NovelToon NovelToon
Naruto : Sistem Shinobi Tanpa Batas

Naruto : Sistem Shinobi Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Barr

Ren, seorang pemuda yang hidupnya hancur di dunia modern, terbangun di dunia yang ia kenal hanya melalui layar kaca—dunia Shinobi yang penuh dengan darah, air mata, dan pengkhianatan.

​Tepat saat ia lahir di tengah kekacauan serangan Kyuubi, Ren menyadari bahwa ia tidak memiliki garis keturunan klan hebat, tidak memiliki chakra yang melimpah, dan hanya dianggap sebagai sampah oleh dunia.

​Namun, tepat saat ia menginjak usia 6 tahun, sebuah layar transparan muncul di depannya: [Selamat datang, Ren. Sistem Evolusi Shinobi telah aktif.]

​Dengan pengetahuan tentang masa depan yang pahit dan sistem yang memungkinkan segalanya, Ren bersumpah untuk mengubah nasib. Dari seorang anak yatim piatu yang diabaikan, ia akan bangkit, melampaui para Hokage, hingga menantang para dewa yang bermain-main dengan takdir dunia ini.

​Bukan sebagai pahlawan, bukan pula sebagai penjahat. Dia adalah Faktor X yang akan mengubah dunia Shinobi selamanya.



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Barr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hitung Mundur

Aroma tanah kering yang digali paksa bercampur dengan serpihan dedaunan pinus yang hancur tercium pekat di sepanjang jalan setapak menuju distrik sipil. Militer reguler desa telah mengubah halaman belakang Akademi menjadi zona operasi taktis sejak siang tadi; puluhan unit pelacak Anbu mengosongkan area hutan, mencabut akar-akar tua, dan memasang pasak-pasak penahan segel demi memburu hantu pengguna kawat Sunagakure yang sebenarnya hanya eksis di dalam benak Divisi Intelijen. Konsekuensi dari kebohongan Ren telah menciptakan riak pergeseran pasukan yang masif, menarik sebagian besar personel keamanan dari sektor luar untuk menumpuk di pusat sekolah.

​Namun, pengalihan taktis yang sempurna selalu melahirkan celah baru. Ketika Ren melangkah keluar dari gerbang Akademi di bawah langit sore yang berona jingga kemerahan, dia tidak menemukan rasa aman yang biasa terpancar dari hiruk-pikuk pedagang kaki lima atau tawa anak-anak sipil. Kebisingan itu seolah teredam oleh lapisan keheningan abnormal yang dipaksakan.

​Ren berjalan dengan ritme langkah yang konstan, mempertahankan postur tubuhnya tetap santai sementara sepasang matanya menyapu vegetasi pohon-pohon peneduh di sepanjang jalur menuju panti asuhan. Ada sesuatu yang hilang dari ekosistem sore ini. Tidak ada satu pun kepakan sayap burung gagak atau cicitan burung pipit di dahan-dahan tinggi. Hewan-hewan liar selalu memiliki insting yang lebih murni untuk mendeteksi keberadaan killing intent—hawa membunuh yang disembunyikan dengan begitu rapi hingga tidak menyisakan getaran di udara, namun sanggup membekukan sirkulasi darah makhluk kecil.

​[Peringatan: Pola Fluktuasi Energi Tanpa Emosi Terdeteksi pada Radius 15 Meter]

[Titik Koordinat: Sektor Atap Bangunan Penyimpanan Logistik Cadangan dan Kanopi Pohon Oak]

[Kuantitas Target: 3 Siluet Statis]

​Ren tidak menghentikan langkah kakinya. Dia membiarkan pandangannya tetap lurus ke depan, sementara di balik kelopak matanya yang setengah tertutup, Indra Pelacak Tahap Tiga membedah kegelapan di atas kanopi pohon.

​Tampilan spektrum energi pada retinanya segera menampilkan visualisasi yang ganjil. Jika beberapa hari lalu pasukan Anbu reguler yang mengawasinya memiliki tanda termal berwarna jingga bergelombang—sebuah indikator biologis dari adanya emosi manusia seperti kelelahan atau kecemasan akibat tekanan tugas—maka tiga siluet yang bersembunyi di atas pohon saat ini memiliki tanda termal berwarna biru kelabu yang sepenuhnya monoton.

​Denyut jantung mereka berada di angka konstan yang sangat rendah, napas mereka teratur tanpa ada fluktuasi mikro, dan sirkuit chakra mereka beroperasi dalam mode sirkulasi internal yang sangat kaku. Mereka bukan Anbu yang tunduk di bawah perintah langsung Hokage Ketiga. Mereka adalah unit taktis Ne (Root)—mesin pembunuh tanpa nama, tanpa wajah, dan tanpa emosi yang merangkak di bawah bayang-bayang Danzo Shimura.

​Sistem di dalam benak Ren segera memproses data taktis ini, menghubungkannya dengan dinamika politik desa yang sedang retak. Ketegangan yang semakin meruncing dengan klan Uchiha telah memaksa Danzo untuk bergerak lebih agresif di area abu-abu. Ketika perhatian militer reguler tersedot sepenuhnya oleh isu penyusupan mata-mata Suna di Akademi, Root memanfaatkan kekosongan pengawasan tersebut untuk menyisir distrik sipil, mendata anak-anak yatim piatu yang tidak memiliki ikatan darah klan besar untuk dijadikan pasokan "pion" baru di organisasi bawah tanah mereka. Panti asuhan tempat Ren tinggal adalah lumbung bahan baku terbaik bagi eksperimen gelap mereka.

​Sret.

​Sebuah gesekan mikro yang sangat halus dari kain jubah kelabu terdengar dari arah atap bangunan di sisi kanan Ren. Salah satu agen Root bergerak turun, mengubah posisi berlututnya di balik papan reklame kayu yang usang. Jaraknya kini hanya terpaut tujuh meter dari posisi berdiri Ren.

​Seketika itu juga, seberkas gelombang energi pasif berdaya tinggi menyapu tubuh Ren. Itu adalah teknik Chakra Resonance Scan—sebuah metode pemindaian jarak dekat yang digunakan oleh agen intelijen Root untuk mendeteksi apakah seorang target memiliki sirkuit meridian tersembunyi atau potensi bakat genetik yang layak untuk diculik.

​Jika pemindaian ini menyentuh jaringan sirkuit meridian lengan kanan Ren yang baru saja diperlebar hingga 152% semalam, penyamarannya akan langsung hancur berkeping-keping. Dia akan langsung diklasifikasikan sebagai anomali berbahaya atau komoditas eksperimen tingkat tinggi yang harus diseret ke laboratorium bawah tanah Ne malam ini juga.

​Ren tidak memiliki waktu untuk mundur atau menghindar. Menggunakan kecepatan komputasi otaknya, dia langsung mengirimkan perintah mutlak kepada asisten digitalnya.

​"Sistem, eksekusi protokol kamuflase titik nol. Sekarang."

​[Mengeksekusi Protokol Hibernasi Meridian!]

[Tindakan: Menyumbat 361 Titik Tenketsu secara Parsial, Menarik 98% Bio-Chakra ke dalam Ruang Isolasi Otonom]

[Status Tubuh Subjek: Diturunkan ke Mode Sipil Defisiensi Energi]

​Dalam hitungan milidetik, sebuah sensasi dingin yang mencekam meledak di dalam dada Ren. Rasanya seolah-olah seluruh pasokan oksigen dan energi di dalam darahnya disedot paksa keluar oleh sebuah lubang hitam. Proses penyumbatan darurat ini memicu rasa sakit yang tumpul di organ dalamnya—efek samping dari pemaksaan degradasi metabolisme tubuh secara instan.

​Wajah Ren seketika berubah menjadi sangat pucat, kehilangan rona merah darah alaminya. Suhu permukaan kulitnya merosot tajam hingga menyentuh angka 22°C. Bahunya secara otomatis merosot jatuh, postur tubuhnya menekuk kaku, dan sepasang matanya kehilangan binar kecerdasan, digantikan oleh tatapan kosong dan sayu yang mencerminkan keletihan fisik yang ekstrem.

​Uhuk! Uhuk!

​Sebuah batuk kering yang parau lolos dari tenggorokan Ren, menyemburkan sedikit air liur dingin ke atas permukaan tanah berdebu. Dia berhenti melangkah, menyandarkan tubuh ringkihnya pada tiang pagar kayu yang lapuk dengan tangan kiri yang gemetar, sementara tangan kanannya yang menyimpan potensi mematikan Jūken sengaja ia biarkan terkulai lemas bagai anggota tubuh yang lumpuh akibat atrofi otot.

​Dari balik topeng porselen bermotif garis abu-abu di atas atap, agen Root mengunci pandangannya pada tubuh Ren selama tiga detik yang terasa berjalan sangat lambat. Sensor energi di dalam sarung tangan sang agen mendeteksi hasil pemindaian gelombang chakra yang kembali dari tubuh Ren.

​[Analisis Log Pemindaian Agen Root: Target Teridentifikasi]

[Status Sirkuit Chakra: Defisit Gizi Kategori Berat, Struktur Meridian Menyempit, Kapasitas Retensi Energi di Bawah Rata-Rata Sipil]

[Klasifikasi Subjek: Produk Sampah (Tidak Layak Rekrut)]

​Bagi sebuah organisasi yang hanya mencari wadah fisik dengan kualitas genetik terbaik atau sirkuit energi yang kokoh untuk menampung tanda kutukan (Curse Mark), tubuh Ren yang saat ini berada dalam kondisi mati suri biologis adalah sebuah kegagalan total. Tidak ada nilai taktis yang bisa diambil dari seorang anak yatim piatu yang tampak seperti akan mati karena TBC dalam waktu beberapa bulan ke depan.

​Bayangan kelabu di atas atap itu bergerak mundur tanpa suara. Udara dingin yang tadinya membeku di sekitar rute jalan Ren perlahan mulai mencair saat ketiga tanda termal berwarna biru kelabu tersebut melesat pergi menjauh, beralih target menuju ke arah distrik komersial barat untuk mencari mangsa lain.

​Ren tetap mempertahankan posisi tubuhnya yang rapuh selama dua puluh langkah berikutnya, hingga dia benar-benar melewati tikungan terakhir dan mendorong pintu kayu depan panti asuhan yang sepi. Begitu dia melangkah masuk ke dalam kamar kecilnya di pojok belakang dan mengunci selot besi pintu dari dalam, Ren membiarkan punggungnya merosot di balik dinding papan.

​"Sistem, kembalikan sirkulasi normal."

​[Menonaktifkan Protokol Hibernasi Meridian...]

[Mengalirkan Kembali Bio-Chakra ke Seluruh Jaringan Saraf: Sukses]

​Arus energi hangat berdaya pekat kembali menyembur keluar dari ruang isolasi otonomnya, membanjiri jalur meridian lengan dan dadanya dalam hitungan detik. Rona pucat di wajah Ren lenyap, digantikan oleh ekspresi datar yang dingin dan tajam. Napasnya kembali teratur, dan sepasang matanya kembali bersinar dengan kalkulasi digital yang presisi.

​Dia berjalan mendekati jendela kamar, menatap ke arah luar di mana kegelapan malam mulai menelan seluruh siluet bangunan Konoha. Melalui jendela tersebut, Ren bisa melihat kilatan tipis cahaya dari obor-obor patroli kepolisian militer Uchiha yang mondar-mandir di batas distrik mereka sendiri dengan formasi yang sangat rapat—sebuah tanda bahwa mereka juga telah mencium pergerakan aneh dari faksi Root hari ini.

​Ren menyilangkan kedua tangannya di depan dada, membiarkan Sistem memproses seluruh data pergerakan militer, rotasi penjagaan Anbu, penyusutan perimeter sipil, hingga tingkat agresivitas pengumpulan pion oleh Danzo sepanjang hari ini. Garis-garis data statistik mulai bergulir cepat di sudut retinanya, melakukan komputasi terhadap seluruh variabel geopolitik desa hingga membentuk satu kesimpulan akhir yang tidak bisa diganggu gugat.

​[Sistem Memulai Komputasi Garis Waktu Geopolitik Konoha...]

[Analisis Vektor: Penarikan Pasukan Perimeter Berkelanjutan Telah Mencapai Titik Jenuh]

[Indikator Keamanan: Isolasi Total terhadap Distrik Uchiha Telah Selesai 92%]

​[Kesimpulan Hasil Kalkulasi Statistik:]

[Estimasi Waktu Menuju Eliminasi Massal Genom Uchiha: 72 Jam]

​Ren menatap angka 72 Jam yang berkedip dengan warna merah darah di sudut pandang visualnya. Tiga hari lagi. Waktu yang tersisa bagi klan Uchiha untuk bernapas di bawah langit desa ini telah memasuki hitungan mundur final. Badai kehancuran yang selama ini ia tunggu-tunggu kini sudah berada tepat di depan pintu, dan ketika malam merah itu tiba, sang Hantu telah siap untuk merampas seluruh warisan mata terkutuk mereka langsung dari balik genangan darah yang membeku.

1
Akbar Rifqi
typo
Axel
seringkih bubur itu apa thor?
Axel
dan kesaduran itu apa thor?
Akbar Rifqi: typo k
total 1 replies
Klarasya
lanjutt thorr, semangattt 😻
Mitha: oyong juahattt
total 2 replies
Klarasya
semangatt thorr 😻
Mitha: oyong juahat
total 1 replies
Klarasya
lanjuttt thorrr 😻
Klarasya
semangatt thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!