NovelToon NovelToon
Perjodohan Karena Hutang 2

Perjodohan Karena Hutang 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cinta beda status / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 5
Nama Author: Maisy Asty

Mohon diharapkan sopan dalam berkomentar.

Sebelum membaca novel ini disarankan membaca perjodohan karena hutang yang pertama dulu ya, karena ini adalah cerita lanjutan perjodohan karena hutang pertama.

Disini saya akan menceritakan tentang kehidupan anak-anak mereka, yang tentunya tidak kalah seru dengan para orang tua mereka.

Danis adalah anak dari Risa dan Denis, Danis yang terbiasa hidup mewah dan tidak pernah kekurangan tapi tiba-tiba Denis mengambil semua fasilitas yang Denis berikan pada Danis.

Dan tentunya kenapa Denis mengambil semuanya, Denis punya alasan tertentu dan ingin membuat anaknya bisa menghargai apa yang dia punya bukan menghambur-hamburkannya tidak jelas.

Sampai akhirnya Danis hidup menjadi laki-laki biasa karena hukuman dari sang papa dan bertemu dengan seorang gadis yang sangat membenci laki-laki kaya.

Dan pertemuan itu membuat Danis jatuh hati pada gadis itu. Tapi bagaimana cara Danis jujur pada gadis itu kalau dirinya adalah anak orang kaya? Sedangkan gadis itu sangat membenci laki-laki kaya. Ya tentunya sang gadis juga punya alasan kenapa dia bisa membenci laki-laki kaya.

Penasaran dengan cerita cinta mereka? Dan bagaimana nanti Danis akan mengatakan kejujuran pada sang gadis.

Baca yuk karya Author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maisy Asty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4.Kartu ATM diblokir.

"Ini semua Om Denis yang menyuruh?" tanya Dafa dengan nada kaget.

"Iya ini papa yang menyuruh!" Jawab Danis.

Ntah apa yang akan terjadi malam ini?

Dafa kembali duduk sambil menikmati jus jeruk pesannya. Dafa laki-laki yang begitu lembut dan sangat pantang mabuk-mabukan harus menemani sahabatnya ke club malam sebenarnya Dafa merasa sangat malas.Tapi demi sahabatnya itu akhirnya Dafa mau diajak ke tempat maksiat tersebut.

Tiba-tiba ada wanita seksi yang menghampiri Dafa, kalau Dafa bilang wanita itu berpakaian dengan pakaian kurang bahan.

"Sendirian saja, aku temenin ya." Kata Wanita itu sambil meniupkan asap rokok ke wajah Dafa, membuat Dafa merasa kesal.

"Maaf Nona, anda bisa jaga sikap anda!" Dafa menatap wajah wanita tersebut dengan tetap agak garang.

Dalam hati wanita itu, sombong sekali dia dasar laki-laki sok.

Melihat ada wanita yang menghampiri Dafa, dengan cepat Danis menghampiri Dafa.

"Maaf Nona, laki-laki ini tidak suka dengan wanita." Kata Danis tiba-tiba, membuat Dafa tambah kesal dibuatnya.

"Apa-apaan bocah tengil ini, seenaknya saja bilang aku tidak suka wanita." Batin Dafa dalam hatinya.

Wanita itu langsung berlalu dari hadapan Dafa dan Danis.

"Danis, ini sudah jam berapa? Ayo pulang aku juga sudah mengantuk." Ajak Dafa dengan tegas.

"Baik-baiklah ayo kita pulang, tapi aku bayar semuanya dulu." Danis berjalan menuju ke kasir, sedangkan Dafa menunggu Danis sambil menikmati jus jeruknya.

"Nona bayar pake ini untuk semua pesanan malam ini." Danis menyerahkan kartu ATM nya pada Nona kasir.

Nona kasir itu menerima kartu ATM dari tangan Danis, dan mencobanya tapi berulang kali menggeseknya kartu itu tidak bisa digunakan.

"Maaf tuan, kartu ini tidak bisa." Nona kasir memberikan kembali kartu ATM Danis pada Danis.

"Tidak bisa? Bukankah itu unlimited, aish pasti ini kerjaan papa." Batin Danis dalam hatinya.

Danis memberikan kartu lain, tapi semuanya juga tidak bisa. Danis mengecek uang cash nya tapi Danis sadar uang cash yang dirinya bawa, pasti tidak akan cukup untuk membayar semua pesanannya dan pesanan teman-temannya.

"Sebentar Nona!" Danis berlalu dari kasir dan menuju ke tempat Dafa sedang duduk.

"Dafa, mana kartu ATM mu?" tanya Danis.

"Ada di dompet." Jawab Dafa.

"Untuk apa bocah tengil ini, menanyakan kartu ATM ku?" Batin Dafa dalam hatinya.

"Mana? Keluarkanlah!" Pinta Danis.

Dafa mengeluarkan dompetnya dari saku celananya, lalu membuka dompetnya dan mengambil kartu ATM miliknya.

"Aku yakin pasti Om Denis sudah memblokir semua kartu ATM miliknya." Dafa tertawa bahagia dalam hatinya.

"Ini..." Dafa menujukan kartu ATM miliknya pada Danis, dan Danis langsung mengambil kartu ATM Dafa dari tangan Dafa.

"Aku pinjam!" Danis mengambil kartu ATM Dafa dari tangan Dafa.

"Dasar pasti kartu ATM dia limit atau mungkin Om Denis sudah membekukannya." Dafa tertawa dalam hati.

Setelah membayar semua pesanannya dengan ATM milik Dafa, Danis tersenyum penuh salah pada Dafa. Dafa tahu pasti Danis sudah menghabiskan banyak uang di ATM miliknya.

"Ini aku kembalikan ATM kamu, nanti aku ganti uang kamu." Danis tersenyum sambil memberikan ATM milik Dafa pada Dafa.

Dafa menerima ATM nya dari tangan Danis.

"Sudahlah tidak usah dipikirkan, ayo kita pulang atau Om Denis akan memberikan hukuman lebih pada dirimu." Ajak Dafa dan langsung mengajak Danis keluar dari club malam tersebut.

Dafa tahu kalau ini adalah salah satu cara Denis, untuk berusaha menyadarkan anak semata wayangnya.

Dafa dan Danis mereka naik ke dalam mobil, seperti malam-malam biasanya Dafa yang menyetir mobilnya sedangkan Danis, duduk sambil melipat kedua tangannya dan memejamkan matanya.

"S*al papa memblokir semua kartu ATM aku. papa tega sekali." Danis ngedumel sambil terus memejamkan matanya.

"Sudahlah Danis, aku yakin Om Denis melakukan semua ini demi kebaikan kamu." Timpal Dafa sambil fokus menyetir.

.

.

Sesampainya dirumah, Dafa hanya menurunkan Danis di depan gerbang rumah saja dan Dafa langsung pulang karena sudah terlalu malam.

Danis melangkahkan kakinya dengan gontai, sungguh malam ini perasaan Danis mulai kacau. Apalagi memikirkan nasibnya nanti tanpa ATM unlimited yang biasa ia gunakan untuk bersenang-senang sekarang Denis sudah memblokirnya.

Danis mengetuk pintu tapi tidak ada yang keluar.

"Apa mama dan papa sudah pada tidur? Pastilah inikan sudah jam 12 malam lewat." Batin Danis sambil melihat jam tangannya.

"Ceklek...." suara gagang pintu.

"Pintunya tidak dikunci." Gumam Danis.

Danis melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.

"Ehem... ehem..." tiba-tiba ada suara deheman membuat Danis terkejut.

"Bagaimana tadi? Apa bahagia bersenang-senangnya?" cetus Denis tiba-tiba.

"Papa mengagetkan saja," Danis menoleh ke sumber suara.

"Tentu saja pa, aku gunakan ATM Dafa untuk membayar semuanya tadi." Jawab Danis dengan nada agak kesal.

Risa yang ada disampingnya suaminya, hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar.

"Dasar suamiku, ternyata ini rencana kamu. Kamu bekukan semua ATM anak kita." Batin Risa dalam hatinya.

"Mulai besok papa akan mengambil semua fasilitas yang papa berikan padamu. Mulai besok kamu juga tidak usah masuk ke kantor, papa sudah menyiapkan semuanya dan kamu juga harus hidup diluar sana tanpa mama dan papa, lakukan itu jika kamu ingin semua fasilitas yang kamu miliki kembali padamu." Denis berjalan menuju ke tempat anaknya berdiri.

"Tapi pa....." kata-kata Danis terpotong.

"Tidak ada kata tapi, itu hukuman buat kamu agar kamu bisa belajar menghargai hidupmu." Sambung Danis, yang tidak menerima penolakan dari sang anak.

Danis memasang wajah memelas pada mamanya. Membuat Risa tidak tega dan ingin sekali memeluknya tapi lagi-lagi suaminya menghalangi niatnya.

"Tetaplah diam, jangan terus-terusan belain anak kamu! Aku melakukan semua ini demi kebaikan anak kita," cetus Denis agar istrinya tidak melangkahkan kakinya menuju anaknya.

Risa tetap diam dan malam ini Risa sungguh tidak bisa membela anak kesayangannya itu.

"Papa Danis janji akan memperbaiki semuanya, tapi jangan ambil semua fasilitas yang papa berikan pada Danis." Danis menatap sang papa dengan tatapan sedih.

Sebenarnya Denis sama seperti istrinya, tidak tega melihat anaknya sedih dan Denis juga membayangkan jika Danis hidup tanpa fasilitas dari dirinya, ntah apa yang akan terjadi pada anaknya diluaran sana nanti. Tapi Denis harus melakukan ini demi kebaikan anak semata wayangnya.

Denis juga sudah menyiapkan hukuman buat Denis, dan besok pagi Danis akan tahu hukuman apa yang diberikan oleh papanya.

"Jika papa tidak mengambilnya, maka kamu tidak akan pernah sadar dan kamu akan terus menjadi anak bandel." Tegas Denis dengan nada lembut.

Danis menundukkan kepalanya, malam ini dia benar-benar sudah pasrah. Mau melawan papanya juga percuma karena ini sudah keputusan dari papanya yang akan sulit dirinya bantah.

"Masuklah ke kamar, besok pagi kamu akan tahu apa hukuman untuk kamu." Kata Denis.

Dengan langkah males, Danis melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar.

"Hukuman apa yang akan papa berikan padaku?" Tanya Danis pada dirinya sendiri.

BERSAMBUNG 🙏

Terimakasih para pembaca setia 😊

1
Elis Mulyawati
pertama baca bingung
Borahe 🍉🧡
namanya beda satu huruf doang dgn bapaknya 😁
Borahe 🍉🧡
Hy salam kenal smuanya sy pembaca bru dilapak ini. smoga bagus yah ceritanya
ok
Arief Juniardi
klo udah smbuh ,buang aja tu bini nya si Riska itu ,saat nya bersm anakmu anin mungkin dikit mnbus salah mu Levin,
eni chenny
karyanya bagus
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Wrin Budayani
author ..aku gal terima, kenapa danis kalah calep dari rifki dan dafa ? harusnya dia yg paling cakep ...😭😭 dan koreksi ..maaf ..bukan mitting tapi meeting.
Marlida Yusuf
trims
ajang
sempit banget dunia ini ya Thor
Aprilia Herawati
ngapel tukang bubur tiap hariii😂😂😂😂😂😂
Reva Novianti Pasaribu
Thor emang suara anak bayi yg baru lahir suaranya eya.....eya......
bukannya suara bayi oek.....oek...oek
Reva Novianti Pasaribu
salut banget sama Selly dia rela di madu
Reva Novianti Pasaribu
makanya kalo jadi wanita jangan murahan
dasar fani
Reva Novianti Pasaribu
hahahhah ternyata tiga detik masih berlaku😂😂
Reva Novianti Pasaribu
tapi sayang nya Danis sama Anin sebentar lagi akan menikah 😂😂
kasian si rifki
Dewa Putu Subagia
di sini Danis sangat salah !!! knp meladeni ngobrol ? buka peluang utk Fani mendekat, kalau emang merasa sdh menikah seharusnya Danis menjaga jarak dan tidak membuka peluang Fani mendekatinya.😡😡😡
Dewa Putu Subagia
Anin pasti mil hamil
Asim Bae
thor gimana si ini kn judulna hutang
Maisy Asty: Baca Perjodohan Karena Hutang 1 dulu kak, nanti akan paham kak 🙏
total 1 replies
Sri Sudarmini
yang denis ini anaknya risa apa suaminya risa sih....
kok sama denisnya namanya...
Andika Alvi alvi
Tarek sis mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!