NovelToon NovelToon
Aku Bukan Siapa-siapa

Aku Bukan Siapa-siapa

Status: tamat
Genre:Contest / Keluarga & Kasih Sayang / Pernikahan Kilat / Ibu Mertua Kejam / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:16.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Trianti Fersa

Haii Readers...

Ini karya Ku yang ke empat semoga kalian suka...

"Dasar wanita ja**ng, aku menyesal menikahimu." Abbas menarik rambutku.

Ppllaakk.
Abbas menampar ku hingga bibir ku mengeluarkan darah segar.

"Mas, maafkan aku. Aku sangat mencintaimu." Aku memegangi lutut suami ku.

"Cepat kamu ceraikan dia, Mommy ngga sudi mempunyai menantu miskin, ja**ng dan mandul seperti dia." Usir Mommy mertua ku.

Air mata ku mengalir deras, Daddy mertua ku hanya diam saja.

Bagaimana kelanjutannya kisahnya?
Kisah ini diambil dari seorang sahabat, bukan plagiat ini kisah nyata. Semoga kalian menyukainya...

Jangan lupa Vote, like dan komentarnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Trianti Fersa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyesalan

Mobil Abbas memasuki Mansion, ia menatapi Mansion dulu pernah ia dan Alsava tempati. Eliana dan Abbas tinggal di Mansion utama bersama Mami Siska, karena Eliana tidak mau kalau Abbas selalu membayangkan Alsava.

"Al, maafkan aku." Abbas mengeluarkan airmata dan kepalanya bersandar di setir mobil.

"Aden Abbas kenapa tidak turun dari mobil, apa terjadi sesuatu." Kata Pak Tejo satpam.

"Yuk, kita lihat pak." Ajak Mang Tata satpam juga, lalu mereka berdua menghampiri mobil Abbas.

Tok

Tok

Tok

Kaca mobil di ketuk pak Tejo.

"Aden, Aden."

Terdengar suara ketukan Abbas menghapus airmata dan membukakan jendela mobil.

"Ada apa Pak Tejo dan mamang Tata?."

"Alhamdulillah, Aden ngga apa-apa. Mamang khawatir." Mang Tata logat sundanya.

"Maaf kalau kami lancang, abis Aden tidak keluar dari mobil. Kami sangat mengkhawatirkan Aden." Kata Pak Tejo.

Abbas membuka pintu mobil, lalu keluar dari mobil. Pak Tejo dan Mang Tata agak mundur.

"Pak, Mang. Terimakasih ya, udah mau mengkhawatirkan Abbas." Abbas lembut.

"Apa ini Aden Abbas, tumben bahasanya lembut." Pikir keduanya(Pak Tejo dan Mang Tata) dan saling menatap.

"Kenapa kalian jadi diam, apa ada yang aneh sama Abbas." Abbas menatap bingung Pak Tejo dan Mang Tata.

"Ah! Ngga den, kami hanya..." Pembicaraan Pak Tejo terpotong.

"Hai! sayang, rupanya kamu disini." Eliana yang tiba-tiba datang dan memeluk Abbas.

Abbas terdiam, dia kaget kenapa Eliana tau Abbas ada di Mansion yang dulu.

"Sayang, kok diam aja." Eliana melepas pelukan dan memegang pipi Abbas.

Abbas menatap wajah Eliana, entah mengapa mata Eliana penuh kebohongan dan ia meragukan cintanya.

"Sayang, jawab dong. Jangan diam aja, aku ngga suka." Eliana kesal di cuekin.

Abbas melepas tangan Eliana.

"Aku cuma lelah hari ini, kenapa kamu bisa kesini?." Abbas menyelidik.

"Sial, gue jadi ngga bisa ambil barangnya Alsava. Padahal gue udah ngebayangi menikmati barang-barang branded dan perhiasan yang mahal lagi, gue harus cari alasan biar Abbas ngga curiga sama gue." Batin Eliana.

"Tadi aku ngga sengaja melihat mobil mu dan mengikuti, ternyata kamu belok kesini. Tadinya aku mau ajak kamu jalan-jalan." Eliana bergelayutan manja di tangan Abbas.

Pak Tejo dan Mang Tata melihat Abbas bermesraan dengan Eliana, mereka mengundurkan diri ketempat kerja mereka.

"Den, kami kembali ke pos." Kata Mang Tata.

"Silakan." Abbas menganggukkan kepala.

"Yuk, kita masuk kedalam." Abbas menggandeng tangan Eliana, walau ia udah mulai ragu atas cintanya kepada Eliana. Tapi dia bersikap biasa demi anak yang di kandungan Eliana.

Ketika Abbas memasuki Mansion, muncullah bayangan Alsava tersenyum senang. Abbas membelikan Mansion yang indah, semua desain ruangan adalah impian Alsava.

"*Mas, ini indah banget. Kok kamu tau desain yang aku impikan, ketika aku mempunyai rumah yang besar. Tapi terlihat sederhana." Alsava senang.

"Iya dong, ini aku berikan salah satu bentuk cinta aku sama kamu. Bahkan aku udah nyiapkan kamar untuk anak-anak kita nanti." Abbas memeluk Alsava dari belakang.

"Amiin, semoga kita cepat di beri keturunan ya mas." Alsava senang*.

"Alsava maafkan aku." Abbas mengusap wajahnya.

"Tadi kamu ngomong apa, Yank?." Eliana tadi asik memantau ruangan, jadi dia tidak dengar apa yang Abbas katakan.

"Ngga ada apa-apa, aku kekamar dulu ya. Kamu kalau masih mau keliling ruangan silakan." Abbas sambil berjalan menuju tangga.

"Dengan senang hati, sayang. Jadi aku bisa memantau isi ruangan." Eliana Senyum sinis.

"Ya, Yank. Nanti aku akan menyusul kamu."

🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Abbas memasuki kamar, dia melihat seluruh ruangan masih terdapat beberapa foto ia dengan Alsava.

"Senyum manismu tidak akan aku lupakan, maafkan aku." Abbas menyentuh foto Alsava yang di meja.

"Aku sungguh menyesal, ternyata aku masih mencintaimu. Kenapa kamu pergi begitu aja, tanpa menemui ku, apa kamu membiarkan aku hidup dalam penyesalan."

Abbas berjalan menuju ke ranjang, kenangan manis yang sangat berkesan. Karena ia pertama kali membuka gawang Alsava, lalu Abbas meminum obat di meja.

"Sungguh aku bodoh, cuma gara-gara kamu tidak bisa memiliki keturunan aku menyakiti kamu. Padahal dulu kamu wanita yang susah aku dapat. Alsava, maafkan aku, kamu wanita soleha, baik dan tidak pernah menuntut apa-apa. Kamu pasti berada di surga, kita tidak berjodoh di dunia. Mungkin di akhir nanti kita bisa berjodoh untuk selamanya. Aku mencintaimu Alsava." Abbas memeluk foto Alsava dan memejamkan matanya, ia membayangkan kembali bersama Alsava.

Eliana memasuki kamar, ia kaget melihat Abbas menutup mata sambil memeluk foto.

"Yank, bangun. Bangun, please jangan bikin aku khawatir." Eliana menggoyangkan tubuh Abbas, tapi Abbas tidak membuka matanya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

...Penasaran ya... Jangan lupa Like, komentar dan Votenya... See you... 😘😘😘😘😘...

1
Noerlina
Biasa
Noerlina
Kecewa
Reni Ajja Dech
Tadi di jelasin kembar 4.kenapa di bilang twins
Reni Ajja Dech
Lebih cantik Reina daripada Alvana
Reni Ajja Dech
Kasih jodoh yg lebih baik thorrr
Nawalia Mohdlekat
cerita kurang menarik
Lasmi Dewina Wati Siregar
ganti peran cewek nya , yg lebih cantik, menawan dan lembut
Asih Prawawati
Sejauh ini berarti Abbas blm tahu bahwa dia yg sebenarnya bermasalah dgn alat reproduksi nya...bahwa dia yg mandul ...
Ririn Santi
Abbas sungguh bodoh, dia yg ngejalang lalu kenapa Al yg dituduh jalang?
Ririn Santi
aseeek...gaaaas plototin terus tuh isi ATM😁😁😁
Ririn Santi
syukurnya papa mario msh realistis
Ririn Santi
mmg karakter aslinya gak bs hilang, tukang main perempuan . syukur deh lgsg talak 3. ntar nyesel nyesel deh sono
Sue Salmi
Wellcome to*
Soraya
menurutku yg slh itu bukan Abbas klo dri awal Alsava sm Mario jujur ceritanya beda lagi ya thor
Soraya
katanya orang terkaya no dua di dunia ms kulkas nya sampe kosong 🤔
Soraya
lah Mario juga aneh bukannya jujur sama Abbas eh malah ditinggal pergi
Soraya
mengejar cinta Alsava butuh waktu empat thn, nikah baru satu tahun dh cerai
Soraya
jgn ada kata untuk kembali bersama ya thor
Soraya
baru komen, hehehe Alsava cari penyakit sendiri
Soraya
mampir dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!