Di dunia yang selalu mencari pemenang, ia memilih untuk berjalan sendirian, tidak untuk menang tapi untuk menghentikan sesuatu yang tak pernah benar-benar ia pahami.
Ia kembali, bukan sebagai anak yang ingin belajar, tapi sebagai seseorang yang sudah tahu terlalu banyak, dan percaya terlalu sedikit. Di matanya, dunia ini belum berubah, hanya lebih pandai menyembunyikan niat buruk di balik tradisi dan kehormatan.
Ia tak datang mmembawa dendam. Tapi tidak juga datang dengan damai.
Dalam bayang-bayang kesunyian malam, medan perang telah menanti di ujung waktu, satu langkah kecil menjadi pemantik sejarah baru. Atau hanya jejak lain yang hilang bersama debu?
(Remake)
Zhong Li -> Shi Yexian
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raffa Alief, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 30 - Hanya Permulaan II
“Apa katamu tadi?”
“Tidak, aku tidak mengatakan apa-apa.”
“Benarkah?” Orang yang sedang di hadapinya sedikit menaikkan alisnya. “Apakah aku baru saja salah dengar, kau baru saja mengatakan bukan ‘Mungkin hanya dengan satu pedang ini semuanya bisa ku kalahkan.’ Benar begitu bukan?”
“Mungkin hanya perasaan mu saja, aku tidak pernah mengatakan hal itu.” Zhong Li memegang erat pedangnya, ia sedang menyiapkan beberapa jurus dari aliran yang sudah di kuasainya sebelumya.
Musuhnya menjadi lebih berhati-hati setelah melihat jika jurus yang Zhong Li siapkan bukanlah hal yang bisa di acuhkan begitu saja. ‘Anak ini, siapa dia sebenarnya.’
Zhong Li mulai melangkah maju dengan cepat, dirinya berusaha untuk membuat pertarungan ini berjalan dengan singkat. Zhong Li bukanlah orang yang bodoh soal masalah bertarung, dirinya sadar jika stamina dan kekuatan yang dia miliki bukan tandingan musuhnya.
Meskipun begitu, semua itu tidak membuat kesempatan kemenangannya menurun. Jika semua di satukan mulai dari pengalaman, teknik aliran yang di miliki, dan juga kecepatan berpikir, jelas Zhong Li lebih unggul dari musuhnya.
Dirinya tidak akan memakai Unsur Jiwanya ke dalam pertarungannya saat ini karena sadar jika itu hanya akan menjadi beban baginya untuk bergerak lebih leluasa, di tambah lagi dengan kenyataan jika dirinya masih tidak bisa secara lancar menggunakannya.
“Aliran Pendekar Matahari…”
Zhong Li mulai menggunakan beberapa jurus dari aliran yang sudah di pelajarinya jauh sebelum dia mengulang kehidupannya. Dia sebenarnya sangat tidak ingin menggunakan aliran pedang ini, karena jika dirinya menggunakannya musuhnya pasti langsung beranggapan jika dirinya adalah salah satu murid dari Sekte Besar Aliran Putih.
“Kau? Murid dari Sekte Langit Barat.”
Zhong Li tersenyum kecut setelah mendengarkan itu dari musuhnya, jelas ini sesuai dengan prediksinya. Awal tadi dirinya sempat ingin menggunakan Gaya Tombak Pembalik, tapi saat ini tubuhnya yang masih kecil sangatlah tidak mendukung jalannya aliran itu, jadi apa oleh buat lagi, hanya aliran ini yang ia bisa gunakan.
Setelah musuhnya yang tidak mempunyai pedang itu menghindari tebasan pedangnya, Zhong Li menghentikan gerakan selanjutnya, dan memilih meluangkan waktunya untuk menjawabnya. “Maaf Aku bukan dari sana, lagi pula anda akan mati sebentar lagi jadi yah… Mungkin tidak apa aku menjawabnya.”
“Apa kau sedang meremehkan ku?”
“Aliran Pendekar Matahari, Pelangi Langit Malam.”
Zhong Li menjejakkan kakinya keras, ia melompat ke arah musuhnya dengan sangat cepat, mencoba menebasnya lehernya membuat kepalanya langsung terlepas dari badannya.
“Aku menghormati kekuatan mu yang ada di tingkat Pendekar Berkelas itu, Aku benar-benar menghormati mu.” Mengatakan itu, Zhong Li sedikit melirik badan musuhnya yang sudah tidak memiliki kepala lagi.
Badan itu ambruk karena menghilangnya organ yang biasanya menyuruhnya untuk bergerak. Orang itu sudah mati, itulah yang sedang di pikirkan oleh Zhong Li.
“Pada akhirnya aku juga harus membunuhnya… dasar anak sialan!” Zhong Li mengacak rambutnya yang di awal sudah rapi, sekarang menjadi terlihat berantakan.
Dengan tangan kanannya yang masih membawa pedang dirinya harus bergegas untuk menyelamatkan orang yang sudah di tandai nya. “Tenang, sepertinya mereka masih baik-baik saja… untuk yang pertama mari kita selamatkan kak Yueyeu dulu.”
Zhong Li membelokkan langkahnya menuju ke arah lain, jalan yang ia lewati kini berubah ke arah rumah Xinyue, bukan lagi rumah kepala desa yang tampaknya sedang di serang oleh banyak orang. “Selagi aku menyelamatkan kak Yueyue, Aku yakin paman Qing pasti bisa mengurusnya untuk sementara… yah dia, kan mantan Pendekar ahli seharusnya itu adalah hal yang mudah.”
Tibanya Zhong Li di rumah Xinyue, dirinya sadar jika hampir saja terlambat, ia bisa melihat Xinyue tampak sebentar lagi akan di lecehkan oleh beberapa orang yang tepat sudah ada di depan matanya. ‘Mereka sepertinya sudah membunuh orang tua kak Yueyue, sial sepertinya aku memang sudah sangat terlambat.’
Zhong Li langsung masuk ke dalam rumah Xinyue, dengan cepat dirinya melindungi Xinyue dan membuat beberapa orang yang akan melecehkan perempuan itu melompat mundur.
Xinyue jelas terkejut dengan adanya Zhong Li di sini, apa lagi dengan pedang di tangannya. Dengan terisak dirinya memanggil nama Zhong Li dengan lirih, tidak menyangka jika orang itu akan menjadi penyelamatnya di saat-saat seperti ini.
“Tidak apa-apa aku ada di sini, jadi tenang lah! Semuanya akan baik-baik saja.” Zhong Li mengatakan itu tanpa mengalihkan pandangannya dari beberapa orang yang akan menjadi musuhnya.
Dirinya sengaja tidak mengalihkan pandangannya karena waspada jika ada serangan yang mungkin saja sangat cepat menyerangnya pada saat ini. Meskipun dirinya bisa merasakan semuanya yang ada di sekitarnya, tapi lagi-lagi kekuatan itu saat ini masih sangatlah terbatas dengan kecepatan merasakannya yang sangat pelan adalah bagian kelemahan terbesarnya.
“Siapa kau, beraninya kau mengganggu kesenangan kami dan… Itu! Dari mana kau mendapatkan pedang itu.” Salah satu dari mereka bertanya kepada Zhong Li, terhadap pedang yang ada di tangannya.
“Pedang ini? Ah aku mengambilnya dari satu mayat yang sedang tergeletak di depan desa tadi.” Merasa tidak keberatan Zhong Li menjawabnya tanpa menurunkan pedangnya dari posisinya.
“Apa maksudmu? Apa kau pikir jika wakil pemimpin selemah itu?”
“Oh jadi itu wakil pemimpin kalian ya.” di dalam hatinya Zhong Li hanya bisa terkejut dengan itu, dirinya tidak menyangka bahwa mereka juga memiliki pemimpin sekaligus juga dengan wakilnya.
‘Mereka bukanlah kelompok anak kecil yang hanya memiliki satu pemimpin naif saja.’ Zhong Li berpikiran seperti itu.
Dengan kerutan yang ada di keningnya semakin bertambah, ia memeriksa kekuatan dari berapa orang yang ada di depannya.
Mereka hanya bertiga, dua dari mereka di tingkat Pendekar Besar, dan yang satu lagi adalah Pendekar Utama. Mengetahui hal itu Zhong Li kembali berdecak pelan, “Aku selalu tidak pernah beruntung ya.”
“Hah? Apa kau bilang”
“Tidak, aku tidak bilang apa-apa.” Jika di kaitkan dengan kenyataan yang ada, tingkatan Zhong Li saat ini jelas lebih rendah dari mereka. Tapi itu hanya tingkatan saja belum di tambah dengan pengalaman dan yang lainnya. ‘Setidaknya kekuatanku saat ini bisa di katakan sudah setingkat dengan Pendekar Utama, itu saja. belum sampai ke Pendekar Besar apalagi Berkelas.’
Dengan adanya tambahan dari berbagai teknik yang Fanrou Tian Zhi ajarkan kepadanya, dan dengan adanya teknik yang dirinya pelajari sebelum kehidupannya ini di ulang, maka Zhong Li sudah di pastikan bisa di sandingkan dengan Pendekar Tingkat Khusus atau Suci terkuat, atau mungkin juga Pendekar Tingkat Bumi.
‘Aku tidak percaya itu ada di kekaisaran ini.’
Ini adalah masalah kekuatan yang sudah hilang, bukan kekuatan yang ada saat ini. baik itu pemikirannya dan kepribadiannya yang dulu dirinya tetaplah memilikinya jauh di dalam lubuk hatinya, itu tidak akan hilang dengan begitu mudahnya.
“Kemari bertarung lah dengan ku, dan setelah itu lenyapnya lah”
...----------------...
{Act 1 - Berjalan Di Tengah Peperangan - Diqiu}
[Arc 1 - Guru adalah tujuan Utama]