NovelToon NovelToon
Kontrak Cinta Sang Kepala Pelayan

Kontrak Cinta Sang Kepala Pelayan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author:

Punya ijazah S1 Akuntansi dengan predikat Cum Laude ternyata tidak berguna di hadapan tagihan rumah sakit yang mencapai ratusan juta. Demi menyelamatkan nyawa ibunya, Arini terpaksa membuang gengsinya dalam-dalam dan melamar menjadi kepala pelayan di penthouse mewah milik Adrian—seorang CEO muda kaya raya yang terkenal sedingin es kutub utara.Kerja keras Arini yang super rapi dan cerdas perlahan menarik perhatian sang Kakek pemilik takhta konglomerasi. Salah paham pun terjadi. Demi mempertahankan posisinya sebagai pewaris tunggal, Adrian terpaksa berbohong dan mengenalkan pelayannya itu sebagai calon istri.Sebuah kontrak pernikahan satu tahun akhirnya disodorkan di atas meja marmer.Gaji ratusan juta, seluruh utang lunas, dengan satu syarat mutlak: Dilarang saling jatuh cinta.Mampukah Arini bertahan menghadapi sikap dingin sang konglomerat di bawah satu atap yang sama? Ataukah pernikahan pura-pura ini justru akan mencairkan hati sang es kutub utara yang selama ini membeku?

Bab 4 (Janji di atas kertas dan Malam Pertama)

Kekuasaan dan uang seorang konglomerat terbukti mampu melompati segala birokrasi yang rumit dalam hitungan jam. Setelah konferensi pers yang melelahkan di pagi hari—di mana Arini berhasil membungkam para wartawan dengan jawaban cerdasnya—sore harinya sebuah prosesi pernikahan tertutup digelar di dalam aula privat Wijaya Group. Tidak ada pesta megah yang dihadiri ribuan tamu, hanya ada penghulu, Kakek Wijaya sebagai saksi, dan beberapa anggota keluarga inti.

Ketika Arini mengucapkan janji dan menandatangani buku nikah, tangannya bergetar. Detik itu juga, statusnya di atas kertas resmi berubah. Ia bukan lagi Arini si pelayan rumah tangga, melainkan Nona Muda Wijaya, istri sah dari Adrian sang "Es Kutub Utara".

Malamnya, kepindahan Arini dari kamar pelayan di area belakang menuju kamar utama akhirnya benar-benar terjadi secara sah. Di dalam koper kecilnya, tidak ada gaun mewah atau perhiasan mahal, hanya ada beberapa potong pakaian kasual, buku catatan, dan salinan kontrak pernikahan yang mereka sepakati tadi malam.

Saat pintu kamar utama diketuk, Adrian membukanya dengan kaus oblong hitam santai—penampilan yang jauh lebih rileks daripada setelan jas formal yang biasa ia kenakan di kantor.

"Letakkan kopermu di sudut sana," titah Adrian dingin tanpa mengalihkan pandangan dari gawai di tangannya. "Mulai malam ini, para pelayan harian akan mulai memperhatikan gerak-gerik kita. Jadi, pastikan kamu tidak menunjukkan wajah tidak nyaman atau canggung saat keluar dari kamar ini besok pagi."

Arini melangkah masuk ke dalam kamar yang luasnya hampir setara dengan seluruh rumah kontrakannya di kampung. Kamar itu beraroma kayu cendana yang maskulin, bersih, namun terasa sangat dingin dan kaku—sama seperti pemiliknya. Di tengah ruangan, sebuah tempat tidur berukuran king size dengan seprai sutra abu-abu gelap tampak mendominasi.

"Saya tidur di sofa," ujar Arini tegas, menunjuk sofa panjang beludru di dekat jendela besar yang menampilkan gemerlap lampu gedung pencakar langit Jakarta.

"Jangan konyol, Arini. Kita sudah sah menikah di mata hukum dan keluarga besar. Jika pelayan harian masuk besok pagi untuk mengantar koran atau merapikan kamar dan melihatmu tidur di sofa, kebohongan kontrak kita selesai sebelum dimulai," balas Adrian datar.

Pria itu melangkah mendekati tempat tidur, lalu mengambil sebuah guling tebal. Dengan gerakan tak acuh, Adrian meletakkan guling itu tepat di tengah-tengah kasur mewah tersebut, membagi tempat tidur besar itu menjadi dua wilayah yang sama rata. "Ini batasnya. Jangan melewati garis guling ini satu sentimeter pun jika kamu masih ingin melihat matahari besok pagi."

Arini mendengus, merasa tertantang oleh arogansi pria di hadapannya. "Tenang saja, Pak CEO. Saya memiliki harga diri yang tinggi. Menolak menyentuh es batu yang hampir beku adalah salah satu keahlian terbaik saya."

Namun, ketika lampu utama dimatikan dan hanya menyisakan temaram lampu tidur di sudut ruangan, kata-kata berani Arini menguap begitu saja. Suasana menjadi begitu sunyi hingga gesekan seprai sutra saja terdengar sangat jelas di indra pendengaran mereka. Arini berbaring telentang di sisi kiri kasur, tubuhnya kaku seperti papan, menahan napas agar tidak melewati guling pembatas. Jantungnya berdentum begitu keras setiap kali mendengar deru napas teratur Adrian di balik pembatas di sampingnya.

Adrian sendiri tidak bisa langsung terlelap. Aroma harum bunga melati yang lembut dari sabun mandi Arini mendadak menjajah indra penciumannya, mengacaukan fokus pikiran yang biasanya hanya berisi angka dan strategi bisnis. Bagi pria yang terbiasa hidup sendiri dan menutup diri dari orang lain karena trauma masa lalu, kehadiran Arini di atas ranjangnya adalah sebuah gangguan yang anehnya... tidak begitu ia benci. Dinding es yang selama ini ia bangun kokoh, malam ini mulai merasakan sedikit kehangatan yang asing.

1
sakura
Hallow guys xixi mimin minta maaf karna seminggu ga update tapi tenang aja udah sekarang updatenya doble”. jangan lupa like,komen, dan share yaa cinta-cintaku🫶🏻
sakura
jangan lupa kasih like nya ya manteman,biar authornya ini jadi semangat buat nulisnya xixi😗🫶🏻🙆🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!