Sekuel dari 'Oh! My Bee'
Kebahagiaan Arse semakin lengkap dengan hadirnya kelima anak laki-lakinya dengan julukan Pandawa Lima karena nama mereka diambil dari kisah Mahabharata.
Dan jangan lupakan Bee, wanita yang sangat dicintai Arse dan ibu dari Pandawa.
Kehidupan harmonis mereka diganggu oleh datangnya seorang mafia yang ingin merebut Bee dari mereka.
Hingga Bee diculik dan dibawa ke California.
Dan disinilah petualangan Arse dan Pandawa yang harus merebut kembali istri dan mommy yang mereka cintai.
Kisah ini dibumbui dengan komedi, simak kisah kocak mereka melawan mafia yang paling ditakuti di California!
Happy Reading🥰
Series Pandawa
101-120 Young CEO
121-140 Touch Me, Baby
141-160 100th Girlfriend
161-180 My Girlfriend is Alien
181-200 Buncit, I Love You
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Orang Bodoh!
✨✨✨
The Ritz-Carlton Hotel
Dengan menghela nafas panjang Bianca mendatangi hotel dimana Zack berada, Bianca sudah sampai di lobi hotel tapi tiba-tiba ada dua pria dengan setelan jas hitam menghampirinya.
"Nona Bianca?" tanya salah satunya.
Bianca mengangguk kikuk.
"Nona sudah ditunggu Tuan Zack diatas," ucapnya.
Dengan terpaksa Bianca mengikuti kedua pria itu, mereka berhenti di salah satu kamar president suite di lantai atas.
Saat masuk ke dalam kamar itu, Zack sudah menyambut dengan senyum manisnya.
"Darling... " panggilnya dengan merentangkan kedua tangannya ingin memeluk Bianca.
Tentu saja Bianca tidak tinggal diam.
"Don't... touch... me...!" setiap kata dengan satu tendangan ke arah kejantanan pria itu.
"Akhhh!" pekik Zack menerima tiga tendangan dibagian intimnya.
"Rasakan jurus pemecah telurku!"
Zack langsung terduduk merasakan ngilu luar biasa, berhadapan dengan Bianca menjadikan dia pria lemah. Kalau bukan Bianca, pasti dia akan membalasnya tidak kenal dia wanita atau pria, tua atau muda pasti dia akan membalas. Tapi, karena yang melakukannya Bianca itu pengecualian.
"Sekarang cepat beri aku obat penawarnya dan jangan ganggu aku lagi!"
Tapi kata-kata Bianca tidak ditanggapi oleh Zack, justru pria itu malah tersenyum bodoh sambil menatapnya penuh arti.
"Kau memang pria saiko! Apa menyenangkan mempermainkan hidup orang seperti ini? kau pikir kau siapa, hah?"
Bianca mulai berkaca-kaca rasanya hidupnya selalu saja dihadapkan dengan maut, dia takut keberuntungan yang dia dapatkan selama ini akan hilang mengingat dia selamat dari maut beberapa kali. Mungkin jika dulu dia akan rela pergi tapi untuk sekarang ada suami dan kelima anaknya yang sangat dia cintai.
"Don't cry, darling!" Zack mulai mendekati Bianca lagi. Tentu saja Bianca memundurkan badannya, dia sangat tidak suka dengan pria saiko itu.
"Jangan dekati aku! Aku sungguh muak denganmu! Aku tidak mengenalmu dan apa salahku padamu? Kenapa kau begitu jahat? Apa aku harus memohon padamu agar kau tidak menggangguku? Aku sudah menikah dan aku punya lima orang anak, kenapa kau tidak mengerti!"
Kali ini airmata Bianca sudah tidak terbendung lagi. Kenapa selalu ada pria yang begitu terobsesi padanya, waktu itu Rey sekarang Zack. Sebenarnya apa salahnya di masa lalu?
"Oke, aku akan memberikan penawar racun itu tapi berhentilah menangis. Aku tidak suka melihatmu bersedih, darling," ucap Zack lembut.
"Aku menangis karenamu, bodoh!"
Zack tersenyum simpul, dia benar-benar sudah gila. Dia begitu bahagia jika dimaki Bianca seperti itu daripada melihat wanita itu menangis. Apa itu normal? Ternyata begini rasanya orang jatuh cinta.
"Temani aku ke pesta malam ini setelah itu pasti aku akan memberikan penawarnya," ucap Zack.
"Aku tidak sudi! Lebih baik aku menemani kelima anakku daripada harus pergi ke pesta bersamamu," tolak Bianca.
"Justru karena itu kau harus ikut aku, darling. Kau memang mau mati konyol dan tidak bisa melihat kelima anakmu lagi," Zack mulai menghasut.
Dan Bianca mulai terpancing dengan ucapan Zack.
"Tapi, berjanjilah setelah ini jangan mengganggu hidupku lagi," ucap Bianca.
Zack tidak menjawab tapi dia malah sibuk meraih ponselnya untuk menghubungi Franks, tentu saja menyuruh seorang designer baju dan tukang make up untuk mendadani Bianca agar terlihat sempurna nanti malam.
Disisi lain Arse yang mengadakan rapat pemegang saham dibuat geram karena para pemilik saham di perusahaannya menjual saham mereka pada Delon, dan sekarang dirinya dan Delon menjadi pemegang saham mayoritas yang mana Delon bisa dengan mudah untuk menyingkirkan dirinya.
"Oh, jadi ini alasan dia mengundangku di pestanya!" geram Arse dengan menahan gemuruh di hatinya.
"Dasar licik!"
Dan malam pesta pun dimulai, Arse ditemani oleh James datang ke pesta Delon. Dengan emosi saat melihat Delon dia mencengkram kerah jas mahal yang dipakai pria itu.
"Calm down, Bro. Kita dilihat banyak orang," ucap Delon santai dengan tawa jahat di wajahnya.
"Kau memang manusia licik! Jadi, kau mau bersaing dengan cara kotor? Aku yakin kau dalang dibalik tuntutan jaksa yang sedang ku hadapi dan pasti kau juga dibalik pencurian data di perusahaanku!"
"Hahaha.. sekarang kau tahu rasanya jatuh! sakit bukan, aku akan membalas seribu kali lipat dengan apa yang aku rasakan!"
"Setidaknya aku bersaing dengan sehat bukan dengan cara licik seperti yang kau pakai!"
James yang melihat keadaan semakin tidak kondusif mulai menarik bosnya agar mengontrol emosinya karena sekarang mereka menjadi pusat perhatian di pesta itu.
"Bos, tenanglah! jangan membuat keributan yang akan semakin membuat citra bos memburuk," ucap James.
Arse pun mengalah dia melepas cengkramannya. Dan menjauh dari Delon karena dekat dengan pria itu akan membuatnya kehilangan kendali.
"Kita pulang James!"
Tapi saat sampai di pintu masuk Arse dikejutkan lagi dengan sosok yang sangat dikenalnya. Dia melihat istrinya digandeng seorang pria tengah berjalan masuk menuju pesta.
Bianca tampil begitu sempurna dan berkelas malam ini, dengan balutan dress mahal dan juga memakai riasan yang membuat kecantikannya semakin terpancar.
Tentu saja Bianca syok melihat jika suaminya juga ada disana, dia segera melepas tangannya dari gandengan tangan Zack. Dia juga melakukannya dengan terpaksa.
Dia segera mendekat ke arah suaminya yang menatapnya dengan sorot mata tajam.
"Arse, aku bisa jelaskan!" Bianca mulai berbicara dengan suaminya dan ingin meraih tangannya tapi tangan Bianca ditepis oleh Arse begitu saja.
Arse malah mendekati Zack yang saat ini tertawa penuh kemenangan.
"Siapa kau, hah! Jangan berani sentuh istriku!" geramnya dengan mencengkram kerah jas yang Zack pakai dan menyeretnya ke tempat sepi agar perdebatan mereka tidak ada yang melihat. Karena Arse tidak mau ada paparazi yang merekam aksinya.
"Aku? kau mau tahu siapa aku! Aku adalah masa depan Bianca!" jawab Zack.
Arse yang mendengar itu langsung melayangkan bogem mentah ke wajah Zack.
BUG!
Zack langsung jatuh tersungkur tanpa melawan balik. Pria itu malah tertawa sambil menyeka lelehan darah yang keluar dari sudut bibirnya.
"Dia itu istriku! beraninya kau bilang jika kau masa depannya!" teriak Arse dengan dada naik turun menahan emosinya.
Zack sudah berdiri dan memasang kuda-kuda untuk menyerang balik, Arse yang melihat itu tentu saja siap menerima serangan dari Zack. Akhirnya dua pria itu saling adu otot saling pukul dan menendang satu sama lain tidak ada yang mau mengalah.
Bianca yang menyusul mereka dan melihat itu semua tentu saja panik dan melerai keduanya.
"Stop!" teriaknya.
Dan keduanya berhenti sejenak dengan nafas memburu dan masih saling bertatapan dengan tajam.
Bianca meraih lengan suaminya untuk menenangkan pria itu.
"Arse, ini tidak seperti yang kau lihat! Aku mencintaimu dan tidak ada pria lain yang bisa menggantikanmu dihatiku, percayalah padaku!"
Arse mulai menatap istrinya itu dengan tajam.
"Katakan Bee! Lebih tampan siapa antara aku dan bujang lapuk itu!"
"Tentu saja suamiku paling tampan!"
Zack yang mendengar itu tentu saja tidak terima.
"Darling, kau buta ya! tentu saja jauh lebih tampan diriku! Coba kau lihat baik-baik!"
"Kau itu bujang lapuk, sadarlah!"
"Apa kau bilang? bujang apa tadi?" Zack tidak mengerti dengan perkataan pria aneh itu.
"Tentu saja bujang lapuk, kalau kau bukan bujang lapuk tentu kau tidak akan menggoda istri orang!"
"Bujang lapuk?"
Arse yang melihat ekspresi pria itu sudah bisa dipastikan jika pria itu pasti tidak paham dengan apa yang dia maksud.
"Bujang lapuk itu artinya kau tampan dan seksi," celetuk Arse kemudian.
Zack yang mendengar itu tentu saja tersenyum bangga dan berkata," Ya, akulah bujang lapuk!"
Arse mengelus dadanya pelan," Setidaknya dia jauh lebih bodoh dariku!"
✨✨✨
ngakak w
aku keren
aku keren
aku keren
😂😂😂