NovelToon NovelToon
Hijrah Cinta Si Gadis Punk

Hijrah Cinta Si Gadis Punk

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Spiritual / Kriminal dan Bidadari / Tamat
Popularitas:237.3k
Nilai: 5
Nama Author: FR Nursy

Arully Beena sosok seorang gadis yang dilahirkan tanpa ayah. Ibunya korban kebejatan seorang laki-laki yang tidak mau bertanggung jawab. Dia lahir dengan perekonomian yang begitu sulit sehingga ia terjebak dalam kelompok anak-anak punk di kotanya.

Bagaimana Beena bisa melewati kehidupan yang begitu keras sampai ia bisa menemukan jati dirinya melalui pertemuannya dengan sosok bocah cilik yang membawanya berhijrah dengan tulus.

Bagaimana pula kisah percintaannya dengan seorang laki-laki yang begitu sempurna di matanya dengan menikah paksa karena terjebak oleh situasi.

"Anggap pernikahan kita semalam tak pernah ada. Aku tidak pantas menjadi istrimu. Aku hanya gadis punk yang hanya singgah tanpa rencana. Terima kasih sudah menolongku." Arully Beena.

Ikuti kisahnya sampai selesai ya!
Tinggalkan jejakmu like, komen dan subcribe teman-teman!💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FR Nursy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4 Membawa Beyza Pergi

Malam kian larut. Suara jangkrik terdengar merdu di suasana yang sunyi. Semilir angin dari celah jendela menyeruak masuk menerpa kulit wajahnya yang sendu.

Beena duduk termenung di samping seorang bocah yang tengah tertidur pulas sambil mendekap Juz Amma. Beena merasa bersyukur telah menemukan sosok bocah yang luar biasa. Ia seperti sedang mendapatkan berlian yang bernilai ratusan juta rupiah.

Terlihat sekali wajah Beyza yang lelah karena berusaha meloloskan diri dari cengkraman para preman. Sungguh Beena sangat kasihan pada bocah berhijab yang memiliki kemampuan luar biasa sehingga Beena hanya bisa berdecak kagum.

Suara mesin mobil terdengar berhenti tepat di depan rumah tua. Suara tersebut membangunkan Beena yang hampir saja tertidur.

"Beena ini aku Berry buka pintunya!" Berry mengetuk pintu dengan pelan.

Beena dengan cepat menghampiri pintu depan untuk membukanya. Ia menyisir sekeliling halaman untuk memastikan tidak ada orang lain yang mengikuti Berry.

Halaman tampak sepi. Para tetangga yang biasanya masih berada di luar juga sudah masuk rumah. Jarak rumah tua dengan rumah tetangga sekitar 50 meter. Di depan rumah tua tersebut terdapat kebon pisang dan pepaya.

"Kamu kenapa sih?" Tanya Berry bingung.

Berry yang saat itu berpenampilan sama seperti halnya Beena, terlihat mengerutkan keningnya. Berry seorang ketua punk memiliki rambut gondrong, hidung bangir, penampilannya yang nyentrik tidak mengurangi ketampanannya.

"Aku khawatir bang Baron mengikutimu." Ujar Beena beralasan.

"Loh emang kamu ada masalah sama dia?" Tanya Berry khawatir.

"Iya."

"Ck....Kan aku sudah bilang jangan pernah cari masalah lagi sama si Baron. Dibilangin kok ngeyel."

"Habis gimana, aku menemukan anak kecil itu di sini, sedang sembunyi. Dia korban penculikan. Apa kamu pikir aku harus diam anak itu tertangkap? Setelah anak itu ada digenggamanku, aku harus menyerahkan anak itu ke mereka, gitu? Ogah banget. Yang ada aku nyesel seumur hidup kalau sampe nyerahin tuh bocah." Dagunya menunjuk Beyza yang sedang terlelap tidur di atas dipan.

"Ya ampun Bee kamu bikin ulah lagi? Setahun yang lalu kamu menyelamatkan anak remaja hasil tangkapan si Baron sekarang kamu menyelamatkan anak kecil itu ck...ck...ck." Ujar Berry mengingatkan, dia tidak habis pikir dengan pola pikir Beena.

"Kalau kamu engga mau kerjasama ya sudah mending kamu pergi aja. Jangan ingetin aku tentang penyelamatan anak-anak. Kalau aku mampu aku engga akan berhenti menyelamatkan mereka. Dengar anak-anak butuh kebebasan. Kalau tindakan Baron dibiarkan ini akan menjadi ancaman bagi anak-anak." Ucapnya dengan tatapan tajam.

"Oke kamu sendiri mau bawa dia kemana?" Tanya Berry menghela nafas dalam. Ia tidak mampu melawan Beena yang keras kepala.

"Ke rumah ibuku. Di sana tempat yang paling aman buat bocah itu."

"Jadi kamu mau pulang demi anak kecil itu? Bukankah cita-citamu belum tercapai?"

Beena tertawa sumbang. Ia sudah tidak memikirkan cita-citanya lagi menjadi seorang pengusaha. Ia sudah terjebak dengan situasi yang tanpa sengaja sudah tidak bisa ia hindari.

"Oke aku tahu sebenarnya kamu orang baik yang tulus, tapi kamu harus memikirkan keluarga anak itu bukan? Apa tidak sebaiknya kamu serahkan anak itu ke kantor polisi?" Saran Berry yang tidak mau menemui masalah ke depannya.

"Engga bisa." Beena menggelengkan kepalanya tidak setuju.

"Kenapa? Ayolah Bee bawa bocah itu ke kantor polisi biar polisi yang mencari alamat rumahnya." Rayu Berry agar Beena menerima sarannya. Ini untuk kebaikan ke depannya agar Beena tidak dikambinghitamkan oleh si Baron cs.

"Tidak. Aku yang akan menyerahkan anak itu ke orang tuanya langsung!" Sargah Beena masih keras kepala.

"Kenapa, kamu pengen dapat upah?" Tuduhnya.

"Sembarangan. Aku hanya ingin kenal dengan keluarganya. Ingin nyambung silaturahmi."

"Apa kamu bilang, ingin nyambung silaturahmi? Pikir dong Bee, lihat keadaan kita! Yang ada orang tuanya kabur lihat kita. Palingan kamu nganterin tuh bocah cuma dikasih duit seratus ribu doang atau kasarnya nih cuma dikasih ucapan makasih sama orang tuanya." Berry tertawa remeh.

"Kalau kamu pengen duit tinggal bilang aja, entar aku kasih. Pokoknya kamu ga usah khawatir, kalau kamu ga mau jadi istriku ya ga apa-apa. Kamu udah kuanggap jadi adikku. Karena cuma kamu yang ngertiin aku. Tapi aku mohon kamu jangan jauh dariku." Lanjutnya serius.

Berry merasa hanya Beena lah orang yang selalu ada di dekatnya. Apalagi kedua orang tuanya lebih mementingkan pekerjaannya dari pada anak semata wayangnya. Sungguh memprihatinkan. Secara finansial Berry memiliki kelebihan karena ayahnya pemilik salah satu perusahaan ternama di kota kembang.

"Iiish apaan sih. Ga bisa gitu dong. Aku juga pengen bebas."

"Bebas nanti bisa kebablasan. Kamu itu masih labil, jadi harus ada yang ngingetin. Aku ga mau terjadi apa pun denganmu." Ucapnya khawatir.

"Iya makasih kamu selalu ada buatku. Ayo kita pergi, tunggu apalagi?" Ajak Beena.

"Oh oke biar aku yang gendong bocah itu!" Berry menghampiri Beyza.

"Ga perlu. Biar aku aja." Tolak Beena dengan yakin.

"Emang kuat?" Tanya Berry remeh.

"Eeeh kau meremehkan kekuatanku. Aku biasa angkat galon sama angkat karung beras 5 kilo."

"Ya elllah angkat 5 kilo aja bangga." Berry tertawa renyah.

"Ssttt berisik. Buka pintunya, jangan lupa bawa guling dan selimut!"

"Buat apa?" Tanya Berry bingung.

Berry mengambil guling dan selimut dari atas dipan sesuai permintaan Beena.

"Nanti kamu akan tahu." Jawab Beena, Seraya memeluk Beyza dalam gendongan.

Berry membukakan pintu rumah dengan cepat setelah itu ia langsung menuju mobil dengan setengah berlari untuk membukakan pintu mobilnya.

Suasana malam itu kian sepi. Mereka harus melewati warung kopi tongkrongan Baron Cs. Beena berharap para preman tersebut tidak melihat mereka.

1
Yuningsih Nining
dengan di pulangin ke ortumu di kampung sana, retno bs mikir utk berubah lebihbaik
Yuningsih Nining
si ibu retno arogan yang akhir nya di antarin pulang ke ortunya, abah cepat klarifikasi sm elzan tentang fakta klo si retno bkn ibu asli anak² mu
Yuningsih Nining
tuh emak jutekntuir nya suruh mingkem dulu lah, pada benr mulut
ini mah mau masukin hotel prodeo lagi kan ktnya udah biasa......
Yuningsih Nining
yang laporin ibunya elzan , berry atau anaknya sendiri ya si elzan?
Yuningsih Nining
ibu yang arogan akhir nya du datangi polisi huuuhh semoga ibunya elzan sadar dgn sikap dirinya yng silau harta jg gila hormat ?
Yuningsih Nining
yang td nya niat jujur mslh kebuka duluan, semua ruwet
hadooohh jadinyav kasian si beena alamat bakal di kekesek yeu mah sm ibunya elzan
Yuningsih Nining
elzan ini kesempatan mu buat ngomong depan semua ( klg mu jg klg azizah) tentang kamu yng udah nikahin arully bee walau baru siri
Yuningsih Nining
hmmm thooorr napa jd sy yng degdegan sih saat elzan mau ngomong ke zizah
Yuningsih Nining
👍Lanjut
Yuningsih Nining
apa ini Ulah tanteu nya bee si rena yng pikiran nya sekaligus modus nyingkirin si bee dari rmh nya sm yang penting duit?
Yuningsih Nining
hadeuhh dapat info dari mn ibunya elzan sampe keukeuh klo si bee yng nyulik tu bebey
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk Mampos...💃💃💃💃
Qaisaa Nazarudin
SKAKMATT buat bu Hajah...
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwwk seorang ibu hajah yg pandai agama,Tapi apa??Terlalu berharap akan SESUATU juga gak bagus lho bu..
Qaisaa Nazarudin
Noh dengarin tuh Bu Retno,Katanya Nu Hajah,Pandai agama,Masa iya gak paham dengan takdir nya Allah..
Qaisaa Nazarudin
Yaudah gak papa,Mumpung ada keluarga Azizah sekalian,Inilah saat nya kamu Jujur,Jangan jadi PECUNDANG,Dan segera Daftarkan pernikahan kamu dan Arully secepatnya..
Qaisaa Nazarudin
Bangga banget udah nusuk orang,Kenak pasal berlapis aja kamu,Rasain tuh..
Nikma: Permisi kak Author ...

Halo kak reader, kalau berkenan mampir novel aku juga 'Kesayangan Tuan Sempurna' yaa..
Terima kasih😊🙏
total 1 replies
mai midar
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Harus ya nenek Bebey udah bisa menduga kalo pelakunya bukan Beena..

Tapi dari sini kayaknya bakal susah dapat restu si Beena,Awal pertemuan dengan Mertua aja udah ada salah paham gitu..
Qaisaa Nazarudin
Emangnya Azizah dan keluarga kalian dengan gampang menerima semuanya,Apalagi menurut mereka Azizah itu jauh segala-galanya dari Arully..Kamu butuh perjuangan yg panjang Elzan..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!