NovelToon NovelToon
Mendapatkan Hati Sang Antagonis

Mendapatkan Hati Sang Antagonis

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Time Travel / Tamat
Popularitas:376.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: sang senja

Karya pertama ku. jangan ada plagiat di antara kita❌❌❌


Apa jadinya, jika sang putri mafia, bertransmigrasi ke dalam sebuah novel cinta remaja. Menjadi tokoh figuran sebagai sahabat sang Antagonis wanita.
Yang akan mati di bunuh oleh sang Antagonis pria.
Sang antagonis pria, yang di gambar kan sangat terobsesi dengan sang protagonis wanita.
Dia yang akan membunuh sang antagonis wanita beserta kedua sahabat nya.
Namun sang Antagonis pria pun mendapat kan akhir yang buruk.
Mampu kah sang penjelajah waktu ini, merubah alur novel asli?
Atau, dia akan mati sama seperti di novel yang pernah ia baca?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kejanggalan sang protagonis wanita

"Eh, Kak Lia, syukurlah Kakak sudah sehat kembali." Shofia tersenyum canggung dari balik punggung Sean. "Tapi Kakak tidak boleh begitu terhadap Kak Sean."

Amelia melirik sekilas ke arah gadis itu. Keningnya langsung berkerut dalam.

"Ini kah sang pahlawan wanita?"

Entah kenapa, firasatnya terasa sangat tidak nyaman.

"Bahkan aku menangkap sesuatu yang ganjil dari sorot matanya. Seolah dia ingin berkata, 'Kenapa kamu kembali lagi? Harusnya kamu mati dalam kecelakaan itu.'"

Amelia menepis pikirannya sendiri.

"Atau mungkin hanya perasaanku saja yang berlebihan?"

Meski begitu, rasa waspada di dalam hatinya tidak kunjung hilang.

Amelia lalu memandang wanita itu dengan wajah bingung.

"Mah... dia siapa?" tanyanya polos, seolah benar-benar tidak mengenali Shofia.

Padahal, dari ingatan yang baru saja ia dapatkan, Amelia sudah mengetahui siapa gadis itu.

Mendengar pertanyaan tersebut, Grace langsung menegang.

Ia tidak ingin putrinya kembali mengingat perseteruan yang selama ini terjadi antara Amelia dan Shofia. Ia takut Amelia akan kembali menjauh dari keluarganya.

"Lia sayang," ucap Grace lembut. "Ini Shofia, sepupu jauh kamu. Dia datang untuk menjenguk dan melihat keadaanmu."

Grace menggenggam tangan Amelia.

"Kamu pasti masih lelah. Ayo masuk kamar dulu dan beristirahat."

Namun sebelum mereka sempat pergi, Shofia langsung menyela.

"Tante kok bilang begitu sih?" protesnya. "Kak Lia kan tahu kalau aku tingga—"

Kalimatnya terputus.

Bagaskara yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara.

"Sofi."

Suaranya tegas dan tidak memberi ruang untuk dibantah.

"Om ingin bicara dengan kamu dan Sean. Kalian ikut Om ke ruang kerja sekarang."

Pria itu melirik Amelia sekilas.

"Biarkan Amelia beristirahat."

Shofia hanya bisa mengangguk pasrah.

Meski wajahnya tampak sedih, hatinya dipenuhi tanda tanya.

"Apa yang sebenarnya ingin Om Aska bicarakan?"

"Kenapa Tante Grace bilang aku hanya datang menjenguk?"

"Padahal aku sudah tinggal di rumah ini hampir lima tahun."

Perasaan tidak enak mulai merayapi dadanya.

"Sialan... semua ini pasti gara-gara Amelia."

"Pakai pura-pura tidak mengenalku segala."

*

*

Sesampainya di ruang kerja, Bagaskara mempersilakan mereka duduk.

Setelah suasana hening beberapa saat, pria itu membuka pembicaraan.

"Amelia saat ini kehilangan sebagian ingatannya."

Sean dan Shofia langsung menoleh.

"Dokter mengatakan kondisi itu hanya sementara. Namun mental Amelia sangat terguncang akibat kecelakaan yang ia alami."

Bagaskara menarik napas panjang.

"Dokter juga menyarankan agar Amelia dijauhkan dari segala hal yang bisa memicu stres."

Tatapannya beralih kepada Shofia.

"Dan seperti yang kita semua tahu, Amelia belum bisa menerima kehadiranmu, Sofi."

Shofia langsung membeku.

Firasat nya yang buruk ternyata benar.

"Jadi..." lanjut Bagaskara berat, "Om dan Tante memohon maaf sebesar-besarnya. Sepertinya kamu harus pindah dari rumah ini untuk sementara waktu."

"Apa?!"

Shofia spontan berdiri.

"Maksud Om... Om mau mengusir Sofi?"

Matanya langsung berkaca-kaca.

Air mata mulai menggenang di pelupuknya.

Di dalam hati, kemarahan yang luar biasa mulai berkobar.

Sebelum Bagaskara sempat menjawab, Sean lebih dulu menyela.

"Terus Sofi harus tinggal di mana, Pah?" protesnya. "Kasihan Sofi."

"Sean!"

Suara Bagaskara menggelegar.

"Kamu diam dulu."

Sean langsung terkejut.

"Dengarkan Papa sampai selesai."

Tatapan Bagaskara berubah tajam.

"Menyela orang tua saat berbicara adalah tindakan yang tidak sopan."

"Ada hal yang juga ingin Papa bicarakan denganmu nanti."

Sean langsung menunduk.

"Baik, Pah."

Nada suaranya terdengar lesu.

"Sean mengerti."

Melihat Sean akhirnya diam, Bagaskara kembali memusatkan perhatian pada Shofia.

"Begini, Sofi."

Nada suaranya sedikit melunak.

"Kami terpaksa mengambil keputusan ini."

"Tolong pahami posisi Om dan Tante."

"Amelia adalah putri satu-satunya kami. Dan saat ini kondisinya jauh dari kata baik."

Shofia hanya menunduk.

Air matanya mulai jatuh satu per satu.

"Namun kami tidak akan membiarkanmu terlantar."

Bagaskara melanjutkan.

"Om sudah menyiapkan sebuah apartemen lengkap dengan seluruh perabotannya."

"Semua kebutuhanmu sudah tersedia di sana."

"Selain itu, ada pengurus rumah tangga, dua orang bodyguard, mobil pribadi, dan sopir yang siap mengantarmu ke mana pun."

Mendengar semua fasilitas itu, Shofia tetap menunjukkan wajah sedih.

"Tapi... Om..."

Suaranya bergetar.

"Sofia takut tinggal sendiri."

Bagaskara mengembuskan napas panjang.

Sejujurnya, ia juga tidak terlalu menyukai gadis itu.

Namun bagaimanapun, Shofia masih kerabat mereka.

"Kamu bisa meminta keluargamu untuk menemanimu tinggal di sana."

Shofia menggeleng pelan.

"Mama dan Papa masih sibuk mengurus usaha mereka di Kota S."

Ia mengusap air matanya.

"Sepertinya mereka tidak bisa datang."

Gadis itu tersenyum pahit.

"Tidak apa-apa."

"Sofia akan tinggal sendiri."

"Asal Kak Lia cepat sembuh."

Ucapannya terdengar tulus.

Namun tidak seorang pun menyadari bahwa kedua tangannya sedang mengepal kuat di bawah meja.

Menahan amarah.

Menahan kebencian.

Menahan dendam yang semakin membesar.

"Sialan!"

"Gara-gara jalang itu, gue diusir dari rumah ini!"

Matanya menunduk, menyembunyikan kilatan kebencian yang mengerikan.

"Lihat saja, Amelia."

"Gue pasti akan kembali."

"Dan kali ini, gue akan merebut semuanya lagi dari lo."

Senyumnya hampir terangkat.

"Termasuk nyawa lo."

Kebencian telah membutakan hatinya.

Padahal selama ini keluarga Sudibyo telah memberikan kehidupan yang jauh lebih baik daripada yang pernah ia miliki.

Namun keserakahan membuatnya tidak pernah merasa cukup.

Dalam pikirannya, yang pantas menjadi putri keluarga Sudibyo hanyalah dirinya.

Bukan Amelia.

Shofia sudah merasakan betapa indahnya hidup sebagai bagian dari keluarga kaya dan terpandang itu.

Mana mungkin ia rela melepaskan semua kemewahan yang telah ia genggam selama bertahun-tahun?

Tidak.

Tidak akan pernah.

Di dalam hatinya, sebuah tekad telah terbentuk.

Suatu hari nanti, ia akan kembali ke rumah itu.

Dan sebelum hari itu tiba, ia akan mencari segala cara untuk menyingkirkan Amelia dari hidupnya.

Selamanya.

1
Dyta Kusnani
jujur crta awal nyampe akhir bagus bgt ,, TPI kok ending jelek ya ,, hrusnya ending nya pernikahan Amelia n Ardiansyah
cowettttttt
yg aku aneh itu sama otak cowok nya kan tau emang si Sofie bukan anak Mereke dan masih ortu ..klu d usir wajar ..atau kasih lah kemewahan sama si Ardi ini bukan malah mau harta org
cowettttttt
gila nya ini iklan d NT banyak banget sekarang
Siti Aisyah
/Puke/
Kikin
ok
Diana Wati
jujur aja alurnya bagus, tapi banyak banget typo dan tanda baca yg nggk sesuai, pengolahan katanya juga kurang. semoga untuk selanjutnya lebih bagus dan rapi lagi thor 👍
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: terimakasih kaka atas masukannya
total 1 replies
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
Siti Solikah
bagus
this that PINK VENOM
semangat
est
suka
Lestari Ami'ne Zia
hhhhhh🤣🤣🤣
Hilmiya Kasinji
Luar biasa
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: silahkan. maaf kalau tulisan nya berantakan 🙏
total 1 replies
Nurul Aisyah
beda jam terbang nya shay 💅
🌺Ulie
keren Thor makasih yaa,😍👍👍👍🙏
Lina Mei
menarik
Siti Solikah
bagus
Siti Solikah
bagus banget
Siti Solikah
kenapa prajurit bayangannya Amelia tidak dibawa juga ke negara c
Siti Solikah
bagus banget novelnya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!