NovelToon NovelToon
Arrogant Husband

Arrogant Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:6.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Marnii

Gaza Munarga adalah seorang ahli waris yang memegang kendali atas perusahaan Tirtama Group selama lima tahun semenjak kematian sang ayah.

Ia dikenal sebagai pria es yang mampu membekukan mental seseorang saat bertatapan dengannya.

Zara Maharani, seorang wanita yang hanya tinggal bersama kedua adiknya. Sebagai anak sulung, ia mesti rela berkorban membanting tulang mencari pundi-pundi nafkah demi kelangsungan hidup bersama kedua adiknya itu.

Kepribadian Zara yang polos. Namun, memiliki sifat di mana ia senang memarahi orang lain di saat ia sedang kesal.

Hingga dua insan ini dipertemukan dalam sebuah kecelakaan tanpa sengaja. Kekesalan yang berujung karma bagi Zara, hingga pada akhirnya Gaza menikahi Zara hanya bertujuan untuk membuat wanita ini bertekuk lutut padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marnii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampir Saja

Tempat kediaman Gaza, setelah pulang dari rumah pamannya, Gaza memiliki perubahan emosi yang buruk, ia tidak langsung ke kamar, melainkan berbelok arah ke ruang kerjanya, Zara yang berjalan di belakang, tampak kebingungan melihat Gaza yang tak ingin masuk, itu membuatnya ragu untuk bersikap, apakah ia harus mengikuti suaminya itu ataukah bersikap biasa dan tak peduli?

Akhirnya Zara memutuskan untuk mengikuti Gaza ke ruang kerja, tapi Gaza yang menyadari langkah kaki Zara, ia pun berbalik badan dan berkata, "Tidak perlu ikuti aku, kembali ke kamar dan istirahatlah."

"Em ... apa Tuan tidak akan kembali ke kamar malam ini?" tanya Zara dengan gugup.

Namun, Gaza sama sekali tak menggubrisnya, berbalik badan meninggalkan Zara yang masih mematung di tempat.

"Hubungi saya jika Anda butuh sesuatu!" teriaknya sebisa mungkin agar Gaza mendengarnya, tetapi tubuh tegap itu kini telah lenyap dari pandangan.

Ada apa dengannya? Apa dia sedang ada masalah? Apakah dia marah padaku? Tapi kenapa? Sepanjang ia berjalan menuju ke kamar, terus memikirkan tentang perubahan sikap Gaza. Yang biasanya Gaza senang mengerjainya, tetapi sekarang bahkan enggan untuk berbicara.

Malam sudah begitu larut, tetapi Zara hanya bisa berguling ke kiri dan kanan di atas sofa, bayangan wajah dingin yang diperlihatkan Gaza pada saat menatapnya, benar-benar membuatnya tak bisa tenang, sebersit rasa tak enak menempel di hatinya, seperti ada sebuah luka yang tak kasat mata ketika melihat Gaza tak menegurnya sepanjang perjalanan hingga tiba di rumah.

"Tidak bisa begini, aku harus menghampirinya. Jika tidak, maka sampai pagi pun aku tidak akan sanggup tertidur dengan nyenyak." Zara bangkit dari rebahan dan berjalan keluar menuju ruang kerja Gaza.

Ia mengetuk pintu beberapa kali sampai pada akhirnya Gaza menyerah untuk tak peduli, ia membuka pintu dan menatap lekat pada netra Zara yang tampak gugup.

"Belum tidur?" Suaranya kali ini terdengar halus dan nyaring di telinga Zara.

Ia menggeleng pelan sembari mengatakan, "Tidak bisa tidur. Apakah saya bisa bicara pada Anda?"

"Mengenai apa? Aku sedang sibuk, jika tak ada yang penting lebih baik jangan mengangguku."

"Saya mau bertanya soal pernikahan ini," ujar Zara ragu.

"Aku akan menceraikanmu secepatnya. Pergilah, kembali ke kamar."

"Apa? Tapi kenapa, Tuan?" Zara sedikit tercengang dengan penuturan Gaza, lantas ia memaksa masuk tanpa mendapatkan izin.

"Kau mulai berani sekarang." Gaza menyeringai menatap Zara yang kini telah berada dalam ruangannya.

"Maafkan saya, Tuan. Tapi bukankah perjanjiannya tidak seperti ini?" tanya Zara tak habis pikir.

"Kenapa? Kau tak ingin cerai dariku? Dengan alasan apa? Kau jatuh cinta padaku? Atau kau takut kehilangan uang?" Gaza mendekat membuat Zara memundurkan diri menjauhinya, hingga ia menabrak dinding dan tak bisa ke mana-mana.

Gaza menatapnya, begitupula dengan Zara, kini tatapan mereka saling mengunci, ketika Gaza mendekatkan wajahnya, aroma alkohol seketika tercium dari nafas Gaza yang berhembus menerpa wajahnya.

Apa dia sedang dipengaruhi oleh alkohol? Pantas saja dia terlihat tidak begitu baik sekarang.

"Tuan, Anda mau apa?" Zara mulai panik ketika Gaza meraih rahangnya dengan tatapan sendu.

Namun, bukan menjawab, Gaza lebih memilih diam dan semakin mendekatkan wajahnya.

Hembusan nafas Gaza kini terasa lebih dekat. Namun, tiba-tiba ....

Taakk!

Suara saklar yang dipencet oleh Gaza tiba-tiba terdengar hingga memadamkan semua penerang ruangan, kebetulan saklar itu berada tidak jauh dari mereka hingga dengan mudah Gaza menggapainya dan memutus sambungan listrik di ruangan itu, tetapi masih tersisa satu lampu yang ada di meja kerja Gaza, membuat ruangan itu hanya diterangi oleh cahaya redup membuat Zara dapat melihat bayangan wajah Gaza yang begitu sempurna, rahangnya yang kokoh benar-benar visual yang sempurna jika menjadi karakter dalam komik.

Zara menelan salivanya mencoba menahan diri dari ketakutan, sepertinya keputusan untuk mendatangi Gaza ke sini bukanlah hal yang baik, saat ini Gaza tidak sedang dalam keadaan yang baik-baik saja, kesadarannya menghilang akibat pengaruh alkohol.

"Aku menginginkanmu ...." Suara Gaza yang berbisik lirih di telinganya benar-benar menggelitik membuatnya sedikit menggeliat, bulu kuduk meremang hingga tak tahu harus berbuat apa.

Gaza merangkul pinggang Zara dengan lembut, tubuh wanita ini seketika mendekat hingga tiada jarak yang memisahkan tubuhnya dari tubuh lelaki yang kini adalah suaminya.

Tanpa sadar Zara gemetar ketika Gaza menghirup udara tepat dibagian ceruk lehernya, ia terpejam tanpa kuasa menahan rasa geli akibat nafas Gaza yang menyentuh lembut di bagian pundak.

"T-Tuan, lepaskan." Suara Zara terdengar begitu lirih meminta agar Gaza berhenti mendekatkan wajahnya.

Gaza melepaskan rangkulan tangannya, Zara mulai bernafas dengan lega, berpikir bahwa Gaza masih bisa mengendalikan kesadaran yang sempat hilang akibat alkohol. Namun, dugaannya salah, bukan untuk melepaskan, melainkan untuk meraba wajahnya hingga tangan besar dan kokoh itu menyergap rahang dan dagunya hingga ia tak dapat menggerakkan kepala untuk menjauh.

Dugaan terburuk akhirnya terjadi, sentuhan lembut dan tipis dari bibir Gaza benar-benar ia rasakan dalam hitungan detik ketika Gaza menyentuh rahangnya.

Zara tak dapat melakukan pemberontakan akan aksi Gaza, lelaki ini begitu kuat hingga Zara tak bisa melepaskan dirinya sendiri. Ia tenggelam dalam permainan Gaza yang menyentuh bibirnya inci demi inci.

Zara berusaha untuk tidak membuka mulutnya agar Gaza tak dapat menelusuri hingga ke dalam, tetapi nihil, Gaza menekan wajahnya hingga mulutnya tanpa sengaja terbuka dan Gaza berhasil menyusup ke dalam.

"Eemm ...." Zara mencoba untuk bersuara. Namun, tetap tidak bisa, tangannya hanya bisa meremas kemaja Gaza dengan kuat berharap bisa lepas.

.

Tetap saja, walau begaimana pun ia berjuang untuk melepaskan diri, tetapi tenaganya benar-benar tak mampu menandingi Gaza, ia bahkan hampir tak bisa bernafas dengan normal mendapat sentuhan yang semakin lama temponya semakin cepat.

Kini tangan Gaza berpindah menyentuh lehernya membuat ia refleks mengernyitkan alis dengan terkejut. Zara mencoba untuk menahan tangan Gaza, tetapi Gaza malah memberikan tatapannya yang sendu dan sayu membuat Zara tak tega.

Seharusnya aku mencegah dia, tetapi kenapa? Kenapa aku malah dengan nurutnya membiarkan dia menyentuh tubuhku? Seharusnya aku menolak.

Tangan Zara mulai gemetar, ia ragu harus berbuat apa, sampai pada akhirnya, Gaza menjatuhkan kepalanya di pundak Zara. "Tuan, Anda kenapa?" tanya Zara panik.

Gaza melangkah mundur sambil memijit alisnya. "Keluarlah, aku berbaik hati melepaskanmu, jangan datang jika aku dalam keadaan seperti ini."

"T-Tapi, Tuan. Apa Anda baik-baik saja jika sendirian di sini?" Zara masih ragu untuk pergi.

"Keluarlah," ucapnya lirih, Gaza bahkan merasa tak bertenaga untuk berbicara, tubuhnya terasa begitu lemah.

1
Rahmah
baru nyadar pas sampai sini ternyata ceritanya bukan di indo toh
Rahmah
akhirnya si manusia es bucin juga sama istinya🤣
Rahmah
ternya anaknya lbh peka dan genius dr papanya
Rahmah
pemikiran Zaza di luar nurul memang
Rahmah
nah gitu baru benar kamu bersikap Gaza tegas dong
Rahmah
kamu tidak perlu merasa bersalah dan minta maaf bd GAza .kekejamannya dimasa lalu pada mu juga sangat mengerikan jd it' s ok
Rahmah
seharusnya kau sadar gaza sifat dan tingkah zaza menurun dari mu.dasar menyebalkan
Rahmah
sikapnya dingin seperti Gaza mulut nya juga persis bon cabe
Rahmah
tiga tahun kemudian tp ceritanya gak jelas
Rahmah
itulah kelebihan istrimu Gaza dia berbeda dari wanila lainnya.unik🤣
Rahmah
pasti ada yg menyebabkan Gaza bersikap spt itu
Taris
Luar biasa
Saadah Rangkuti
aku harap clarisa dan kayra bukan istri dan juga anaknya gaza 😒
Saadah Rangkuti
Luar biasa
Shifa Burhan
pola pikir wanita setia
mereka akan melaknat lekaki kayak ferdi yang sok baik pada istri orang dan membuat rumah tangga orang hancur

pola pikir wanita jablay
Ferdy adalah lelaki baik, jadi boleh peluk sana ini

pola pikir wanita setia
suami pelukan dengan wanita lain itu salah begitu juga istri pelukan dengan lelaki lain itu salah

pola pikir wanita egois
suami pelukan dengan wanita itu salah tapi istri pelukan dengan lelaki lain itu bukan kesalahan karena hanya sahabat

fakta
sebuah novel adalah hasil pola pikir novelisnya yang artinya sebuah novel menggambarkan karakter novelisnya
anita
, kipas...kipas...ac..ac...es batu..es batu..ada yg lg kpanasan tuh...
anita
wooo gaza sialan🤣🤣🤣🤣
anita
zara emosi n marah2 itu gk baik,klo kamu mau kamu msh punya sodara kembar kok,yaitu SAYA,wkwkwk...🤣🤣🤣🤣
anita
q br komentar,karyamu sangat memukau thor..sukses buatmu
anita
thor buat gaza bucin akut sm zara ya...harus pokoknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!