Alesya Ramania Syahreza, anak seorang pengusaha kaya yang cukup terkenal di kotanya.
Dia merupakan gadis yang sangat centil dan cerewet, tapi ia juga menjadi idola di kampus karena kecantikannya.
Alesya sangat sulit dia atur, bahkan dia sering melakukan hal hal yang seharusnya tidak ia lakukan.
Sampai pada akhirnya papahnya mencarikan supir untuk mengawasinya, awalnya Alesya tidak mau karena ia merasa tidak bebas kalau memiliki seorang supir.
Tapi setelah melihat supir yang begitu tampan ia pun langsung mau, dan pada akhirnya mereka jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putry Wulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Pak Falehfi pun mengajak mereka untuk duduk di sofa, mereka berbincang bincang tentang bisnis dan kerja sama. Dan juga membahas rencana perjodohan anak mereka.
"Ohh ya Falehfi, dimana anakmu?." Tanya pak Adrian.
"Ohh Alesya sedang camping, acara kampus sebelum dia lulusan."
"Wahh anak kamu sudah mau lulus ya, jadi sebentar lagi kita akan menjodohkan anak kita kan?." Tanya pak Adrian lagi dengan santai.
Deggg
Romeo terkejut mendengar perkataan papahnya. Bagaimana tidak, ia sangat tidak suka dengan yang namanya perjodohan, apa lagi dengan orang yang tidak dicintainya. Sedangkan dia sekarang sudah mempunyai kekasih.
"Maksud papah apa?." Tanya Romeo.
Pak Adrian menepuk pundak Romeo. "Kau akan papah jodohkan dengan anak Falehfi, tapi untuk sekarang kau tidak bisa bertemu dengannya, karena Alesya sedang camping. Tapi papah janji lain kali papah akan pertemukan kalian."
"Cih, siapa juga yang mau bertemu dengannya, kenal juga tidak!." Gerutu Romeo dalam hati.
Setelah kurang lebih 1 jam mereka mengobrol, akhirnya pak Adrian dan Romeo berpamitan untuk pulang.
.
.
Sesampainya di rumah, wajah Romeo masih sedikit kesal. Ia tidak mungkin menerima perjodohan ini, bagaimana dengan nasib kekasihnya nanti.
Romeo mendudukan dirinya di atas sofa ruang keluarga, sambil mengendorkan ikatan dasinya. "Papah apa apaan sih, kenapa harus ada perjodohan, papah tahu kan aku sudah memiliki Sesil dan aku akan menikahi dia dalam waktu dekat ini!."
Pak Adrian ikut duduk disamping Romeo, ia mengelus pundak putranya. "Ini semua papah lakukan demi kamu, papah sudah merencanakan sesuatu."
Romeo masih tidak mengerti maksud dari ucapan papahnya. "Maksud papah? rencana apa?."
"Dulu papah sama Falehfi itu selalu berjuang bersama, tapi entah kenapa dia yang selalu beruntung, sampai akhirnya dia menjadi sangat sukses seperti saat ini. Sedangkan papah? papah hanya memiliki satu perusahaan yang tidak begitu besar, itu juga karena bantuan Falehfi. Papah selalu berusaha untuk menjadi seperti dia, tapi kenapa? kenapa nasib papah selalu tidak baik." Jelas pak Adrian panjang lebar.
Pak Adrian menghela nafasnya dalam dalam. "Papah ingin memiliki semua yang dia miliki, dan ini satu satunya cara, agar papah bisa merebut semua kekayaan dia."
Romeo mengusap wajahnya gusar. "Pah, menurutku apa yang sudah kita miliki saat ini, itu lebih dari cukup."
"Setelah papah mendapatkan semua yang papah inginkan, kau boleh tinggalkan anak Falehfi. Dan kau bisa menikahi Sesil." Ucap pak Adrian dengan senyum liciknya.
Romeo menghela nafasnya kasar, ia pun berdiri dari duduknya. "Terserah papah lah!." Ia langsung beranjak meninggalkan papahnya.
*
*
*
Tampak sinar jingga cerah bersinar membuat langit menjadi merah jingga, angin yang seakan berhembus kencang. Menambah syahdunya suasana sore itu.
Jam menunjukkan pukul 16.30 semua para mahasiswa laki laki dan perempuan, sudah selesai membersihkan dirinya. Terkecuali Alesya yang dari pagi juga belum mandi😂.
Ia sedang duduk termenung di depan tendanya, sebenarnya ia ingin mandi tapi ia masih takut dengan kejadian kemarin.
Sean keluar dari tendanya, ia sudah terlihat segar dan semakin tampan setelah mandi tadi. Ia melihat Alesya yang sedang melamun di depan tenda. Ia pun menghampirinya.
"Hey kuda poni, apakah kau tidak mandi!?." Seru Sean sambil menghampiri Alesya, dan ikut duduk di sampingnya.
"Aku takut honey." Jawabnya dengan tidak bersemangat.
Sean berdiri, dan mengulurkan tangannya ke arah Alesya. "Ayo aku antar, sebelum hari mulai gelap."
Alesya mendongakan kepalanya. "Hahh, antar?."
Sean mengangguk. "Tenang saja aku tidak akan melihatmu saat mandi nanti, aku masih waras."
"Ayo cepat, nanti badanmu gatal kalau tidak mandi." Imbuh Sean lagi.
Alesya pun meraih tangan Sean dan berdiri dari duduknya. "Huhhh baiklah honey, sebentar aku ambil baju gantiku dulu." Ia masuk kedalam tendanya untuk mengambil peralatan mandinya.
Setelah mengambil peralatan mandinya, Alesya pun kembali keluar. Mereka berdua pun berjalan beriringan menuju ke sungai.
"Kegiatannya nanti apa lagi honey?." Tanya Alesya sambil terus melangkah.
"Mmm sepertinya akan ada jurit malam."
Wajah Alesya terlihat bingung. "What? apa itu jurit malam?."
"Mmm kegiatan yang dilakukan di malam hari, untuk melatih keberanian. Biasanya nanti di bagi perkelompok dan berjalan menyusuri hutan." Jelas Sean.
Wajah Alesya seketika menjadi ketakutan, ia membayangkan jika dirinya berjalan menyusuri hutan di malam hari. Bagaimana kalau nanti ada hantu, atau binatang buas?. Pikirannya jadi kemana mana.
Alesya langsung memeluk lengan Sean. "Hahh malam hari, kau ikut kan honey?."
"Tidak lah aku kan bukan mahasiswa".
"Lagi pula nanti kan ramai ramai, dan jalanannya juga sudah di beri petunjuk." Imbuh Sean lagi.
Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di sungai, Sean menuntun Alesya menuruni jalanan menuju ke sungai yang ada di bawah.
Sesampainya di bawah Alesya langsung ketepian sungai. Sean membalikan tubuhnya dan membelakangi Alesya, ia sama sekali tidak mencuri pandang pada Alesya, pandangannya tetap lurus ke depan. Karena ia tidak akan mengotori pandangannya sendiri dengan hal hal yang tidak baik tentunya.
Beberapa menit setelah membersihkan diri, Alesya pun segera memakai baju gantinya. Ia pun menghampiri Sean dari belakang. "Ayo honey aku sudah selesai."
Sean menoleh kebelakang, ia mengelus puncak kepala Alesya. "Begini kan cantik."
Alesya tersenyum lebar. "Honey kau begitu manis, akankah kita akan bersama sama seperti ini untuk selamanya? aku benar benar merasa bahagia saat di dekatmu honey." Gumam Alesya dalam hati sambil terus memandangi wajah Sean.
Sean melambaikan tangannya di depan wajah Alesya. "Heyy kenapa melamun, ayo kita kembali."
Mereka pun langsung beranjak ke atas, dan kembali ke tendanya.
aku nyicil baca dan like y thor, aku simpan jd favorite
salam dari aku dan mntan kekasih suamiku
aku tunggu feedbacknya
bisa aja cri visualnya
7clike buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..