GEAR TEARS
Novel Bertema Mecha Militer
Di dunia yang telah hancur oleh kemunculan makhluk misterius bernama Cataclysm, umat manusia hanya mampu bertahan hidup di dalam kubah raksasa yang disebut Station. Untuk melindungi peradaban yang tersisa, organisasi militer The Hawk membentuk pasukan elit Grey Wings, para pilot yang mengendalikan robot tempur raksasa bernama Neo Gear.
Shin, seorang pilot muda Grey Wings Station 05, menjalani hidupnya seperti pilot lainnya hingga bertemu dengan seorang wanita misterius bernama Belial. Dengan tanduk biru, ekor panjang, dan kekuatan yang melampaui manusia biasa, Belial menyimpan rahasia yang dapat mengubah segalanya: ia adalah seorang hybrid manusia dan Cataclysm.
Di tengah meningkatnya serangan Cataclysm dan konspirasi yang tersembunyi di balik organisasi The Hawk, Shin dan Belial perlahan membangun ikatan yang seharusnya tidak pernah ada. Namun, ketika masa lalu yang telah lama dikubur mulai bangkit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KIRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 4 "Cataclysm Nokturnal"
Chapter 4
Ditempat lain di malam hari di Station 1 terlihat aktivitas Cataclysm terdeteksi bergerak dari air menuju bibir pantai, Cataclysm kelas Thrones dengan tinggi 740 ft itu berjenis Sauropoda semi bipedal amfibi, kepala seperti buaya dan memiliki dorsal layar biru menyala dipunggungnya. Cataclysm itu bergerak dari bibir pantai kearah Station 3 namun segera dicegat oleh tim pasukan Grey Wings dari Station 1 dengan Gear mereka. Neo Gear bernama Ostrich membidik dorsal Cataclysm itu dengan senapannya lalu menembak dorsalnya, Cataclysm itu meraung murka dan berjalan menuju arah Gear Ostrich. Tiba tiba Gear bernama Redhead menyenggol Cataclysm itu hingga membuatnya berbelok dan gagal menyerang Ostrich. “Sela.. kau baik baik saja” ucap pilot Redhead. Sela yang berada dalam kokpit Ostrich mulai merespon panggilan. “aku baik baik saja.” Tiba tiba datang 2 ekor lainnya.
“gawat!! Kita bisa celaka!”, ucap salah satu pilot yang memiloti Gear Cockatiel. Gear Lovebird dan Gear Peacock menahan satu Cataclysm. Sedangkan satu lagi berhasil kabur. Gear Monk Parakeet, Military Macaw, Arctic Tern, Royal Tern dan Dove membentuk formasi melingkar dan mengurung Cataclysm itu, kemudian mereka menembak Cataclysm itu dengan rudal mereka dan membunuh Cataclysm itu. “sial! Kenapa mereka seakan akan sangat ingin menuju ke Station 5?! Ada apa ini!?” ucap pilot Artic Tern. Lovebird merusak Dorsal Cataclysm yang tadi mereka tahan. Namun tak sempat membunuh Cataclysm itu menebas tubuh Lovebird dengan ekor tajamnya, lalu Cataclysm itu menggigit lengan Peacock dan merusaknya. Sedangkan yang satunya ikut melarikan diri. “sial! Mereka kabur,” kedua Cataclysm tersisa hendak mencapai perbatasan namun karena langit sudah fajar, mereka adalah mahluk nokturnal. Cataclysm itu menggali sebuah goa dan bersembunyi disana.
Keesokan paginya, di ruang briefing tim Grey Wing 5 berkumpul mengelilingi holo-peta yang menampilkan bentuk goa tempat Cataclysm bersembunyi. “Jadi tadi malam ada yang bergerak ke sini, ya?” ucap Lei, matanya tajam meneliti struktur goa yang berliku. “Dia adalah makhluk nokturnal… itu mengapa mereka bersembunyi… menunggu matahari terbenam, karena saat terkena silau, penglihatan mereka kabur,” jelas Komandan Ace dengan nada berat. “Huh! Mudah saja! Tinggal pancing saja Cataclysm itu keluar dari kandangnya… dan semua selesai!” seru Zhou penuh semangat, senyumnya lebar. “Hey! Jangan remehkan musuh,” balas Huah cepat dengan nada kesal, menatap Zhou tajam. Dari sudut ruangan, Belial hanya bersandar diam, menatap mereka dengan sorot mata dingin. Bibirnya bergerak pelan, suaranya bisik, “Tidak semudah itu”.
Saat di lokasi, Red Kite melempar gas bau agar mereka keluar, namun mereka tidak kunjung keluar. “biar kutebak.. mereka memiliki indra penciuman yang sangat buruk”, ucap Shin dengan nada pasrah. Rencana berikutnya adalah memancing Cataclysm itu dengan magma. Awalnya rencana berjalan lancar, namun Cataclysm itu menolak keluar begitu terpapar matahari. “apa semua Cataclysm begini??!”, keluh Zhou dengan kesal. “30% Cataclysm adalah spesies nokturnal”, jawab Elas dengan singkat. Mereka mengupayakan segala macam cara namun semua gagal.
Tak terasa hari mulai petang, begitu matahari terbenam tak butuh waktu lama kedua Cataclysm itu keluar dari goa persembunyian mereka, siap menyantap mereka. “Mulai formasi!!”, perintah Sua. Red Kite, Sparrow, Cassowary, dan Stork menangani salah satu Cataclysm. Sementara itu satu lagi ditahan Raven, Swan, Phoenix, Feng Huang, dan Pigeon. Cataclysm yang ditahan Lei dan yang lain terlihat lebih agresif. Cataclysm itu mendorong Cassowary menjauh dengan ekor pipihnya, lalu Merusak tombak Stork dan mendorong dengan moncongnya. Cataclysm itupun kemudian menggigit lengan Red Kite hingga terpental. Sparrow yang hendak membiusnya tiba tiba diterkam. “dari layar ruang brifing komandan Ace mulai khawatir. “gawat.. jika begini mereka bisa mati..” ucap komandan Ace dengan sedikit khawatir namun tidak panik.
“Kirim aku..” ucap Belial dengan spontan. “bukankah sudah ku tekankan Eagle belum dapat izin “ ucap komandan Ace dengan tegas. “sekarang coba pikirkan.. butuh berapa jam lagi bagi tim mu untuk tewas..” komandan Ace menoleh melihat kekacauan tim 05 karena Cataclysm itu. Dilokasi terlihat formasi mereka berantakan, mereka diserang secara membabi buta oleh Cataclysm itu. Tak lama dari ujung cakrawala terlihat sebuah cahaya api melesat secepat kilat. Itu adalah Exceed Gear.. The Eagle. Dengan gagahnya Eagle menusuk salah satu Cataclysm dengan tombaknya dan menembus Corenya dan meledakan sekaligus membunuhnya. Cataclysm satunya terlihat murka lalu berlari kearah Eagle. Eagle menusuk moncong Cataclysm itu dari dagu bawahnya dengan tombaknya lalu membantingnya. Saat Cataclysm itu jatuh tergeletak Eagle menusuk Cataclysm itu dengan tombaknya dan mengenai Corenya lalu meledakannya. Misi pun berakhir. “kalian semua… memang payah” ucap Belial dari dalam kokpit.