Asyifa adalah seorang gadis yatim piatu yang hidup bertiga dengan kedua adiknya. Sebagai anak sulung, dia bertanggung jawab membesarkan kedua adiknya, setelah ayah dan ibunya meninggal akibat kecelakaan hebat saat pulang dari berjualan.
Suatu hari dia terlibat skandal dengan teman satu kelasnya, teman yang juga dia kagumi dalam diam.
Sebab skandal tersebut, dia harus kehilangan beasiswa dan menuntutnya untuk keluar dari sekolah favorit tersebut.
5 tahun kemudian, dia dipertemukan dengan teman sekelasnya dengan kondisi yang berbeda.
Tetapi cinta yang dulu pernah singgah... ternyata masih tetap menetap tanpa bisa terungkap.
Bagaimana kisah selanjutnya...
selamat membaca guys... semoga kalian terhibur...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CINTA YANG TERPENDAM
" Jika semua yang ku ungkapkan hanya di jadikan bahan perdebatan, maka diam dan menelan sendiri apapun yang aku rasakan... "
Asyifa berdiri di teras berteman dengan temaramnya bulan purnama.
Di depannya ada secangkir teh hangat sebagai pelengkap renungannya...
" Huffffff" suara helaan nafas panjang sesekali terdengar...
" Aku tidak akan mengharapkan kehadiranmu... Aku hanya ingin bekerja dengan tenang tanpa gangguan..." Asyifa berbicara pada semikir angin yang berhembus.
" Aku pernah berdosa... Pernah melakukan hal yang sangat tercela... Bahkan aku sudah menerima hukuman atas kesalahanku... Tapi... Mengapa hingga detik ini tidak ku rasakan sebuah ketenangan..." lanjut Asyifa dengan tetap memandang rembulan.
" Cinta???" Asyifa tertawa... Menertawakan dirinya sendiri.
" Bahkan untuk mencintai dalam diam aku tidak berhak dan tidak pantas... " gumam Asyifa...
Asyifa menatap foto dalam genggamannya... Foto yang pernah dia ambil secara diam diam beberapa tahun lalu sebelum kepergiannya.
" Aku tidak akan membuang rasaku... Tetapi cukup aku dan Tuhan yang tahu... " lirih... Asyifa.
Di balik jendela yang terbuat dari kayu... Radit melihat kakaknya yang tertawa, tersenyum dan menangis dalam waktu yang bersamaan.
"Siapa sebenarnya yang membuatmu terluka mbak..." gumam Radit.
" Aku harus segera lulus dan mencari kerja , agar mbak Syifa tidak lagi bekerja keras. Setelah itu... Kan ku cari siapa laki laki itu... Laki laki yang mampu membuat mbak Syifa tertawa dan menangis bersamaan." lanjut gumaman Radit.
Radit segera membaringkan tubuhnya di samping Bayu. Di warung terdapat 2 busa tipis, 1 dekat jendela untuk tidur Asyifa, 1 lagi mepet dinding berjarak 1 meter untuk tidur Radit dan Bayu. Hanya busa tipis tapi mereka cukup bersyukur.
Asyifa menarik nafas panjang... Melihat foto tersebut sebentar... Lalu kembali memasukkan kedalam dompet mini miliknya.
Dia masuk kedalam rumah dan melihat kedua adiknya telah terlelap. Lalu dia merebahkan diri di tempatnya...
Dimalam yang sama tetapi di lain tempat... Arka masih berbincang dengan evan.
" Kamu kapan ada rencana pulang Ar?" tanya Evan.
" Belum ada rencana, malas ketemu si Yumna" jawab Arka.
" hahaha dia masih agresif ya?" Lanjut evan.
" Ya, kamu tahu sendiri, membuat aku semakin ilfil padanya. Beruntung mama memahamiku, dan mendukungku menjauh" kata Yamka.
" Lalu... Bagaimana hubunganmu dengan Asyifa?, dia selalu ketakutan berhadapan denganmu, dan... Kelihatannya dia menyukaimu." Evan berkata sambil menyeruput kopi di depannya.
" Asyifa???" Arka tidak menjawab langsung... Dia hanya terdiam.
Ingatan Arka menerawang kembali di setiap momen pertemuannya dengan Asyifa.
" Dia hampir di lecehkan Andre" jawab Arka.
" Ha?? Di lecehkan?, dimana?, kok kamu bisa tahu?" beruntun pertanyaan di lontarkan evan pada sahabatnya itu.
" Aku tidak sengaja memergoki Andre berusaha mencium Syifa di parkiran perusahaan, malam setelah kita meeting kemarin. Lalu aku mengantarkan Syifa pulang dalam keadaan gemetar, tetapi Asyifa aman... Dia melawan malam itu. Tetapi... Aku khawatir di hari hari selanjutnya. " Arka menjelaskan..
" Andre pendendam dan egois, apa yang melatarbelakangi dia menggoda Asyifa?, selera Andre wanita berkelas, maaf ... Bukan maksudku menghina Asyifa, tetapi wanita biasa.... Yang bekerja sebagai office girl .... Pasti ada alasan Andre melakukan hal itu. " Evan ikut menjabarkan tentang siapa Andre.
" Ini akan menjadi masalah buat Evan dan kamu Ar" lanjut Evan.
" Dia tidak akan berani menyentuhku, justru aku khawatir dengan Asyifa" kata Arka.
" cieeeee yang khawatir doi di sakiti, gitu mau menyangkal rasa" goda Evan.
" sialan, aku hanya kasihan... Hidupnya tambah susah berurusan dengan Andre." sanggah Arka.
"Lalu apa yang membuat Andre meradang pada Asyifa?" tanya Evan.
" Pasti karena dia tidak terima Asyifa tidak sengaja menumpahkan air pada kemejanya." jawab Arka.
" Astaga nagasaki.... Cuma air doang" kata Evan.
" Dia malu pastinya, sampai langsung mengejar Asyifa. Sudahlah... Ngapain bicara tentang Asyifa terus." lanjut Arka.
" Tapi kamu suka kan Ar...." Evan kembali menggoda Arka.
Arka hanya menggeleng kepala... Dia tidak merasakan hal itu, dia mendekati Asyifa hanya untuk menyerahkan amplop. Tidak lebih.
"Entah takdir atau hanya kebetulan, setelah sekian lama... Kami di pertemukan di sini. Bahkan jauh dari ibu kota" hembusan nafas Arka terdengar halus saat berkata.
" Kamu benar benar tidak ingin mendekatinya?" tanya Evan.
Arka menggeleng. Entahlah... Arka bingung dengan apa yang di rasakan... Dia tidak pernah sekalipun menjalin hubungan dengan seorang wanita.
" Aku yang mendekati aja, dari pada di sini jadi jomlo, lumayan buat teman chat." kata Evan.
" Sialan, Sinta mau kamu kemanakan? Demen kok nyakitin orang" jawab Arka sambil berlalu meninggalkan tempat nongkrong mereka.
" Eh Ar tunggu, kopi ku belum habis. Dasar tuyul, main ninggalin gitu aja." Evan meletakkan uang di meja dan berlari mengejar Arka.
Arka masuk ke mobil di sisi sebelah kiri, sedang Evan menggerutu... Dia paham bahwa itu kode dia yang di suruh menyetir mobil.
" Nasib hidup numpang.... Gini amat menderitanya gustiiii" gerutu Evan.
" Kalau nggak mau ya sudah, keluarlah, biar aku pulang sendiri." kata Arka.
" iya iya tuyul, cek.... Kejam amat... Pantes jadi jomblo akut gak laku laku." gerutu Evan lagi.
" Vaaaaan...." Arka sudah bersiap untuk mengeluarkan Evan dari mobilnya.
" iyaaa iya iyaaa" Evan langsung menancap gas.
Sampai di rumah Arka, Evan langsung masuk tanpa di minta.
Sebenaranya Evan memiliki rumah kontrakan sendiri, tetapi karena merasa kesepian, akhirnya dia keseringan numpang di rumah Evan.
Arka dan Evan adalah teman satu kelas dan satu meja saat SMA, lalu mereka kuliah di kampus masing masing. Dan dipertemukan di perusahaan yang sama.
Itu sebabnya sedikit banyak Evan tau peristiwa memalukan yang terjadi beberapa tahun silam.
" Kamu akan merasakan cinta itu saat dia menjauh Ar..." kata Evan.
" Bahkan aku masih enggan melihat wajahnya, tetapi entah kenapa setiap melihatnya aku merasa kasihan... " jawab Arka.
Evan tersenyum tipis mendengar ucapan Arka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih ya manteman.... Kalian sungguh sangat berarti bagiku.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya.... Semoga kakian sehat dan lancar rizkinya. Aamiin...
syifa sdh mngatakn ber kali".... untuk mnyudahi prnikahan kalian... agr kalian tak saling mnyakiti....
up bnyak"
capek mncintai sendirian... wloupun arka sbg suami sangt bertanggung jawab.....
untuk arka.... yakin km bneran g ada cinta untuk syifa.... yakin cinta sdh g pnting.....
ms iya km bisa mnjalani prnikahan dgn syifa smpe saat ini tnpa km merasakn cintamu untuk syifa🤔🤔🤔