Alone Claney hidup dalam kesendirian seperti namanya. Ibu suri yang terpikat padanya pun menjodohkan Alone dengan putra mahkota, calon pewaris tahta. Tak seperti cerita Cinderella yang bahagia bertemu pangeran, nestapa justru menghampirinya ketika mengetahui sifat pangeran yang akan menikahinya ternyata kejam dan kasar.
Karena suatu kejadian, seseorang datang menggantikan posisi pangeran sebagai putra mahkota sekaligus suaminya. Berbeda dengan pangeran yang asli, pria ini sungguh lembut dan penuh rasa keadilan yang tinggi. Sayangnya, pria itu hanyalah sesosok yang menyelusup masuk ke dalam istana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yu aotian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 : Pencarian Sang Pengganti
Entah sudah jam berapa sekarang. Di saat orang-orang mungkin telah terlelap di bawah kungkungan selimut, aku justru bersiap berangkat menuju desa Albagard. Kereta dengan dua kuda bersurai putih sudah menunggu di depan gerbang. Theo berdiri di samping pintu kereta yang terbuka, seakan memintaku untuk segera masuk. Setelah memastikan aku duduk dengan nyaman, dia mengambil posisi di depan kereta sebagai kusir. Sementara Ciro dan Sam berada di belakang menunggangi kuda mereka masing-masing.
Sepanjang perjalanan, pikiranku terus berkecamuk antara gundah, cemas, dan takut berkumpul menjadi satu. Bisakah aku menemukan saudara kembar pangeran Julian? Seberapa mirip wajah mereka? Maukah dia bekerja sama denganku untuk menyamar sebagai saudara kembarnya sementara waktu?
Aku pun mencoba menebak-nebak sifat dan karakter pria itu. Apakah sama seperti pangeran Julian? Ataukah lebih buruk, mengingat dia hidup bebas di luar lingkungan kerajaan.
Sejujurnya, fakta jika pangeran Julian memiliki saudara kembar sungguh membuatku terkejut dan tak memercayainya. Percakapan antara aku dan ayah kini mendadak kembali berkelebat di kepalaku.
"Dulu, tempat ini menjadi saksi bisu lahirnya dua bayi kembar keturunan Raja Balden dan Ratu Valeryna. Pangeran Bright lahir hanya berselang beberapa menit setelah pangeran Julian. Bahkan raja, ibu suri, dan ratu yang sekarang tak pernah tahu kehadirannya di dunia ini. Termasuk pangeran Julian dan orang-orang di seluruh istana."
"Kenapa bisa seperti itu?"
Ayah langsung memandang kosong ke depan, "Waktu itu ... Ratu Valeryna baru saja mengetahui kalau raja tengah menjalin hubungan dengan ratu yang sekarang. Karena kecewa, ratu Valeryna memilih keluar dari istana secara diam-diam. Namun, di hari yang sama ia justru melahirkan bayi kembar yang hanya dibantu olehku. Ratu ingin membawa pergi keduanya, tapi aku memohon padanya agar meninggalkan salah satunya. Walau bagaimanapun, salah satu di antara mereka sudah ditakdirkan menjadi penerus takhta. Mempertimbangkan kebaikan ibu suri Anne, ratu Valeryna akhirnya merelakan pangeran Julian dan membawa pangeran Bright ikut bersamanya tanpa diketahui siapapun. Sebelum pergi, ratu Valeryna berpesan agar merahasiakan kelahiran bayi kembar dan memintaku untuk selalu berada di sisi pangeran Julian."
"Lalu ... bagaimana cara aku membujuknya untuk masuk ke istana dan menyamar sebagai pangeran Julian?"
"Bernegosiasilah dengannya!" jawab ayah spontan, "Bukankah putri ayah ini berhasil menarik perhatian ibu suri berkat kelihaian bernegosiasi dengan orang-orang?" Ayah mencoba mengingatkan kelebihanku yang diapresiasi oleh ibu suri Anne.
Awan gelap masih menggantung di langit. Sesekali terdengar suara gemuruh yang begitu mencekam seiring kami memasuki kawasan hutan. Di tanganku saat ini, ada sejumlah informasi dan catatan koran tentang desa Albagard yang kuambil dari perpustakaan kerajaan. Aku lalu menyingkap tirai yang berada di depanku.
"Theo ...."
"Ya, Nona!"
"Tadi ... kalian sempat mengatakan tentang kelompok pemberontak yang ada di desa Albagard, bisa ceritakan detailnya padaku?"
"Saya tidak berani, Nona. Informasi yang saya dapatkan ini menyangkut apa yang sering dibahas pangeran Julian dan para pejabat."
"Kumohon, ceritakan padaku! Mungkin ini akan membantu kita dalam pencarian saudara kembar pangeran nantinya, karena pria itu berada di wilayah kekuasaan para pemberontak."
Theo terdiam beberapa jenak lamanya sebelum berkata, "Baiklah, Nona. Kelompok itu sudah beroperasi selama dua tahun terakhir. Tapi anehnya, tak ada satu pun anggotanya yang bisa terendus. Mereka selalu menjarah barang-barang berharga milik para pejabat dan bangsawan Veridia yang melintas ke desa Albagard."
"Bukankah itu hanya sebuah perampokan? Bagaimana bisa disebut pemberontak kerajaan!"
"Kudengar mereka tak sembarangan merampok. Jika ditelisik dari kasus yang sudah-sudah, mereka hanya merampok para bangsawan dan pejabat yang hendak menuju ke pelabuhan."
Aku memangku dagu seraya mencoba menyambungkan teka-teki yang ada. Sepertinya aku mulai paham. Desa Albagard adalah salah satu desa yang harus dilintasi ketika hendak menuju ke pelabuhan utama negeri ini. Banyak pejabat dan bangsawan yang ketahuan menyelundupkan uang dan barang haram mereka ke kapal untuk diamankan ke luar negeri. Dan kemungkinan barang jarahan itu adalah aset negara yang hendak dikorupsi mereka.
"Apa mungkin mereka menyerang pejabat dan bangsawan yang diduga melakukan tindak penggelapan dan pencucian uang?"
"Sepertinya begitu. Karena dari yang kudengar, barang hasil rampokan mereka itu dibagikan ke rakyat untuk memperbaiki fasilitas umum yang ada yang membantu fakir miskin di sekitarnya."
Aku tercengang seketika. Entah mengapa ini membuatku semakin tertarik. "Jika seperti itu, bukankah apa yang dilakukan para pemberontak selama ini justru menggagalkan niat jahat para pejabat culas?"
"Ya, seharusnya seperti itu. Tapi, sayangnya pejabat dan bangsawan yang berkasus itu adalah orang-orang yang pandai menghasut dan mengambil hati pangeran Julian sehingga pangeran melabeli kelompok itu sebagai pemberontak kerajaan."
Aku lantas kembali larut dalam pemikiranku sendiri. Kucoba mengintip keluar jendela. Butiran kapas putih dari atas langit mulai berjatuhan ringan. Perjalanan ini sudah memakan waktu berjam-jam.
"Jika Nona ingin beristirahat, kita bisa berhenti sejenak sebelum memasuki desa tersebut," ucap Theo.
"Tidak apa-apa. Lanjutkan saja!"
Mendadak, sesuatu melesat dengan begitu cepat melewati depan mataku. Aku tersentak bersamaan dengan suara teriakan dari Sam.
"Nona cepat berjongkok di bawah kursi! Ada banyak anak panah. Kita diserang!"
Mengikuti instruksi Sam, aku lantas berjongkok di bawah kursi. Kurasakan otot-otot wajahku menegang. Anak panah yang baru saja melesat di depan mataku masih terasa begitu jelas. Kedua tanganku yang berpegangan pada sisi kepala langsung gemetar seiring kudengar ricuh disusul perkelahian di luar sana.
Tak lama kemudian, terdengar derap kaki yang begitu cepat menuju ke arahku. Berpikir itu adalah salah satu dari pengawalku, aku pun berusaha berdiri setelah berjongkok cukup lama. Bersamaan dengan itu terdengar seruan Sam dengan lantang.
"Lindungi nona!"
Pada saat itu juga, langkah kaki yang begitu cepat itu mendadak terhenti diikuti gumaman kaget. "Nona?"
Si pemilik suara lantas segera menyingkap tirai kereta. Saat beradu mata, kami sama-sama terkejut. Pasalnya, yang berdiri di hadapanku saat ini bukanlah Theo, Ciro maupun Sam. Akan tetapi sesosok pria berkostum serba hitam dipadu dengan jubah panjang biru tua. Di wajahnya terpasang sebuah topeng yang hanya menyisakan sepasang matanya.
Dia lantas berbalik dan berseru. "Hentikan penyerangan! Kita salah target."
Pada detik yang sama, dua kuda yang membawa keretaku mendadak agresif. Kuda-kuda itu melonjak tinggi, makin menggila dan tak terkendali. Aku yang masih berada dalam kereta, lantas terhuyung ke sana ke mari. Saat kuda itu semakin liar dan melaju tanpa arah, kudengar suara teriakan Theo, Sam, dan Ciro.
Di tengah usahaku yang berpegangan di pintu kereta agar tak jatuh, tiba-tiba sosok pria bertopeng tadi berlari di samping keretaku yang berjalan tanpa kusir.
"Nona, cepat raih tanganku," ucapnya sambil mengulurkan tangannya ke arahku.
...
.
.
Jangan lupa like dan komeng ya...
kenapa ga langsung aja, Barbara ini anunya gitu
pastinya luar dalam dilayani🤭
Bgmn y Bright memperlakukan Barbara serba salah y......
dan selanjutnya apa yang akan terjadi...Kooong
Pangeran bright.....,, waspada,, hati2 jangan smpe si batubara mencurigaimu....