambil menyodorkan lipatan kertasnya.
" Oh bisa-bisa mas " jawab pengendara motor itu.
"Makasih ya mas , ini sebagai tanda ucapan terimakasih daei saya " Balas Azka lagi sambil menyodorkan lipatan uang berwarna merah muda.
" Ga usah mas , saya ikhlas kok ngebntuinnya " Ucap orang tersebut.
" Gapapa mas ambil aja saya juga ikhlas ngasih ini buat masnya " timpal Azka sambil teeus menyodorkan uang berwarna merah muda yang sudah Azka lipat.
Dan ternyata suara mereka menyita perhatian pengendara lain. sampai Naura yang berada didepan pun melirik sekilas ke arah belakang.
Tanpa pikir panjang pengendara yang berada disamping Azka ia langsung berteriak pada Naura.
" Mbak ini ada titipan dari mas nya " Teriak orang itu sambil menunjuk Azka , lalu memberikan lipatan kertasnya ke pengendara yang berada didepan untuk diberikan pada Naura.
Sedangkan Azka iya langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal, yang Azka maksud bukan diteriakin tapi dikasih sendiri oleh pengendara yang berada disamping Azka ketika jalanan sudah tidak macet lagi karna seengganya pengendara motor bisa menyelinap berbeda dengan pengendara yang membawa mobil .
Azka benar-benar malu karna menjadi pusat perhatian ditambah orang itu menunjuk diri Azka.
"Orang nya mbak itu kan mas ?'' tanya pengendara yang berada disamping Azka.
" Iya mas benar , makasih ya " Jawab Azka sambil menampilkan barisan gigi bersihkan , lalu dengan cepat menutup kembali kaca mobilnya.
😘
😘
😘
Tinggalkan Jejak 🤗🙏.
Terimakasih.
ada 🌹🌹🌹 buat the triplets....