NovelToon NovelToon
Penghuni Kosan?

Penghuni Kosan?

Status: tamat
Genre:Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib
Popularitas:919.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: oktabebee

🚫 KISAH NYATA 🚫

TOK TOK TOK!!

Suara ketukan sebanyak tiga kali terdengar dari pintu kosanku di tengah malam buta.

Dari dalam kamar aku diam mendengarkan. Tidak ada suara langkah kaki di sana. Senyap.

TOK TOK TOK!!

Ketukan itu berbunyi lagi.
Aku menelan ludah. Malam buta begini, siapa teman kosan yang berani keluar kamar untuk mengetuk pintu?

Aku yakin itu adalah 'dia'.

'Dia' yang selama ini sudah menyapa kami, para penghuni kosan melalui suara tangisannya, suara eramannya, dan penampakan wujudnya.

'Dia' yang pada akhirnya mampu merasuki badan salah satu diantara kami.

Kalian yang pernah menjadi anak kosan, atau yang akan menjadi anak kosan, atau yang tidak pernah menjadi anak kosan sekali pun ...

Kemarilah, duduk bersamaku!
Akan ku ceritakan kisahku yang pernah menjadi anak kosan bersama 'mereka' para "PENGHUNI KOSAN?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oktabebee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Mulai Menyapa

"Eh, orang atas kalau malam suka tarik-tarik koper ya?"

"Hah? Maksudnya?"

Aku bingung dengan pertanyaan Nana. Dia adalah penghuni kamar nomor 4. Kamar yang berada agak ke kanan dari depan kamarku.

"Kamar atas itu loh. Kalau tengah malam suka bunyi seperti roda koper diseret-seret gitu?"

"Ingin mudik mungkin dia. Hahaha."

Seingatku, di kosan ini tidak ada yang membawa koper. Kami membawa baju-baju kami memakai tas ransel. Ala-ala anak rumah akan kabur saja gitu ✌

"Ih serius tahu. Aku suka dengar. Kalau malam dari kamar atas suka bunyi 'gredeg-gredeg-gredeg', seperti suara roda koper saja begitu."

"Malam jam berapa?" aku penasaran.

"Malam intinya. Jamnya tidak menentu. Intinya kalau kita sudah pada tidur, dan kosan sudah sepi, nah baru tuh terdengar suara kopernya."

"Ih ya masa orang atas giliran orang lain sudah pada tidur dia malah main koper??" aku protes.

Nana mengangguk setuju.

Suara roda koper tanpa ada yang punya koper?

Ya entahlah suara apa itu. Hanya 'mereka' yang tahu.

***

Malam ini aku tidur di kamar Mawar, kamar nomor 7 yang letaknya ada di paling ujung, dekat pembatas bangunan, karena harus lembur mengerjakan tugas. Temanku itu memang tidak satu kampus denganku. Hanya saja kebetulan dia juga punya tugas dari dosennya. Untuk itu kami begadang bersama walau mata kami fokus pada layar laptop masing-masing.

"Kemarin malam, Yani dengar ada orang menangis di jemuran."

Aku yang sedang mengetik menghentikan tanganku mendengar ucapan Mawar. Di kamar ini, Mawar tinggal bersama Yani, sahabatnya dari SMA. Dan hari ini kebetulan Yani sedang pulang kampung, karena itu aku bisa menginap. Jemuran yang Mawar maksud adalah lahan jemuran satu-satunya di kosan yang lumayan luas, berada berhadapan dengan bangunan kosan kami yang dua lantai. Jemurannya memanjang dengan lima tali. Cukup untuk menampung jemuran kami semua.

"Serius kamu?"

Aku sedikit tidak percaya karena baru kemarin aku mendengar cerita Nana mengenai pengalaman ganjilnya dari kamar atas. Dan malam ini aku mendengarnya lagi dari Mawar.

"Menurut Yani, suara itu awalnya dari jemuran. Tapi lama-lama makin dekat. Sampai akhirnya suara itu pindah ke depan pintu."

"Pintu kamar ini? Suara tangisan? Jelas?" aku meyakinkan.

"Iya. Jelas katanya. Perempuan, nangis. Dari tengah malam sampai menjelang subuh."

"Astaghfirullah."

Aku diam. Bulu kudukku merinding. Karena membayangkannya saja aku sudah takut.

Perempuan, nangis malam-malam?

Kalian pasti tahu dia siapa kan?

Di dunia 'mereka', aku paling takut dengan dua diantaranya, yaitu Pocong dan wanita menangis itu, yang kata orang disebut, Kuntilanak.

Aku dan Mawar sudah selesai mengerjakan tugas. Kami bergegas tidur karena waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam.

Mawar beruntung sekali karena dia bisa cepat tidur pulas. Sementara aku, masih terbayang-bayang ceritanya tadi. Aku tidak bisa tidur.

Lampu kamar sudah dimatikan. Hanya lampu dari kamar mandi yang cahayanya lumayan membuat ruangan masih terang. Kamar mandi kosan kami memang ada di dalam kamar masing-masing.

Malam itu hening. Seluruh penghuni kosan pasti sudah tertidur pulas. Hanya aku yang mungkin masih melek seorang diri. Sampai aku dengar,

PLAK PLAK PLAK.

Aku diam. Aku tajamkan telingaku untuk lebih teliti mendengar.

PLAK PLAK PLAK.

Suaranya jelas sekali aku dengar dari lantai atas.

PLAK PLAK PLAK.

Sekarang terdengar sedang menuruni tangga. Jelas sekali.

PLAK PLAK PLAK.

Suara itu makin mendekat.

PLAK PLAK PLAK.

Semakin dekat.

PLAK PLAK PLAK

Suara itu terdengar jelas, dia berhenti tepat di area jemuran.

Aku menarik napas panjang menenangkan diriku yang mulai panik. Aku diam. Aku tidak membangunkan Mawar. Karena setelah suara itu berhenti di jemuran, suara itu hilang.

"Plak plak plak."

Aku hapal betul suara apa itu.

"Plak plak plak."

Ku hapalkan lagi suara itu dalam pikiranku.

Aku gelengkan kepalaku.

Jika aku berpikir positip, anggap saja suara itu adalah anak kamar atas yang turun hendak menjemur pakaian.

Tapi siapa yang berani menjemur pakaiannya malam-malam begini?

Aku masih mengatur napasku.

Suara tadi, "Plak plak plak," aku tahu betul, itu adalah suara sandal karet yang berbenturan dengan lantai keramik.

Kalian bisa bayangkan bunyinya?

"PLAK PLAK PLAK."

Seolah seseorang dengan memakai sandal karet, berlari dari lantai atas menuju jemuran, di tengah malam buta.

Dan aku tidak mau tahu suara sandal siapa itu.

Namun aku terpikirkan sesuatu, ada apa sebenarnya dengan area jemuran???

1
Ros
bener banget, apalagi pas waktu cuci muka pasti ngebayangin sosok serem
Pena Hitam
serius tor kisah nyata otor?
Tua Jemima
membosankn
Arfita Widiya83
bagus banget ceritanya thor, apalagi kisah nyata...👍👍👍..aq orgnya rada penakut tp seneng banget baca cerita horor...apalagi kisah nyata...😊😊
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) , FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA ( end ) & DENDAM DI MASA LALU" dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Retno Endha
kok pas bener wkwk
Retno Endha
bagus
Chandra Sulistia
kalau di tempat aku Sumbar penampakan harimau biasanya kami panggil Inyiak....
R⃟ Silu ✰͜͡w⃠🌻🍆(OFF)
padahal Miss Kun pengen nemenin bang Farhan ngopi lho....
R⃟ Silu ✰͜͡w⃠🌻🍆(OFF)
semoga ada cerita ha ha hi hi yg baru 🤣 yg lebih greget
R⃟ Silu ✰͜͡w⃠🌻🍆(OFF)
aku anak rumahan
🔻⭐™❌-hugo bless⭐🔹
jangan2 s bambang d bw sama siluman prnunggu telaga keramat d situ thor.... 😱
🔻⭐™❌-hugo bless⭐🔹
tempat kami waduk namanya. tempat pembuangan air. d situ jg banyak ikannya.. bahkan jln d situ banyak anak2 muda yg suka main balapan kalau d malam hari. tak hayal berapa org dari mereka yg tewas d tempat akibat main balapn motor. bahkan kemaren sore anak2 SMA habis konvoi karena habis ujian mrreka bawa motor ngebut2 d waduk akhirnya anak SMA yg crwek tewas d tempat akibat motor laga motor.. tamat sekolah tamat pula umurnya. kasian ortunya. untungnya d mana kalu main kebut2 an.
🔻⭐™❌-hugo bless⭐🔹
kalo d tanya betah pasti ada sesuatu yg ganjil ya toh...
🔻⭐™❌-hugo bless⭐🔹
berarti bus hantu yg d naikinya...
🔻⭐™❌-hugo bless⭐🔹
kok aku ikut mules dengerin cerita hp nya gerak sendiri. mana dah malam lg. perut ku jd setres thor...
🔻⭐™❌-hugo bless⭐🔹
aku mantan anak asrama.
asramanya brkas rumah sakit gak terpakai lg. bayangin aja gimana....
Karindaaa 11
kirain kelanjutannya🤪
aal lia
eh kirain ada cerita kelanjutannya. ditunggu lanjutan ceritanya thor
Oh Dewi
Wah, waktu aku baca novel kakak aku masih jadi anak kosan. Sekarang alhamdulillah udah ngga hehe... jadi ga parno lagi.

Btw kak, mampir juga ya ke novel aku...
Aku iseng-iseng kak, maanfaatin waktu luang yang kebanyakan gara-gara jadi pengangguran.

Judulnya (Siapa) Aku Tanpamu
Bambang Setyo
Anak kost mana ini 😁😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!