NovelToon NovelToon
Dijual Keluarga Pada Mafia Kejam

Dijual Keluarga Pada Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Mafia / Balas dendam pengganti / Tamat
Popularitas:30.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elfrida Sitorus

Dijual kepada mafia kejam, Arini disiksa dan dikurung dalam neraka bernama cinta. Tapi tak seperti gadis lemah dalam dongeng, Arini memilih bangkit. Karena tidak semua cinta pantas diperjuangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elfrida Sitorus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 4

langit di luar jendela menghitama sempurna,tidak ada bintang.hanya awan gelap yang bergulung,seperti hatinya sendiri.

Arini meringkuk di sudut ranjang, tubuhnya dibalut selimut tebal, tapi dingin yang ia rasakan tak berasal dari suhu. Luka-luka di tubuhnya mungkin tak seberapa siku yang memar, lutut yang tergores, pelipis yang lebam tapi luka dalam jiwanya tak bisa ditutup dengan kain atau obat.

“Aku hanya ingin bebas… hanya itu. Tapi di tempat ini, kebebasan adalah mimpi yang dianggap kejahatan.”

Suaranya serak ketika bergumam sendiri. Tenggorokannya kering, tapi ia terlalu lelah untuk bangkit dan meminta air. Lagi pula, siapa yang peduli?

Beberapa jam berlalu dalam keheningan. Tak ada pelayan datang. Tak ada penjaga yang bicara. Hanya ketukan jam tua di ujung lorong yang menjadi penanda waktu.

Arini membuka matanya perlahan. Kepalanya pening. Tapi tatapannya kosong, tertuju pada meja kecil di samping ranjang.

Di sana ada sesuatu.

Buku kecil bersampul cokelat kusam. Tidak ia sadari sebelumnya. Entah siapa yang meletakkannya. Mungkin pelayan, mungkin Leonardo, atau mungkin memang sudah ada sejak hari pertama dan tak ia perhatikan.

Arini meraih buku itu pelan-pelan. Tangannya gemetar saat menyentuh permukaannya. Lembut. Usang. Tapi… kosong.

Halaman pertama polos.

Dan di dalam laci kecil, ia menemukan pena hitam.

Awalnya ia hanya menatapnya. Lama. Seolah menunggu keberanian muncul dari udara. Tapi lalu… ia mulai menulis. Perlahan. Dengan tangan gemetar.

Hari keempat sejak aku dikurung di rumah pria kejam bernama Leonardo Dirgantara.

Hari ini aku mencoba kabur namun gagal. Aku dipermalukan, Diseret seperti binatang,

Tapi aku masih hidup. Dan selama aku hidup, aku akan terus mencatat. Karena menulis adalah satu-satunya cara untuk mempertahankan diriku… agar aku tak lenyap jadi milik mereka.

Air mata jatuh pelan ke atas kertas. Tapi tangannya tetap menulis.

Tiba-tiba, pikirannya terlempar jauh… kembali ke masa lalu. Saat Arini masih anak-anak. Saat ayahnya masih menggendongnya, membelikannya permen kapas di pasar malam. Saat ibunya membacakan dongeng sebelum tidur.

Semuanya tampak begitu nyata… dan begitu palsu.

“Dulu aku percaya bahwa keluargaku mencintaiku. Bahwa rumah adalah tempat paling aman. Tapi ternyata… rumah bisa menjadi tempat pertama yang mengkhianatimu.”

Mata Arini memerah. Ia teringat saat pertama kali orang tuanya menyuruhnya 'ikut Om Andra ke rumah temannya'. Ia mengira itu hanya kunjungan biasa. Tapi ternyata itu hari ketika ia diserahkan.

Diserahkan seperti barang pinjaman. Dijual seperti benda mati.

Ia meletakkan pena. Dadanya sesak. Tapi ia merasa sedikit lebih… ada.

Menulis ini bukan untuk orang lain. Tapi untukku sendiri. Untuk mengingat bahwa aku bukan sekadar “milik Leonardo.” Aku adalah Arini.

Dan aku tidak akan mati sia-sia.

Ia menyembunyikan buku itu di bawah papan kayu di lantai dekat ranjang. Celah kecil yang nyaris tak terlihat. Besok, ia akan menulis lagi. Dan setiap hari setelahnya, ia akan mencatat semuanya wajah pelayan, nama penjaga, arah kamera, waktu makan, segalanya.

Bukan hanya sebagai pelampiasan hati.

Tapi sebagai senjata.

Keesokan paginya, pelayan datang membawa sarapan. Arini kembali memasang wajah diam dan pasrah. Tak ada amarah. Tak ada perlawanan.

Di depan Leonardo dan semua orang rumah itu, ia akan menjadi gadis yang tampak patuh.

Tapi di dalam pikirannya, badai mulai terbentuk.

Dan di balik lantai kamarnya, tersimpan satu hal kecil yang tak mereka tahu sebuah buku catatan rahasia.

Saksi bisu perjuangan seorang gadis yang tak ingin lagi menjadi korban.

1
Cela laa
ceritanya bagus, tidak membosankan seperti yang lain
Jamayah Tambi
Reinia kenapa kaubtak bunuh saja Leon semasa koma
Jamayah Tambi
Apa kau nak buat.Yak kan kau nak suruh musuh ketat itu bersatu
Jamayah Tambi
Lama sangat,dah tau Sean dan Leon khianat bunuh saja.
Jamayah Tambi
Mau ke ayah kamu .Dia kan dendam sama ibumu.
Jamayah Tambi
Kenapa tangguh2 nak bunuh Sean dan Leonardo
Jamayah Tambi
Tp tetap Reinia diberi kepada Andra dan Siska
Jamayah Tambi
Siapa pulak
Jamayah Tambi
Bagus anak sendiri yg membunuh bapaknya ygvsangatvkejam
Jamayah Tambi
Banyak cakap.Laean jer.Kita nk tengok siaoa tg menang
Jamayah Tambi
Hidup pulak maknya
Jamayah Tambi
Kena jaga2 dgn Reonardo
Jamayah Tambi
pKata pagar tinggi hingga 30 meter Tp boleh dimasuki penceroboh
Jamayah Tambi
Adakah mereka akan berjumpa seperti saran Reonardo
Jamayah Tambi
Klu balas dendan tu jgn alang2 Arini
Jamayah Tambi
Siapa
Jamayah Tambi
Tau memperkosa orang hingga hamil tp mau menuntuk hak anak.
Jamayah Tambi
Adakah anak itu nanti akan membunuh Leonardo ayahnya
Jamayah Tambi
Gila
Jamayah Tambi
dunia mafia amat kejam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!