Setelah 2 tahun menikah, akhirnya Amira dan Raihan pun di karuniai sepasang bayi kembar.
Kebahagiaan mereka pun semakin lengkap dengan hadirnya kedua malaikat kecil mereka itu.
Bagaimanakah kelanjutan dari keluarga bahagia Amira dan Raihan????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DianPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31 - Tuan Muda & Nona Muda Kecil Part 3
Raihan terbangun dari tidurnya dengan wajah yang sudah di coret - coret menggunakan Make - up milik Amira. Raihan yang tidak sadar dengan wajahnya pun seperti biasanya dengan santai berjalan menuju ke kamar mandi melewati meja rias tanpa melihat ke arah cermin.
...*************...
Di dalam kamar mandi, Raihan terlebih dahulu berdiri di sebuah wastafel dengan cermin besar di hadapannya. Raihan awalnya masih terlihat sangat mengantuk belum menyadari coretan di wajahnya. Ketika Raihan mulai sadar dan membuka matanya lebar - lebar, betapa terkejutnya ia melihat wajahnya sudah seperti kanvas lukisan.
"Aaahhhh,"
"Kenapa wajahku jadi begini,"
"Hmmm...ini pasti kerjaannya Affandra dan Azkadina,"
"Astaga untung saja aku tidak keluar dalam keadaan seperti ini,"
"Apa coba kata orang nanti,"
"Seorang Raihan Mahendra kok jadi seperti ini,"
Raihan pun menghela nafasnya dan mulai membersihkan wajahnya terlebih dahulu. Lalu, dirinya pun baru masuk ke kamar mandi utama untuk membersihkan dirinya.
...***************...
Singkat cerita, Di ruang makan terlihat Affandra dan Azkadina yang sudah duduk di dekat Meja Makan.
"Tuan Muda, Nona Muda, mau makan apa untuk sarapan hari ini,"
"Bagaimana kalau steak," ( Azkadina )
"Dina, adik abang tersayang. Dina tidak boleh makan daging terus karena nanti Dina bisa jadi gemuk," ( Affandra )
"Bagaimana jika salad saja kan lebih sehat," ( Affandra )
"Salad tidak enak, Azkadina tidak suka dengan sayur," ( Azkadina )
"Tapi Mama bilang kita harus lebih banyak makan sayur dan buah di masa pertumbuhan," ( Affandra )
"Dan Mama tidak lagi ada di rumah hari ini, Andra. Jadi, Dina bisa makan apapun yang Dina mau. Andra tidak boleh melarang Dina makan apapun yang Dina mau hari ini," ( Azkadina )
"Baiklah terserah kamu saja palingan juga nanti kamu akan di marah sama Mama karena tidak mau makan sayur dan lebih memilih makan daging," ( Azkadina )
"Hmmmm....Baiklah Azkadina akan coba makan sayur tapi juga harus ada daging. Jadi, Bibi Pelayan tolong panggilkan Chef Martin," ( Azkadina )
"Baiklah, Nona Muda,"
"Kamu sudah lebih pintar memerintah sekarang ya, Dina," ( Affandra )
"Biarin sajalah memangnya kamu saja yang bisa memerintah di rumah ini, aku juga bisa kali," ( Azkadina )
Tak lama kemudian, seorang pelayan wanita pun datang bersama dengan seorang Chef menghampiri Azkadina dan juga Affandra.
"Nona Muda, ini Chef Martinnya," ( Pelayan Wanita )
"Terimakasih, Bibi Pelayan," ( Azkadina )
"Nona Muda dan Tuan Muda, apakah ada yang bisa saya bantu atau Nona muda dan juga Tuan Muda mau saya buatkan menu spesial untuk sarapan hari ini," ( Chef Martin )
"Chef Martin, Hari ini Azkadina lagi mau makan sayur tapi ada dagingnya juga. Apakah Chef Martin bisa buatkan makanan untuk Azkadina yang ada sayur dan juga ada dagingnya," ( Azkadina )
"Tentu saja bisa, Nona Muda. Saya akan buatkan Nona Muda menu spesial untuk sarapan hari ini sesuai dengan apa yang Nona Muda inginkan," ( Chef Martin )
Ketika Azkadina sedang mengobrol dengan Chef Martin, Suara pintu ruang makan pun terbuka. Seluruh pelayan mulai berbaris di sepanjang pintu masuk ke dalam ruang makan pertanda kalau Raihan akan memasuki ruang makan.
"Tuan Besar Muda Raihan Mahendra akan masuk ke dalam ruang makan," Teriak salah satu pelayan laki - laki yang membukakan pintu masuk ruang makan untuk Raihan.
"Selamat pagi, Tuan Besar Muda Raihan," Ucap seluruh pelayan.
"Selamat pagi semuanya, apakah Affandra dan juga Azkadina ada disini,"
"Ada Tuan Besar Muda Raihan, Nona Muda Azkadina dan juga Tuan Muda Affandra sudah ada di dekat Meja Makan,"
"Baiklah, Terimakasih,"
Raihan pun langsung berjalan menuju ke Meja Makan, Chef Martin yang melihat Raihan datang pun langsung memberikan hormat padanya dengan membungkukkan tubuhnya.
"Tuan Besar Muda Raihan," ( Chef Martin memberikan hormat )
"Papa," ( Azkadina dan Affandra )
"Ada apa ini ya, mengapa sampai ada Chef Martin disini," ( Raihan )
"Azkadina yang memanggil Chef Martin kesini, Papa," ( Affandra )
"Benarkah begitu, Azkadina. Kamu yang memanggil Chef Martin kesini," ( Raihan )
"Iya, Papa. Soalnya Azkadina mau menu spesial untuk sarapan hari ini," ( Azkadina )
"Baiklah kalau begitu, Chef Martin segera buatkan makanan yang diinginkan oleh Azkadina dan juga Affandra," ( Raihan )
"Baik, Tuan Besar Muda Raihan," ( Chef Martin )
"Kalau begitu apakah Nona Muda atau Tuan Muda ingin menambah pesanan lagi," ( Chef Martin )
"Sepertinya cukup itu saja soalnya Azkadina tidak boleh makan terlalu banyak nanti dia jadi gemuk," ( Affandra )
"Ih abang, Dina marah sama abang. Gak kawan kita karena abang selalu bilang Dina gemuk," ( Azkadina )
"Memang kenyataannya kok kalau Dina semakin gemuk," ( Affandra )
"Enggak," ( Azkadina )
"Sudah, Sudah, Sudah, Jangan bertengkar lagi. Chef Martin segera buatkan makanannya ya," ( Raihan )
"Baik, Tuan Besar Muda Raihan. Kalau begitu saya permisi dulu ya," ( Chef Martin )
"Iya silahkan," ( Raihan )
Chef Martin pun pergi meninggalkan ruang makan. Sementara Raihan langsung duduk di kursinya. Azkadina dan Affandra mulai terdiam saat melihat Raihan menatap tajam ke arah mereka berdua.
"Andra, apakah Papa tau kalau kita yang mencoret wajahnya," ( Azkadina )
"Sepertinya Papa akan marah sama kita, Dina," ( Affandra )
"Bolehkah aku pergi dari sini sebelum Papa marah," ( Azkadina )
"Kamu jangan lari dari kesalahan kamu dong, Dina. Jangan mentang - mentang aku abang jadi aku harus menanggung semua kesalahan kamu," ( Affandra )
"Bukannya katanya kalau jadi abang itu artinya harus siap di marahi oleh Papa dan Mama karena menyembunyikan kesalahan adiknya," ( Azkadina )
"Kamu mendapatkan kata - kata itu darimana, Dina. Tidak ada ya kata - kata seperti itu, yang ada itu kalau kita berani berbuat itu artinya kita berani bertanggung jawab," ( Affandra )
"Baiklah, Andra," ( Azkadina )
"Kalian berbisik apa, Papa mendengarnya loh," ( Raihan )
"Hmmm...tidak ada Papa, Andra dan Dina tidak lagi berbisik apapun," ( Affandra )
"Iya Papa, benar kata Andra. Dina sama Andra gak ada berbisik apapun," ( Azkadina )
"Baiklah kalau begitu, sekarang Papa ingin kalian berdua berkata jujur pada Papa dan meminta maaf atas kesalahan kalian berdua," ( Raihan )
"Maaf Papa, Dina sama Andra hanya ingin bermain saja," ( Azkadina )
"Lalu, kamu Affandra," ( Raihan )
"Andra hanya ikut ide Dina saja kok, Pa," ( Affandra )
"Maaf ya, Pa," ( Azkadina dan Affandra )
Affandra dan Azkadina memasang ekspresi wajah yang sangat imut sehingga Raihan tidak tega untuk memarahi kedua anaknya itu.
"Hmmmm...Baiklah, Papa akan memaafkan kalian berdua. Tapi ingat tidak boleh nakal lagi,"
"Baik, Papa,"
Tak lama menunggu, Chef Martin bersama dengan beberapa pelayan pun akhirnya datang menghidangkan beberapa menu makanan luar negeri.
"Silahkan di nikmati," ( Chef Martin )
"Wah, sepertinya enak," ( Azkadina )
"Ada Dimsum, kalau tidak salah Dimsum ini adalah makanan yang pernah kita makan waktu di Hongkok kan, Pa," ( Affandra )
"Iya, Andra. Kamu sangat pintar sekali," ( Raihan )
"Silahkan di nikmati makanannya jika ada yang ingin saya buatkan lagi, silahkan tinggal panggil saya lagi dan akan saya buatkan lagi makanannya sesuai keinginan," ( Chef Martin )
"Saya rasa semua makanan ini sudah cukup. Kamu boleh pergi sekarang martin,"
"Baiklah, Tuan Besar Muda Raihan,"
Chef Martin berserta beberapa pelayan itu pun pergi dari Ruang Makan. Sementara Raihan, Affandra, dan Azkadina pun mulai menikmati makanan yang sudah di hidangkan di atas meja makan.
Silahkan baca cerita author di akun kedua author ya, ada After Divorce dan juga Me and My Boss. Sebisa mungkin author aku selesaikan dua cerita itu.
Untuk yang ingin tau cerita author di lapak lain, Author telah menulis satu cerita yang berjudul Samudra Cinta Sekar. Cerita ini ada lapak K..B..M App. jadi jangan lupa mampir ya.