Hi teman, ini adalah karya pertama aku di noveltoon.
Disini saya hanya belajar menulis, dan saya hanya ingin sedikit bercerita, tentang perjalanan kehidupan, seorang Aditya Koesdiansyah.
Seorang pemuda tampan, yang menjadi tulang punggung keluarganya, setelah Dokter memvonis Ayahnya sakit.
Bagaimana kelanjutanya, tetep mampir di karya Author yang baru ini.
Karena insya Alloh Author akan rajin Update tiap hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GANTENG KALEM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BUKA PUASA
Hari pertama berpuasa, sepulangnya dari kantor tempatnya bekerja, Adit mengajak Luna ngabuburit, mencari jajanan manis untuk nantinya di jadikan makanan untuk buka mereka berdua.
Waktu sudah menunjukkan jam 16:45, mereka berdua masih memilih milih jajanan manisnya. dua perbedaan pendapat, Luna menginginkan Kolak, sedang Adit menginginkan kurma yang jadi bahan berbukanya.
"Kolak sama Kurma sama bagusnya Kok?" ucap Ratna yang kebetulan lewat bersama gebetannya.
"Ratna, kamu sama siapa kesini?" tanya Luna yang melihat seorang pria di belakang Ratna.
"Oh, i ya, maaf aku lupa. kenalkan Randy cowok aku." Ratna mengenalkan pacarnya pada Adit dan Luna.
"kalian beli apa?" Adit yang kepo melihat kantong plastik hitam yang di pegang Randy.
"Ini, kita berdua beli Kurma dan Es campur sebagai makanan pelengkap kedua berbukanya." Jawab Randy menjelaskan isi kantong plastiknya.
"Yank, pengen es campur sama Kurma." Pinta Luna sambil bergelayut manja.
Adit memandang Ratna dan Randy, dia tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena merasa tidak enak dengan kemanjaan Luna.
"Sudah sana Beli, Dit." ucap Ratna melihat Luna terus merengek manja.
"I ya, ayo. kita berdua cari es campur dulu ya." Adit pamit meninggalkan Randy dan Ratna.
Selesai membeli Es campur dan kurma. mereka bergegas kembali ke rumah, Mereka berencana berbuka puasa di kediaman Luna.
Adzan Maghrib kurang 5 menit lagi, akan tetapi Adit yang baru selesai dengan mandi dan ganti bajunya, masih terlihat menuangkan es campur ke dalam gelas mereka berdua.
Luna yang baru menyelesaikan mandi dan ganti bajunya dengan buru buru, dirinya kini keluar dari kamar menghampiri Adit.
"Sini duduk buruan." Adit menepuk kursi menyuruh Kekasihnya agar duduk.
Allahu akbar... 2x.
Adzan Maghrib telah berkumandang dan terdengar ke setiap penjuru.
Adit dan Luna tersenyum bersiap menyantap makananya.
"Kita berdoa dulu ya." ajak Adit yang di balas anggukan oleh Luna.
allohuma laka sumtu, wabika Amangtu, wa ala rizqika abtortu, birohmatika ya arhama rohimi.
Adit mengusap kedua telapak tanganya ke wajah dan tersenyum manis memandang Luna dan santapan berbukanya.
"Ayo sayang." ajak Luna yang sudah terlihat tidak sabar.
Mereka berdua menikmati 3 biji kurma sebagai makanan berbuka pertamanya, dan beralih pada es campur sebagai makanan pembuka kedua sekaligus penutup, karena acara makan nasi akan dilakukan sepulang Taraweh nanti.
"Udah kenyang?" tanya Adit yang melihat Luna mengelus engap pada perutnya.
"Sudah Yank, kayaknya perutku gak muat lagi kalau nanti makan." ucap Luna sambil mengelus terus perutnya.
"Ya, sudah. aku ke dapur sebentar ya." Adit berdiri dari duduk dan mulai melangkah menuju dapur.
"Tunggu, Dit. kamu mau ngapain ke dapur?" tanya Luna yang tak mau di tinggal sendirian di ruang makan.
Adit berhenti dan dan membalikan badannya.
"Aku mau bikin sesuatu, buat cuci mulut, kamu mau?" tanya Adit dengan senyumnya yang penuh misteri.
Luna mengangguk dan mengikuti Adit masuk ke dalam dapurnya. Adit membuka lemari pendingin yang berada di dapur rumah Luna.
"Gak ada," Adit menggeleng dan menutup kembali pintu lemari pendinginya.
Adit melangkah mundur dan memutar badan memandang Luna yang kini berada di hadapannya.
"Memang kamu cari apppp ..." lagi lagi Adit berhasil membungkam mulut Luna dengan bibirnya.
Mata Luna membulat kaget ketika Adit berhasil menarik tengkuk dan membungkam dirinya dengan mulut manisnya.
Luna seperti sudah tersihir oleh kekuatan cinta Aditya, tak ada perlawanan yang bisa ia lakukan selain pasrah, dan mengikuti kemana alur permainan Adit membawanya.
"Makasih penutupnya ya." Luna yang baru melepas pagutanya.
"Gak nambah lagi? goda Adit.
"Bentar lagi Taraweh Yank," jawab Luna dengan pandangan sekilas pada jam dinding dapur yang menunjukan 18:45.
Masih ada 15 menit lagi lumayan...
Adit melangkah menghampiri Luna dan membawanya ke sofa di belakang lemari besar.
Di pojok sofa belakang lemari besar, Adit menyalakan TV dan membesarkan volume suaranya. Dia tersenyum Penuh kemenangan mengunci dan mengungkung Luna.
Dan benar saja, Luna sudah seperti kelinci putih yang tergigit serigala di bagian lehernya, si serigala terus mengunci pergerakan sambil menghisap leher si korban meninggalkan bekas ke pemilikan.
Luna melenguh mendapat perlakuan seperti itu. Namun Adit segera sadar dari nafsu yang sesaat tak sengaja lewat dan langsung menghentikan aksi buasnya.
Adit menggendong dan membawa Luna keluar dari rumah menuju masjid untuk bertaraweh.
Adit menurunkan Luna dan memberikan sendal jepit yang ia bawa dari rumah Luna.
"Makasih, yank." Ucap Luna yang masih merasa malu mendapatkan perlakuan buas dari Adit.
"I ya," Adit mengangguk dan berjalan menuju tempat wudhu pria.
Selesai dengan sholat tarawih, Adit kembali menggendong tuan putri yang selalu manja sampai rumahnya.
Di depan rumah, ternyata Luna sudah tidur.
"Sayang, bangun. makan dulu sebentar ya." Adit menuntun Luna ke ruang makan dan menyuruh Mbok Sel menyiapkan makanan untuk Luna.
Selesai dengan acara makan malamnya, Luna yang merasa lelah dan ngantuk. Tak dapat lagi menahan dirinya.
Dia tertidur dengan kepala bersandar pada head board kursinya.
Adit hanya menggeleng melihat kekasihnya yang begitu kelelahan.
Dia menggendong dan meminta Mbok Sela mengantar dan membuka pintu kamar Luna untuknya.
Di dalam kamar, Adit membaringkan Luna dengan pelan pelan, ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Mbok, besok pagi jam 3. Tolong bangunin Non Luna untuk sahur ya." Pinta Adit sekaligus pamit keluar dari kamar menuju ruang tamu.
Di ruang tamu, Adit hanya mengambil kunci mobil dan jaketnya.Setelah itu dia melanjutkan kembali langkahnya keluar dari kediaman Luna menuju rumahnya.
semanhat bang😊😊😊