Li mingyue seorang agen mata-mata negara yang jenisu, ia sangat berbakat dalam bidang seni beladiri juga bidang kedokteran. Ia menguasai ilmu kedokteran modern maupun ilmu dokter tradisional.
Li Mingyue terbunuh karena penghiatan temannya sendiri, saat menjalankan misi bersama. Bukannya pergi keneraka atau surga dia berinkarnasi kezaman kultivator, dimana yang kuatlah yang berkuasa dan yang lemah di injak seperti semut.
Dia menjadi seorang putri lemah yang tidak dianggap di kerajaan Xuanxi, bahkan ia juga akan di nikahkan dengan seorang Jendral lumpuh, dingin dan galak.
°
°
°
☆ Cerita ini hanya fiktif belaka tidak sesuai dengan sejarah maupun kehidupan nyata, ini murni karangan Author. ☆
🎈 Mohon Dukungannya ya Teman-teman!... 😍😍😍🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. menerima undangan
Karena mereka sopan nenek tua membawa mereka bertemu Li Mingyue, ia juga tidak bisa juga mengambil keputusan sendiri masalah Li Mingyue dengan Shen Yuze.
"Masuklah Putri ada di dalam." Ucap nenek tua dengan datar lalu ia mengantar kedua orang tua itu.
Zhong yang mulutnya cerewet tidak tahan melihat wajah datar nenek tua. " cantik-cantik tapi judes!" Ucapnya spontan,
nenek tua mendengar ucapannya ia sangat marah langsung mengikat Zhong dengan sulur tanamannya, lalu menggantung Zhong tinggi-tinggi dekat gerbang.
"Aaa, apa yang kau lakukan, turunkan aku!" Ucap Zhong dia cemas dengan tindakan Nenek tua, ia juga tidak menyangka perkataannya yang pelan bisa di dengar oleh nenek tua. Betapa nyaring pendengarannya pikir Zhong dalam hati.
Ziyi hanya menatap Zhong kesal, padahal Jendral sudah memperingati jangan membuat masalah.
"Nona jangan marah, temanku tidak bermaksud untuk menyinggung anda, mulutnya memang sudah terbiasa pedas, ia tidak bermaksud lain, kali ini maafkan dia." Ucap Ziyi untuk membantu Zhong supaya tidak membuat keributan di istana Bulan.
Zhong di atas sana hanya mengangguk setuju dengan ucapan Ziyi. " Nona Maaf jika saya salah bicara, tolong lepaskan akar-akar ini, saya takut ketinggian." Ucap Zhong memelas supaya nenek tua memaafkannya.
Nenek tua berpikir benar apa yang diucapkan Ziyi lebih baik memaafkan Zhong sekarang, lalu ia menarik kembali kekuatannya ia juga tidak ingin membuat keributan, takut mengganggu ketenangan Putri Bulan.
Setelah Zhong turun ia langsung mengucapkan terimakasih. " terimakasih nona!." Ucapnya tulus, nenek tua hanya mengabaikannya.
Ziyi melihat Zhong lama, dari pandangannya sudah jelas ingin mengatakan jangan buat masalah lagi, Zhong mengerti maksud nya ia hanya mengangguk.
Tidak lama setelah itu mereka sampai di paviliun tempat putri bulan bersantai. Saat ini Li Mingyue sedang menyeduh teh sangat elegan, lembut enak di pandang.
"Putri, orang-orang dari keluarga Shen ingin bertemu." Ucap nenek kepada Li Mingyue.
"Oh dari keluarga Shen, bukankah sebelumnya aku mengatakan tidak perlu datang lagi." Ucapnya lembut dia masih meneruskan menyeduh tehnya.
Zhong sangat terpana melihat pemandangan itu, benar kata Ziyi Putri bulan sangat cantik, elegan dan lembut, di lihat dari jauh sangat menyenangkan hati pikirnya, tetapi dia tidak merasakan kekuatan dari putri bulan, ia sedikit ragu lagi dengan ucapannya Ziyi tentang kekuatan putri bulan.
Tetapi melihat sikap tenang Li Mingyue dia yakin, putri Bulan tidak seperti yang terlihat, pasti menyembunyikan kekuatan pikirnya sedikit jernih, ia tidak berani buat keributan lagi.
Li Mingyue menyelesaikan menyeduh tehnya, "duduklah nikmati teh herbal yang aku seduh hari ini, apakah sama rasanya dengan teh yang kalian minum selama ini." Ucap Li Mingyue meminta mereka untuk duduk menikmati teh seduhannya.
"Putri mana berani kami menerima teh yang anda seduh sendiri." Ucap Ziyi dan Zhong bersama-sama.
Sedang nenek tua dia sudah duduk lalu menuangkan teh kedalam gelas yang sudah disediakan.
"Minumlah jangan tolak niat baik putri." Ucap nenek kepada mereka sambil memberikan mereka teh.
Mereka tidak berani lagi menolak, lalu mereka mencicipi teh tersebut tidak lama setelah itu mata mereka berbinar langsung menghabisi teh itu sekali teguk.
LI Mingyue hanya tersenyum melihat mereka minum, sedangkan nenek tua memandang mereka dengan jijik, ia tahu apa yang dirasakan dua orang itu karena dia juga merasakannya awal bertama kali.
Merasakan tatapan jijik nenek tua dua orang itu memandang nenek tua dengan malu. Lalu Ziyi berusaha untuk kembali tenang lalu ia mengeluarkan surat dari Jendral nya.
"Putri, maksud kedatangan kami memberikan surat ini kepada anda, ini di tulis langsung tuan hamba." Ucap Ziyi dengan sopan.
Nenek tua mengambil surat itu lalu ia berikan kepada Li Mingyue.
"Nenek siapkan beberapa camilan untuk mereka." Ucap Li Mingyue kepada nenek tua.
Zhong yang sedang menikmati teh yang enak hampir saja dia menyemburkan teh itu keluar, saat mendengar panggilan Li Mingyue pada pelayan cantik itu.
Untung dia langsung menutup mulutnya kalau kalau tidak teh itu akan tumpah membuat dirinya menyesal.
Nenek tua juga memperhatikan ia hanya mendengus lalu pergi untuk menyiapkan camilan untuk tamu.
Sedangkan Zhong berusaha menahan tawanya, hampir saja dia tertawa keras kalau tidak di peringati oleh Ziyi dengan pandangan yang galak.
"Putri tidak usah repot-repot, kami hanya menyampaikan surat setelah itu kami akan kembali." Ucap Ziyi lalu ia memberi hormat kepada Li Mingyue sambil menarik Zhong lalu mereka keluar.
Nenek tua juga kembali membawa camilan, " kemana mereka berdua!." Ucap nenek tua sambil meletakkan camilan tersebut.
"Mereka sudah pergi camilan ini untukmu saja nenek." Ucap Li Mingyue lalu ia mengambil surat itu langsung masuk ke kamarnya, meninggalkan nenek tua yang sedang menikmati camilan.
Sedangkan di dalam kamar, Li Mingyue membuka surat itu isinya tidak panjang hanya surat perkenalan lalu Shen Yuze mengundang Li Mingyue untuk datang kediamannya karena ada yang ingin ia dikatakan kepada Li Mingyue.
Dia juga meminta maaf karena meminta Li Mingyue datang kediamannya, karena dia tidak bisa bergerak luwes kalau tidak ia pasti sudah datang sendiri menemui Li Mingyue ke istana bulan.
Li Mingyue menyimpan surat itu, ia juga paham dengan kondisi Shen Yuze jadi ia tidak marah atau tersinggung dengan surat itu, ia menerimanya dengan lapang dada.
Lalu Li Mingyue menulis surat balasan bahwa dia menerima undangan itu, dalam tiga hari lagi dia akan datang berkunjung kediamannya Shen.
Selesai menulis surat, Li Mingyue mengeluarkan Fenghuang dari ruang dimensi, Fenghuang sudah mengecilkan tubuhnya seperti burung biasa, lalu ia memintanya mengantar surat kepada Shen Yuze. Ia yakin Fenghuang pasti tahu alamat Shen Yuze.
"Huanghuang antarkan surat ini ke diaman Jendral Shen." Ucapnya dengan santai.
"Yueyue aku bukan burung pengantar surat, tapi kali ini aku terima karena aku juga ingin keluar, soalnya aku sudah bosan di dalam dimensi." Ucap Fenghuang dia menerima pengantar surat untuk kali ini, tetapi kalian kali tidak lagi.
"Baiklah hanya kali ini saja." Balas Li Mingyue, lalu memberikan surat itu pada Fenghuang.
"Hati-hati jangan sampai tertangkap oleh orang lain, dan langsung berikan surat itu pada Shen Yuze." Ucap Li Mingyue meski Fenghuang kuat Li Mingyue tetap saja khawatir jika Fenghuang tertangkap.
"Jangan khawatir praktisi di dunia fana ini tidak bisa menangkapku." Ucap Fenghuang lalu ia terbang tinggi menuju kediaman Shen.
°°°
Bersambung...!!!
°
°
°
《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
mau kasian TPI mereka sendiri yg memulai jahat pada mingyue🤣
lanjut up lagi thor