NovelToon NovelToon
DIBALIK EMOTICON CINTA 1515 (END OF LOVE STORIES)

DIBALIK EMOTICON CINTA 1515 (END OF LOVE STORIES)

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / TimeTravel / Supernatural / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:118.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sis Fauzi

Sekuel III Novel DEC 1515. Ini cerita dunia pendekar, intelijen dan petualangan cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sis Fauzi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 31 BUNGA TIDUR

EPS 31 BUNGA TIDUR

Sore itu angin bertiup begitu kencang, mendorong permukaan air laut menjadi bergelombang. Suaranya bergemuruh meluruhkan hati. Langit yang sejak pagi begitu cerah, mendadak menjadi gelap. Bahkan gerimis rintik-rintik sudah mulai turu. Para nelayan yang tadinya siap melaut, dengan terpaksa mengurungkan niatnya. Mereka biasa membaca mantra-mantra alam, dalam pekerjaan yang menjadikan nyawa sebagai taruhannya. Ada tanda-tanda mistis yang semua orang mengetahuinya, kecuali nelayan seperti mereka.

“Malam ini kita tidak usah turun ke laut. Aku menangkap suasana yang berbahaya,” ujar Dimun salah satu nelaan yang dituakan.

“Kau benar kang, Rupanya perasaan Kanjeng Ratu malam ini sedang tidak baik-baik saja,” sahut temannya Kuseri.

Kendati terkenal akan keindahannya, mereka juga tidak bisa memungkiri bahwa cerita mistis dan mitos di wilayah Pantai Selatan adalah sesuatu yang nyata. Sebagai orang-orang yang setiap saat bersentuhan dengan laut, mereka cukup paham untuk mengerti hati dan perasaan penjaga laut selatan, Nyi Roro Kidul dan Patih sekaligus panglima perangnya, Nyai Blorong. Mereka bahkan lebih takut kepada sang Patih daripada sang Ratu.

Sosok panglima perang yang sangat sakti dan ditakuti musuh-musuhnya. Dibalik kejayaan kerajaan Laut Selatan dan kebesaran nama Nyai Roro Kidul, ada peran Nyai Blorong di dalamnya. Dia berhasil membangun angkatan perang Kerajaan Pantai Selatan yang sangat kuat dan ditakuti. Hampir seluruh raja siluman yang menguasai beberapa tempat baik di darat maupun di laut berkiblat kepadanya.

“Baiklah Ken Darsih. Mulai malam ini kau kuangkat menjadi senapati perang Kerajaan Laut Kidul di wilayah Darat. Kedudukanmu setara dengan Blorong,” demikian maklumat dari Nyi Roro Kidul, penguasa kerajaan Laut Selatan melalui pesan suara.

Angkatan Perang Kerajaan Laut Kidul didominasi oleh pasukan perempuan yang sangat kuat dan terlatih baik secara ilmu fisik maupun mistisnya. Pasukan ini sangat terkenal akan kekuatannya dan kekejamannya terhadap para musuh sehingga kerajaan Laut Kidul tersebut bisa eksis dari selama berabad-abad. Maklumat itu juga mentasbihkan agar seluruh raja-raja Jin dan Siluman di daratan untuk tunduk kepada panglima perang mereka yang baru.

Sebagai Panglima Perang Ken Darsih di anugerahi bermacam kekuatan yang semakin membuat kesaktiannya semakin tinggi. Kalau Nyai Blorog di beri kekuatan ular maka Ken Darsih diberi kekuatan siluman naga. Ada tiga elemen yang menopang kekuatan naga yaitu kekuatan api, kekuatan racun dan kekuatan netrawisa. Kedua matanya bias mengeluarkan sinar berwarna hitam ke abu-abuan yang sangat panas dan beracun.

“Lampiaskan dendam yang ada di dalam hatimu Senapati. Aku tidak akan menugaskanmu untuk mengumpulkan manusia-manusia lemah supaya menjadi pengikutku. Tugasmu adalah menghabisi setiap manusia yang mencoba melawanku,” ujar Kanjeng Ratu.

Ken Darsih hanya terdiam tanpa mereaksi keinginan Nyi Roro Kidul. Tubuhnya berdiri kokoh, bertumpu pada dua kakinya dalam posisi tegak sempurna. Dia tidak begitu peduli, karena dia tidak merasa harus tunduk kepada siapapun. Yang paling penting baginya adalah menuntaskan dendam ibunya kepada Somawangi, dan membalas kekalahannya melawan Miryam, perempuan jadul tapi mempesona itu.

***

Ken Darsih menerjang dengan cakar terayun ke arah leher Miryam. Kembang Jalatunda itu menyambut serangan itu dengan tangannya. Gerakan kedua perempuan itu sangat cepat. Hanya orang-orang berilmu tinggi yang mampu melihatnya.

‘TRANG!!’

Cakar baja yang penuh racun mematikan milik Ken Darsih berbenturan dengan tangan lembut Miryam. Terlihat percikan api menyambar kesana kemari. Kulit Miryam yang lembut sama sekali tak terluka. Tubuh Miryam pernah mendapatkan anugerah Mata Dewa dari Eyang Karangkobar, sehingga tubuhnya kebal dari segala senjata dan anti racun juga.

Sesaat kemudian keduanya terlibat

pertempuran hebat. Kedua tubuh perempuan bidadari itu sudah tak terlihat, terselubung oleh asap hitam penuh racun yang keluar dari mulut Ken Darsih. Dibalas dengan kekuatan Geni Sawiji berupa kilatan api yang sangat panas yang merontokkan kekuatan racun itu.

Hiyaaa!!

Ssshhh!!

Pertarungan dua pendekar bidadari itu terus berlangsung dengan sengitnya. Dari mulut KenDarsih keluar sinar berwarna abu-abu tua yang begitu pekat, yang panas dan beracun. Kedua cakarnya yang sekuat baja mengeluarka asap hitam berisi racun naga yang sangat mematikan. Siapapun yang menghirupnya dipastikan mati dengan kulit mengering wajah membiru.

Ken Darsih adalah manusia setengah siluman. Dia sebenarnya anak Miryam sendiri yang saat masih remaja di rudapaksa oleh siluman ular kyai Badranaya. Sebagai manusia setengah siluman, kekuatannya jauh lebih dahsyat dari siluman itu sendiri. Bahkan ayah kandungnya, kyai Badranaya, juga berhasil dibunuhnya dalam sebuah pertarungan.

Sementara Miryam mengeluarkan kekuatan Tirtanala yang membekukan sekaligus menghancurkan untuk menangkis serangan sinar panas dan beracun milik si Dewi Ular. Dia mengibaskan lengan jubahnya, seketika hawa dingin yang membekukan menyebar, membentuk dinding pelindung yang membuat kekuatan sinar Ken Darsih rontok. Sedangkan kedua matanya mengeluarkan ajian Geni Sawiji, berapi dua larik sinar berwarna merah yang membakar kekuatan racun asap yang keluar cakar Ken Darsih.

Miryam adalah pendekar yang sempurna. Disamping Tirtanala dan Geni Sawiji, tubuhnya juga dianugerahi kekebalan terhadap senjata dan anti racun. Itu terjadi sejak tubuhnya disirami sinar Mata Dewa yang keluar dari mata Eyang Karangkobar. Karena itulah, meskipun berkali-kali, cakar Ken Darsih menyentuh kulitnya yang lembut, dia sama sekali tak terluka.

“Hiyyaaa!!”

“Ssshhh!!

“Trang!”

Kilatan api setinggi limabelas meter terlihat terpancar ke udara begitu kedua kekuatan itu bersentuhan. Inilah sesungguhnya pertarungan antara hitam dan putih, antara kekuatan siluman dan kekuatan para dewa yang diyakini manusia-manusia jadul. Pertarungan dua kekuatan yang berbeda kutub dan aliran.

Keduanya sama tangguhnya, kekuatan mereka hampir sama. Tapi Miryam lebih bisa menjaga emosinya. Ken Darsih yang terbawa keinginan untuk membalas denda masa lalunya kepada keturunan Jalatunda terjebak oleh kemarahannya sendiri. Dengan penuh semangat cakarnya menyerang lurus kea rah jantung Miryam. Perempuan jadul tapi mempesona itu membiarkannya. Saat ujung cakarnya menyentuh kulit tubuhnya, Miryam menyalurkan kekuatan inti api lewat dadanya.

“Aakh!”

Ken Darsih terkesiap kaget. Ujung kukunya seperti tersengat hawa yang sangat panas. Seketika dia menarik cakarnya. Tapi kelengahan yang setengah detik itu berakibat fatal. Dengan gerakan sangat cepat, tangan Miryam menangkap cakar Ken Darsih yang cukup panjang itu. Menyalurkan kekuatan inti api lewat ajian Geni Sawiji. Daya bakarnya terasa merambat ke dalam tubuhnya, merasuk ke dalam darah dan sum-sum tulangnya. Membakar segala racun yang ada di dalam tubuhnya.

k

Tubhnya terlihat terkulai lemah, menggelosoh di atas tanah. Saat Miryam bersiap menghabisi nyawanya, tiba-tiba datang Eyang Senthir memegang tangannya.

“Cukup Miryam. Jangan kau teruskan!” ujarnya lewat.

MK

Miryam menoleh. Wajah sang Acarya yang bersinar membuat api kemarahan di dalam hatinya langsung padam.

“Kenapa Eyang?”

“Dia anakmu.”

Miryam langsung terbangun. Dibukanya matanya lebar-lebar, mencari keberadaan Eyang Senthir, tapi dia tidak menjumpai siapapun di dalam kamarnya.

“Ah, ternyata hanya mimpi,” batinnya sambil tersenyum.

Ah, Acarya selalu bisa mendinginkan hatinya yang bergejolah terbakar api kebencian. Tapi mengapa dia mengatakan kalau gadis itu anakku? Miryam menggeleng-gelengkan kepalanya. Ah, tidak mungkin. Dia tidak pernah mengandung sebelumnya. Pasti mimpinya kali ini hanyalah bunga-bunga tidur, bukan petunjuk yang harus di jalani.

1
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Elisabeth Ratna Susanti
maaf baru sempat mampir di 😍sini
nonk sa
semua bahagia
nonk sa
semua dah kumpul nih?
nonk sa
Dandung....
nonk sa
semangaaaaattttt
nonk sa
blar! hancur hstiku
nonk sa
mantap
nonk sa
sedih banget
nonk sa
membayangkan salju diatas bukit kethileng wow
nonk sa
semangaaatttt
nonk sa
Dandung ketemu lawan..kkk
nonk sa
wah lengkap banget novelnya
nonk sa
opppaaaa pranaja
nonk sa
selamat marcon
nonk sa
Wow! perang modern dan prasejarah
nonk sa
padang kurusetra
nonk sa
sukaaaa
nonk sa
ceritanya asik. beda dengan yg lain
nonk sa
cinta sejati, tak pernah mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!