Asyifa adalah seorang gadis yatim piatu yang hidup bertiga dengan kedua adiknya. Sebagai anak sulung, dia bertanggung jawab membesarkan kedua adiknya, setelah ayah dan ibunya meninggal akibat kecelakaan hebat saat pulang dari berjualan.
Suatu hari dia terlibat skandal dengan teman satu kelasnya, teman yang juga dia kagumi dalam diam.
Sebab skandal tersebut, dia harus kehilangan beasiswa dan menuntutnya untuk keluar dari sekolah favorit tersebut.
5 tahun kemudian, dia dipertemukan dengan teman sekelasnya dengan kondisi yang berbeda.
Tetapi cinta yang dulu pernah singgah... ternyata masih tetap menetap tanpa bisa terungkap.
Bagaimana kisah selanjutnya...
selamat membaca guys... semoga kalian terhibur...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERTEMU
Asyifa pulang dengan hati sangat bahagia, Senyum ceria tidak lepas dari bibirnya.
Sampai rumah, Bayu... Adik bungsunya menyambut kedatangannya dengan kening berkerut.
" Ada apa dengan mbak Asyifa??" Tanya Bayu.
"Kakak di terima bekerja di perusahaan." jawab Asyifa.
Dari balik kamar, keluar Radit... Adik tengahnya keluar, melihat kakak dan adiknya berpelukan... Dia tahu sesuatu hal yang baik telah terjadi.
" Radit... Sini dek..." panggil Asyifa.
" Mbak Asyifa di terima kerja di perusahaan, mulai besok aku sudah mulai bekerja." terang Asyifa pada Radit.
"Alhamdulillah mbak... " ucap syukur Radit untuk kakaknya...
" Ayo di makan martabaknya, aku beli di tempat langganan kalian." Ajak Asyifa kepada kedua adiknya.
Mereka makan dengan lahap, sesekali bercanda mewarnai rumah kontrakan itu.
" Kalian harus kuliah. Cukup aku yang tidak sekolah ... cukup aku yang hanya menjadi buruh... Jangan kalian dek..." batin Asyifa.
" Kalian di sekolah baik baik sajakan?" Tanya Asyifa.
" Baik mbak." Jawab Radit dan Bayu.
"Jangan suka membully ya dek, Jangan iseng juga sama teman" nasehat Asyifa.
" hahaha Aku tidak pernah membully mbak, malah aku yang di bully." jawab Bayu. Membuat Asyifa dan Radit terdiam.
" Kamu di bully bagaimana dek?" tanya Radit.
" Ya Aku di bilang anak terlantar, karena nggak punya orang tua, aku di bilang miskin, tapi aku diam mas, nggak apa apa... yang mereka katakan memang benar, kita miskin. Tapi kalau ngata ngatain emak dan bapak, aku gak terima... "
Setetes air mata berlinang di pipi Asyifa...
" Apa ini karma ku... Apakah belum selesai hukuman buatku ya Allah... " Asyifa menghapus air matanya.
" Jangan sedih mbak... Kita hadapi semua sama sama" kata Radit menguatkan kakaknya.
" Maafkan mbak Syifa ya dek..." ucap Asyifa.
" Mbak akan bekerja keras untuk kalian, kalian tidak boleh putus sekolah" lanjut Asyifa dalam hati.
Langit cerah... Tidak ada gumpalan awan yang menghiasi kota S
Jalanan mulai ramai oleh hiruk pikuk manusia dengan berbagai aktifitasnya.
Radit sudah berangkat ke sekolah. Dia berangkat lebih pagi karena berjalan kaki menuju sekolah yang lumayan jauh.
Sekokah Radit dengan kontrakan berjarak 3km, dia tempuh dengan berjalan kaki karena memang tidak memiliki sarana transportasi, sedangkan uang saku dia hemat untuk kebutuhan lain.
Sedangkan jarak sekolah Bayu dan kontrakan hanya 100 meter. Jadi Bayu berangkat sesuai jadwal dan tidak terlalu tergesa gesa.
Asyifa berjalan menuju perusahaan tempatnya bekerja, dia tidak ingin terlambat di hari pertamanya. Jarak kontrakan dan perusahaan sekitar 500 meter dari rumah, dan dia harus berjalan kaki.
07.00... Asyifa sampai di halaman perusahan dan langsung absen.
Asyifa masuk keruangannya dan mengikuti briefing pagi.
Cleaning Service. Asyifa bertugas membersihkan seluruh ruangan departemen HRD dan ruangan Manager.
Setelah membersihkan seluruh ruangan, Asyifa meletakkan minuman di meja meja para staff sesuai daftar minuman yang dia bawa.
Pintu ruangan yang terbuka, membuatnya tidak sadar bahwa penghuni ruangan tersebut tepat berada di Belakangnya.
" Mbak... Saya minta tolong ambilkan air putih" suara di belakangnya lumayan mengagetkan.
Deg!!!!
Suara itu.... Suara.... Belum sempat Asyifa membalikkan badan, siluet tubuh berjalan mendekatinya dan duduk tepat di depannya yang hanya terhalang meja.
Asyifa mendongakkan kepala, dua pasang bola mata bertemu... tatapan mereka saling mengunci....
" Arka...."
"Syifa..."
Secara bersamaan saling memanggil nama... Terdiam beberapa saat.
Hati Asyifa berdegup dengan kencang...
Pria ini... Pria yang sangat ingin dia hindari... Pria yang sangat ingin dia lupakan... Kembali hadir tepat di hadapannya.
Rasa... Rasa yang lama terpendam seolah kembali muncul tanpa bisa terkontrol.
Rasa yang tersimpan rapi seolah dengan sendirinya kembali hadir... Membuat hati dan relung jiwanya sesak...
Hening... Tanpa ada suara, hingga Asyifa memutuskan untuk melangkah pergi...
" Baik pak... Mohon di tunggu sebentar" Jawab Asyifa.
Asyifa keluar ruangan dan menutup pintu, dia berdiam diri sejenak sebelum seorang teman menegurnya.
" hai... Ganteng kan Managernya. Beruntung loh kamu di tugaskan membersihkan ruangan pak Arka. Orangnya ganteng... Tapi... Galak" ucap teman Asyifa yang bernama Agni.
Tidak... Bukan itu yang di rasakan Asyifa...
Rasa bersalah... Rasa berdosa... Rasa cinta... Dan bercampur dengan rasa malu karena kesalahan masa lalu.
Kesalahan yang membuatnya kehilangan pendidikan... dan hampir kehilangan.... Masa depan.
Semua rasa yang berusaha dia kubur selama bertahun tahun... Kini... Rasa itu kembali hadir... Dan siap menghantui hari harinya... Yang entah akan seperti apa...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih sudah membaca karya saya ya manteman. Lop lop u sekebon buat kalian.
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen dan follow ya... Dan tolong selalu sabar menunggu update....
syifa sdh mngatakn ber kali".... untuk mnyudahi prnikahan kalian... agr kalian tak saling mnyakiti....
up bnyak"
capek mncintai sendirian... wloupun arka sbg suami sangt bertanggung jawab.....
untuk arka.... yakin km bneran g ada cinta untuk syifa.... yakin cinta sdh g pnting.....
ms iya km bisa mnjalani prnikahan dgn syifa smpe saat ini tnpa km merasakn cintamu untuk syifa🤔🤔🤔