NovelToon NovelToon
THE SILENT SECTOR

THE SILENT SECTOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Mantan agen rahasia dari sektor 7 kini kembali setelah masa tugasnya delapan tahun selesai.... Faas laki-laki pendiam yang selalu di anggap keluarganya adalah aib karena sifat pendiam nya membuat keluarga membuang Faas ke Amerika dengan dalih untuk meneruskan pendidikannya di sana, namun bertahun-tahun lamanya, menurut keluarnya ,Faas tetaplah laki-laki pendiam yang tidak bisa berbuat apa-apa,selain menghabiskan uang keluarganya, padahal di balik pendiam nya Faas , ada rahasia tersembunyi yang tidak ada satu keluarga nya yang tahu .



_
_
_
Bismillahirrahmanirrahim....
Assalamualaikum...
bertemu lagi dengan author yang suka-suka...
yuk ikuti kisahnya ... , ini kelanjutan cerita tentang Faas sebagai rekan sektor 7 shadow Midi.
semoga sukaaaaa
dan selamat membaca.... yang tidak suka tinggal skip, dan untuk yang mau mengikuti cerita ini, mohon dukungannya ya, 🥰🥰🥰🥰 terimakasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Tepat saat itu, Megan yang selesai dengan ponselnya melangkah menghampiri lorong toilet. Senyum di wajah Megan langsung lenyap begitu melihat kekasihnya sedang menatap lekat seorang gadis berhijab dengan pandangan yang sangat ia kenali,pandangan berburu.

"Gavin! Apa-apaan ini?!" pekik Megan, suaranya meninggi memecah keheningan koridor. Ia langsung menyambar lengan Gavin dan menariknya mundur dengan kasar. "Siapa perempuan ini?! Kenapa kamu ngeliatin dia kayak begitu?!"

Gavin tersentak dari lamunannya. Ego lelakinya terusik karena tertangkap basah, ditambah lagi rasa gengsinya yang tinggi di tempat umum. Untuk menutupi rasa salah tingkah dan ketertarikannya yang mendalam pada Eliza, Gavin langsung mengubah raut wajahnya menjadi galak. Ia pura-pura marah demi menenangkan Megan yang mulai histeris.

"Heh! Punya mata itu dipakai kalau jalan! Gak tahu apa baju yang kamu tabrak ini harganya mahal?!" bentak Gavin kasar pada Eliza, suaranya sengaja dikeraskan untuk menunjukkan pada Megan bahwa ia tidak tertarik pada gadis itu. "Kampungan banget sih, jalan di mall mewah tapi merem!"

Eliza tertegun mendapat makian yang tiba-tiba. Ia langsung berdiri tegak, memundurkan langkahnya karena merasa tidak nyaman dengan tatapan benci dari Megan dan kemarahan palsu dari Gavin.

Sebelum Eliza sempat membalas, sebuah bayangan tinggi melangkah maju ke depan Eliza. Maudi telah berdiri di sana, melindungi saudaranya. Tatapan mata Maudi seketika berubah menjadi sedingin es, menembus langsung ke bola mata Gavin dengan aura mengintimidasi yang membuat Gavin refleks menelan ludah.

"Jaga bicaramu, anak muda," suara Rebecca menimpali, melangkah maju mendampingi Maudi. Wajah anggun Rebecca kini tampak tegas dan penuh wibawa. "Anak saya sudah meminta maaf. Tidak perlu berteriak kasar di tempat umum seperti orang yang tidak berpendidikan."

Gavin yang mengenal siapa Rebecca,istri dari pengusaha farmasi besar yang sering muncul di majalah bisnis, seketika membeku. Ia tidak menyangka gadis yang dianggapnya kampungan itu ternyata memiliki pelindung kelas atas di belakangnya.

"Ayo, Gavin! Gak usah dilayanin orang-orang gak jelas kayak gini, bikin turun kasta aja!" sentak Megan dengan napas memburu, menarik paksa tangan Gavin untuk segera pergi dari sana sebelum drama itu menarik perhatian lebih banyak pengunjung.

Gavin terpaksa melangkah pergi mengikuti tarikan Megan, namun kepalanya sempat menoleh ke belakang sekali lagi. Matanya kembali menatap Eliza dengan emosi yang tertahan, campuran antara rasa penasaran, kekaguman yang terlarang, dan amarah karena harga dirinya dijatuhkan.

Sementara itu, Maudi menatap punggung Gavin yang menjauh dengan senyum yang sangat tipis, hampir tak terlihat.

"Ada apa, Maudi?" tanya Eliza pelan, masih sedikit syok dengan kejadian tadi.

"Tidak ada apa-apa, Eliza. Hanya seekor lalat kecil yang salah mengenali mangsanya," jawab Maudi menenangkan, sembari mengusap lengan Eliza.

Di dalam hatinya, Maudi mencatat kejadian malam ini. "Gavin Abrari... jadi kamu bahkan belum tahu wajah calon kakak iparmu sendiri? Nikmatilah rasa penasaranmu malam ini, karena seminggu lagi, wanita yang baru saja kamu maki ini akan duduk di singgasana rumahmu sebagai nyonya besar yang tidak akan pernah bisa kamu sentuh" gumam Maudi dalam hati.

____

.Malam semakin larut ketika iring-iringan mobil mewah memasuki pelataran luas kediaman Daneswara. Pintu-pintu mobil terbuka, menampilkan Maudi, Eliza, dan Rebecca yang melangkah turun dengan gurat kelelahan di wajah mereka, namun tidak bisa menyembunyikan binar kebahagiaan.

Di belakang mereka, beberapa pria berbadan tegap dengan setelan hitam, yang tidak lain adalah anak buah Rasya, suami Maudi, dengan sigap mengangkut puluhan kantong belanjaan bermerek dan kotak-kotak eksklusif.

"Taruh saja di ruang tengah, biar besok Eliza yang merapikannya," perintah Maudi tenang kepada anak buah suaminya. Sifat waspada Maudi perlahan mengendur begitu menginjakkan kaki di rumah yang aman ini.

Rebecca tersenyum sembari mengusap kepala Eliza yang tampak kelelahan. "Lelah, ya? Tapi Mama puas sekali malam ini. Semua keperluan pernikahan mu sudah lengkap dan kualitasnya nomor satu. Gangguan lalat kecil di mal tadi tidak usah dipikirkan lagi, anggap saja angin lalu."

Eliza mengangguk, bersandar manja di bahu Rebecca. "Iya, Ma Terima kasih banyak. Eliza senang banget malam ini. Rasanya... seperti mimpi kalau minggu depan Eliza sudah jadi istri Kak Faas."

Mengingat nama Faas, rasa lelah Eliza seketika menguap, digantikan kehangatan yang menjalar di dadanya. Di rumah ini, persiapannya disambut dengan cinta yang melimpah, penuh dengan kebersamaan yang tulus.

___

Sementara itu, kontras yang pekat terjadi di dalam mobil sport mewah milik Gavin yang sedang membelah jalanan protokol Jakarta. Suasana di dalam kabin mobil itu terasa sangat panas dan menyesakkan, dipenuhi oleh emosi yang tertahan.

Megan duduk dengan melipat tangan di dada, napasnya memburu menahan geram. Sejak kejadian di depan toilet mal tadi, pikirannya tidak tenang. Ia melihat dengan jelas bagaimana mata Gavin menatap lekat gadis berhijab itu, tatapan penuh minat yang belum pernah Gavin berikan padanya. Ada rasa terancam yang mendalam di hati Megan.

"Gavin, kita harus menikah bulan depan!" desak Megan tiba-tiba, suaranya meninggi, memecah keheningan di dalam mobil.

Gavin yang sedang fokus menyetir langsung mengernyitkan dahi, cengkeramannya pada setir mobil mengeras. "Menikah? Apa-apaan kamu, Megan? Tiba-tiba membahas pernikahan di jam sebegini setelah kita bertengkar?"

"Aku gak bercanda, Gav!" Megan membalikkan tubuhnya menghadap Gavin, matanya berkilat menuntut. "Kita sudah pacaran hampir dua tahun. Kamu selalu belikan aku barang mewah, tapi kamu gak pernah sekalipun bawa aku secara resmi ke hadapan Papamu untuk membahas masa depan! Apalagi setelah kejadian tadi... aku tahu kamu jelalatan melihat perempuan lain! Aku mau kejelasan, Gavin. Aku mau kita menikah!"

Gavin mendengus kasar, ada riak muak yang sempat melintas di wajah tampannya. Bagi Gavin, desakan Megan malam ini terasa seperti jerat yang mencekik lehernya.

Di dalam kamus hidup Gavin, pernikahan adalah hal yang paling membosankan dan mengerikan di dunia. Ia adalah seorang pewaris kaya, muda, dan memiliki segalanya. Menikah berarti mengikat diri pada satu wanita, kehilangan kebebasannya untuk bersenang-senang di club, dan yang paling penting, ia tidak akan bisa lagi berganti-ganti kekasih sesuka hatinya.

"Dengar ya, Megan," ucap Gavin, suaranya mendadak berubah dingin dan penuh penekanan, menahan amarah agar tidak meledak di jalanan. "Aku belum siap menikah. Dan kamu tahu betul prinsipku. Jangan paksa aku untuk hal-hal yang tidak aku sukai, atau hubungan ini selesai sampai di sini."

Jleb.

Ancaman putus dari Gavin seketika membungkam mulut Megan. Wanita itu mengepalkan tangannya rapat-rapat, dadanya naik turun menahan rasa sakit hati dan penghinaan. Ia sadar, di mata Gavin, dirinya hanyalah salah satu wanita yang bisa dibeli dengan tas mewah, bukan seseorang yang dihormati untuk dijadikan istri.

Namun, di tengah kemarahannya pada Megan, pikiran Gavin justru melayang kembali pada bayangan wajah sederhana Eliza di lorong toilet tadi.

Wajah polos tanpa riasan tebal, mata bulat yang jernih, dan ketegasan yang anggun saat menghadapi makiannya. Di bandingkan dengan Megan yang malam ini merengek egois di sampingnya, sosok Eliza justru semakin menancap kuat di kepala Gavin, memercikkan rasa penasaran dan ego lelakinya yang terusik.

Siapa sebenarnya Eliza itu? Dan kenapa dia bisa bersama keluarga Rebecca Alvarel? batin Gavin dengan emosi tertahan, matanya menatap tajam ke depan menembus kegelapan malam.

1
suti markonah
lanjut thorr🙏🙏🙏
Sri Supriatin
tks upnya Thor 💪💪💪
Sri Supriatin
semakin seruuuu belum kejutan bos Faas🤭🤭🤭
Susi C
ceritanya saya suka👍👍 semngat terus buat up ya thor💪
Xin
Tidak terbayangkan apa saja yang akan terjadi nantinya, Semngat Eliza💪👍.
Sri Supriatin
Jaa di gantung 🤭 penasaran 😄😄
Sukarti Wijaya
ayyooo semangat eliza...💪💪💪
Sri Supriatin
wah palang.merah, tiwas ikut degdrgan 🤣🤣🤣
suti markonah
sabar faas mlm pertamanya tertunda~nanti ketika sudah prg tamu tinggal gempur siang dan malam🤭🤭jangan lupa nanti ketika sudah di rumah abrari jangan jadi wanita lemah ya~
Yasmin Natasya
lanjut thor,🙏 semangat up💪😍
Sri Supriatin
Selamat menempuh hidup baru, bu Diana taulah isi hati anak laki2 nya💪💪💪kejutan demi kejutan menyusul, gimana sama ibu mertua Thor 🙏🙏🙏🙏
suti markonah
lebih terkejut lagi klo hussen tahu bahwa APEX CORE perusahaan milik faas
suti markonah
selamat faas, eliza semoga samawa
Xin
Alhamdulillah , selamat buat Faaz dan Eliza.
Sukarti Wijaya
alhamdulillah ssahhh...👍
Sri Supriatin
Tks upnya thor, wah sy jadi deg deg an kaya Husein🤭🤭
Xin
Terkejut kan pak Husen?🤭
suti markonah
piye pak hussen?.mati kutu kowe..keluarga daneswara saja nerima faas dengan tangan terbuka dan nerima apa ada nya lha kowe seorang ayah yg tidak tahu menahu anak kandungnya
Sukarti Wijaya
hampir mendekati malah digantung thor🤭😄🤣
Lovita BM
bab itu ditunggu² readers faas 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!