Meidina Mayangsari tak menyangka akan terjebak dalam kehidupan Presdir yang begitu arogan, dia menjadi asisten pribadi.
di kelilingi oleh pria pria tampan, siapa yang akan menjadi pelabuhan terakhirnya? nikmati ceritanya dan ingat ini novel 21++++
seoson 2
Samuel harus menerima kenyataan pahit karena kecelakaan yang di alami, tapi dia bersyukur wanita yang di cintainya tetap berada di sisinya.
akankah mereka bersama kita lanjutkan baca ceritanya cuzz.... tetap dengan21++
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
jangan seperti ini
saat sampai di rumah, terdengar tangisan bayi Ben yang cukup keras, dan Mei pun bergegas masuk.
dia langsung mengambil bayi Ben dari gendongan seorang wanita yang tak di kenalnya.
Mei tak suka jika bayinya di gendong oleh wanita yang tak dia kenal, "pak Hars, siapa wanita ini?" tanya Mei.
"maaf nyonya, dia adalah sekertaris baru tuan, dia datang untuk membantu menjaga tuan muda Ben," jawab pak Hars kepala pelayan rumah Carter.
"mana Nani yang selama ini menjaga Ben dan Sam, kenapa bisa Sam makan makanan yang ada jamur di dalamnya, bukankah semua pelayan di rumah ini tau tentang kondisinya," kata Mei pada pak Hars.
"maaf nyonya, ini kesalahan saya, untuk Nani yang merawat dua tuan muda, dia sudah mengundurkan diri," jawab pak Hars.
"apa? kenapa Daddy membiarkan itu?" kaget Mei.
"mommy ...." panggil Sam yang melihat raut wajah Mei yang tiba-tiba sedih dan kecewa.
"maaf, kalian jadi melihat mommy marah, ayo sekarang kalian berdua Istirahat, dan mommy akan segera membuatkan makanan untuk kalian."
"baik mommy," jawab Sam dan Neji.
pak Hars pun tak mengira jika Mei akan pulang secepat ini, sedang wanita itu melihat Mei yang pergi menjauh.
"sekarang nona sudah bisa pulang, dan tak perlu datang lagi, karena ibu dari ketiga orang tuan muda sudah pulang," kata pak Hars.
"tapi perintah tuan," jawab wanita itu yang tak ingin pergi dari rumah mewah itu.
"anda sudah tak di butuhkan lagi, dan ingat ini, jangan berani berpikiran picik terhadapku, karena aku bisa saja merusak wajah cantikmu itu jika berani melukai ketiga putraku lagi," kata Mei yang keluar dari kamar Sam.
wanita itu pun tak mengira akan melihat istri dari Ron, yang selama ini terus bersembunyi dari publik.
"baik nona," jawab wanita itu.
"bukan nona, tapi nyonya Ronald Reagan Carter, ingat itu," kata Mei.
wanita itu pun mengangguk dan segera pergi, "Kenapa kalian tak ada yang melaporkan semuanya, aku baru pergi seminggu, tapi perubahan ini terlalu besar."
"maaf nyonya, tuan besar melarang, beliau tak ingin menganggu pekerjaan nyonya di Indonesia," jawab pak Hars.
"tapi ini yang terakhir kali pak Hars, aku tak ingin Sam makan-makanan yang tak jelas, karena anda tau penyebabnya," kata Mei pada kepala pelayan itu.
"iya nyonya, maafkan keteledoran saya," kata pak Hars.
"sudahlah pak, maafkan aku yang terlalu buruk dan tidak sopan pada anda, aku hanya takut akan terjadi masalah lagi pada Sam," kata Mei.
pak Hars pun hanya mengangguk, dia tak menyalahkan Mei karena wanita itu hanya melindungi putranya.
malam ini Mei pun membuatkan makanan kesukaan dari Sam dan Neji, dia juga sedang berusaha menyusui bayi Ben lagi.
meski seminggu ini dia pergi, ASI miliknya tetap begitu banyak, bahkan dia sempat menyumbangkan asi itu untuk anak kurang beruntung.
bayi Ben pun terus menyentuh wajah Mei, dan menatap dengan mata biru miliknya.
"apa kamu mengenali mommy sayang, ingat Ben jika besar jadilah seperti Daddy, semua sikap lembutnya, keberaniannya, kepintarannya, serta kepemimpinannya," gumam Mei.
"aku juga mau seperti Daddy, my Daddy is my Hero," kata Sam.
"iya sayang, kalian bertiga pasti bisa karena kalian adalah putra-putra kelurga Carter," jawab Mei tersenyum.
dirumah sakit, operasi berjalan lancar, dan Ron masih mendapatkan perawatan untuk observasi pasca operasi.
tapi dokter mengatakan tak akan ada masalah pada Ron, karena luka Ron itu tak terlalu parah, hanya benturan dan juga patah tulang kaki.
Mei pun sudah mendapatkan pesan dari Widya tentang kondisi dari Ron, dia pun hanya bisa berdo'a dari jauh.
karena dia tak bisa meninggalkan ketiga putranya saat ini, apalagi bayi Ben yang masih butuh perhatian khusus darinya.
para wartawan langsung mengerumuni Fred yang keluar untuk memberi klarifikasi.
"tuan bagaimana kondisi tuan Ron, apa parah, kami dengar tuan Ronald kritis dan tak akan selamat," tanya seorang wartawan.
Fred pun menarik wartawan itu dan menatapnya tajam, "jangan berani mengatakan omong kosong tentang tuan besar, karena dia baik-baik saja, dan operasinya berjalan lancar," kata Fred melepaskan wartawan itu.
"benarkah? sebuah mukjizat tuan Ron bisa selamat dari kecelakaan mengerikan itu, bahkan mobilnya ringsek parah," kata seorang wartawan lain.
"kalian lupa, tuan Ron memiliki pelindungnya sendiri, dan masih ada keluarga yang terus berdo'a untuknya, jadi tak akan ada bahaya yang bisa mengancamnya, jadi ini saja yang bisa saya sampaikan untuk saat ini," kata Fred yang kemudian pergi meninggalkan pra wartawan.
para pengawal juga siap berjaga di depan rumah sakit, bahkan Arnold memberikan pengobatan gratis dan ganti rugi untuk para pasien yang merasa terganggu oleh kerumunan wartawan di luar rumah sakit.
keesokan harinya, Mei sudah bersiap menuju ke rumah sakit bersama bayi Ben, karena mereka juga harus melakukan pemeriksaan rutin.
tapi mobilnya langsung di serbu oleh kerumunan para wartawan, karena mereka ingin melihat istri dari seorang Presdir perusahaan terkenal itu.
apalagi selama ini Ron terus menyembunyikan istri dan anak-anaknya.
"ah Avi... ini bagaimana aku dan bayi Ben akan masuk, mereka terlalu menakutkan," kata Mei.
tak di duga, rombongan pria berbaju hitam datang dan membukakan jalan untuk Mei.
Arnold datang dan membuka pintu, dia juga menutupi wajah Mei dan bayi Ben dengan jasnya, setelah itu mereka bergegas masuk ke dalam rumah sakit.
"baru kali ini aku melihat mereka begitu banyak, aku juga baru tau jika pengusaha pun bisa menjadi berita hangat untuk mereka."
"suamimu itu bukan pengusaha biasa mommy, sekarang segeralah ke ruang dokter untuk memeriksa paman kecil ku ini," kata Arnold tertawa geli.
"hentikan mengatakan itu, karena sangat menggelikan saat mendengar dari pria seperti mu," jawab Mei tertawa.
bayi Ben pun di periksa semua saraf motorik dan di pantau perkembangan yang terjadi pada bayi Ben.
setelah selesai, Mei pun bergegas ke ruangan rawat suaminya, tapi dari luar terdengar suara teriakan keras dari ruangan itu.
saat masuk Mei pun terkejut melihat Ron yang sedang mengamuk, "Widya, aku titip Ben," kata Mei memberikan putranya itu.
Widya pun mengendong bayi itu, setelah itu Mei pun berlari dan memeluk Ron dengan erat.
"lepaskan aku, lepaskan, kamu pergi dari sini, aku tak ingin melihat mu lagi," sarkas Ron sambil mencoba melepaskan pelukan Mei.
"tidak akan, aku ingin terus disini bersamamu," jawab Mei sambil bertahan.
Fred, Arnold serta beberapa perawat mundur saat melihat itu, "aku bilang lepaskan, kamu lebih baik pergi," kata Ron berhasil mendorong Mei hingga terjatuh.
"nyonya," panggil Fred ingin membantu.
"tidak Fred, tidak ada yang boleh menyentuhku," sarkas Mei.
Mei pun mengambil pisau buah di meja, dan memberikan pada Ron.
"bunuh aku, setidaknya aku tak akan merasakan di buang lagi, untuk apa aku hidup jika tak ada seorang pun yang menginginkan diriku," kata Mei mengarahkan pisau itu ke lehernya, dan sudah melukai hingga mengeluarkan darah.
Ron pun menatap wanita di depannya itu, "lakukan!" teriak Mei dan berbarengan dengan tangisan bayi Ben di gendongan Widya.
"tidak bisa," jawab Ron membuang pisau di tangannya.
Mei pun langsung memeluk Ron begitu erat, bahkan keduanya kini saling menangis.
"jangan membuangku lagi, aku tak akan bisa hidup jika suamiku membuangku dan berpaling dariku ...."
sukses.....semangat
mksh
sukses....semangat
mksh
biar kebuka kedok widya,,,
Dan mei bisa balikan dgn david
ron jg penjahat
orang baik mah harusnya gak nyulik kek gt, mey jelas punya keluarga malah diculik.
parah gilak
coba dia ga bawa pergi si mei, david jelas berubah baik kok.
maling treak maling ini mah namanya