Ansel dan Angela terpaksa menikah karena dijebak. Karir mereka sebagai artis papan atas dipertaruhkan karena skandal satu malam mereka.
Kedua artis itu bekerja sama untuk memperbaiki karir mereka yang sudah berada di ambang kehancuran dan mencari pelaku yang menjebak mereka hingga tersangkut skandal memalukan itu.
Apakah Ansel dan Angela berhasil menemukan orang yang menjebak mereka?
Apakah akan terbangun rasa cinta di antara mereka seiring berjalannya waktu?
Happy Reading 😏🥰🥰😁👍
Ig : @linnight28
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linanda anggen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S1. Game Start
Ansel masih memandangi pintu toilet itu, kakinya ragu-ragu untuk melangkah maju. Didalam benaknya masih teringat betapa traumanya dia dengan sebuah toilet sempit tak berjendela.
"Kuat Ansel! apa gunanya terapi selama ini kalo masih takut," gumam Ansel menyemangati dirinya sendiri.
Ansel pun akhirnya berani masuk kedalam toilet itu.
.
.
.
***
Angela dan Ezra duduk disebuah kursi bambu panjang yang berada di halaman depan panti asuhan. Mereka mengobrol sambil mengawasi anak-anak panti yang sedang bermain-main di halaman.
"Kamu serius dengan Ansel?" Ezra tiba-tiba bertanya kepada Angela.
"Ehm ... iya, Kak," jawab Angela.
"Sejak kapan kamu suka cowok model kayak gitu?" Ezra masih penasaran.
Angela tersenyum dan menanggapi pertanyaan Ezra. "Mungkin dari luar dia keliatan aneh, sombong dan kekanak-kanakan tapi Angela nyaman Mas sama dia, dia juga punya sisi yang baik yang mungkin gak semua orang tau."
"Kamu tau kan kalo dari dulu, kakak suka sama kamu?" tanya Ezra memastikan.
Angela terdiam, dia bingung harus menjawab apa pertanyaan dari Ezra barusan. Angela tau benar bahwa Ezra memang dari dulu sudah menyukainya. Mungkin Ezra menilai Angela lebih dan memiliki perasaan khusus kepada Angela namun Angela hanya menganggap Ezra sebagai kakaknya.
"Kak ... aku hanya anggap Kak Ezra sebagai kakakku," jawab Angela kemudian.
Terlihat raut wajah Ezra yang kecewa mendengar jawaban dari Angela. Walaupun begitu, Ezra tetap mengembangkan senyumnya kepada Angela.
"Oke ... aku ngerti kalau dari dulu kamu memang cuma anggap aku kakakmu saja," ucap Ezra berusaha tegar.
"Tapi kalau suatu saat si Ansel bikin kamu sengsara dan sakit hati, Kak Ezra akan selalu siap dan ada untukmu," sambung Ezra kemudian.
Angela hanya mengangguk dan mengiyakan ucapan dari Ezra sambil tersenyum. Dalam benak Angela, tidak mungkin bahwa suaminya Ansel akan membuatnya sengsara atau pun sakit hati.
.
.
.
***
Ansel pun selesai dari toilet dan bisa mengatasi phobianya. Dia langsung menghela nafasnya lega sesaat setelah keluar dari toilet.
"Apa mungkin ini yang namanya cinta? Gua bisa ngatasin phobia gua," ucap Ansel lega.
Baru saja Ansel akan melangkah menjauh dari toilet, dia melihat Zion dan anak-anak panti yang lain sedang bermain kejar-kejaran sampai keluar halaman panti asuhan. Mata Ansel menangkap sebuah mobil yang melaju kencang menuju Zion yang sedang dikejar teman-temannya. Kebetulan jarak toilet tidak jauh dari gerbang panti asuhan.
Ansel pun langsung bergegas dan berlari untuk menyelamatkan Zion yang akan tertabrak mobil. Terlihat pengemudi mobil tersebut sedang asik memainkan ponselnya sehingga tidak melihat lagi kedepan.
"Zion! Awas, dek!" teriak Ansel sambil mendorong Zion ke pinggir jalan.
Brak!
Cit!
Terdengar suara sesuatu yang tertabrak dan rem sebuah mobil yang berdecit. Ternyata mobil itu tak sengaja menabrak Ansel yang menyelamatkannya Zion. Zion menangis melihat Ansel yang tertabrak karena menyelamatkannya. Angela dan Ezra langsung berlari kearah Ansel.
"Sayang! Kamu gak apa-apa!" teriak Angela panik sambil menangis.
"Aku gak apa-apa," jawab Ansel sambil meringis menahan sakit.
Beruntung Ansel masih sadarkan diri karena pengendara mobil langsung menginjak rem mobilnya sesaat setelah menabrak Ansel. Namun tetap saja bagian kaki Ansel terluka dan mengeluarkan banyak darah.
Ezra menghampiri Zion yang sedang menangis dan menggendongnya.
"Kakak Ansel jadi berdarah karena nyelametin Zion, hiks...." Zion menangis sesenggukan dan meminta turun dari gendongan Ezra.
Zion pun berlari menghampiri Ansel yang masih duduk di aspal.
"Kak Ansel gak apa-apa kan? Hiks...." tanya Zion sambil menangis.
"Kakak gak apa-apa kok, Zion," jawab Ansel sambil tersenyum walaupun masih kesakitan.
Pengendara mobil itu pun mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Ansel pun dibawa ke rumah sakit agar lukanya bisa diobati.
.
.
.
***
Di rumah sakit.
Ansel harus dirawat inap karena bagian kaki sebelah kirinya mengalami retak dan cedera serius. Berita kecelakaan Ansel pun langsung tersebar di media sosial, televisi lokal maupun internasional.
"Ha-ha-ha! Jadi gua masih terkenal ya?!" teriak Ansel girang sambil melihat ponselnya.
Angela menggelengkan kepalanya saat melihat kelakuan suaminya itu. Padahal kaki Ansel sedang digantung dan dipasang gips serta perban.
"Kamu seneng gitu?" tanya Angela heran dengan raut wajah kesal.
"Liat ini yang! Aku ternyata masih terkenal loh, ha-ha-ha...." Ansel masih tertawa sambil menunjukan ponselnya kepada Angela.
"Katanya aku baik karena rela sampe patah kaki gara-gara nyelametin anak kecil," sambung Ansel lagi.
Pletak!
Angela menjitak kepala Ansel karena kesal. Ansel pun meringis kesakitan sambil mengelus-elus kepalanya yang baru saja dijitak oleh Angela.
"Ih kok kamu tega, sih, jitak kepala aku?" protes Ansel sambil memajukan bibirnya.
"Kamu itu bikin kesel tau gak?!" seru Angela kesal.
"Bikin kesel kenapa lagi, sih?" Ansel masih gagal paham dengan pernyataan istrinya itu.
"Aku itu khawatir sama kamu! Kaki kamu patah dan dipasang gips kayak gitu, kamu malah ketawa-ketawa ngeliat berita di handphone!" bentak Angela kesal.
"Iya deh, aku minta maaf ya, Sayang?" pinta Ansel dengan wajah imutnya.
Angela pun luluh melihat wajah memohon Ansel yang imut. Rasanya dia ingin memeluk erat suaminya itu.
"Peluk!" Ansel memohon kepada Angela sambil melebarkan kedua tangannya.
Angela pun langsung memeluk suaminya itu dengan rasa penuh kasih sayang. Mereka pun tertawa bersama. Terlihat suasana hangat dan mesra di ruangan rawat inap rumah sakit itu.
.
.
.
***
Di ruang kerja Pak Michael.
Pak Michael memasang wajah kesal dan marah sesaat setelah mendapatkan telepon dari seseorang. Baru saja dia selesai menerima telepon itu, dia langsung membanting ponselnya ke lantai.
"Kurang ajar! Apa ini salah satu siasat dari Joseph?" Pak Michael terlihat sangat marah.
"Bagaimana bisa sebuah kecelakaan seperti itu bisa membuat nama Ansel sedikit membaik?" Pak Michael bertanya kepada dirinya sendiri.
"Kalau nama Ansel membaik, pasti akan membuat Joseph tidak jadi rugi besar dan bangkrut," Pak Michael pusing sendiri sambil mengacak-acak rambutnya.
"Ah tapi aku masih punya satu kunci yaitu gadis itu ... Angela adalah kuncinya, kalau dia setuju untuk pindah agensi maka aku akan mudah menjalankan rencana ku selanjutnya," gumam Pak Michael.
.
.
.
***
Keesokan harinya, Angela pun mulai menjalankan rencananya untuk setuju pindah agensi. Dia datang menemui Pak Michael atau Mr.M disebuah cafe khusus tamu VVIP dan sangat rahasia. Pak Michael sudah menunggu Angela disebuah tempat duduk yang berada di cafe tersebut.
"Silahkan duduk, Nak Angela." Pak Michael mempersilahkan Angela untuk duduk di kursi yang berada di seberangnya.
"Terimakasih," ucap Angela singkat.
"Jadi bagaimana tawaran saya waktu itu?" tanya Pak Michael penasaran.
"Saya setuju, namun saya punya beberapa syarat yang ingin saya ajukan kepada Anda," jawab Angela.
"Apa itu?" tanya Pak Michael ingin tahu.
"Tolong jangan lakukan apapun selama 3 bulan, maksud saya rencana yang akan Anda lakukan untuk memperbaiki nama baik saya," jelas Angela.
"Mengapa?" Pak Michael meminta penjelasan lebih terperinci dari Angela.
"Apa Anda tidak takut bahwa hal itu akan merugikan Anda?" Angela membalikkan pertanyaan.
Meski tidak ada penjelasan secara terperinci dari Angela, Pak Michael mengerti apa yang dimaksud oleh Angela. Dia pun berpikir bahwa saran Angela ada benarnya. Pak Michael berpikir pasti diluar sana masih ada banyak penggemar setia dari Ansel. Jika dia terburu-buru, takutnya itu akan menjadi bumerang baginya sendiri. Kepindahan Angela yang tiba-tiba namun langsung menghancurkan agensi yang dahulu menaunginya, hal itu pasti akan membuat curiga masyarakat luas kepada agensi yang baru saja menaungi Angela. Kecurigaannya adalah bahwa agensi miliknya Ruby Entertainment sengaja ingin menjatuhkan agensi milik Joseph Gold Entertainment.
Ternyata dugaan Angela benar, Pak Michael alias Mr.M akan menjalankan rencana seperti yang dipikirkan oleh Angela sebelumnya.
.
.
.
***
Next Episode>>