NovelToon NovelToon
Dad, I Can See The Ghost

Dad, I Can See The Ghost

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Horor / Indigo / Matabatin
Popularitas:243.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Pratiwi Devyara

Kala Wisnu Ganendra Bimantara sering melihat sosok gaib sedari kecil, namun tak ada seorangpun yang percaya padanya.

Suatu ketika Kala, dipertemukan dengan ayah kandungnya yang ternyata seorang dokter spesialis kejiwaan dari sebuah klinik psikiatri.

Kala bersikukuh ia bisa melihat hantu, namun sang ayah lebih percaya jika Kala mengalami kondisi medis dan psikis tertentu.

Dua pendapat pun berseberangan, Kala bertekad membuktikan pada sang ayah jika ia benar. Sementara sang ayah berusaha menyadarkan Kala, jika yang sering Kala lihat itu bukanlah hantu. Melainkan refleksi dari trauma masa kecilnya yang begitu banyak.

SIAPAKAH YANG BENAR DIANTARA KEDUANYA? Ikuti saja cerita menarik ini, jangan lupa like, share dan komen.

Instagram @oh_ya_ra
tiktok : dev_yara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pratiwi Devyara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Penasaran

"Kal."

Egan yang baru pulang dari sekolah, langsung menghampiri Kala. Saat itu Kala tengah mengikuti pelajaran online di ruang tengah dan hampir selesai.

Sekolahnya memang memfasilitasi bagi siapapun siswa yang berhalangan hadir, agar tetap bisa mengakses pelajaran dari mana saja.

"Iya." jawab Kala kemudian.

"Lo lagi belajar online ya?" tanya Egan.

"Ini udah mau selesai koq." jawab Kala.

"Gue mau tanya, bi Marni tadi whatsapp gue. Katanya dia nggak sengaja denger percakapan lo sama papa, soal lo yang ngeliat sesuatu di belakang salah satu temen gue semalem. Emang bener?" Egan bertanya dengan penuh antusias.

Kala diam sejenak.

"Apa lo percaya sama hal begituan?" tanya nya penuh keraguan.

"Percaya koq." jawab Egan tegas.

"Gue bahkan ikut komunitas ghost photography. Ya, walaupun papa nggak mendukung sih. Dia lebih suka kalau gue mempelajari ilmu pasti, katanya itu lebih bermanfaat." lanjutnya kemudian.

"Gue ngeliat sosok tinggi gede, berbulu, dan matanya merah, di belakang teman lo yang pake kacamata." ujar Kala.

"Akbar?" tanya Egan dengan ekspresi wajah yang terperangah.

"Satu doang kan yang pake kacamata?" Kala balik bertanya.

"Iya, itu Akbar namanya." jawab Egan.

"Serius beneran ada sosok di belakangnya?" Egan masih begitu penasaran.

"Itu yang gue liat sih." ujar Kala lagi.

Egan mencoba mengingat-ingat kembali.

"Pantes, waktu itu si Chika temen gue yang katanya bisa ngeliat begituan, dia bilang Akbar itu ada yang jagain. Bawaan, dan pemberian kakek buyutnya atau apanya gitu. Tapi si Chika ini nggak cerita bentuknya gimana, kita taunya si Akbar itu ada yang jagain doang." tukas Egan.

"Si Chika-Chika itu bisa ngeliat juga?" tanya Kala.

Ia mendadak merasa seperti memiliki teman senasib.

"Iya, katanya sih bisa. Dia anak sekolah gue, adek kelas." jawab Egan.

"Lo sendiri kelas berapa?" tanya Kala lagi.

"Gue kelas dua, tapi sebagian temen gue juga ada yang kelas satu. Lo kelas berapa emangnya?" Egan balik bertanya.

"Kelas satu." jawab Kala.

"Selain dari sosok itu, ada lagi nggak yang lo liat?" tanya Egan.

"Nggak ada." jawab Kala.

"Udah berapa lama lo bisa ngeliat hal kayak gitu?" lagi-lagi Egan melontarkan pertanyaan.

"Dari kecil." jawab Kala.

"Lo gimana, ngerasa terganggu atau?" tanya Egan.

"Banget, makanya gue pengen tau ada nggak orang yang sama kayak gue. Yang kata lo Chika-Chika itu tadi, dia sendiri gimana?. Takut kah, terganggu kah?. Atau biasa aja?" Kala balik bertanya.

"Mm, sejauh yang gue kenal sih ya, dia kayaknya santai aja deh. Kayak misalkan lagi jalan nih, kemana gitu. Barengan sama temen-temen ghost fotografi, kan dia gabung juga tuh." jawab Egan.

Kala memperhatikan remaja tersebut.

"Sering banget, dia tuh kayak tiba-tiba ngingetin kita semua. Ntar disitu jangan pipis sembarangan ya, jangan ngomong kotor, soalnya penunggunya galak. Kayak gitu-gitu lah dia ngomong. Anak-anak ya akhirnya nurut aja, karena takut juga kalau misalkan terjadi apa-apa."

"Dia nggak pernah ketakutan sampe histeris gitu?" tanya Kala lagi.

"Takut sih, ada saatnya dia takut. Tapi kalau sampe histeris, kayaknya nggak deh. Dia nyantai banget anaknya, kayak menerima aja kondisi dia yang nggak sama dengan orang lain." jawab Egan.

Kala terdiam, penerimaan semacam itulah yang ingin ia rasakan saat ini. Namun hal tersebut begitu sulit baginya.

"Gue pengen bisa kayak gitu, tapi kayaknya nggak mungkin deh." ujar Kala.

"Kenapa emangnya?" tanya Egan heran.

"Gue selalu ketakutan parah kalau ngeliat begituan, soalnya serem banget. Semalem aja gue nggak berani ngeliat ke arah temen lo lama-lama."

"Coba deh, ntar sekali-kali gue ajak lo ketemu Chika. Siapa tau kalian bisa sharing, atau kolaborasi bareng di YouTube nya dia." ujar Egan.

Kala tertawa.

"Emang dia punya YouTube?" tanya nya kemudian.

"Ada namanya jurnal Chika. Ntar deh kita nonton bareng." jawab Egan.

"Oke deh." ucap Kala.

"Coba lo sekolah dan tinggal disini selamanya." celetuk Egan.

"Pasti seru." lanjutnya lagi.

***

"Ric."

Philip tiba-tiba muncul di ruangan Enrico, setelah Enrico berhenti mengganggunya untuk beberapa saat. Enrico hanya ingin memberi waktu untuk sahabatnya itu, agar bisa berpikir jernih. Kini ia muncul dengan sendirinya, tanpa paksaan.

"Phil, ada apa?" tanya Enrico seolah heran. Padahal ia sudah memperkirakan jika hal ini akan terjadi.

"Ambil sampel darah gue." ujar Philip.

Seketika Enrico pun tersenyum penuh haru. Tanpa banyak basa-basi, darah Philip pun diambil. I akan segera menjalani tes DNA, kemudian DNA tersebut akan dicocokkan dengan DNA milik Kala.

Sejatinya kemiripan wajah mereka berdua sudah menjelaskan, jika memang Kala adalah anak biologis Philip. Namun hasil tes DNA bisa dijadikan bukti yang kuat, apabila terjadi sesuatu kelak di kemudian hari.

"Apa sekarang lo mau ketemu dia?" Enrico bertanya ketika sampel darah milik Philip telah selesai diambil.

"Nanti aja, tunggu hasil ini keluar. Biar semuanya clear." jawab Philip.

"Oke."

"Apa dia baik-baik aja?" Philip balik bertanya pada Enrico.

"Ya, dia juga akrab sama Egan belakangan ini. Egan jadi punya saudara dan temen main game online kalau malam." jawab Enrico.

Philip menarik nafas, dalam hatinya ia tenang mendengar hal tersebut.

"Kabari gue secepatnya." ujar pria itu kemudian.

Enrico mengangguk, tak lama Philip berlalu dan meninggalkan ruangan tersebut. Ia kini melangkah menuju ke ruangan prakteknya. Ia berjalan dengan tenang, karena merasa telah mengambil tindakan yang tepat.

"Sumpah, parah sih tuh orang."

"Hahaha."

Terdengar suara seseorang yang Philip kenal. Ya, itu suara Egan. Segera Philip menoleh, karena Egan memang sering menyambangi rumah sakit ini.

Namun kemudian Philip tertegun, lantaran menemukan Egan yang tak sendirian. Egan bersama dengan Kala, dan entah mau kemana mereka. Dari arah yang diambil, tampaknya mereka akan menuju ke ruangan tempat dimana Enrico berada.

Philip terdiam melihat fotocopyan dirinya tersebut. Kala memang sama persis dengan dirinya saat masih remaja, hanya saja ia memiliki mata dan barisan gigi seperti Gayatri.

Hati Philip remuk redam, Gayatri tak pernah memberitahu dirinya jika ia hamil akibat malam itu. Kala tumbuh besar tanpa kasih sayang orang tuanya.

Egan masih cekikikan, Kala juga masih tertawa kecil. Sebab tadi mereka berpapasan dengan seseorang yang menurut mereka sangat lucu.

"Eh Kal, kalau di rumah sakit gini banyak nggak sih setannya?" tanya Egan penasaran.

Ia mencoba mengalihkan topik pembicaraan, karena rahangnya sudah sangat lelah tertawa.

"Ada, tuh di kaki lo gelayutan." jawab Kala.

"Buset, iiiiih."

Egan menyentakkan kakinya, karena ketakutan. Kala kini makin tertawa, seumur hidup ia belum pernah bercanda seperti ini dengan teman manapun

"Gue bercanda koq." ujarnya kemudian.

"Lo ngagetin aja, serem anjay."

Egan berujar dengan wajah yang masih diliputi ketakutan, namun ia masih penuh tawa.

"Kita mau ngapain sih disini?" Kali ini Kala bertanya.

Karena tadi Egan hanya minta di temani ke rumah sakit, tanpa mengatakan apa alasannya.

"Mau ngambil kamera gue yang tinggal disini." jawab Egan.

"Koq bisa tinggal?"

"Ya, gue sama papa itu kan kadang suka jalan bareng. Gue waktu itu abis dari hunting foto, disuruh kesini sama papa. Karena kita mau makan bareng, sehabis jam kerja dia. Eh ketinggalan, kameranya. Minta papa bawa pulang, lupa mulu anjir."

Kala tertawa.

"Namanya juga bapak-bapak." ujarnya kemudian.

Egan ikut tertawa-tawa bersama Kala. Namun tiba-tiba Kala terdiam, ketika menatap ke suatu arah. Egan menyadari perubahan di wajah remaja itu dari yang tadinya biasa, kini berubah penuh ketakutan. Bahkan ia mulai dibanjiri keringat.

"Kal."

Egan memanggil nama Kala, hingga Kala pun tersadar dan membuang pandangan ke arah lain.

"Lo ngeliat sesuatu?" tanya Egan dan Kala pun mengangguk.

"Di depan kamar 406." ujarnya tanpa melihat lagi ke arah yang di maksud.

Egan sempat melihat kesana sejenak. Tak lama ia pun mendorong Kala untuk terus melangkah, tanpa memperhatikan sekitar.

***

1
Faziana
Alhamdulillah ... terimakasih Othor udah up. Semangat yaaaa /Smile/
Devyara (IG : oh_ya_ra): Terima kasih
total 1 replies
Imran Kalimanjaro
mbak e, aku udah bolak balik cek, blm juga ada update, Alhamdulillah sekarang nongol...👍👍
Faziana
Thor di tunggu upnya yaaa
Devyara (IG : oh_ya_ra): Iya 😍😍
total 1 replies
Zainuri Zaira
masih tak percaya hantu padahal udh nglamin
Zainuri Zaira
merinding bcax walaupun msih sore
Zainuri Zaira
mkin kala ad kembaran
Zainuri Zaira
buat kala bisa gebukan hantu jgn takut terus kan kala pandai karate..lagian kala kok ngk pernah baca ayat alguuran
Devyara (IG : oh_ya_ra): Dia bukan Islam
total 1 replies
Musri
lma GK up2 thor,ditunggu kelanjutannya y👍
Devyara (IG : oh_ya_ra): Masih koq kak, cuma emang jarang
total 1 replies
Imran Kalimanjaro
makin seru dan penasaran
Devyara (IG : oh_ya_ra): thank you 😍
total 1 replies
Eliya Firdaus y
bagus jangan lama2 updatenya thor
Devyara (IG : oh_ya_ra): Terima kasih 😍
total 1 replies
Jenk Sry
Luar biasa
Devyara (IG : oh_ya_ra): Thank you
total 1 replies
yonahaku
ditunggu lanjutannya
Devyara (IG : oh_ya_ra): Sudah ya kak,
total 1 replies
yonahaku
kalau jujur buat nakutin papa sama oom Philip tapi malah ketakutan sendiri karena salah masuk rumah sakit terbengkalai
Lina Yuliana
thor mana lanjutannya
Devyara (IG : oh_ya_ra): Ada kak, cek aja
total 1 replies
Halimatun Ahliyah
asli ngakak aku baca part ini
mana malem2 lagi bacanya
Devyara (IG : oh_ya_ra): Terimakasih sudah mampir
total 1 replies
Ayla Anindiyafarisa
ditunggu up selanjutnya kak, semangat kak
Devyara (IG : oh_ya_ra): Terima kasih sudah mampir
total 1 replies
Ayla Anindiyafarisa
Oala kasiannya kamu kala kok banyak keluarganya yg g suka
Devyara (IG : oh_ya_ra): Terima kasih
total 1 replies
Ayla Anindiyafarisa
lah malah mereka yg dikerjain 😅😅
Ayla Anindiyafarisa
saatnya kamu bahagia kala nikmati uang ayahmu
Ayla Anindiyafarisa
samalah aku juga bingung🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!