NovelToon NovelToon
HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Hantu / Fantasi
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Hidup Lylac yang datar tapi penuh perjuangan karena orangtuanya yang miskin, berubah total ketika tak sengaja ia bertemu hantu cantik Mika, di gudang sekolah saat ia ingin sendiri.

Mika terus merengek pada Lylac untuk mendekati Evan, Anak basket yang populer. Itu idolanya dulu saat masih hidup. ini membuat Lylac harus berhadapan dengan Angel geng cewek cantik dan populer yang merasa kesal melihat Lylac ada disekitar Evan dan Evan meresponnya. Padahal Lylac hanya disuruh Mika, hantu cantik itu.

Baca dan lihat bagaimana Lylac yang malas mengurusi orang malah bertemu dengan geng cowok dan cewek paling populer itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 4 Kamu?

Evan melangkah menyusuri lorong minimarket dengan santai. Abai dengan sapaan khas minimarket.

Langkah kakinya yang dibalut sepatu olahraga terdengar berdecit pelan di atas lantai keramik yang bersih. Matanya menyisir deretan rak, mencari sesuatu untuk melepas dahaga setelah latihan fisik yang menguras tenaga.

Sementara itu, di balik meja kasir, Lylac meneruskan pekerjaannya. Menata barang yang baru datang untuk ditata di rak.

Mika masih setia berputar-putar di atas kepala Evan.

"Lylac! Dia ambil soda! Ya ampun, seleranya cowok banget."

Mika terbang melesat kembali ke meja kasir, mendarat dengan posisi tengkurap di atas mesin EDC, menatap Lylac dengan mata berbinar-binar penuh tuntutan.

"Kenapa kamu diam aja? Seharusnya kamu tanya dia mau beli apa? Apa yang bisa dibantu atau apapun," keluh Mika.

Lylac menarik napas dan mengembuskannnya kasar.

Tak butuh waktu lama bagi Evan untuk menemukan apa yang dia cari. Selain sekotak susu cokelat berukuran besar, dia juga mengambil dua botol air mineral dingin dan sebungkus roti sobek. Cowok itu kemudian membalikkan badan dan melangkah lurus menuju meja kasir tempat Lylac berjaga.

Namun sebelum Evan meletakkan barang belanjaannya di meja kasir, seorang ibu muda melesat cepat ke meja kasir dengan minyak goreng kemasan refill dua liter.

Plak.

"Bayar ini," kata ibu itu.

"Maaf, Bu. Mas itu lebih dulu," ujar Lylac menunjuk Evan di belakang.

Wanita ini menoleh ke belakang. "Enggak apa-apa kok. Iya kan Mas?" tanya wanita ini menyebalkan.

"Ih, apa-apaan anomali ini!!" Pekik Mika. "Lylac, jangan mau! Evan cakep ku dulu yang datang. Kamu harus melayani dia dulu!"

Lylac diam seraya menatap lurus ke depan. Bibirnya masih tersenyum ramah, tapi tidak matanya.

"Tidak apa-apa. Biarkan ibu ini dulu." Evan mengalah.

"Nah, Mas itu benar. Mendahulukan orang tua." Ibu itu merasa tindakannya benar.

"Oh, ya ampun! Evan ku sayang, baik hati sekali." Mika memekik lagi, tapi kali ini dengan respon bahagia.

Bola mata Lylac bergeser ke arah Evan. Hanya sebentar lalu kembali ke customer wanita di depannya. Menyelesaikan transaksi dengan segera.

Kini giliran cowok itu. Evan meletakkan barang-barang belanjaannya di atas meja kaca. Aroma segar bercampur sisa keringat khas setelah berolahraga mendadak menguar, menembus penciuman Lylac.

"Aduh lihatlah dia, Lylac. Dia cakep." Mika berputar-putar disekitar Evan. Bahkan melayang tepat di wajah cowok itu.

"Ini saja," kata Evan. Suaranya terdengar berat, khas remaja laki-laki yang kelelahan setelah beraktivitas fisik.

Lylac tidak menatap mata Evan. Dia memfokuskan pandangannya pada barang-barang di depannya. Tangan rampingnya bergerak dengan ritme yang teratur, mengambil satu per satu barang tersebut dan mendekatkannya pada mesin pemindai.

Pip.

Pip.

Pip.

"Ly! Bilang sesuatu dong! Tanya kek, 'Capek ya habis latihan?' atau minimal tanya nomor HP-nya buat poin member! Ayo, Lylac! Ini kesempatan langka!" Mika histeris di samping telinga kiri Lylac, bahkan hantu itu sengaja menarik-narik ujung rompi kerja Lylac—meski tangannya tentu saja tembus begitu saja tanpa efek fisik.

"Totalnya tiga puluh dua ribu lima ratus rupiah," ucap Lylac, mengabaikan lengkingan Mika yang membuat sebelah telinganya berdengung.

Suaranya terdengar datar dan profesional, tanpa ada nada ramah yang dibuat-buat seperti yang biasa dilakukan siswi-siswi lain saat berada di dekat sang kapten basket.

Evan tidak langsung mengeluarkan dompetnya. Dia malah diam selama beberapa detik, membuat Lylac yang merasa transaksinya tertunda akhirnya terpaksa mendongak.

Saat itulah, mata tajam Lylac beradu langsung dengan sepasang mata milik Evan.

"Mau pakai Qris atau debit?" tawar Lylac. "Atau tunai?"

Namun Evan menyipitkan matanya sedikit, menatap wajah tegas Lylac yang tampak familier di ingatannya. Dahinya berkerut samar.

"Kamu..." Evan menggantungkan kalimatnya, mencoba mengingat-ingat. "Cewek  yang di kantin siang tadi, kan?" tebak Evan.

Mendengar pertanyaan itu, Mika yang tadinya sedang melayang di samping monitor langsung menjerit heboh, memegangi kedua pipinya dengan gaya dramatis.

"KYAAAA!!! DIA INGAT KAMU, LYLAC!!! DIA INGAT!!! FIX, INI JODOH YANG TERTUKAR KARENA FAKTOR GAIB!!! LA-LA-LA-LA ..." Mika bernyanyi riang gembira. Sedikit fals tapi karena itu rasa bahagia, Lylac masih tahan.

Lylac mengeraskan rahangnya. Rasa jengkelnya pada Mika dan rasa tidak nyaman karena dikenali sebagai 'cewek aneh' menyatu. Membuat tatapan matanya semakin menajam menatap Evan.

"Mau bayar pakai tunai, QRIS, atau debit?" tanya Lylac langsung, memotong kalimat Evan tanpa berniat menjawab pertanyaan basa-basi tersebut.

Evan sempat tertegun. Belum pernah ada seorang gadis di SMA 27 yang menatapnya dengan pandangan se-tidak bersahabat ini, apalagi memotong ucapannya dengan begitu kentara.

Alih-alih merasa tersinggung, sudut bibir Evan justru berkedut, menahan sebuah senyuman tipis yang sarat akan rasa penasaran.

"Tunai," jawab Evan singkat. Dia merogoh saku celana pendek olahraganya, lalu mengeluarkan selembar uang lima puluh ribuan dan meletakkannya di atas meja.

Lylac dengan cepat mengambil uang tersebut, memasukkannya ke dalam laci kasir yang berdenting terbuka, lalu mengambil uang kembalian sebesar tujuh belas ribu lima ratus rupiah beserta struk belanjanya.

"Kembaliannya. Terima kasih," kata Lylac sambil menyodorkan uang dan struk itu dengan gerakan yang cepat dan efisien.

Evan menerima uang kembaliannya, lalu memasukkan barang-barang belanjaannya ke dalam tas olahraga tanpa mengalihkan pandangannya dari Lylac.

"Ah, Lylac! Dia melihatmu!" Mika histeris.

Evan menurunkan pandangannya ke dada kiri Lylac, membuat Lylac menatap lurus karena tidak nyaman.

"Lylac." Evan menyebut nama Lylac. Rupanya dia sedang membaca tulisan yang tertera di sana.

"Oh tidak! Dia tahu nama kamu!" Mika terus histeris.

"Jadi itu namamu?" tanya Evan tanpa nada mengejek atau mencemooh. Murni sebuah pertanyaan.

Lylac mengangguk malas. Dia yakin cowok ini hanya tahu nama cewek aneh yang disematkan banyak orang padanya.

"Selamat datang di Minimarket ...!" Ada pembeli baru yang datang.

"Baiklah," ucap Evan seraya menyampirkan tas olahraganya kembali ke bahu, lalu melangkah lebar keluar dari minimarket.

Tidak ada lagi pertanyaan setelah membaca nama Lylac.

Hanya itu.

Namun Lylac tidak peduli. Cepat pergi, semakin baik.

Begitu pintu kaca otomatis tertutup dan sosok Evan menghilang di kegelapan malam, Lylac langsung menjatuhkan bahunya yang tegang. Dia bertumpu pada meja kasir, mengembuskan napas panjang yang terasa sangat berat.

"Ya ampun, Lylac! Kamu kaku banget sih jadi cewek! Tapi tidak apa-apa, yang penting dia tahu kamu! Hahaha!" Mika tertawa puas, melayang naik-turun di langit-langit toko.

Lylac hanya bisa menipiskan bibir merutuki nasibnya yang tampaknya tidak akan pernah bisa kembali tenang setelah malam ini.

1
viellia
evan kenal mika ga ya,kasian mika😭
viellia
Ly kasian mika kenapa ga jujur aja si,mika udah ga lama lg akan balik ke alamnya😭😘
viellia
coba aja angel bisa liat mika pasti mukanya pucet dan ga gangu liylac lg🤭
viellia
lanjut kakak...
LisA: Terima kasih sudah mampir dan baca😊
total 1 replies
Jumi Saddah
pengen deh mika masuk ke raga liylac,,trus mukul angel🤭🤭
Jumi Saddah
klo lylac ju2r apa riri percaya,,,
Jumi Saddah
moga evan percaya klo lylac bisa melihat yg orang tidak lihat,,
Jumi Saddah
sering up donk,,soal nya seru ini cerita nya,,
LisA: Siap. Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
Inah Ilham
astaga gemes ih pingin nguncir bibirnya si Mika
Inah Ilham
dicueki salah.... ditanggapi makin salah lagi, piye to wis jan angel...angel...
LisA: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣
Prines
bagus cerita nya lanjutin lg yaa
Prines
Thor mana kelanjutannya aku tunggu loh
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Suci Lestari
Thor,, kok novel kencan buta, udah gk ada lagi??
LisA: Iya😅🙏
total 1 replies
Kasandra Kasandra
crita shana sm pak regas katanya mau ada extra part nya kak.. sy tunggu2 ndak muncul2😞
Qaisaa Nazarudin
waaahhh kayaknya kereeennn nih..Nabung dulu ah,nunggu babnya banyak,biar bisa marathon bacanya 🙏🙏😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!