NovelToon NovelToon
Setelah Putri Kandung Itu Kembali.

Setelah Putri Kandung Itu Kembali.

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Sci-Fi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cumi kecil

Selama bertahun-tahun, Bee Catleen hidup sebagai putri kesayangan keluarga Luwis. Meskipun berstatus anak angkat, Bee selalu menerima cinta dan kasih sayang yang membuatnya merasa tidak pernah berbeda dari anggota keluarga lainnya.

Namun semuanya berubah ketika Jelita, putri kandung keluarga Luwis yang hilang selama lima belas tahun, akhirnya kembali.

Perlahan, perhatian yang dulu menjadi miliknya mulai beralih. Bee hanya bisa tersenyum dan berpura-pura bahagia demi melihat keluarganya kembali utuh. Di balik tawa ceria dan sifat humorisnya, Bee menyimpan luka yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun.

Hari demi hari, Bee hidup dengan topeng kebahagiaan, hingga takdir mempertemukannya dengan seorang pria yang mampu melihat kesedihan yang ia sembunyikan rapat-rapat.

Untuk pertama kalinya, ada seseorang yang memilihnya tanpa ragu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4 MEMOHON

Saat Bee hendak pulang, bee baru sadar jika dirinya tadi datang bersama cristal ‘’ Aku naik taksi aja deh ‘’ Gumam Bee

Xian mengambil kunci mobil ‘’ Aku antar ‘’ Ucap Xian

‘’ Gak usah. Nanti malah merepotkan lagi ‘’ Tolak Bee

‘’ Gue gak akan tega membiarkan mantan pasien cantik pulang sendirian’’

Bee tersenyum kecil ‘’ Kita baru kenal beberapa jam loh.. gimana kalo ntar aku di culik ‘’ Canda Bee

‘’ Siapa yang mau menculik wanita keras kepala sepertimu ‘’ Ujar Xian malah menggoda Bee.

‘’ Is… ‘’

Kak juna memberikan kantong berisi obat kepada Bee ‘’ Hati-hati di jalan dan ingat dengan pesan-pesanku ‘’ Ucap Kak Juna serius.

‘’ Siap pak dokter ‘’ Jawab Bee

‘’ Sudah pergi sana ‘’

Tak butuh waktu lama. Mobil Xian akhinya berhenti depan rumah keluarga luwis.

Sejak tadi Bee bersandar di kursi penumpang langsung melepas sabuk pengaman. ‘’ Terimakasih ya sudah mengantarkan aku pulang ‘’

Xian menoleh sambil tersenyum santai ‘’ Iya sama-sama. Langsung istirahat ‘’

Bee mengangguk.

‘’ Sepertinya rumahmu masih jauh dari sini ‘’

‘’ Akan lebih jauh lagi jika aku mendengar cristal menangis karena meninggalkan kamu sendirian ‘’

Bee langsung tertawa kecil ‘’ Benar juga ‘’

Xian memperhatikan beberapa detik ‘’ Kamu benar-benar sudah baikan? ‘’ Tanya Xian

Bee mengangguk ‘’ Sudah. Lihat, aku sudah bisa loncat-loncat ‘’

Xian menggeleng geli ‘’ Kalo sesak lagi hubungi aku.. dan jangan makan udang lagi ‘’

‘’ Siap Boss ‘’

‘’ Sudah masuk sana ‘’

Sebelum benar-benar pergi Bee menoleh kearah Xian ‘’ Hati-hati di jalan ya ‘’

‘’ Iya ‘’

Bee melambaikan tangan ‘’ Bye.. xian ‘’

Bee masuk kedalam rumah, namun begitu memasuki ruang keluarga, langkahnya langsung terhenti. Sepi.. sangat sepi.

Biasanya jam enam sore seperti ini mamah lana sudah duduk di ruang keluarga dan papah prans sedang membaca koran sambil menikmati secangkir kopi.

Kadang kak darius juga sudah pulang dari kantor lalu menggodanya tanpa alasan, Namun hari ini tidak ada siapa-siapa.

‘’ Non ‘’

Seorang pelayan tersenyum kepada Bee ‘’ Non sudah pulang? ‘’

‘’ Iya mbak ‘’ Jawab Bee sambil menyimpan tas ke sofa. ‘’ Ngomong-ngomong orang rumah pada kemana? Ko sepi? ‘’ Tanya Bee

Pelayan itu terlihat sangat ragu untuk menjawab ‘’ Tuan, nyonya, tuan muda dan nona jelita sedang pergi makan malam ‘’

Bee terdiam ‘’ Oh ‘’ Jawab Bee datar ‘’ Baru pergi atau… ‘’

‘’ Mereka pergi sejak tadi siang ‘’

Bee tersenyum kecil ‘’ Begitu ya ‘’

Entah kenapa dadanya terasa sesak, bukan karena alergi tapi untuk pertama kalinya mereka pergi tanpa memberitahunya.

Bahkan sekedar pesan singkat pun tak ada. Namun Bee segera mengusir pikiran itu ‘’ Mungkin mereka ingin lebih dekat dengan jelita ‘’ Bisik hati Bee ‘’ Dan mungkin mereka sedang menikmati waktu keluarga yang selama ini hilang. Aku tidak boleh berfikiran buruk ‘’

Bee langsung tersenyum ‘’ Terimakasih ya mbak ‘’

‘’ Sama-sama Non ‘’ Jawabnya ‘’ Apa non mau makan malam? ‘’

‘’ Aku belum laper mbak ‘’ Ucap bee ‘’ aku ke kamar dulu ‘’ Pamit Bee

Sesampainya di kamar, Bee langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Kelelahan hari ini mulai terasa.

Dari alergi, rumah sakit, hingga rasa kecewa yang berusaha ia sembunyikan. Bee melihat langit-langit kamar lalu tersenyum tipis. ‘’ Bee, kamu baik-baik saja ‘’

Meski kali ini ia tidak yakin sedang meyakinkan siapa.

Ting...

Ponselnya berbunyi. Nama Cristal muncul di layar.

Bee langsung membukanya.

Cristal : Bee, kata Kak Juna kamu pulang dan gak jadi dirawat?

Bee tersenyum kecil. Jarinya mulai mengetik....

Bee : Iya. Aku sudah jauh lebih baik.

Tidak sampai satu menit. Pesan baru masuk lagi.

Cristal : Beneran? Gak sesak lagi kan?

Bee : Gak kok.

Cristal : Kak Juna bilang tadi kamu hampir bikin semua orang panik.

Bee : Hahaha lebay.

Cristal : Gak lebay! Aku sampai nangis tahu!

Senyum Bee melebar. Setidaknya masih ada seseorang yang benar-benar mengkhawatirkannya hari ini.

Bee : Maaf ya.

Cristal : Kak Darius marah gak?

Bee terdiam. Tatapannya tanpa sadar mengarah ke pintu kamar yang masih tertutup rapat.

Tidak ada suara siapa pun di luar. Tidak ada yang tahu kalau ia baru pulang dari rumah sakit.

Namun Bee tetap mengetik.

Bee : Gak kok. Kak Darius ada di sini.

Sebuah kebohongan kecil. Tapi Bee tidak ingin membuat Cristal khawatir.

Cristal : Syukurlah.

Cristal : Bilang terima kasih sama Kak Darius karena sudah jagain kamu.

Bee menatap pesan itu cukup lama. Lalu tersenyum pahit.

Bee : Iya nanti aku bilang.

Cristal : Yasudah kamu istirahat ya jangan lupa di minum obatnya

Bee : Siap Bu dokter 🫡

Setelah itu percakapan mereka berakhir Bee meletakkan ponselnya di samping bantal.

Untuk sesaat kamar kembali sunyi, Sunyi yang terasa jauh lebih besar daripada biasanya. Namun kali ini Bee tidak merasa benar-benar sendirian.

Malam itu, kamar Bee hanya diterangi cahaya lampu tidur yang redup.

Pintu kamar perlahan terbuka.

Darius masuk dengan langkah pelan agar tidak membangunkan adiknya. Tatapannya langsung tertuju pada Bee yang tertidur meringkuk tanpa selimut.

Darius menghela napas kecil. "Dasar kebiasaan " Dengan hati-hati ia mengambil selimut lalu menyelimuti tubuh Bee.

Tangannya kemudian mengusap lembut kepala gadis itu. Sama seperti yang selalu ia lakukan sejak Bee masih kecil. "Good night, Bee." Suara Darius begitu pelan. Ia menatap wajah adiknya beberapa detik.

Ada rasa bersalah yang tidak bisa ia jelaskan.

"Maafkan kami..." bisiknya.

Setelah itu Darius mematikan lampu utama dan keluar dari kamar.

Klik.

Pintu tertutup.

Beberapa detik kemudian... Perlahan Bee membuka matanya, Matanya terasa hangat Ia mendengar semuanya.

Setidaknya... Darius masih mengingatnya, Senyum kecil terukir di bibir Bee. "Good night, Kak." Lalu gadis itu kembali memejamkan matanya

PAGI HARI.

Bee turun dari tangga dengan langkah ringan, Rambut panjangnya sengaja digerai. Dress putih sederhana yang ia kenakan membuatnya terlihat manis dan segar.

Begitu memasuki ruang makan, Bee langsung tersenyum lebar. "Selamat pagi semuanya!"

Mamah Lana tersenyum. "Pagi, Sayang."

Papah Prans mengangguk. "Pagi."

Darius langsung mengangkat tangan. "Pagi, Si Tukang Tidur." Ledek kak Darius

Bee cemberut. "Kak, pagi-pagi jangan memfitnah." Elak bee

"Itu fakta." timbal kak Darius lagi

"Fitnah yang dibungkus fakta tetap saja menyakitkan."

Jelita langsung tertawa mendengar itu.

Bee ikut tertawa Seolah tidak terjadi apa-apa. Seolah semalam ia tidak merasa ditinggalkan.

1
Daniel Kang
💪semangat bee
Lin-khay💞
Halo kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!