Ini adalah salah satu novel adaptasi dari korea
Novel yang diperbaikki dalam bentuk bahasa indonesia
Bercerita tentang fisya yang terjerat hutang dengan keluarganya uang itu harus dikembalikan dalam waktu 3 hari
Dan secara tidak sengaja menemukan pacarnya tengah melakukan hal terlarang bersama dengan sahabat sejatinya
Seketika semua kesulittan itu berakhir sebentar dibar fisya mabuk berat
Seorang lelaki yang tidak sengaja menemukan fisya yang tergeletak dilantai bar membawanya kekamar hotel dan hampir merenggut keperawanannya.
Seiiring berjalannya waktu fisya hampir putus asa dalam mengumpulkan uang 11 juta dollar dalam waktu 3 hari
Hingga ia bekerja diperusahaan terbesar dikota
Lalu kembali ditemukan dengan lelaki yang tidur bersamanya di bar
Dan fisya terjerat kontrak dengan lelaki itu guna membayar semua hutang kepada keluarganya
Waktu telah lama berlalu hingga timbul benih benih cinta diantara keduanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heyyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang
"Hei bagun!" Hans mencubit hidung fisya
"Bagun" cubitan itu semakin keras
Fisya menjadi tidak bisa bernafas dan terasa sedak didadanya seketika fisya membuka mata hans sudah berdiri di depannya membawa jaz hitam di tangannya
"Ayo bagun" perintah hans melihat fisya yang masih berbaring menatapnya
Fisya duduk sejenak dan beranjak berdiri di samping hans,seakan akan bingung dengan apa yang terjadi,semua seperti baik baik saja tak ada satupun ingatan fisya akan masalahnya
"Ayo pulang" hans berjalan meninggalkan fisya
Menurut bak anak itik yang mengikuti induknya
Fisya berjalan dibelakang hans dan mengikuti kemanapun lelaki ini pergi
Kenapa wajahnya lugu sekali!
"Aku suka" ucap hans tampa ada angin dan hujan
"Aku suka kau menjadi penurut seperti ini!,tetaplah seperti ini maka kau tidak akan merepotkanku" ucap hans berbalik arah dan mengacak acak rambut fisya
Apa yang dia katakan?
Fisya menunduk dan melihat kedua tangannya yang dibalut oleh perban putih,barulah ingattannya kembali dan semua tragedi menjadi menumpuk di benak nya
"Hallo andre! Jemput aku,aku tunggu lima menit lagi" terdengar ucapan hans tengah menelpon seseorang
Apa dia benar benar akan membawaku pulang bersamanya
"Tuan hans" ucap fisya menarik ujung baju hans
"Ya?" Singkat jawabannya
"Fisya...minta maaf... tapi fisya" belum selesai ia berbicara hans berbalik arah dan menyorot mata fisya
"Jangan pernah katakan kau tidak ingin pulang bersamaku" ucap hans seperti membaca pikiran fisya
"Mobil sudah sampai!ayo naik" mobil hitam mewah berhenti didepan kantor
Mau tak mau fisya mengikuti semua perintah hans dan duduk di sebelahnya sembari memandang kedua tangannya
Aku Bodoh sekali!
Fisya menolehkan kepala hendak bertanya akan suatu hal namun dilihatnya hans yang duduk tegap di sebelahnya sedang memperhatikan jalanan
Fisya menyadari bahwa dia dalam gengaman lelaki tinggi berjaz hitam tampan disebelahnya
"Kenapa? Apakah aku tampan" ucap hans melirik
Dengan cepat fisya menundukkan kepala dan menggeleng memejamkan kedua mata indah itu,seakan akan malu dan menyesal telah memperhatikan hans
"Andre! Apa kau sudah perintahkan kepada pelayanku untuk memasak makan malam seperti yang ku ingin kan?" Tanya hans melihat andre yang menyetir di depannya
"Saya sudah memerintahkan mereka tuan" jawab andre tersenyum
Entah senyuman apa yang ia lontarkan,apakah itu senyuman kebahagian karna sikap hans yang mulai berubah atau ada hal lainnya? Hanya tuhanlah yang tau
"Nona fisya kita sudah sampai" mendengar hal itu fisya mengangkat kepala dam membuka kedua matanya
Terpampang besar gerbang dangan pagar yang amat besar,lalu perlahan gerbang itu terbuka menunjukkan sebuah halaman yang luas dengan berbagai tanaman indah di sekelilingnya
saat mobil itu masuk fisya langsung disambut dengan larian anjing besar berwarna hitam tengah mengitari kolam air mancur,seakan akan bahagia pemiliknya sudah pulang
"Kenapa milo berkeliaran" tanya hans
"Maafkan saya tuan,tapi milo selalu mengonggong saat pelayan hendak memasukkannya ke kandang" jawab andre
Nama anjing itu milo?
Lucu sekali
Mobil itu berhenti di depan rumah mewah nan besar dengan pintu yang hampir seukuran dinding kamar fisya bahkan lebih besar lagi
"Ayo turun" perintah hans
Fisya turun dan berjalan di belakang hans yang hendak menuju pintu besar itu,udaranya terasa sangat segar dan milo anjing besar itu duduk sopan di samping hans
Dan saat pintu besar itu terbuka....
Bersambung-