NovelToon NovelToon
Racun Dalam Rumah Tanggaku

Racun Dalam Rumah Tanggaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:24.4k
Nilai: 5
Nama Author: e_Saftri

Niat baik tidak selamanya berakhir baik, hal ini terjadi pada rumah tangga Hanna dan Rizal

Malam itu keduanya menyelamatkan seorang wanita yang mendapat kekerasan dari suaminya

Mereka membawa tubuh lemah itu kerumah dan memberikan perawatan hingga wanita bernama Arum itu pulih

Namun nasib buruk menghampiri Hana, wanita yang telah ia selamatkan ternyata menjadi racun bagi rumah tangganya bersama sang suami

Pada akhirnya Rizal terjerat oleh pesona wanita lugu bernama Arum itu, hingga pernikahannya yang telah dikaruniai dua buah hati berakhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Malam sudah larut saat Rizal merasa kering pada tenggorokan nya, dia melihat pada nakas yang tidak terdapat air. Biasanya Hanna akan selalu menyiapkan sebotol air minum dikamar

"Hanna pasti lupa" Pria tampan itu turun dari tempat tidur dengan sangat perlahan, ia tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Karena jika sudah terbangun maka wanita hamil itu akan sulit untuk kembali tidur

Rizal melangkah menuju dapur, ia melihat bayangan seseorang yang berdiri dihadapan kompor

Rizal membeku untuk beberapa saat, pandangannya tertuju pada seorang wanita yang berdiri membelakanginya

Wanita itu hanya berbalut daster tipis yang sedikit menerawang. Bahkan dia dapat melihat warna pada bagian dalamnya, terlebih rambut yang digelung keatas hingga menampilkan leher putih yang begitu jenjang

Rizal meneguk ludahnya lalu mendekat. Kedatangannya jelas mengejutkan Arum yang sepertinya tengah membuat mi instan

"Mas Rizal?" Wanita itu mematikan kompornya lebih dulu "Mas butuh sesuatu?"

Riza terlihat salah tingkah, bukannya menjawab ia malah membawa pandangannya pada tubuh bagian depan Arum yang sangat menonjol

"Mas!" Rizal tersentak saat Arum melambaikan tangannya didepan wajahnya

"I-iya?" Pria itu berusaha terlihat biasa saja

"Mas butuh sesuatu?" Arum mengulangi pertanyaannya

"Sa-saya haus" Arum mengangguk, ia meraih gelas lalu mengisinya dengan air dan memberikannya pada Rizal yang sepertinya kembali melamun

"Ini mas!" Rizal meraihnya lalu meneguk isinya hingga setengah, ia harus menghalau pikiran kotor ini jauh-jauh

"Ada lagi?" Tanya Arum lagi karena Rizal masih berdiri ditempatnya

"Tolong kamu isi Tumbler itu! Biasanya Hanna akan haus tengah malam" Arum mengiyakan, wanita cantik itu kembali membelakangi Rizal dan mengisi sebuah Tumbler dengan air

Rizal kembali membawa pandangannya pada tubuh bagian belakang Arum yang begitu menggoda. Ia kembali menepisnya dengan menggeleng cepat

"Terima kasih!" Rizal berlalu setelah menerima Tumbler itu, ia melangkah cepat menuju kamarnya lalu menutup pintu

"Ada apa sama mas Rizal?" Gumamnya lalu meletakkan mi buatannya kedalam mangkuk

Sementara itu didalam kamar Rizal mencoba menghalau pikiran kotornya, ia tidak mengira jika ia akan bernafsu dengan wanita yang telah ia tolong

Rizal tidak menepis jika Arum adalah wanita yang cantik, hanya saja Arum belum mendapatkan perawatan apapun, berbeda dengan Hanna yang memiliki jadwalnya terlebih Arum memiliki tubuh yang begitu seksi, berbeda dengan Hanna yang kini tengah berbadan dua

"Mas?"

Rizal tersentak, karena sibuk membayangkan tubuh seksi Arum, dirinya tidak sadar jika sang istri terbangun

"Kamu bangun? Ada apa?" Rizal mendekat, meletakkan Tumbler diatas nakas lalu ikut bergabung bersama sang istri didalam selimut

"Tadi kebelet, kamu dari mana?" Hanna terlihat merengek, ini biasa karena selama hamil wanita cantik ini tidak ingin ditinggal

"Ambil air, kamu lupa buat taruh air dikamar" Hanna merasa bersalah, terlalu lelah belanja membuatnya langsung pergi tidur tanpa mengecek keperluan suaminya

"Maaf yaa mas! Aku ketiduran semalam"

"Tidak apa-apa sayang! Mas bisa kok urus diri sendiri!" Rizal mengusap rambut panjang istrinya

Pria itu mulai mendekatkan wajah mereka, Hanna dapat merasakan hembusan napas suaminya yang memburu

Hanna tau apa yang kini diinginkan suaminya, sebenarnya ia merasa lelah namun ia tidak ingin membuat suaminya kecewa akhirnya dia memilih untuk pasrah

Arum hendak mengecek anak-anak yang tidur dilantai atas, Arum sendiri menempati kamar tamu dilantai bawah

Saat melewati kamar yang ditempati Hanna dan suaminya, Arum tidak sengaja mendengar suara yang begitu ia ketahui

Malam yang sepi membuat suara itu dapat terdengar dengan jelas, hal itu mengganggu pikirannya. Sebagai wanita dewasa jelas ia menginginkan sentuhan terlebih suami yang selalu kasar dan tidak perhatian

Cukup lama Arum berada disana, setidaknya cukup untuk membuat tubuhnya panas karena suara sepasang suami istri itu

Arum lalu mengurungkan niatnya untuk memeriksa anak-anak, jika semakin lama ia disini maka itu tidak akan baik untuknya

"Bagaimana permainan mas Rizal yaa? Aku jadi pengen coba" Batinnya sambil memegangi dadanya

Arum menggeleng cepat, ia ke kamar mandi untuk menghalau semuanya. Lalu segera tidur

***

Arum membawa pandangannya pada sepasang suami istri yang menuruni anak tangga, ia melihat bagaimana Rizal yang menuntun istrinya dengan begitu lembut

Saat mereka dekat, Arum dapat melihat tanda kepemilikan yang menghiasi leher Hanna. Ia tahu itu hanya ditempat yang terlihat, mungkin ada dibeberapa tempat lagi

Rizal melirik kearah Arum sejenak lalu kembali menunduk, bayangan tubuh menggoda Arum semalam kembali menghampiri

"Hari ini Hafiz sudah mulai sekolah yaa" Rizal tersenyum pada dua anak laki-laki yang sudah rapi

"Iya om, Tante Hanna baik sekali. Hafiz dibelikan banyak baju sama Tante Hanna" Ucap bocah laki-laki itu

"Aku mau bilang terima kasih sama kalian, aku tidak tahu bagaimana jadinya aku sama Hafiz kalau malam itu tidak bertemu kalian" Arum mengatakan yang sebenarnya

"Sudahlah Arum! Siapapun yang ada disana malam itu pasti akan melakukan hal yang sama" Ujar Hanna yang diangguki oleh suaminya

Arum menatap Rizal yang tengah sibuk dengan sarapannya, sambil sesekali bersikap perhatian pada Hanna istrinya

Arum menatap dengan tatapan kagum, entah kenapa suara desahan semalam membuatnya berpikir yang bukan-bukan

Rumah menjadi sepi saat semua orang telah pergi, Rizal bekerja sementara kedua anak laki-laki dirumah ini telah pergi kesekolah

Hanna tengah bersantai diruang tengah rumah mereka. Ia menatap pada layar televisi yang menayangkan drama favorit nya

Arum datang dan duduk disamping wanita hamil itu "Kaki mbak Hanna bengkak!" Pandangan Arum tertuju pada kaki Hanna yang bengkak karena kehamilannya

"Iya, aku sudah tanya dokter, katanya ini biasa"

"Aku olesin minyak kayu putih ya mbak!" Arum menawarkan

"Tidak perlu Arum! Aku tidak ingin merepotkan kamu!" Tolaknya dengan lembut, ia tidak ingin Arum memegang kakinya

"Tidak ada yang seperti itu mbak! Sebentar yaa!" Arum pergi tak lama ia kembali dengan membawa botol minyak kayu putih

Arum meletakkan kaki wanita hamil itu diatas pangkuannya lalu memijat pelan. Jujur saja ia merasa jauh lebih nyaman, bahkan ia reflek menutup matanya

"Nyama sekali!"

Arum hanya tersenyum sambil terus melakukan pekerjaannya "Oh iya Rum, kira-kira dimana yaa suami kamu?"

"Biasanya mas Daru ada ditempat temennya untuk minum-minum" Jawab Arum

"Kamu tau alamatnya?" Arum mengangguk sebagai jawabannya "Bagus, nanti kamu kasih alamatnya sama mas Rizal!"

"Makasih yaa mbak" Hanna tersenyum hangat, tengah menikmati pijatan lembut Arum pada kakinya tiba-tiba saja Hanna merasa mengantuk

Wanita cantik itu memejamkan matanya hingga tidak sadar dirinya terlelap. Arum terus memijak kaki Hanna dengan lembut

1
falea sezi
🤣🤣 bastian jd aktor aja
Oma Gavin
cemburu buta jadi petak makanya ngomong yg jelas jgn jadi cenayang yg harus selalu peka dasar oon ini bastian aku sumpahin habis ini hanna marah yg ngga gubris kamu lagi
mama
terlalu kekanak2 n semuanya,gk ad serius2ny
falea sezi
resain pergi jauh han
Oma Gavin
bastian kamu jgn marah dan emosi sama hana yg perlu kamu marahi itu ortu mu terutama ayahmu yg telah merendahkan hana jgn sampai kamu salah sasaran atas kemarahan mu
falea sezi
pergi jauh aja hanna😒 cowok nya bego semua
Oma Gavin
tenang hana positif thinking aja bastian tidak akan berpaling lagi dari kamu udah lama dia menunggu kamu masa udah ada kesempatan mau di lepaskan
Oma Gavin
makin panjang urusannya sama rizal yg ngga tau diri tetap ngeyel pengen rujuk sama hana ngga perduli hana pernah trauma lihat dua selingkuh sama arum
Wiwit
klo BS lebihan babnya thor
Oma Gavin
semoga bastian berhasil merebut hati anak" hana jgn biarkan rizal kembali merusak mental hana
Oma Gavin
lebih baik segera dihalalin aja hana biar rizal tidak ada peluang rujuk laki" ngga sadar diri dia yg selingkuh kok ngeyel pengen dimaafkan menjijikan
Oma Gavin
jgn luluh hana tetap sama bastian saja percayalah kedua anakmu bisa menerima bastian tanpa membuang kasih saya rizal buat mereka, jijik banget lihat rizal yg ada trauma hana bisa kambul ingat lihat dgn mata kepala sendiri perselingkuhan tsb
Oma Gavin
Alhamdulillah hanna terselamatkan sama bastian hancurkan marco dan perusahaan nya
Oma Gavin
tolong bastian ini marco pecundang ingin melecehkan hanna segera tolong dia sebelum trauma nya kumat lagi
falea sezi
lanjut thor q krim hadiah.. ehh dokter Rama mana thor kasian dia yg perjuangin. Hanna saat drop masak sekarang di kalahin. bastian
Eva Safitri: Terima kasih karena sudah mampir
total 1 replies
falea sezi
MC nya menye menye thor😒 buat Badas donk
falea sezi
ngapain ngurusin mantan🤣🤣 bekas aja lu mau hanna
falea sezi
enak aja kesempatan🤣 laki bangsatt
falea sezi
bertele tele pret
falea sezi
cpet cerai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!