Raihana seorang gadis dari keluarga yang berada kedua orang tuanya protektif terhadap pergaulan putrinya sehingga dia masukkan kepesantren.setiap bulan kedua orang tuanya selalu datang menyambangi anak bungsunya Raihana biasa disapa Hana memiliki seorang adik laki Haikal namanya mereka saling mengasihani namun kebahagiaan itu tak berjalan lama ketika suatu hari kejadian yang sangat memilukan itu terjadi dimana mobil orang tuanya mengalami kecelakaan yang menyebabkan seluruh keluarganya harus berpulang kepangkuan ilahi dan itu tentu membuat batin Hana sangat terpukul.
Namun sahabat ayahnya Ridwan beserta istrinya datang merangkul Hana yang saat itu sangat terpukul dan kedua sahabat ini dulu pernah berencana menjodohkan anak mereka suatu hari nanti. Bagaimanakah kelanjutan dari perjodohan ini? kita simak cerita selengkapnya. Cerita ini akan sedikit menguras emosi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ichag, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
-
kemudian Hana menceritakan kejadian tadi siang secara detail dan Rijal hanya mengernyitkan dahinya mendengarkan keterangan dari Hana
" kenapa berbeda penuturan Siska dengan Hana dan juga Mamanya, sebenarnya siapa yang benar ? tapi nggak mungkin mamanya berbohong walaupun dia kurang suka dengan Siska." Rijal berpikir dalam benaknya.
"mas Rijal marah ya sama aku ?"
" aku minta maaf seharusnya aku nggak ikut campur sejauh itu " kata Hana sambil menundukkan kepalanya
" tidak kamu nggak salah aku yang harusnya minta maaf atas sikap Siska tadi siang .
ya sudah kamu istirahat ini sudah malam " kata Rijal yang masih duduk di meja makan dan Hana pun pergi menaiki tangga dan masuk ke kamarnya
didalam kamar Hana merasa lega karena sudah berusaha meluruskan kesalah pahaman antara Tante fitti dan Rijal.
****
suara kumandang adzan terdengar Hana bangkit dari ranjangnya langsung menuju kamar mandi untuk mensucikan diri kemudian melaksanakan kewajibannya melaksanakan sholat subuh. selesai sholat Hana merapikan peralatan sholatnya lalu memasang jilbab kemudian turun ke bawah
sampai dibawa sudah tampak beberapa ART sedang sibuk memasak ada yang bersih mereka sibuk dengan urusan masing masing.
Hana bergegas pergi ke dapur handak membantu bi Surti tapi dicegah oleh Bu Surti
" jangan non biar kita aja yang mengerjakan
non mending jalan jalan ke sekitar komplek sini diujung jalan ini ada taman dan disana banyak terdapat alat alat olah raga siapa tau non mau melemaskan otot otot yang kaku"
kata bi Surti
" oh ya..? baiklah kayaknya aku belum pernah ke sana klo begitu aku ke sana dulu ya Bi !" ujar Hana sambil melangkahkan kakinya meninggalkan area dapur.
Hana berjalan meninggalkan kediaman om Ridwan sambil melakukan gerakan peregangan. tak begitu jauh memang Hana sampai di taman yang direkomendasikan oleh Bu Surti.
benar saja disana Sudah banyak orang orang yang datang untuk berolah raga apalagi saat hari libur seperti sekarang.
Hana pun berlajan mengelilingi taman dikomplek perumahan itu sambil menghirup udara seger dipagi hari hingga tak sengaja dia ditabrak oleh seseorang sehingga badannya tidak seimbang dan " Allah aauwh..." tubuhnya hampir saja jatuh tersungkur untung saja ada tangan yang sigap menangkap tubuh Hana. tiba tiba tubuhnya sudah berada di pelukan seseorang
" mas Rijal " Hana kaget tiba tiba dadanya terasa bergetar untuk beberapa detik mereka saling tatap
"deg..kenapa jantungku kok berdebar kok berbeda rasanya ketika aku berdekatan dengan Siska " kata Rijal dalam hati masih menatap mata Hana yang bening dia merasa ada damai dimatanya dan masih dengan posisi memeluk tubuh Hana.
"astagfirullah hal'azim" segera Hana berusaha bangun dan melepaskan dirinya dari pelukan rijal.
Rijal pun tersadar dan segera melepaskan pelukannya
"maaf maaf aku nggak sengaja" kata Rijal
"eh ya mas nggak papa aku yang terima kasih karena maa Rijal sudah nyelametin aku klo nggak mungkin bisa bisa muka aku nyium aspal ini kali mas" dengan pipi merona karena malu.
" kamu sama siapa kesini ?" tanya Rijal menormalkan suasana.
"sendiri tadi bi Surti yang ngasi tau katanya di komplek ini ada taman yang bagus banyak spot olah raga makanya aku kesini." kata hana
" klo begitu aku duluan mas kakiku sudah terasa capek mari mas " Hana pamit duluan
Rijal hanya tersenyum melihat kepergian Hana " lucu sekali dia dan bikin gemes apalagi melihat tadi dia malu malu begitu"
" aaahg kenapa aku berfikir begitu .. tidak aku sudah punya Siska aku nggak mau menghianatinya." kemudian Rijal pun kembali melanjutkan jogingnya mengelilingi taman.