"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.
Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.
"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.
"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"
"Aku? hidup kembali?"
Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Drama dimulai
"Athena..... Sekarang kau sudah menikah. Jadilah istri yang baik, menantu serta ibu yang baik." Harap mommy nya dengan tatanan rambut yang digulung dihiasi aksesoris itu.
"Serta, jaga nama keluarga." Sambung Daddy nya dari belakang. Athena tersenyum tipis, dia sudah menduganya. Apa yang akan diharapkan.
"Tentu, kalian jangan khawatir. Aku akan melakukannya dengan sangat baik."
"Baguslah!" Sahut Daddy nya.
'Aku akan menjadi menantu yang baik untuk keluarga itu. Dan terutama mertua ku.' Tatapan Athena beralih pada wanita yang masih terlihat muda diusianya. Tentu saja karena hidupnya bergelimang harta dan perawatan kecantikan yang mahal.
"Logan." Panggil Miranda pelan. Dia sudah susah payah untuk menjaga jarak. Tapi, rasa kesal membuncah di dadanya saat matanya melihat adegan ciuman pengantin itu.
Alis Logan terangkat menatap wajah Miranda serta hanya deheman kecil yang keluar dari bibirnya. "Logan, kau mencium nya?"
"Miranda, itu bagian prosesi. Tidak ada yang salah."
"Ya, tapi maksudku. Dia mencium mu dengan....." Lidah Miranda terasa berat untuk melanjutkan kata-katanya. "Kau membiarkan dia mencium mu balik!" Geram Miranda dengan mata yang tetap memantau situasi.
"Miranda, tidak perlu berlebihan. Ok?"
Mulut Miranda ternganga mendengar ucapan Logan. "Berlebihan? Kau....."
"Daddy!" Panggilan itu memotong pembicaraan Miranda yang belum selesai.
"Daddy, akhirnya Daddy turun dari sana. Aku menunggu Daddy bersama aunty Miranda." Ujarnya seraya menggenggam tangan besar sang Daddy yang terasa hangat baginya.
"Putri kecil Daddy. Daddy sudah disini, bersama mu."
"Aunty, bukankah Daddy terlihat tampan?"
"Iya, Daddy mu terlihat tampan dan begitu rupawan." Puji Miranda, dia tersenyum menatap kagum dan mengamati pesona Logan. Sejenak, rasa marah, kesal dan cemburunya lenyap sesaat.
"Daddy, aunty Miranda terlihat cantik dengan gaun nya bukan? Aku yang memilih nya!" Seru Aurora dengan riang.
"Ya, pilihan putri Daddy tidak pernah salah." Pipi Miranda langsung bersemu merah mendengar nya.
"Oh, lihatlah keluarga kecil yang tidak terwujud itu." Ujar Athena menatap kearah mereka.
"Tuan Alistair, aku ucapkan selamat atas pernikahan mu." Salah satu tamu undangan datang mengucapkan selamat secara langsung. Acara dilanjutkan di sebuah taman yang sudah didekorasi dengan indah dengan gaun pengantin yang sama.
"Terimakasih."
"Ngomong-ngomong, dimana pengantin wanitanya? Aku tidak sempat melihat secara jelas tadi wajah dibalik veil pengantin nya."
"Apakah....." Pria itu menyipitkan matanya menatap ke arah Miranda sebelum melanjutkan kata-katanya. "Apakah dia...."
"Terimakasih atas ucapan selamat nya Tuan. Namun, pengantin wanitanya disini." Athena tiba-tiba saja sudah disana dan berdiri di samping Logan.
"Oh! Ya, aku pikir gaun pengantin nya sudah diganti."
"Sayangnya belum. Kalaupun diganti, tentunya bukan gaun yang terlihat biasa. Ini hari yang istimewa, penuh dengan kebahagiaan dan suka cita pastinya harus gaun yang indah, terlihat berbeda dan memancarkan aura pengantin bukan." Balas Athena dengan senyuman yang lebar.
Namun kata-kata itu menyinggung Miranda. Seolah wanita yang baru saja mendapatkan gelar yang seharusnya dimilikinya menyindirnya. "Kalian tampak serasi. Rasanya tidak perlu sungkan lagi untuk menggandeng tangan pengantin wanita mu Tuan Alistair." Goda pria itu.
"Ya, maklum saja. Meskipun ini pengucapan janji kedua, suamiku ini masih tetap grogi dengan jantung yang berdetak kencang. Lihatlah! Dia bahkan membutuhkan kekuatan dari putri kecil kami." Sontak, semua mata tertuju pada genggaman Logan pada putrinya.
"Ah, astaga... Masih malu ternyata. Tapi malam pengantin nantinya pasti tidak lagi." Pria itu tertawa diikuti oleh yang lainnya.
"Apa masih gugup suamiku?" Bisik Athena tepat di telinga Logan. Tangannya mengusap dada bidang dibalik tuxedo itu. Manik Logan langsung beralih menatap dirinya, bukannya takut, Athena justru semakin melebarkan senyumnya.
"Dasar, istriku...." Timpal Logan menarik lengan Athena dengan sedikit kasar tanpa disadari siapapun.
'Oh, kau memberikan tanda pertama mu. Lihat saja, aku akan membalasnya.'
"Semoga sampai maut memisahkan."
"Terimakasih."
"Aurora, tidak mau menyapa mommy mu ini?" Anak itu mengangkat wajahnya dan menatap Athena dengan diam.
"Aurora tidak langsung dekat dengan orang baru." Jawab Logan.
"Begitu ya, tidak masalah. Orang baru ini sudah menjadi istri Daddy nya dan mommy barunya." Balas Athena.
"Aurora, ayo sapa dia. Dia mommy mu sekarang." Oh, lihatlah ekspresi wajah dan ucapan berbisa dari bibir wanita pirang itu. Aurora masih diam namun langkahnya mundur mencari perlindungan dari Miranda.
Melihatnya, Miranda tersenyum mengejek. "Maaf ya Athena. Pelan, dia akan menerima mu. Dia tidak bermaksud menyinggung mu kau tidak berpikir begitu bukan?" Jelasnya cepat.
"Tersinggung? Tentu saja tidak. Dia hanyalah anak kecil yang pastinya tidak mungkin melakukan sesuatu yang menyinggung bahkan menyakiti seseorang dengan tatapan polos nya itu bukan? Pastinya, didikan suamiku dan orang sekitarnya adalah baik. Bukan begitu?"
"Jangan sembarangan bicara." Gumam Logan.
"Aku tidak sembarangan bicara. Aku mengatakan putri kita yang manis ini. Pastinya dididik dengan baik dan penuh dengan kasih sayang. Apa itu salah suamiku?"
Aurora langsung berlari cepat dan memeluk erat kaki nenek nya. 'Drama dimulai!'
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰 🥰 🙏