Ini bukan sebuah legenda, maupun reinkarnasi. Ini adalah awal dari perjalanan Kaisar Alam Semesta ke Alam Yang lebih rendah, yang belum pernah mengenal siapa penguasa yang sesungguhnya.
Yu Zhou adalah nama pemberian dari ketiga Seniornya, karena memang dialah Yu Zhou huangdi Sang Kaisar Alam yang sesunggunya.
Saksikan dan ikuti kelanjutan perjalanan Yu Zhou huangdi keseluruh alam semesta.
Cerita ini fiktif belaka, jika ada alur maupun kesamaan dari tokoh pemeran utama, itu bukan unsur kesengajaan, itu memang asli dari Imaginasi Author, Salam persahabatan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jonson pasaribu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31. Pertahanan Array Formasi Memicu Emosi lawan.
Boommmmm..!!! Duaaaaarrrr...!!! terdengar keras suara letupan yang mengguncang seluruh bangunan sekte Pedang Naga, termasuk gua rahasia para leluhur tempat pijakan sibocah Yu Zhou saat ini.
"Lapor Pemimpin..!!! kita telah diserang." lapor seorang murid inti sebelum Yu Zhou dan pera leluhur memulai pertandingan.
Saat itu juga Pemimpin Tuo Li langsung mengalihkan tatapannya kepada para leluhur dan Yu Zhou, seakan meminta kepastian maupun jawaban untuk menyambut serangan yang telah mengguncang Sekte.
"Apa lagi yang kita tunggu..???" ucap Yu Zhou langsung melesat pergi menuju gerbang utama sekte.
"Dasar bocah gila..!!!" Aishhh..desah salah satu leluhur sambil bergerak cepat mengikuti arah kepergian sibocah, begitu juga para leluhur lainnya, dan Pemimpin Tuo Li serta kedua Ketua yang bersamanya.
Dilokasi menara pemantau, sudah berkumpul para Tetua Sekte serta sibocah Yu Zhou yang baru saja tiba yang juga diikuti para leluhur serta Pemimpin Sekte dari arah belakang, setelah kemunculan si bocah.
Tanpa menghiraukan kehadiran para leluhur serta Pemimpin Sekte, Yu Zhou langsung menanyakan berapa kira kira banyak jumlah musuh yang datang meyerang, kepada para tetua yang berada di sampingnya.
"Jumlah musuh setidaknya ada 10 ribu jiwa Zhou'er." jawab sang Tetua kepada sibocah.
"Hahaha..!!!" Aku yakin mereka akan menyesal, ucap Yu Zhou dalam hatinya.
"Bagaimana Zhou'er,..???" apa kami para orang tua ini harus turun tangan nak ???" tanya salah satu leluhur.
"Baik..!!!" ucap Yu Zhou singkat sambil bergerak dibarisan terdepan dekat ketiga Seniornya yang sudah bersiap siap untuk melakukan aksinya sesuai rencana.
Diarah barisan terdepan musuh, terlihat beberapa tetua dari bangsawan keluarga Mu serta ketua rombongan dari Sekte Tengkorak Hitam dan ketua rombongan dari Sekte Bulan Darah. Namun sebagai pemimpinnya adalah Ketua kepala keluarga bangsawan Mu, yakni Patriak Mu Xing.
"Sebelum Sekte Pedang Naga dibumi hanguskan, aku harap kalian semua lebih baik menyerah tanpa perlawanan, dan aku berjanji kalian semua pasti akan mati tanpa penyiksaan, bagaimana apa kalian dengar tidak !!!" ungkap Payriak Mu Xing dengan pongahnya dan meremehkan kekuatan Sekte Pedang Naga.
"Pemimpin Tuo Li.., keluar kauuu !!!" dimana kau sembunyikan sibocah Yu Zhou yang membunuh anakku itu, jangan harap kalian Sekte Pedang Naga mampu menyembunyikannya." Teriaknya keras, mencari keberadaan sibocah Yu Zhou.
Whusssshhh...!!! tepat lima puluh meter jaraknya didepan Patriak Mu Xing, seorang pria muda layaknya berumur 16 tahun, walaupun usianya saat ini hampir 11 tahun, berdiri tegap tanpa takut sedikitpun dihadapan para musuh yang mencapai 10 ribu jiwa.
"Tidak Anak, begitu juga Orang tuanya, sama, tidak ada bedanya, sama sama bodoh..!!!" balas Yu Zhou tiba tiba.
"Jadi kamu yang menjebak serta membunuh Anakku dengan cara licik..!!!" Aku pastikan, aku sendiri yang akan membunuhmu untuk membalaskan kematian Anakku." ungkapnya dengan keras dan terus mengeluarkan sumpah amarahnya yang telah membara.
"Hahaha..!!!" Kamu berani..???" Ayo sini..",biar sekalian kamu orang yang pertama mendapatkan kesialan hari ini." Ucap sibocah Yu Zhou santai, bersikap tenang sambil memancing emosi lawan bicaranya.
"Kaaaauuuuuu...???"merasa diremehkan seorang bocah, dan hampir saja hilang kendali, namun tiba tiba..
"Pemimpin..!!!" jangan terpengaruh, itu hanya siasat sibocah itu, untuk menjebak pemimpin." ucap salah satu tetua mengingatkan Pemimpin Mu Xing sebagai Patriak kepala keluarga bangsawan Mu.
Terlihat ketujuh para leluhur serta Pemimpin Tuo Li, hanya bisa menggeleng kepala setelah melihat serta memdengar gaya santai sibocah Yu Zhou sambil mengeluarkan kata kata pedas, sebagai balasan kepada Patriak Mu Xing.
"Huuuuhhhh ucapan anak ini, seperti belati tajam yang mematikan..!!!" desah Pemimpin Tuo Li, namun didengar jelas para Tetua serta Ke Tujuh Para Leluhur.
"Beruntung Ayah serta para Leluhur tidak menjadi korban kekesalan Anak itu hari ini." kata Pemimpin Tuo Li dan mengarahkan tatapannya kepada Ayahnya yang bersama para Leluhur.
"Maksudmu apa Tuo'er..???" sela sang Ayah penasaran.
"Sebagai Leluhur Sekte, Ayah serta para Leluhur seharusnya berpikir jernih sebelum menerima ajakan bertarung dari anak itu, dan seperti ucapanku itu tadi, Ayah dan para leluhur masih beruntung tidak menjadi samsak tinju anak itu."
"Anak itu penuh dengan siasat yang telah diperhitungkannya, Apakah Ayah serta para Leluhur tau anak itu memasang Array Formasi perlindungan kepada kami bertiga, sebelum menunjukkan tingkat kultivasinya untuk menghajar ayah dan para Leluhur ???"
"Apaaa..???" Maksudmu dia memiliki tingkat kultivasi jauh diatas tingkat kutivasi kami..???" teriak kecut salah Satu Leluhur, sambil meminta jawaban pasti dari Tetua Agung Tuo Li.
"Ya itu pasti dan tak akan meleset, sebab kami dapat merasakan Formasi perlindungan yang dibuat anak itu begitu mudah menekan Aura tingkat kultivasi yang dikeluarkan Ayah serta para Leluhur secara bersamaan,"..Coba Ayah dan Leluhur pikir, apa kami sanggup menahan dengan mudah tekanan dari Aura tingkat kultivasi kalian secara bersamaan yang menyesakkan itu..???" ungkap Pemimpin Tuo Li sambil tersenyum kepada kelompok Ayahnya yang menjadi Leluhur di Sekte Pedang Naga.
"Begitu juga yang akan terjadi kepada Patriak Mu Xing serta Anggota keluarga bangsawan Mu dan rombongan Aliansinya itu." dengan rencana serta siasat yang telah disusunnya, Aku yakin itu semua dapat menghancurkan mereka tanpa Kita sendiri bersama sama untuk turut menghadapinya !" jelas Tuo Li kepada mereka semua yang ada didekatnya.
"Siutttt, siuuut, siutttt,..baaaammm !!!" ribuan anak panah melesat dengan cepat kearah bangunan Sekte, dan serta ratusan tombak mengarah deras kearah sibocah Yu Zhou, namun dia lebih dulu melesat mundur tepat diarea pagar pembatas sekte. Berkat Array Formasi Pertahanan yang dibuat Salah satu Seniornya serta beberapa Tetua dan murid inti yang menjadi rombongannya, semua Anak panah dan tombak yang meluncur deras meledak tanpa mengenai sasaran.
Sebelumnya banyak para tetua serta para murid sekte yang merasa tegang bercampur takut, sewaktu ribuan anak panah dan ratusan tombak melesat deras kearah mereka. Bahkan banyak para murid serta para tetua yang sudah membuat perlindungan diri untuk menghadapi datangnya anak panah sebelum mengenai mereka.
Namun setelah melihat dengan mata kepala sendiri, ribuan anak panah dan ratusan tombak itu hanya mengenai lengkunganKabut Cermin yang sangat tipis seperti bentuk separoh batok kelapa yang melingkupi sekte hampir tidak terlihat oleh mata. Semua terpana, kagum dan tak percaya, bahwa gulungan teknik array formasi yang diberikan Sibocah Yu Zhou terbukti mampu menahan ribuan anak panah yang meluncur deras sebelum mengenai pagar pembatas sekte.
"Bajingannnn.., rupanya mereka sudah membuat Array formasi pertahanan!!!" lebih baik kita menyerang langsung dari jarak dekat, sambil mengerahkan setengah pasukan gabungan yang berada diranah Emas kebawah, baru kemudian kita susul dengan mengerahkan pasukan terkuat kita,..!!!" teriak Ketua rombongan dari Sekte Tengkorak Hitam kepada Pemimpin Mu Xing.
"Pemimpin Mu, lebih baik kita serang langsung dengan jarak dekat, seperti yang di katakan si cebol itu, seberapa tahan Array Formasi itu dapat melindungi kita dari jarak dekat, aku yakin mereka akan lebih mudah kita hadapi dan membantai mereka,"..ungkap Sikurcek (sikurus ceking) Ketua rombongan Bulan darah, langsung menyetujui usulan dari Si Cebol ketua rombongan Sekte Tengkorak hitam.
"Hahaha..!!!" Apa lagi yang kita tunggu..???" Aku percayakan semuanya kepada saudara berdua." jawab Pemimpin Mu Xing dengan semangat.
"Seraaaaannnnggg..!!!"