lentera dan Alengka, 2 gadis yang sengaja pindah sekolah karena satu alasan dan itu adalah untuk balas dendam. Ditengah tengah balas dendam mereka, 2 gadis itu malah harus berhadapan dengan 2 cowok iblis yang seharusnya tidak mereka dekati. Lentera yang didekati oleh Alfarez tetap menjaga jarak tapi itu tidak bertahan lama setelah rencana balas dendam nya lentera memilih pergi saat harapan nya untuk memiliki keluarga bahagia dan dicintai dengan tulus tidak dirinya dapatkan. Akankah lentera akan berakhir dengan alfarez? lalu apakah lentera akan tetap pergi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona min02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 4
Hari libur merupakan hari yang paling ditunggu tunggu oleh semua orang dan itu termasuk lentera dan Alengka.
Hari ini mereka berencana untuk datang kesekolah karena sesuatu yang mereka cari ada disana.
"Ayo mulai"Alengka dan lentera mulai saling kode.
Misi mereka dimulai,2 gadis itu mulai melajukan motor mereka kesekolah dengan kecepatan tinggi.
Keduanya tahu gerbang sekolah pasti terkunci jadi mereka akan masuk lewat belakang dengan cara memanjat tembok.
"Lho panjat duluan"suruh Alengka.
"Lho maua kemana"tanya lentera saat sudah diatas tembok pagar sekolah.
"Gue nyembunyiin motor kita dulu nanti gue nyusul dibelakang"jawab Alengka.
"Oh ya,hati hati"sambung Alengka lalu mendorong motornya karena kalau dihidupkan mereak pasti akan ketahuan.
Lentera kembali melanjutkan aksinya dan melompat kebawah dengan pendaratan yang sempurna.
"Semoga dapat dan berhasil tanpa ketahuan"gumam lentera.
"Semangat Star biar urusan kita cepat kelar, tenang aja Ala gue bakal balas semua seperti yang mereka lakuin ke lho"lentera kembali melanjutkan langkah kakinya dan berharap tidak ada orang yang mengontrol.
Urusan cctv itu belakangan apalagi punya keahlian dan orang yang dapat kita minta bantuan.
Lentera mulai memasuki ruang guru dan mulai mencari sesuatu setelah dirinya dapati,lentera keluar dengan senyum sumringah tanda dirinya senang.
"Bahkan guru sialan ini tahu tapi diam aja"umpat lentera.
Sekarang tujuan lentera adalah lab sains dan semoga barang itu masih ada.
"Dimana mereka menyimpan nya"lentera mulai panik saat tidak mendapati barang yang dirinya cari.
"Ketemu!"tanpa sengaja lentera berteriak gara gara kesenangan.
"Gak punya hati lho semua"lentera benar benar marah saat melihat cairan apa yang mereka gunakan saat itu yang membuat seseorang yang berarti bagi dirinya harus meregang nyawa.
"Tinggal yang terakhir tapi ruang yang mana"lentera kebingungan mencari ruangan akibat infomasi yang tidak cukup.
"Coba gue cek disini"lentera mulai masuk salah satu kelas.
Baru saja lentera mencari nama beberapa orang diloker tiba tiba sebuah revolver menyentuh kepala dirinya dari samping. Lentera langsung menegang dan terdiam bak patung tidak bergerak sedikit pun takut salah satu peluru akan menembus kepala dirinya.
"Apa yang lho lakuin disini heum"mendengar suara seseorang yang dirinya kenali dan berusaha diri nya jauhi lentera semakin menegang.
"Kenapa diam, jawab pertanyaan gue lentera Starzy"tekankan orang tersebut.
"Apa urusannya sama lho Alfareezel Axellio Lucyferiel"lentera langsung berbalik dan menatap dingin kearah cowok didepan nya itu.
"Hahaha!!!"tawa Alfarez pecah,ya orang yang memergoki lentera adalah Alfarez.
"Gak ada yang lucu"kesal lentera lalu menepis revolver yang masih menyentuh kepala dirinya itu.
"Ada dan itu lho, lho gak lupa kan kalau gue bisa aja ngelaporin lho"kata Alfarez yang berisi ancaman sambil memainkan revolver kesayangan nya itu.
"Lho mau laporin gue lalu lho sendiri"lentera menatap remeh kearah Alfarez.
"Lho gak lupa kan kalo gue itu siapa"Alfarez benar benar tertantang dengan calon mainannya itu dan dirinya juga merasa terhibur.
"Cih lalu mau lho apa"lentera sudah tahu Alfarez pasti menginginkan sesuatu karena seorang Alfarez tidak akan ikut campur urusan orang lain kalau dirinya tidak menginginkan sesuatu dari orang tersebut atau itu berhubungan dengan dirinya.
"Lho pintar bisa nebak kaki gue mau sesuatu"Alfarez merasa takjub dengan gadis didepan nya ini yang bisa menebak dengan tepat dan tetap tenang tanpa takut sedikit pun padahal nyawanya bisa aja melayang kapan saja.
'apa nih cewek sering ngalamin hal kayak gini' batin Alfarez heran.
"Cepat kasih tahu mau lho apa"lentera sudah tidak sabaran menghadapi cowok yang sulit ditebak didepannya ini dan ingin cepat cepat pergi dari hadapan cowok iblis berwujud malaikat didepannya itu.
"Mau gue lho jadi pacar gue"sontak membuat lentera membulatkan matanya dengan sempurna gara gara hal yang diinginkan Alfarez.
Sedangkan ditempat Alengka, sekarang gadis itu sedang berhadapan dengan Garren setelah tadi dirinya selesai melompat dari tembok yang dirinya panjat.
"Ngapain disini heum"tanya Garren dengan suara beratnya.
Alengka menelan ludahnya dengan susah payah gara gara pertanyaan Garren yang membuat dirinya tidak tahu harus menjawab apa.
"Jawab Alengka"Garren kembali bersuara.
"E-eum itu a-anu itu lho"Alengka yang tergagap.
"Jawab yang benar Alengka"Garren tetap sabar menunggu jawaban Alengka.
"Hehehe nemenin lentera ngambil sesuatu diloker nya "bohong Alengka dan berusaha mengatakan dengan tampang yang terlihat tidak berbohong.
Garren kurang percaya tapi dirinya tetap mengangguk karena tidak ada alasan lain kenapa gadis itu dan temannya datang ke sekolah disaat hari libur seperti ini.
"Lalu dimana lentera"tanya Garren lagi.
"Dia didalam lagi ngambil barang nya"jawab Alengka dengan sesekali melihat kearah gedung sekolah didepannya dengan harapan lentera tidak bertemu dengan alfarez karena jika ada Garren, Alfarez juga pasti ada.
"Eum lho ngapain disini"tanya Alengka yang berusaha menghilangkan kecanggungan.
"Nemenin Alfarez cek sekolah"nahkan seperti yang Alengka pikirkan.
'semoga lentera tidak ketemu alfarez' batin Alengka yang merasa khawatir.
Garren tahu gadis didepan nya sedang khawatir. Garren tersenyum tipis dan sepertinya gadis didepan nya ini menyembunyikan sesuatu.
"Tenang Alfarez gak akan ngebunuh teman lho kalo dia gak ngelakuin hal yang berbahaya"ucap Garren dengan tenang dan itu malah membuat Alengka semakin ketat ketir.
'insting cowok kayak dia emang kuat ya' batin Alengka yang tahu kalau Garren pasti sedang mencurigai apa yang dirinya lakukan disini.
"Eum kalo gitu gue duluan ya"pamit Alengka dan pergi dengan cepat tanpa menunggu jawaban Garren.
Alengka hanya mengirim pesan singkat kepada lentera entah gadis itu sudah melihatnya atau belum.
Garren yang masih berdiri disana kembali melanjutkan langkah kaki nya mencari dimana keberadaan Alfarez yang mungkin saja cowok itu sedang memergoki calon mainan nya itu.
Tapi yang Garren dapati Alfarez sedang tersenyum tipis sambil melangkah mendekat kearah dirinya tapi senyum itu lebih ke senyum licik dan merasa puas dengan sesuatu.
"Seperti nya lho berhasil"tebak Garren.
"Seperti tebakan lho"jawab Alfarez dengan santai.
"Gak sia sia gue datang kesini hari ini"Alfarez merasa puas.
"Tapi ngomong tuh cewek nyari apa"tanya Garren yang penasaran.
"Gue gak tahu dia terlalu pintar bersembunyi"Alfarez juga penasaran dengan apa yang dicari oleh gadis itu.
"Sepertinya bakal ada rahasia besar kedepannya"setelah itu 2 cowok itu tersenyum penuh arti dan mulai berjalan keluar gedung sekolah.
Dengan menaiki motor mereka masing masing keduanya meninggalkan sekolah dan pergi kemarkas mereka seperti yang dilakukan biasanya.
Dan terlihat dimarkas anggota demon dark sedang berkumpul secara hari ini hari Minggu jadi mereka akan full berada dimarkas.