Remaja bernama Adzli, ia seorang yatim piatu dan belum pernah merasakan bagaimana hangatnya sebuah keluarga setidaknya sebelum dia pulang ke dunia asalnya...
Dia berada di tempat yang tak di ketahui dengan ingatan masa lalunya, harapan untuk memiliki keluarga sudah ada di tangan. Hanya saja... kebahagiaan hingga kesenangan, bahkan cintanya pada seseorang lenyap ketika hanya benang dan beberapa jarum membuat tubuhnya.
Dia hanya sebuah boneka, boneka hidup yang seakan manusia.. dan sesampainya dia mempunyai kerajaan, tak pernah dia melihat bagaimana rasanya hidup tanpa beban.
Istana yang dia miliki saat ini hanya sebuah mainan semata, tak di sangka kalau sebenarnya dia adalah sesosok monster dari perwujudan sebuah setan boneka.
Sampainya mendirikan kerajaan sekalipun, tetap saja dia selalu di datangi masalah dan pada akhirnya sampai hembusan nafas terakhirnya... dia tetap memegang tangan orang yang dia cintai.. sampai akhir...
-
pembuat masih pemula dan membutuhkan kritik saran yang membangun... :)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadly Abdul f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
The dearcurt sword
"Crytise," ucap lelaki itu.
Seketika orang-orang itu terdiam, terhenti di tempatnya lalu meledak dengan dashyatnya membuatku ketakutan karena itu sangat berdarah dan begitu kejam nan sadis. Setelahnya lelaki itu datang padaku.
"Kamu mau apa ?"
"Sylvia, kamu jangan terlalu banyak cemberut."
"Apa maksudmu, aku sama sekali tak mengenalmu!"
"Sylvia Widya, setelah ini kamu akan sendiri dan jangan takut karena aku punya hadiah untukmu," kata lelaki itu sambil memetik sebuah bunga merah muda.
Dia menjadikan bunga itu sebagai crown lalu memakainya padaku tak lama pergi begitu saja tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya, setelah kejadian itu entah kenapa aku merasa sangat begitu tertarik pada lelaki itu dan baru merasakan apa itu rasa malu terhadap lawan jenis.
Dua tahun berlalu, aku berpetualang dan hidup mandiri sendirian tanpa siapapun...
Namun semuanya berakhir ketika Azrak menemukanku lalu aku melawannya sampai semua tenagaku habis, tapi karena tak ingin di bawa olehnya aku menggunakan semua kekuatanku lalu dia terpojok tapi sayang aku jatuh ke jurang.
Namun ketika aku berpikir akan mati untuk kedua kalinya tercebur ke sungai yang ada di jurang, pingsan lagi dan bertemu lelaki ini. Setelahnya dia bercerita soal dirinya tak ingat apapun, sampai sekarang dia masih belum mendapat semua ingatannya sepenuhnya.
Sungguh aku sudah sangat bersyukur bisa bertemu kembali dengannya, tapi saat ini aku ingin menemui kion dan bicara padanya...
|pandangan orang pertama Adzli|
Mataku terbuka melihat wajah seorang Sylvia yang sangat begitu cantik di mataku ini, segera setelahnya aku bangun dari pangkuannya karena ini terlalu berlebihan karena kami ini belum menjalin hubungan apapun. Kuharap nanti bisa menikah, ya walau aku hanya berkhayal besar saja.
"Adzli, kenapa kamu bangun sih, padahal bisa sebentar lagi," kata Sylvia dengan wajah imutnya lagi.
Ketika pipinya mengembung dan wajahnya cemberut itu sangat begitu manis buatku, aku berpikir kalau mungkin inilah yang namanya rayuan tanpa kata maupun tanpa aksi, benar! Ini sangat nyata!
"Lalu, kamu sebelumnya mengatakan mau pergi ke scrawter, 'kan ?"
"Ah iya, aku mau menemui seorang teman."
"Lalu apa kamu mau menggunakan sihir penyamaran ?"
"Tidak, karena bisa saja nanti kamu takkan suka wajahku jika berubah dan sebaiknya jangan terlihat orang lain saja."
"Itu akan merepotkan," kataku mengeluh.
Setelahnya dia mengatakan kalau mau langsung saja ke sana tanpa memakai penyamaran apapun karena walau dia dalam bahaya sekalipun, aku akan tetap bersamanya apapun yang terjadi. Karena barusan mendapat pangkuan yang begitu nikmat sekali rasanya, aku ingin lagi!
Menghembuskan nafas aku sekarang hanya berharap saja kalau takkan terjadi apapun di sana, hanya saja... Kenapa naga itu ?!
"Adzli!"
"Bagaimana dia tahu kalau kita di sini dan..."
"Adzli!! Maaf... Naga miliku mengejarmu!" teriak seseorang dari atasnya.
Aku menatap orang itu kalau dia adalah orang yang aku kenal sebelumnya, tak lama kami menghela nafas lega karena gawat juga kalau kebun ini akan di bakar memakai semburan api naga itu.
"Kalian sedang apa di sini ?"
"Menikmati suasana malam," kataku dengan malas.
Namun naga di belakangnya begitu menatapku seakan tak ingin melepaskanku dan menargetkan kami berdua seakan mangsa...
Menghembuskan nafas aku menarik pedangku melesat ke depan naga mengacungkan pedangku, ada bola cahaya berwarna merah di ujungnya siap aku tembak ke mulutnya. Naga ini kelihatan agak bersiap, Zian pun datang padaku dengan senyuman masamnya.
"Adzli, kamu jangan salah sangka dulu," kata Zian dengan senyum.
Mengangguk aku paham kalau naga ini di suruh oleh Zian tampaknya, dia mungkin sedang mencariku atau ingin menantangku kembali. Menoleh ke arah Sylvia, dia datang padaku dengan wajah yang penuh ketakutan pada naga di belakangku.
"Zian, bisakah nagamu di jauhkan dulu."
"Maaf dia tak ingin masuk ke kristalku lagi," kata Zian dengan helaan nafas setelahnya.
Namun naga ini menunduk di hadapanku dengan tatapan yang ingin bertanya...
"Tuan, saya ingin bertanya sesuatu soal kakak saya."
"Kau bisa bicara ?!"
Zian tersenyum masam di hadapanku dengan herannya aku hanya kaget dengan suara naga ini, mulutnya terbuka lalu mengeluarkan suara dan bibirnya sama sekali tak bergerak. Apa di dalamnya ada speaker untuk bicara ?
Aku bertanya pada naga, "Kau mau bertanya apa ?"
"Saya ingin anda menjadi tuan untuk kakak saya, karena sebelumnya dia seperti mencari seseorang seperti tuan," kata naga dengan sopan padaku.
Ya walau kata-kata serta ucapannya itu sangat sopan tetapi entah kenapa terdengar bergema membuat semua orang hampir ketakutan mendengarnya, apa hanya aku yang takut mendengar suara naga ini hah ?!
Sekarang Zian memberikan sebuah kristal padaku, aku mengambilnya tak lama batu kristal ini bercahaya merah dan bergetar hebat sekali...
Tak lama ada sebuah cahaya keluar membentuk suatu lingkaran, aku mengenalnya sebagai lingkaran sihir atau mungkin portal aku sama sekali tak tahu apa namanya. Sekarang tak lama ada seekor naga yang besar, warna sisiknya merah tapi kulitnya putih dan matanya merah bersinar terang.
Setelah melihatku dia menunduk dan datang padaku berjalan...
Tak lama sayapnya memeluk badanku, wajahnya ada di hadapanku kelihatan sangat bengis sekali. Namun wajahnya kelihatan sangat sendu, apa yang sedang dia pikirkan dan apa yang terjadi ?!
"Adzli, kamu kenapa ?!"
"Aku tak tahu, pikiranku kacau dan aku merasa sakit kepala...!"
Menyingkir dari naga aku menjauh ke bawah pohon merasakan sakit kepala yang luar biasa, tiba-tiba aku muntah di bawah pohon ini dan sesuatu masuk ke dalam pikiranku kembali. Ini mungkin sebuah ingatan atau sesuatu lagi!
Sebuah kalimat masuk ke dalam ingatanku, ini seperti sebelumnya "Jangan takut pada jiwa yang lewat karena dia diriku,.. Sampai aku gila sekalipun..." itu kata-kata dalam kalimat itu, hanya saja ini sangat menyakitkan ketika aku mendapatkan suatu ingatan dan beberapa saat kemudian seakan kilas balik.
Aku pernah melihat naga itu... Tidak, kami sering bersama dan dia adalah tungganganku!
Argghh! Ini begitu menyakitkan, aku melihat lagi kalau naga itu bersamaku bertempur melawan iblis yang sangat kuat dan kami berhasil mengalahkan mereka semua. Sekarang semuanya jelas, kalau aku yang mengalahkan mereka hampir semua yang di katakan jendral para iblis.
"Sekarang aku ingat semuanya,... Namamu Blorise, 'kan ?"
"Iya.. Akhirnya tuan ingat saya," kata Blorise si naga di belakangku.
Sekarang dia datang padaku, aku melihat bekas muntah di bawah pohon begitu banyak dan aku membersihkan sisa muntah di pipiku. Sylvia dan Zian merasa heran, mereka melihat kami seakan keheranan.
Tapi aku melihat kalau mata mereka terus memandang naga yang ada di sampingku, apa yang sedang dia pikirkan tentang blorise ini.
Mungkin akan aku jelaskan siapa Blorise pada mereka, sungguh aku masih harus mencari ingatanku...
CEWEK CULUN BERUBAH MENJADI CEWEK CANTIK.
15 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
Izin promote thor,novel aku
Judulnya :
- Abnormal Boy
- Pendekar Rawa Belut
Terima Kasih