NovelToon NovelToon
Istri Tengil Duda Mapan (Mateng Dan Tampan)

Istri Tengil Duda Mapan (Mateng Dan Tampan)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Duda / Romansa / Menikah dengan Kerabat Mantan
Popularitas:45.2k
Nilai: 5
Nama Author: ntaamelia

Putus cinta membuat seorang gadis bernama Emeery menerima perjodohannya dengan seorang duda beranak dua. Namun, sikapnya yang tengil membuat sang duda pusing tujuh keliling, akankah Emeery mampu menaklukkan dinding es suaminya, yang bahkan belum move on dari sang mantan?

Kalau ada, sembilan duda ~
Mau duitnya saja, semuanya ~
Ini dada, isinya duit semua ~

Penasaran dengan kisah mereka? Ikuti ceritanya di sini🤗

Jangan lupa follow
Ig @nitamelia05
fb @Nita Amelia
TT @twins✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Aku Suka yang Mateng

Seminggu kemudian.

Setelah menyantap makan malam yang rasanya begitu hambar, Gerry langsung masuk ke ruang kerja untuk menyelesaikan beberapa dokumen. Dia ingin menyibukkan diri, supaya tak bergemelut dengan ucapan Mona lagi.

Namun, baru beberapa menit duduk di sana, tiba-tiba sang ayah—Jerry—masuk ke ruangan tersebut. Entah mau apa, apakah ada pekerjaan tambahan atau justru membahas yang lain.

"Daddy denger kamu putus sama Mona," celetuk Jerry sambil mengambil posisi duduk tepat di depan Gerry, hingga putranya langsung menghentikan aktivitas dan mengangkat pandangan.

"Dih kata siapa? Sok tahu nih!" balas Gerry dengan cuek. Berusaha terlihat baik-baik saja, padahal hatinya kini tengah hancur berantakan.

Jerry menarik sudut bibirnya ke atas, dari mimik wajahnya saja dia sudah tahu kalau sang anak tengah berbohong.

"Orang Ghara cerita pas Daddy main sama Uncle Ale dan Uncle Bobby."

Ck!

Decakan itu terdengar sangat jelas. Gerry mengumpat di dalam hati karena sahabatnya yang satu itu malah mengadu pada ayahnya. Padahal ini urusan pribadinya dengan Mona.

'Ember banget dah mulut Si Buaya!'

"Kalo emang iya kenapa sih? Masih galau?" lanjut Jerry sambil mengerutkan dahinya. Kemudian tangannya yang satu mengeluarkan sebuah kertas, kuno sekali rasanya di zaman serba canggih seperti ini sang ayah masih pakai acara nge'print segala.

"Apaan nih?" tanya Gerry setengah sewot.

"Santai, Bro! Ini biodata cewek yang mau Daddy kenalin sama kamu. Dari keluarga baik-baik, dan tentunya satu kasta sama kita, kalo nggak salah masih saudara sama istrinya Kakek Emilio deh," papar Jerry, dia tampak tertarik dengan putri rekan bisnisnya meski belum mengenal dalam. Jadi, dia berinisiatif untuk menjodohkannya dengan Gerry, siapa tahu cocok.

"Cih, dapet dari mana sih Daddy? Bisa-bisanya anak baru putus malah suruh kenalan lagi sama cewek lain, mana ABG lagi. Aku belum bisa buka hati!" tandas Gerry yang melihat sekilas bahwa umur gadis itu baru 20 tahun. Artinya mereka memiliki selisih 12 tahun.

"Iya tahu, tapi cucu-cucu Daddy juga butuh sosok ibu kan? Kamu selama ini kan cuma mikirin diri sendiri aja. Makanya sekarang Daddy turun tangan, cantik kok orangnya. Kalo kamu penasaran nanti Daddy hubungin bapaknya biar atur pertemuan sama kamu," ujar Jerry, karena sang rekan pun sepertinya tidak keberatan untuk saling memperkenalkan anak mereka.

Gerry mengacak rambutnya karena merasa cukup frustasi dengan tindakan sang ayah yang tiba-tiba.

"Tapi emang dia mau sama duda anak dua kayak aku?" ketusnya, dia yakin sih kalau pun mau pasti ada embel-embelnya. Apalagi ABG zaman sekarang.

"Ya makanya kenalan dulu. Nanti kamu tahu jawabannya," jawab Jerry dengan enteng. Kemudian dia menyerobot kopi Gerry, dan diseruputnya hingga tersisa setengah.

"Semoga berhasil!" ucap Jerry sambil mengangkat tangannya memberi semangat, dan melenggang pergi begitu saja.

"Ck, dateng-dateng bawa berita dadakan. Ngabisin kopi juga lagi," gerutu Gerry sambil mendesahkan napas berkali-kali.

*

*

*

Sebelum masuk ke dalam kamarnya sendiri, Gerry lebih dulu menyambangi kamar kedua anaknya. Lampu sudah temaram, dan keduanya sudah berbaring di ranjang masing-masing.

Gerry mendekat pada si sulung, dia membetulkan selimut yang sedikit berantakan, lalu mencium kening bocah tampan itu.

"Maafin Daddy ya, Than, selama ini Daddy belum bisa jadi ayah yang baik buat kamu dan Sansan. Daddy masih suka egois, terlalu mikirin kebahagiaan sendiri, sampe-sampe Daddy nggak tahu apa kalian setuju punya ibu baru atau nggak, cocok sama Tante Mona apa nggak," ucap Gerry sambil mengelus kepala si sulung. Dia tahu meskipun Ethan kerap tidak mau dititipi sang adik, tapi lebih dari itu Ethan adalah kakak yang bisa melindungi Sansan.

Setelahnya dia beralih pada Sansan. Dia tersenyum tipis, karena melihat putrinya sama seperti melihat mendiang Keke—sang istri.

"Sansan, Daddy minta maaf sama kamu juga ya. Karena terkadang waktu Daddy tidak cukup banyak untuk Sansan dan Kak Ethan. Daddy akan perbaiki mulai sekarang, dan jika kalian memang butuh sosok ibu, Daddy akan cari yang bisa menerima kita," ujar Gerry dengan tatapan sendu.

"Kami mau kok ibu baru. Tapi asal bukan Tante Mona!" seru Ethan dari belakang punggung Gerry, tiba-tiba sudah terduduk, mengejutkan pria itu hingga dia langsung melotot.

"Ethan," panggil Gerry memastikan bahwa putranya tidak sedang mengigau. Ethan menatap sang ayah dengan mimik serius dan Gerry menghampirinya lagi. "Apa maksud ucapan kamu, Than?" lanjutnya dengan kening yang berlipat-lipat. Karena baru kali ini dia mendengar penolakan sang anak kepada Mona secara gamblang.

"Daddy bilang bakal cari orang yang bisa nerima kita. Cari orang itu, karena dia bukan Tante Mona. Aku yakin Sansan setuju!" jawab Ethan dengan pemikiran yang terasa seperti orang dewasa padahal dia baru duduk di bangku sekolah dasar.

Mendengar itu, Gerry semakin disadarkan bahwa dia dan Mona memang tidak memiliki kecocokan. Hubungan mereka tak bisa dilanjutkan, apalagi tanpa dukungan anak-anaknya. Tapi bagaimana dengan hatinya? Rasanya masih sangat sulit untuk menerima orang baru lagi.

*

*

*

Pagi hari.

Mau sebanyak apapun Emeery membolos, nyatanya Emeery tetap tak bisa menghindar untuk tidak bertemu dengan Anjas, karena mereka satu kampus, bahkan satu kelas.

Jadi pagi ini dengan terpaksa dia bersiap-siap untuk kuliah. Gerakannya malas-malasan, dan seperti biasa dia hanya mengenakan kaos oversize hitam dipadu dengan celana kargo selutut, sementara rambutnya dikuncir dengan asal.

Padahal begitu saja dia sudah cantik, tapi mungkin pria yang ingin mendekatinya berpikir 1000 kali, karena sikapnya yang tak begitu feminim seperti kebanyakan gadis.

"Ini," ucap sang ayah seraya menyerahkan sebuah kartu nama. Emeery pun mengernyit karena tak paham.

"Apa ini, Daddy?" tanyanya saat masih menyantap sarapan. Sementara Bryan sudah ingin pergi ke kantor. Disusul dengan istrinya yang membawakan tas kerja.

"Anak rekan bisnis Daddy. Usianya matang, tampan, kaya, setia," papar Bryan menyebutkan kelebihan pria yang ingin dikenalkan pada putrinya. Meski ada tambahan, punya buntut dua. "Sama ...."

"Cocok, tipe aku banget!" potong Emeery dengan penuh semangat padahal sang ayah belum selesai bicara. "Kapan aku harus ketemu dia, Dad?" lanjutnya dengan mimik tak sabaran, hingga Bryan berdecak kecil.

"Dengarkan Daddy dulu, Emeery, karena ini bukan untuk main-main. Dia duda anak dua, kamu masih tertarik?" tanya Bryan, Emeery langsung membulatkan kelopak matanya dan menganga. Hingga Bryan pikir anaknya pasti menolak mentah-mentah.

"Masokkk, Dad! Aku suka yang mateng, apalagi udah ada buahnya," jawab Emeery dengan lantang. Dan kini giliran ayah serta ibunya yang menganga.

HAH!

1
Ayna Adam
Lanjut lagi kak updatenya 😊
Ayna Adam
Makanya jadi orang itu jangan sombong dan buta karena cinta
Anjas tuh pengecut dan mokondo
Skrg aja dia gak punya tempat tinggal
Udah tinggalin Anjas 😄
Radya Arynda
sekali kali kasih pelajar mer 2 manusia laknat itu,,ter utama si anjas
Rita
makanya kmu salah cari musuh
Zahraputri Putri
dari kemaren greget terus sama anjas🤭
Maria Kibtiyah
haha enak emery punya temen setia semuanya
Dien Elvina
untung Meery punya BESTie yg solid jadi s Sisil gak bisa berkelit lg
Dien Elvina
kapok kamu Sil, mau ngebelain laki² mokondo modelan s Anjas eh malah kamu sendiri yg kejebak makanya jangan mau jadi cewek murahan 😏
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
wkwkwk pihak kampus pastinya takut lahh, kalau masalah Bullying ini sampai terendus pihak luar 😂 yang ada nama baik kampus jadi taruhan nya. apalagi kalau smapai merry membawa masalah ini ke jalur hukum, wess alamat virall dan banyak Konten kreatorr datang buat ngonten dan miralin kebobrokann tuh kampus 🤭
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
salah sendiri ngebelain mokondo 😂 laki2 pengecutt macam anjas elu bela2in. yang ada yaa diri elu sendiri yang menderita dan yang pasti, elu pasti dapat kartu merah dari kampus 😂
Maharani Rani
lanjutt kka🤣🤣
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
itulah guna nya punya teman yang sejalan sil, selalu ada buat teman nya saat teman nya dalam bullying 😂 enggak kayak elu! elu yang Songong dan sombong, mana ada yang mau ngebela elu 😂 nohh mokondo yang elu bela2 , mana ada dia punya nyali buat ngebela elu 😂 berani macam2 sama merry, habiss deh nasib mokondo 😂 sekarang rasain! elu salah cari lawan. elu pikir elu bisa ngebullying merry dan menjatuhkan nama baik merry, yang ada elu yang bakalan kena skors 😂
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ: Bentar dulu kak, mau isi bensin dulu! habis full kenyang, biar aku atasi tuh si mulutt bucuk Cicil 🤭 cari gara2 , belum pernah di sepak Kaki meja 😆
total 2 replies
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
besti Merry emang keren, selalu tampil di depan melindungi merry 😂 kalau sudah begini elu kagak bisa berkelit lagi sisil. elu mau ngebela diri bagaimana lagi, kalau bukti sudah terpampang nyatah, kalau elu yang pertama kali cari gara2 duluan. habiss deh elu sil 😂
Ayna Adam
kok blm update dari kmrin kak?
Ass Yfa
akhirnya kak nita nongol🤭makasih
Susan Susanti
duh naik kuda🤣😂
Ayna Adam
ditunggu updatenya hari ini 2 bab kak😊
Ayna Adam
Hebat km Emery,singkirkan Sisil dan Anjas si busuk itu
Kutunggu updatenya lagi kak 😊
Rita
kena kau😂
Rita
jleb ngga tuh👍😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!