NovelToon NovelToon
Mafioso In Action

Mafioso In Action

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Contest / Kriminal / Mafia / Tamat
Popularitas:235.5k
Nilai: 4.4
Nama Author: WiraBP

16+ Bijaklah dalam membaca!!!

Apa jadinya jika harus menghadapi banyak masalah yang berasal dari masa lalu, namun tanpa ingatan masa lalu tersebut?

Itulah yang terjadi dan dialami oleh seorang laki-laki berusia 23 tahun bernama Berlin G Axel. Dirinya tidak dapat mengingat semua tentang masa lalunya sendiri, dan harus menghadapi semua masalah yang berasal dari masa lalu.

Banyak sekali ancaman dan bahaya yang mengincar Berlin, termasuk orang-orang berharganya dan termasuk juga dengan kekasihnya yaitu Nadia. Itu cukup membuat Berlin harus bisa melindungi apa yang ingin ia lindungi, dan sekaligus harus bisa menyelesaikan masalah-masalah itu.

Di sisi lain Berlin juga harus mencari kejelasan soal ingatan masa kecilnya, dan soal keluarga besarnya yang tidak dapat ia ingat sama sekali.

Apakah ia berhasil mendapatkan ingatan-ingatannya kembali? Dan ingatan-ingatan apa saja yang telah hilang atau ia lupakan?

source cover: Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WiraBP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pilihan #4

Namun setelah semua yang terjadi di markasnya, Kimmy tidak melihat adanya Nadia di sana. Pikirannya tentang salah satu sahabatnya itu tiba-tiba terlintas begitu saja, karena dirinya belum mendapatkan kabar apapun dari sahabatnya itu.

~

Sambil menyetir, Nadia berkali-kali melihat kondisi luka yang berada di kakinya. Rasa sakit dari luka itu terus dapat dirasakan dan tiada hentinya, walau luka tersebut sudah terbalut dan terobati.

Dirinya masih tidak menyangka akan kehilangan pekerjaan yang ia perjuangan selama tiga tahun itu. Walau terkesan masih baru, tapi semua prestasi dan gelar berhasil ia raih selama dirinya masih mengabdi sebagai anggota. Namun semua itu menghilang begitu saja dalam waktu yang sungguh singkat.

Nadia pun berniat untuk pulang ke rumahnya lebih awal, atau bahkan terlalu awal untuk dirinya kembali pulang ke rumah. Tidak ada yang spesial atau istimewa pada saat ia kembali ke rumah, karena tidak ada siapapun yang menunggu kedatangannya untuk kembali pulang.

Sesampainya Nadia di rumah, dirinya kembali bertemu dengan kesepian dan kesendirian, yang menyambut kedatangannya. Terkadang ia merasa iri kepada orang lain yang selalu ada setidaknya seorangpun yang menunggu kedatangannya untuk pulang.

"Apa yang akan ku lakukan ...?" gumamnya.

Dengan berjalan perlahan menuju sofa, dirinya mengambil kotak pengobatan, dan mulai melihat kembali luka miliknya. Setelah memastikan kembali kondisi lukanya, Nadia pun menuliskan sebuah surel yang akan dikirim kepada Berlin.

"Berlin, sekarang aku tahu ... bagaimana rasanya sangat merindukan seseorang. Cepatlah kembali, aku tidak ingin kembali merasakan kesepian ..." Sebuah surel yang ia tulis dan ditujukan untuk lelakinya itu.

Setelah mengirimkan surel tersebut, tiba-tiba dirinya mendapatkan pesan dari temannya yaitu Kimmy.

"Nadia, apakah kita bisa bertemu ..? Aku hanya ingin menghabiskan waktu saja di Taman Kota, mungkin kamu bisa menemui ku di sini." Isi dari pesan teks tersebut.

Temannya itu tiba-tiba ingin mengajak bertemu di Taman Kota. Berhubung dirinya memiliki waktu yang sangat luang, ia pun mengiyakan dan akan segera bertemu dengan Kimmy di Taman Kota. Setidaknya ada yang menemani dirinya di saat-saat seperti ini.

Beberapa menit kemudian pada saat dirinya berada dalam perjalanan menuju Taman Kota, dirinya tiba-tiba mendapatkan surel balasan dari Berlin. Nadia langsung menepikan serta memberhentikan mobilnya sejenak, dan membaca isi dari pesan tersebut.

"Minggu depan kita akan segera bertemu kembali kok, kamu jaga diri baik-baik ya. Hati-hati karena banyak penjahat, dan aku ingin kamu tahu kalau di sini aku benar-benar merindukan mu, Sayang."

Nadia tersenyum-senyum sendiri, dan sedikit salah tingkah ketika membaca isi dari surel tersebut. Semua beban dalam pikirannya seketika ringan begitu saja, saat mengetahui Berlin membalas surel miliknya.

Setelah membaca surel tersebut, ia pun melanjutkan perjalanan menuju Taman Kota untuk bertemu dengan Kimmy. Suasana hatinya tiba-tiba berbunga-bunga, Nadia terlihat sangat senang dan ceria setelah mendapatkan balasan surel dari kekasihnya.

Tetapi di sisi lain dirinya juga takut akan mengecewakan Berlin. Karena kekasihnya itu sangat melarang Nadia untuk mengundurkan diri atau bahkan keluar dari profesinya sebagai anggota polisi. Nadia tidak tahu harus mengatakan apa, pada saat nanti kembali bertemu dengan lelakinya itu.

...

Sesampainya Nadia di Taman Kota, ia langsung melihat Kimmy yang tengah menunggunya berdiri dekat dengan halaman parkir. Nadia pun segera menghampiri serta menemui temannya itu.

"Loh .., kakimu kenapa ?" pertanyaan pertama yang muncul dari mulut Kimmy karena melihat Nadia jalan sedikit terpincang-pincang saat menghampirinya.

.

"Jam segini, kamu nggak bertugas ...?" celetuknya kembali karena tidak melihat Nadia mengenakan seragam polisinya.

"Aku bingung mau cerita dari mana ...," jawab Nadia dengan berjalan menghampiri Kimmy.

"Kalau kamu mau mencurahkan semuanya, silahkan saja ... mungkin aku bisa jadi pendengarmu," sahut Kimmy yang merangkulnya.

Kimmy sendiri sebenarnya berniat ingin menanyakan soal banyaknya polisi yang tiba-tiba mendatangi markasnya. Namun setelah melihat kondisi dari Nadia, dirinya mengurungkan niat tersebut. Dirinya cukup kaget karena melihat Nadia yang mendatanginya dengan keadaan terpincang-pincang.

Dengan ditemani oleh Kimmy dan angin yang terus berhembus kencang melewati pepohonan, serta hembusan angin tersebut membawa suasana hangatnya di siang hari yang sangat cerah ini. Nadia berjalan perlahan menikmati suasana taman yang cukup indah itu, walau terletak di tengah kota.

Nadia pun mulai bercerita serta mencurahkan isi hatinya kepada Kimmy yang terlihat sudah sangat siap untuk menjadi pendengarnya.

"Sekarang ... aku sudah bukan polisi lagi, Kim. Aku sendiri juga sudah sangat tau ... semua resikonya, jika aku memilih serta mengambil jalan yang 'ku pilih. Dan ... aku memilihnya ...."

"Terus ... kondisi lukamu bagaimana ..?" cetus Kimmy yang melirik perban yang terbalut di kaki kanannya.

.

"Sudah aku obati kok ...," jawabnya dengan nada yang cukup lesu.

Mereka berdua pun berjalan perlahan menghampiri dan duduk di sebuah bangku taman yang terletak tepat di pinggir dari sebuah kolam ikan. Kimmy pun kembali mengajaknya terus berbincang dan sedikit mencoba untuk menanyakan tentang apa yang terjadi di markasnya itu.

"Aku baru saja mengirim surel kepada Berlin, tapi belum di balas, loh ...," ujar Kimmy.

"Baru saja dia membalas surel ku, katanya minggu depan akan kembali ...," sahut Nadia dengan menunjukkan ekspresi bahagia dan sangat ceria.

Kimmy cukup kagum dengan sahabatnya itu, karena walau dia terlihat menerima banyak beban. Tetapi dirinya tidak melihat ekspresi lelah atau putus asa dari sahabatnya itu. Justru Nadia selalu terlihat ceria dan baik-baik saja, seperti seolah-olah tidak memiliki masalah atau beban apapun. Kimmy merasa tidak akan sanggup jika dirinya berada di posisi sahabatnya itu.

Nadia sendiri cukup senang karena ada yang menemaninya untuk sementara waktu, dan setidaknya dirinya masih mempunyai teman yang dapat menerima serta mendengarkan curahannya. Dirinya pun memilih untuk menghabiskan waktunya yang sangat luang itu bersama dengan Kimmy.

...

Siang hari dengan langit yang sangat cerah itu mulai berganti warna menjadi jingga, dan langit serta cahaya senja pun perlahan menggantikannya. Gemericik suara air yang berasal dari kolam ikan itu juga berkali-kali terdengar. Serta hembusan angin yang awalnya terasa sangat hangat, tiba-tiba berubah menjadi sedikit dingin dengan berjalannya waktu.

Banyak orang yang sebelumnya terlihat berjalan serta bermain-main di sekitar taman, sekarang mulai berkurang dan pergi meninggalkan taman karena hari yang perlahan larut. Nadia pun harus kembali pulang dan berbisah dengan Kimmy, ia sangat berterimakasih kepada sahabatnya itu karena telah menemaninya untuk sementara waktu.

"Makasih ya, Kim."

"Iya, santai saja ...," sahutnya.

"Yaudah ... aku pergi dulu, ya ...," lanjutnya yang lalu pergi meninggalkan taman.

Nadia sendiri juga ingin segera kembali ke rumah untuk beristirahat, dan berkali-kali rasa sakit dari luka tersebut sempat terasa kembali. Dirinya sangat berharap agar kekasihnya yaitu Berlin untuk segera kembali, dan menemaninya serta hadir di saat dirinya membutuhkan.

.

~

.

Malam yang cukup begitu dingin kembali menyelimuti segala penjuru wilayah kota, dan di suatu tempat yang sangat kelam terdapat kelompok kejahatan yang sangat ditakuti oleh seluruh orang-orang.

Seseorang misterius yang telihat sebagai salah satu orang paling tinggi dalam kelompok tersebut pun menghampiri salah satu dari personil mereka. Pada saat orang tersebut berjalan menghampirinya, tiba-tiba langkahnya terhentikan oleh seseorang yang sangat ditakuti oleh seluruh personil dari kelompoknya.

"Tunggu, bisa bicara sebentar ...?!" cetusnya.

"Baik, Bos !" sahut orang tersebut.

"Kurasa ... kita harus segera deklarasi dan mengubah kelompok ini ...!" ujar seseorang yang ia disebut sebagai Bos.

"Selama itu perintah, saya akan lakukan !"

.

"Lagian ... gudang atau markas dari mereka juga sudah diketahui oleh polisi, dan ... rencana kita berhasil."

"Bagus lah kalau begitu, siapkan dirimu dan anak buahmu ... kita harus melanjutkan misi yang lama belum terlaksana !" sahutnya.

.

"Tenang saja, saya sudah sangat siap ...!"

Bersambung.

1
kzqrzbz
lucu bangetttt/Scowl/
kzqrzbz
S
anan
hadiri k
anan: iya masma ☺️ kita sesama punya karya kita salai dukung sesama author 👏👏 semangat k
total 2 replies
Arsha Nadya
besttt😍😍😍
WiraBP: 😍😍🙏☺️
total 1 replies
Lee
Maaf boomlike y kak..
main jg ktmptq..
Lee
Mampir lgi ya kak..
jgn bosan..
Yukity
Yeee....ada kelanjutannya👍🏼😁
WiraBP: ada dong ...😁
total 1 replies
R.F
kmn aja
R.F: oh pantesan aja
total 2 replies
Lee
Mampir jg ke novelku y kak.
makasih..
WiraBP: siap, makasih sudah mampir 🙏😊
total 1 replies
Lee
My ice girl saranghae mampir lg kak..
CHEESE CAKE.
Mampir sekaligus promosi, karya baru» [klik profil].
senja
wah akan ada penyerangan ya
senja
arti Kamerad apa?
Irma Kirana
next kak Wira 😂😘😘
WiraBP: baiklah, nanti next di season berikutnya 😆🤭✌️
total 1 replies
Irma Kirana
semangat kak Wira
Yukity
Kok Nggantung ya🤔
kirain masih ada chapter bonus lagi✌️😁
Yukity: sama2😍
total 2 replies
Taki
nah klo chapter yg ini aku kurang puas Thor, karena cukup menggantung endingnya😁
seolah bikin aku bertanya-tanya gimana kelanjutannya?🥺
WiraBP: makasih 🙏😁
total 3 replies
Suya
Thor lanjut dong! season 2 atau apa gitu, masih penasaran aku😭
sumpah dah bagiku di chapter bonus ini menggantung🥺 butuh kelanjutannya 😭
WiraBP: makasih kak 🙏😁
total 3 replies
Yukity
eh..ketinggalan 4 bab🙈

lha..serius Tamat🤔😱

Yuk buat karya baru lagi Thor..
semangaat👍🏼😍
Yukity: Wokey...😍😍
total 2 replies
Taki
kalaupun ini ending, aku sih cukup puas dgn pernikahan mereka berdua😍

tapi rasanya masih ada yg ganjal meski udh end gitu Thor. Aku ngarep klo ini cerita masih ada kelanjutannya 🥺

yah pokoknya semangat terus deh buat Author yg udh hadirkan cerita yg menghibur ini 💪🔥
WiraBP: siap makasih supportnya 🙏😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!